memang aku tak pantas bersanding denganmu
karena bagaimanapun juga kau jauh lebih baik dariku
orang udik seperti ku tentu akan sungkan dan segan padamu
tapi aku tak pernah jadi rendah diri
dan tak pernah silau oleh cahaya dunia
memang aku tak pantas bersanding denganmu
aku pun sudah mulai mencari arah yang lain
aku hanya akan menunggu kabar darimu
itupun jika kau sudi mengabari aku
dan aku tak pernah bosan dengan mu
hingga kau bosan dengan diriku
dan aku tak pernah menutup pintu hatiku
hingga kau bisa mengenal aku dengan segala hitam dan keabuannya
walau aku takkan pernah mengenalmu lagi saat ini
memang aku tak pantas bersanding denganmu
telah kupastikan arah mana yang akan kulewati
dalam sendiri aku memanggil rindu dan cinta
ternyata masih berlabuh di palung hati sahabat-sahabatku
itulah kesejatian cinta dalam kefanaan dunia
saat mencintai dan dicintai tidak jadi hutang
saat merindukan dan dirindukan tidak jadi dosa
memang aku tak pantas bersanding denganmu
semoga benang sari cinta akan berlabuh di putik hatimu
30 June 2006
bagaimana membahasakan cinta ?
aku bahkan tak pernah mengira kalau ini adalah cinta
karena ini memang bukanlah cinta
tak pernah pula aku menghaturkan untuk seorang wanita
tapi bagaimana sebenarnya aku membahasakan cinta
jika keinginanku hanya ingin bersama
menjalankan sebuah cerita dengan skenario yang ada
ahh... dusta apa lagi ini?
setiap manusia tak menyukai
selama aku masih berdiri dalam tonggak kebenaran
apa aku harus menukar ketidaksukaan mereka dengan harga yang murah
tak ingin aku berkerumun dengan itu
kebenaran persepsi yang dilegitimasi masal
aku lebih baik memilih sebagai kaum pencilan
diantara para saudagar ayat-ayat
biarkan para saudagar berperang dengan ayat-ayat
untuk merebut sebuah cinta...
karena cinta hanya akan datang jika dihadirkan
yup.. dihadirkan oleh Pelukis Cinta Sejati
karena ini memang bukanlah cinta
tak pernah pula aku menghaturkan untuk seorang wanita
tapi bagaimana sebenarnya aku membahasakan cinta
jika keinginanku hanya ingin bersama
menjalankan sebuah cerita dengan skenario yang ada
ahh... dusta apa lagi ini?
setiap manusia tak menyukai
selama aku masih berdiri dalam tonggak kebenaran
apa aku harus menukar ketidaksukaan mereka dengan harga yang murah
tak ingin aku berkerumun dengan itu
kebenaran persepsi yang dilegitimasi masal
aku lebih baik memilih sebagai kaum pencilan
diantara para saudagar ayat-ayat
biarkan para saudagar berperang dengan ayat-ayat
untuk merebut sebuah cinta...
karena cinta hanya akan datang jika dihadirkan
yup.. dihadirkan oleh Pelukis Cinta Sejati
29 June 2006
kapan terakhir senyum padaku
ingatkah dirimu ...
kapan terakhir senyum padaku :)
sejak saat itu matahari tak lagi bersinar
setiap pagi aku lihat melalui kaca jendela
tak ada sinaran yang menghangatkan raga ini
hanya senyuman kecerian anak-anak kecil di gang
saat aku keluar dari ruang peristirahatanku
hiburan yang keluar dari dasar hati
kapan terakhir senyum padaku :)
sejak saat itu matahari tak lagi bersinar
setiap pagi aku lihat melalui kaca jendela
tak ada sinaran yang menghangatkan raga ini
hanya senyuman kecerian anak-anak kecil di gang
saat aku keluar dari ruang peristirahatanku
hiburan yang keluar dari dasar hati
jika aku merasa lelah
maafkan aku
jika aku merasa lelah memanggilmu
sepertinya aku harus berlari untuk menyapamu
layaknya menaiki arung jeram
melewati bebatuan yang terjal dan tajam, amukan derasnya air
melewati setiap kelokan bersama pohon-pohon yang tumbang
lalu saat air tenang tiba....
