Tak lagi terlihat tulisan yang telah tergurat
Tak ada lagi karat di besi keyakinan
Jalan mendaki lagi sukar
Tak lagi terasa karena indah nya ujung sana
Terjalnya jalan bebatuan
Tak lagi menghentikan alun langkah ini
Meski bukan tanpa luka
Meski bukan tanpa duka
Sudah terlupakan
Ingin segera sampai di sana
27 March 2006
Aku Pergi
Maafkan jika aku pergi
Tanpa mengetuk pintu hati mu dahulu
Aku hanya ingin pergi
Berawal kesendirian pergi pun kesendirian
Aku mengijinkan kau berlayar bersama yang lain
Tunggu aku ... jika kau ingin menantikan ku
Di tempat biasanya ... kemudian hari ...
Jangan cemaskan aku ... jangan ragukan aku ...
Kesungguhan ku telah terhujam dalam langkah ku...
Meski ... Aku mengijinkan kau berlayar bersama yang lain
Hanya takdir dan kamu yang bisa memisahkan aku dengan kesungguhan ku
[I am not only trust you even your final decision ... coz i believe fate from 4JJ1 ]
Tanpa mengetuk pintu hati mu dahulu
Aku hanya ingin pergi
Berawal kesendirian pergi pun kesendirian
Aku mengijinkan kau berlayar bersama yang lain
Tunggu aku ... jika kau ingin menantikan ku
Di tempat biasanya ... kemudian hari ...
Jangan cemaskan aku ... jangan ragukan aku ...
Kesungguhan ku telah terhujam dalam langkah ku...
Meski ... Aku mengijinkan kau berlayar bersama yang lain
Hanya takdir dan kamu yang bisa memisahkan aku dengan kesungguhan ku
[I am not only trust you even your final decision ... coz i believe fate from 4JJ1 ]
Engkau
Wahai engkau yang melintasi aku
Melantunkan nada-nada manis dan lembut
Kadang berkeluh kesah dan meratap
Aku bisa mendengar engkau meski tak dapat melihat engkau
Aku bisa menyentuh engkau meski tak dapat ku gambarkan diri engkau
Sentuhan dan pendengaran ini bagaikan menyetubuhi ruh ku
Tetapi tak dapat ku gambarkan semua ini
Aku merasakan kau sedang mendaki bukit-bukit dengan kekuatan
Aku merasakan kau sedang menuruni lembah-lembah dengan kelembutan
Keanggunan dalam penyebaran ruh menyelimuti ruh ku
Engkau bagaikan seorang ratu yang penuh cinta kasih
Yang menyayangi orang-orang tertindas dan terpuruk
Tapi keras terhadap orang-orang yang angkuh dan kuat
Namun apakah engkau juga menyayangi diri engkau sendiri
Jika yang tertindas dan terpuruk adalah diri engkau sendiri
Namun apakah engkau juga keras terhadap diri engkau sendiri
Jika yang angkuh dan kuat adalah diri engkau sendiri
Aku pernah melihat engkau bangun dari tidur
Dengan lemah dan lunglai dan melalui pingsan
Kau membangunkan ladang-ladang yang mulai tumbuh dengan senyuman
Lalu ladang-ladang itu tersenyum melihat senyuman engkau
Namun apakah engkau juga bisa membangunkan ladang-ladang dalam tubuh mu
Lalu engkau tersenyum ....