aku bertanya padamu :: apakah kamu baik-baik saja ? ::
maafkan aku
jika aku merasa lelah
hanya ingin memastikan bahwa kau baik-baik saja
jika aku merasa lelah memanggilmu
sepertinya aku harus berlari untuk menyapamu
layaknya menaiki arung jeram
melewati bebatuan yang terjal dan tajam, amukan derasnya air
melewati setiap kelokan bersama pohon-pohon yang tumbang
lalu saat air tenang tiba....
aku bertanya padamu :: apakah kamu baik-baik saja ? ::
maafkan aku
jika aku merasa lelah
hanya ingin memastikan bahwa kau baik-baik saja
relakan aku pergi
relakan aku pergi
jangan kau paksakan dirimu menunggu aku
meski aku belum memilih yang lain
bukan berarti aku menantikan dirimu
relakan aku pergi
bersama kumpulan puisi yang telah terberi
bakar semua keresahan
karena hari esok belum tentu kembali
mencari kepastian di ladang ketidakpastian
seperti mencari jarum dalam jerami
apa yang hendak kau cari dari aku
seseorang yang tak pantas bersanding dengan wanita baik seperti mu
bahkan aku tak pantas bersanding dengan pelacur sekalipun
jangan kau siksa dirimu dengan menunggu ku
karena aku masih menunggu kabar dari Nya
kalau memang takdir datang dan menyatukan kita
itulah anugerah terbesar hidupku karena telah mendapatkan mu
kalau memang takdir datang dan menyatukanku dengan yang lain
itulah anugerah terbesar hidupmu karena kau akan dipersandingkan dengan yang terbaik
biarlah aku terbang bersama keyakinanmu
karena keyakinanku takkan luluh oleh rayu ucapmu
meski kau meneteskan air mata darah dihadapanku
tak semili pun aku beranjak untuk menggapaimu
karena menggapaimu dosa bila saatnya belum tiba
relakan aku pergi
bukan berarti aku telah memiliki yang lain
sebatas penghujaman diri akan takdir
tentangku Kuasa Nya
jangan kau paksakan dirimu menunggu aku
meski aku belum memilih yang lain
bukan berarti aku menantikan dirimu
relakan aku pergi
bersama kumpulan puisi yang telah terberi
bakar semua keresahan
karena hari esok belum tentu kembali
mencari kepastian di ladang ketidakpastian
seperti mencari jarum dalam jerami
apa yang hendak kau cari dari aku
seseorang yang tak pantas bersanding dengan wanita baik seperti mu
bahkan aku tak pantas bersanding dengan pelacur sekalipun
jangan kau siksa dirimu dengan menunggu ku
karena aku masih menunggu kabar dari Nya
kalau memang takdir datang dan menyatukan kita
itulah anugerah terbesar hidupku karena telah mendapatkan mu
kalau memang takdir datang dan menyatukanku dengan yang lain
itulah anugerah terbesar hidupmu karena kau akan dipersandingkan dengan yang terbaik
biarlah aku terbang bersama keyakinanmu
karena keyakinanku takkan luluh oleh rayu ucapmu
meski kau meneteskan air mata darah dihadapanku
tak semili pun aku beranjak untuk menggapaimu
karena menggapaimu dosa bila saatnya belum tiba
relakan aku pergi
bukan berarti aku telah memiliki yang lain
sebatas penghujaman diri akan takdir
tentangku Kuasa Nya
sedikit ruang hati
tak mengapa kau mengatakan tak ada tempat untuk ku
itu lebih indah buatku dari pada terpaku dalam diam mu
tak ada ruang bukan berarti aku tak boleh mengenal mu kan ?
karena setiap orang selalu membuka ruang untuk saling mengenal
tapi.. apakah mungkin kau tak membukanya juga untukku ?
aku yakin dirimu memang bukan seperti itu..
mungkin hanya ingin sekedar menepi
melindungi dari panasnya kata-kata tak berarti
tak mengapa kau mengatakan tak ada tempat untuk ku
aku tetap akan terbang mencari tempat untuk menyandarkan letih penat ku
hingga sampai ujung waktu indah itu tiba
biarkan aku memanggilmu dan mengenangmu
dan aku akan berkata :: selalu ada ruang untuk anak manusia di hati ku ::
itu lebih indah buatku dari pada terpaku dalam diam mu
tak ada ruang bukan berarti aku tak boleh mengenal mu kan ?
karena setiap orang selalu membuka ruang untuk saling mengenal
tapi.. apakah mungkin kau tak membukanya juga untukku ?
aku yakin dirimu memang bukan seperti itu..
mungkin hanya ingin sekedar menepi
melindungi dari panasnya kata-kata tak berarti
tak mengapa kau mengatakan tak ada tempat untuk ku
aku tetap akan terbang mencari tempat untuk menyandarkan letih penat ku
hingga sampai ujung waktu indah itu tiba
biarkan aku memanggilmu dan mengenangmu
dan aku akan berkata :: selalu ada ruang untuk anak manusia di hati ku ::
sedikit perenungan tentang kemarin
temani aku dalam sendiri
kita berbicara tentang kemarin
tentang air yang sedang karnaval
beriringan lalu menari dan berdendang
melewati desa-desa dan kota-kota
jangan biarkan diri ini melamun
kita bicara tentang kemarin
tentang api yang sedang berpesta
mengadakan arak-arakan panjang
lalu berteriak hingga menggetarkan tanah ini
melalui lereng gunung hingga menuju perkampungan
ada apa ini ?
aku dalam sendiri kadang ingin tersenyum
melihat iringan air dan arakan api yang sedang berpesta
tapi pesta mereka tidak lah lucu apalagi menghibur..
pesta mereka hanya mengurai jeritan dan tangisan
lalu meninggalkan kesedihan yang menggurat hingga ujung langit hati
sunguh.. sungguh ini bukanlah hal yang lucu
tapi aku berfikir sejenak bersama secangkir teh manis
kehendak siapa semua ini ?
apa kehendak semua ini ?
mengapa berkehendak seperti ini ?
kita berbicara tentang kemarin
tentang air yang sedang karnaval
beriringan lalu menari dan berdendang
melewati desa-desa dan kota-kota
jangan biarkan diri ini melamun
kita bicara tentang kemarin
tentang api yang sedang berpesta
mengadakan arak-arakan panjang
lalu berteriak hingga menggetarkan tanah ini
melalui lereng gunung hingga menuju perkampungan
ada apa ini ?
aku dalam sendiri kadang ingin tersenyum
melihat iringan air dan arakan api yang sedang berpesta
tapi pesta mereka tidak lah lucu apalagi menghibur..
pesta mereka hanya mengurai jeritan dan tangisan
lalu meninggalkan kesedihan yang menggurat hingga ujung langit hati
sunguh.. sungguh ini bukanlah hal yang lucu
tapi aku berfikir sejenak bersama secangkir teh manis
kehendak siapa semua ini ?
apa kehendak semua ini ?
mengapa berkehendak seperti ini ?
duhai akhi...
akhi...
jika aku bermurah senyum pada mu
janganlah akhi salah artikan senyumanku itu
aku memang peduli tapi bukan menaruh hati
akhi...
jika aku lemah lembut pada mu
janganlah pula akhi salah artikan kelemahlembutanku itu
aku memang penyayang tapi bukan ingin memiliki
akhi...
jika aku bertutur kata pada mu
janganlah akhi salah artikan tuturkata ku itu
aku ingin sekedar santun dan menghargai tapi bukan ingin mengambil hati
akhi...
aku layaknya manusia seperti biasanya
yang bisa saja khilap atau lupa
akhi...
jangan pernah kau mencoba melangkahi pagar-pagar hijab kaumku
senyumanku itu bisa saja berubah menjadi kemuraman wajahku
kelemahlembutanku bisa saja berubah menjadi ketegasan yang keras
tuturkata ini bisa saja berubah menjadi pedang yang bisa merobek hatimu
akhi...
biarkanlah diriku seperti ini kepada mu
namun pasrahkanlah diri kita sepenuhnya kepada Allah semata
janganlah akhi bermain-main dengan hati
karena hati kan hancur oleh cinta yang tak bertepi pada Ilahi
jika aku bermurah senyum pada mu
janganlah akhi salah artikan senyumanku itu
aku memang peduli tapi bukan menaruh hati
akhi...
jika aku lemah lembut pada mu
janganlah pula akhi salah artikan kelemahlembutanku itu
aku memang penyayang tapi bukan ingin memiliki
akhi...
jika aku bertutur kata pada mu
janganlah akhi salah artikan tuturkata ku itu
aku ingin sekedar santun dan menghargai tapi bukan ingin mengambil hati
akhi...
aku layaknya manusia seperti biasanya
yang bisa saja khilap atau lupa
akhi...