Atau engkau hanya bisa bersembunyi di belakang tabir kebisuan
Seolah-olah engkau telah mati dihantam oleh tangkai-tangkai matahari dan peluru-peluru panas
Hanya engkau yang mengetahui arti semua tabir mu
Melantunkan nada-nada manis dan lembut
Kadang berkeluh kesah dan meratap
Aku bisa mendengar engkau meski tak dapat melihat engkau
Aku bisa menyentuh engkau meski tak dapat ku gambarkan diri engkau
Sentuhan dan pendengaran ini bagaikan menyetubuhi ruh ku
Tetapi tak dapat ku gambarkan semua ini
Aku merasakan kau sedang mendaki bukit-bukit dengan kekuatan
Aku merasakan kau sedang menuruni lembah-lembah dengan kelembutan
Keanggunan dalam penyebaran ruh menyelimuti ruh ku
Engkau bagaikan seorang ratu yang penuh cinta kasih
Yang menyayangi orang-orang tertindas dan terpuruk
Tapi keras terhadap orang-orang yang angkuh dan kuat
Namun apakah engkau juga menyayangi diri engkau sendiri
Jika yang tertindas dan terpuruk adalah diri engkau sendiri
Namun apakah engkau juga keras terhadap diri engkau sendiri
Jika yang angkuh dan kuat adalah diri engkau sendiri
Aku pernah melihat engkau bangun dari tidur
Dengan lemah dan lunglai dan melalui pingsan
Kau membangunkan ladang-ladang yang mulai tumbuh dengan senyuman
Lalu ladang-ladang itu tersenyum melihat senyuman engkau
Namun apakah engkau juga bisa membangunkan ladang-ladang dalam tubuh mu
Lalu engkau tersenyum ....
Atau engkau hanya bisa bersembunyi di belakang tabir kebisuan
Seolah-olah engkau telah mati dihantam oleh tangkai-tangkai matahari dan peluru-peluru panas
Hanya engkau yang mengetahui arti semua tabir mu
Terima Kasih Ibu
Suara jeritan kasih sayang telah terdengar kemarin sore
Aku tersenyum seperti punahnya puncak penantian
Dari jauh kerinduan yang ingin ku sampaikan
Sudi hinggap di lubuk hati nya
Aku mendengarkan ... aku meresapi ... aku memikirkan ... aku menangis ...
Oh suara kasih sayang pilihan 4JJ1 ...
Ajukan do’a mu dan sampaikan keinginan ku melalui bibir surga mu
Mendengar suara mu setelah lama terpisahkan oleh jarak saja
Meluluhkan hati keras dan mencairkan kebekuan hati ini
Terima kasih ibu... aku kan pergi menemui minggu-minggu ini
Aku tersenyum seperti punahnya puncak penantian
Dari jauh kerinduan yang ingin ku sampaikan
Sudi hinggap di lubuk hati nya
Aku mendengarkan ... aku meresapi ... aku memikirkan ... aku menangis ...
Oh suara kasih sayang pilihan 4JJ1 ...
Ajukan do’a mu dan sampaikan keinginan ku melalui bibir surga mu
Mendengar suara mu setelah lama terpisahkan oleh jarak saja
Meluluhkan hati keras dan mencairkan kebekuan hati ini
Terima kasih ibu... aku kan pergi menemui minggu-minggu ini
15 Menit Lagi
Menunggu masa ini berakhir
Memulai masa yang lain
Tak dapat ku untai lagi makna
Terangkai oleh kata-kata
Kini kediamanku sudah beku
Oleh kelelahan pencarian
Tak ada wujud ku penuh prasangka
Yang ada ingin ketenangan seperti yang ku minta
Dalam 15 menit lagi menuju masa yang kan berakhir
Akan kah menemui jawaban atas semua ini
Diamnya tak lagi menenangkan namun aku pahami
Senyumannya tak lagi menyejukan namun aku mengerti
Ahhhh... aku tak ingin memikirkan semua itu
Yang ada ingin ketentraman tanpa rasa dan cinta hati manusia
Bukan sekedar itu yang aku cari ... lebih dari itu
Bahkan tak tertandingi dan tak ada duanya
Sungguh aku tak ingin memikirkan semua itu
Aku takut jatuh ke jurang kedzoliman bersama dosa dan kemunafikan
15 menit lagi masa ini berakhir
Memulai masa yang lain
Tak dapat ku untai lagi makna
Terangkai oleh kata-kata
Kini kediamanku sudah beku
Oleh kelelahan pencarian
Tak ada wujud ku penuh prasangka
Yang ada ingin ketenangan seperti yang ku minta
Dalam 15 menit lagi menuju masa yang kan berakhir
Akan kah menemui jawaban atas semua ini
Diamnya tak lagi menenangkan namun aku pahami
Senyumannya tak lagi menyejukan namun aku mengerti
Ahhhh... aku tak ingin memikirkan semua itu
Yang ada ingin ketentraman tanpa rasa dan cinta hati manusia
Bukan sekedar itu yang aku cari ... lebih dari itu
Bahkan tak tertandingi dan tak ada duanya
Sungguh aku tak ingin memikirkan semua itu
Aku takut jatuh ke jurang kedzoliman bersama dosa dan kemunafikan
15 menit lagi masa ini berakhir
22 March 2006
Buntu Penuh Kebekuan
Hatiku hancur mendengarkan tangisan seorang ibu
Karena kasih sayang nya aku terdiam tanpa kata-kata
Hanya meminta doanya pada Nya tuk kujadikan minuman imanku
Ini bukan guncangan bukan juga kecemasan apalagi ketegangan
Ini awal kebuntuan jalan tuk melangkah lebih jauh
Melawan keketiran pijakan tangguh tuk melompat lebih tinggi
Namun aku tak berdaya dan tak menangkap lebih jelas cahaya itu
Hijau kah ? kuning kah ? atau merahkah ?