jangan pernah kau mencoba melangkahi pagar-pagar hijab kaumku
senyumanku itu bisa saja berubah menjadi kemuraman wajahku
kelemahlembutanku bisa saja berubah menjadi ketegasan yang keras
tuturkata ini bisa saja berubah menjadi pedang yang bisa merobek hatimu
akhi...
biarkanlah diriku seperti ini kepada mu
namun pasrahkanlah diri kita sepenuhnya kepada Allah semata
janganlah akhi bermain-main dengan hati
karena hati kan hancur oleh cinta yang tak bertepi pada Ilahi
26 June 2006
lagi iseng :: ngga dikasih judul ::
kutuliskan sepatah kata sebelum kembali ke bilik tidurku
aku ingin berbicara tentang kesepian dan kesendirian
meski memang di meja kerja, aku merasa sendiri dan sepi
tapi itu pilihanku, karena keramaian tak membuat ku tertawa
keramaian hanya menjadi gumpalan yang membuat sesak di dada
aku berlari layaknya bocah yang berlari
dengan segudang imaji dan mimpi
sedang mencari kepastian dalam ketidakpastian
namun terlarang oleh manusia yang merasa dewasa
padahal mereka adalah manusia penakut
namun mereka bilang bahwa mereka sedang berfikir
padahal mereka adalah manusia pecundang
namun mereka bilang bahwa mereka belajar dari masa lalu
apa artinya berada dipuncak jika tak pernah jatuh ?
apa artinya terjatuh ke lembah jika tak pernah bangkit ?
tak ada jalan yang mulus
yang ada jalan yang lurus
namun penuh halangan dan rintangan
lalu ancaman dan gangguan
dengan hantaman goda dan coba sebesar semesta
tapi ia tetap jalan yang lurus
namun memang tak mulus
aku ingin berbicara tentang kesepian dan kesendirian
meski memang di meja kerja, aku merasa sendiri dan sepi
tapi itu pilihanku, karena keramaian tak membuat ku tertawa
keramaian hanya menjadi gumpalan yang membuat sesak di dada
aku berlari layaknya bocah yang berlari
dengan segudang imaji dan mimpi
sedang mencari kepastian dalam ketidakpastian
namun terlarang oleh manusia yang merasa dewasa
padahal mereka adalah manusia penakut
namun mereka bilang bahwa mereka sedang berfikir
padahal mereka adalah manusia pecundang
namun mereka bilang bahwa mereka belajar dari masa lalu
apa artinya berada dipuncak jika tak pernah jatuh ?
apa artinya terjatuh ke lembah jika tak pernah bangkit ?
tak ada jalan yang mulus
yang ada jalan yang lurus
namun penuh halangan dan rintangan
lalu ancaman dan gangguan
dengan hantaman goda dan coba sebesar semesta
tapi ia tetap jalan yang lurus
namun memang tak mulus
20 June 2006
aku mengerti
lebih baik aku jalan kaki seribu kilo
untuk melepas kerinduan pada teman-temanku
meski kakiku akan bengkak atau pincang
di jalan aku bisa mengenang mereka
dalam kerinduan yang ku pendam
selama aku jauh dari mereka
dan merindukan mereka adalah ibadah
lebih baik aku jalan kaki seribu kilo
untuk melepas kerinduan pada teman-temanku
meski kakiku akan bengkak atau pincang
dari pada aku berbicara denganmu
tak bisa ku melepas rindu padamu
karena merindukan mu adalah dosa
apa harus aku belajar ilmu ikhlas tentangmu
berbicaralah aku pada diri mu, seolah-olah aku melihatmu
jika aku tak pernah melihat dirimu, yakinlah engkau melihatku
merindukanmu saja adalah dosa
apalagi mencoba menghadirkan dirimu dalam hatiku
untuk melepas kerinduan pada teman-temanku
meski kakiku akan bengkak atau pincang
di jalan aku bisa mengenang mereka
dalam kerinduan yang ku pendam
selama aku jauh dari mereka
dan merindukan mereka adalah ibadah
lebih baik aku jalan kaki seribu kilo
untuk melepas kerinduan pada teman-temanku
meski kakiku akan bengkak atau pincang
dari pada aku berbicara denganmu
tak bisa ku melepas rindu padamu
karena merindukan mu adalah dosa
apa harus aku belajar ilmu ikhlas tentangmu
berbicaralah aku pada diri mu, seolah-olah aku melihatmu
jika aku tak pernah melihat dirimu, yakinlah engkau melihatku
merindukanmu saja adalah dosa
apalagi mencoba menghadirkan dirimu dalam hatiku
tadinya.. aku ingin diam
tadinya...
aku enggan lagi berbicara denganmu
bahkan menyapamu.. rasanya sakit
tapi tak mungkin
tak mungkin aku tak menyapamu
tadinya...
lebih baik aku diam
diam .. dan sama sekali diam
meski aku tetap menyapamu
aku lelah berbicara
berbicara denganmu rasanya hanya satu arah
mungkin aku hanya menghabiskan waktumu
atau mengisi kekosongan waktumu
aku enggan lagi berbicara denganmu
bahkan menyapamu.. rasanya sakit
tapi tak mungkin
tak mungkin aku tak menyapamu
tadinya...
lebih baik aku diam
diam .. dan sama sekali diam
meski aku tetap menyapamu
aku lelah berbicara
berbicara denganmu rasanya hanya satu arah
mungkin aku hanya menghabiskan waktumu
atau mengisi kekosongan waktumu
19 June 2006
debu III
sebenarnya, kau bukan temanku
dan memang tak layak aku jadi temanmu
mungkin aku hanya layak jadi kenalanmu
aku telah menjadi debu yang menempel di wajahmu
lalu kau basuh selepas pulang dari kerja
karena enggan debu ini merusakkan keaggunan wajahmu
hanya karena ketidaktauan si-debu saja
seolah-olah ia diterima dengan lapang
lalu berbesar diri bahwa ia diterima dengan lapang
namun dibelakang, debu tetap di basuh oleh air dan sabun
bahkan ditambahi pelembab bahkan pewangi
katamu dalam hatimu
"maaf.. tak ada waktu untuk berdebat ... kata hatimu
jika memang debu yang menempel diwajahmu
tak perlu kau berdebat
bersihkan saja..
karena debu memang kotor
meski belum tentu najis"
dan memang tak layak aku jadi temanmu
mungkin aku hanya layak jadi kenalanmu
aku telah menjadi debu yang menempel di wajahmu
lalu kau basuh selepas pulang dari kerja
karena enggan debu ini merusakkan keaggunan wajahmu
hanya karena ketidaktauan si-debu saja
seolah-olah ia diterima dengan lapang
lalu berbesar diri bahwa ia diterima dengan lapang
namun dibelakang, debu tetap di basuh oleh air dan sabun
bahkan ditambahi pelembab bahkan pewangi
katamu dalam hatimu
"maaf.. tak ada waktu untuk berdebat ... kata hatimu
jika memang debu yang menempel diwajahmu
tak perlu kau berdebat
bersihkan saja..
karena debu memang kotor
meski belum tentu najis"
bosan lagi
siang tadi, aku telpon bapaku
aku beritakan bahwa aku akan pulang awal bulan depan
ada satu hal yang tak kuceritakan padanya
bahwa anaknya telah bosan tinggal di jakarta ini
sebenarnya aku ingin segera pulang
tak ada alasan untuk ku tetap menyendiri
karena ini bukan menyendiri
hanya bergelut dengan kemunafikan
saat aku berharap
tak ada tangan menangkap asa ku
aku beritakan bahwa aku akan pulang awal bulan depan
ada satu hal yang tak kuceritakan padanya
bahwa anaknya telah bosan tinggal di jakarta ini
sebenarnya aku ingin segera pulang
tak ada alasan untuk ku tetap menyendiri
karena ini bukan menyendiri
hanya bergelut dengan kemunafikan
saat aku berharap
tak ada tangan menangkap asa ku
no strong reason
entah ranting mana yang kau jadikan pijakan
setelah sekian lama saling mengenali
kiranya layak dipanggil apa hubungan kita
awalnya aku mengira bahwa engkau seperti angin
meski tak pernah terlihat namun tetap terasa
saat membelai maupun menampar
alasan apa yang perlu aku buat
agar tetap mempertahankan semua ini
saat kau pulang.. kau pun lupa aku
aku mati dalam akal dan hatimu
bersama komputer yang kau matikan selepas pulang
setelah sekian lama saling mengenali
kiranya layak dipanggil apa hubungan kita
awalnya aku mengira bahwa engkau seperti angin
meski tak pernah terlihat namun tetap terasa
saat membelai maupun menampar
alasan apa yang perlu aku buat
agar tetap mempertahankan semua ini
saat kau pulang.. kau pun lupa aku
aku mati dalam akal dan hatimu
bersama komputer yang kau matikan selepas pulang
sampai sini saja
tak ada lagi yang perlu kita bicarakan
semua sudah cukup sampai di sini
tak ada salahnya kita kembali
kepada kehidupan sebelum mengenal diriku
aku hanya ingin teman bicara
yang bisa kulihat dan kudengar
sudahlah .. cukup sampai sini saja
semua sudah cukup sampai di sini
tak ada salahnya kita kembali
kepada kehidupan sebelum mengenal diriku
aku hanya ingin teman bicara
yang bisa kulihat dan kudengar
sudahlah .. cukup sampai sini saja
13 June 2006
belum aku temukan
buatku sulit menemukan teman sejati
terlalu banyak kepentingan berteman di kota ini
namun begitu mudah mencari teman tertawa bersama
begitu sulit mencari teman berbagi bersama
barangkali pertemuan hanya dianggap peluang
mungkin teman buat mereka adalah mati satu tumbuh seribu
aku seperti melihat pertemanan karena sebuah peristiwa
ohh.. aku benci sekali
tapi aku tak pernah merugi
saat itulah aku selalu merindu kampung halaman ku
saat teman bukan karena lagi kepentingan atau peluang
tapi pencapaian sebuah tujuan
ohh.. aku benci sekali
tapi aku tak pernah merugi
aku seringkali sedih melihat semua ini
sungguh aku sedih melihat semua ini
mungkin kerinduan ini yang aku tunggu
terlalu banyak kepentingan berteman di kota ini
namun begitu mudah mencari teman tertawa bersama
begitu sulit mencari teman berbagi bersama
barangkali pertemuan hanya dianggap peluang
mungkin teman buat mereka adalah mati satu tumbuh seribu
aku seperti melihat pertemanan karena sebuah peristiwa
ohh.. aku benci sekali
tapi aku tak pernah merugi
saat itulah aku selalu merindu kampung halaman ku
saat teman bukan karena lagi kepentingan atau peluang
tapi pencapaian sebuah tujuan
ohh.. aku benci sekali
tapi aku tak pernah merugi
aku seringkali sedih melihat semua ini
sungguh aku sedih melihat semua ini
mungkin kerinduan ini yang aku tunggu
12 June 2006
Untaian Kata Tanpa Makna [final ed]
Biarkan hari ini apa adanya
Namun takkan kubiarkan hidupku begini adanya
Kan kukepakkan sayap ini tuk selalu terbang menerawang
Merangkul semua kata yang tersandar di atas lembaran kalam
Biarkan hari ini apa adanya
Namun takkan kubiarkan hidupku begini adanya
Kan ku beritakan kabar yang kan menyejukan seluruh jiwa
Walau tetes darah kerinduan yang menjadi taruhan
Namun takkan kubiarkan hidupku begini adanya
Kan kukepakkan sayap ini tuk selalu terbang menerawang
Merangkul semua kata yang tersandar di atas lembaran kalam
Biarkan hari ini apa adanya
Namun takkan kubiarkan hidupku begini adanya
Kan ku beritakan kabar yang kan menyejukan seluruh jiwa
Walau tetes darah kerinduan yang menjadi taruhan
Sahabat
Sahabat !!! jika kau masih menganggapku
Apakah kiranya aku masih pantas menjadi sahabatmu ?
Memang rasanya kita sudah berada ditempat yang berbeda dalam realitas yang berbeda pula
Sahabat !!! jika kau masih mengingatku
Kehidupan adalah sebulah pulau di tengah samudera kesendirian
Sebuah pulau yang batu-batunya adalah harapan
Yang pohon-pohonya adalah impian
Dan alurnya adalah kehausan
Sahabat !!! jika kau masih mengenaliku
Beratkah kiranya kita pergi dengan bahtera yang berbeda
Namun semoga kita bisa berlabuh di peraduan yang sama
Selama layar ini masih terkembang dan tersapu oleh desahan angin impian
Aku kan mengejar sampai semua menjadi kenyataan
Sahabat !!! jika kau masih mendengarkanku
Aku berdiri merenungkan misteri manusia dan berjuang menguraikan simbol-simbol kehidupan
Dan aku melihat hal-hal yang menyedihkan:
Para Malaikat Kebahagiaan tengah berperang dengan Setan-setan Penderitaan
Dan manusia berdiri di antara mereka.
Yang satu menariknya dengan Harapan dan yang lainnya dengan Keputusasaan
Aku melihat cinta dan benci bermain-main dengan hati manusia;
Cinta menyembunyikan kesalahan Manusia
Dan memabukkannya dengan anggur kepatuhan, pujian dan rayuan;
Sementara Kebencian menghasutnya dan menutup telinganya dan membutakan matanya dari kebenaran
Sahabat !!! harapku padamu
Terbanglah bersama sayap-sayap impian ke atas langit harapanmu
Biarkanlah cerita ini terus berserakan menyaksikan keagunganmu
Lewati batu-batu impian dan hancurkan dinding-dinding keraguanmu
Sahabat !!! pintaku
aku berjalan berharap ikhlasmu
aku berlari berharap doamu
aku pergi bukan tuk jadi pecundang
hanya menapaki kerikil kehidupan
dan terus mengejar mimpi
kan kutunggu sampai pelabuhan terakhir
make the world smile coz of u
Apakah kiranya aku masih pantas menjadi sahabatmu ?
Memang rasanya kita sudah berada ditempat yang berbeda dalam realitas yang berbeda pula
Sahabat !!! jika kau masih mengingatku
Kehidupan adalah sebulah pulau di tengah samudera kesendirian
Sebuah pulau yang batu-batunya adalah harapan
Yang pohon-pohonya adalah impian
Dan alurnya adalah kehausan
Sahabat !!! jika kau masih mengenaliku
Beratkah kiranya kita pergi dengan bahtera yang berbeda
Namun semoga kita bisa berlabuh di peraduan yang sama
Selama layar ini masih terkembang dan tersapu oleh desahan angin impian
Aku kan mengejar sampai semua menjadi kenyataan
Sahabat !!! jika kau masih mendengarkanku
Aku berdiri merenungkan misteri manusia dan berjuang menguraikan simbol-simbol kehidupan
Dan aku melihat hal-hal yang menyedihkan:
Para Malaikat Kebahagiaan tengah berperang dengan Setan-setan Penderitaan
Dan manusia berdiri di antara mereka.
Yang satu menariknya dengan Harapan dan yang lainnya dengan Keputusasaan
Aku melihat cinta dan benci bermain-main dengan hati manusia;
Cinta menyembunyikan kesalahan Manusia
Dan memabukkannya dengan anggur kepatuhan, pujian dan rayuan;
Sementara Kebencian menghasutnya dan menutup telinganya dan membutakan matanya dari kebenaran
Sahabat !!! harapku padamu
Terbanglah bersama sayap-sayap impian ke atas langit harapanmu
Biarkanlah cerita ini terus berserakan menyaksikan keagunganmu
Lewati batu-batu impian dan hancurkan dinding-dinding keraguanmu
Sahabat !!! pintaku
aku berjalan berharap ikhlasmu
aku berlari berharap doamu
aku pergi bukan tuk jadi pecundang
hanya menapaki kerikil kehidupan
dan terus mengejar mimpi
kan kutunggu sampai pelabuhan terakhir
make the world smile coz of u
Munafik II
Begitu malam berlalu dan tinggal dalam ketidaksadaran
Dan hari-hari memberi salam kepada kita dan memeluk kita
Tetapi kita tinggal dalam kemunafikan siang dan malam
Kita berpegang teguh pada bumi
Sementara gerbang hati Tuhan terbuka lebar-lebar,
Kita menginjak roti kehidupan,
Sementara orang yang kelaparan menggerogoti hati kita
Betapa bagusnya kehidupan bagi manusia
Namun betapa jauhnya manusia dari kehidupan ini
Dan hari-hari memberi salam kepada kita dan memeluk kita
Tetapi kita tinggal dalam kemunafikan siang dan malam
Kita berpegang teguh pada bumi
Sementara gerbang hati Tuhan terbuka lebar-lebar,
Kita menginjak roti kehidupan,
Sementara orang yang kelaparan menggerogoti hati kita
Betapa bagusnya kehidupan bagi manusia
Namun betapa jauhnya manusia dari kehidupan ini
Subscribe to:
Posts (Atom)