Keremangan tanpa kejelasan ... hanya itu saja yang bisa ku tangkap
Aku ingin lewati masa kepedihan ini
Tanpa kepedihan ini mungkin aku tak kan lebih bersyukur
Aku ingin lalui masa kepenatan ini
Tanpa kepenatan ini mungkin aku tak kan lebih dewasa
Mungkin hanya itu yang bisa aku hibur diri ini....
Aku harus bagaimana ibu ?
Anak mu ini telah lama bingung memilih arah di persimpangan jalan
Jalan apa yang hendak aku tempuh...
Anak mu ini bagai anak ayam yang kehilangan induk nya
Atau mungkin bagai penjelajah gunung yang kehilangan kompas nya
Aku hancur dalam kepenatan tapi aku tak ingin hancur
Aku tenggelam ke dalam dasar lautan kegelisahan namun aku tak ingin tenggelam
Aku tak memiliki teman tuk berbagi
Aku tak memiliki sahabat tuk bersandar
Aku tak memiliki saudara tuk bertanya
Aku tak memiliki siapapun
Aku hanya memiliki 4JJ1 ... hanya itu saja
Namun aku tak hanya ingin memiliki 4JJ1 aku ingin dimiliki 4JJ1
Menangis hati ini... menjerit jiwa ini .... teriak ruh ini ....
Aaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkuuuuuuuuuuuu hancur !!!
Bantulah Ya 4JJ1 ... aku buntu .... aku buntu ...
Tunjukkan semua jalan yang terbaik buatku jika bukan jalan ini adalah bukanlah jalan yang terbaik dari Mu untuk ku
Karena kasih sayang nya aku terdiam tanpa kata-kata
Hanya meminta doanya pada Nya tuk kujadikan minuman imanku
Ini bukan guncangan bukan juga kecemasan apalagi ketegangan
Ini awal kebuntuan jalan tuk melangkah lebih jauh
Melawan keketiran pijakan tangguh tuk melompat lebih tinggi
Namun aku tak berdaya dan tak menangkap lebih jelas cahaya itu
Hijau kah ? kuning kah ? atau merahkah ?
Keremangan tanpa kejelasan ... hanya itu saja yang bisa ku tangkap
Aku ingin lewati masa kepedihan ini
Tanpa kepedihan ini mungkin aku tak kan lebih bersyukur
Aku ingin lalui masa kepenatan ini
Tanpa kepenatan ini mungkin aku tak kan lebih dewasa
Mungkin hanya itu yang bisa aku hibur diri ini....
Aku harus bagaimana ibu ?
Anak mu ini telah lama bingung memilih arah di persimpangan jalan
Jalan apa yang hendak aku tempuh...
Anak mu ini bagai anak ayam yang kehilangan induk nya
Atau mungkin bagai penjelajah gunung yang kehilangan kompas nya
Aku hancur dalam kepenatan tapi aku tak ingin hancur
Aku tenggelam ke dalam dasar lautan kegelisahan namun aku tak ingin tenggelam
Aku tak memiliki teman tuk berbagi
Aku tak memiliki sahabat tuk bersandar
Aku tak memiliki saudara tuk bertanya
Aku tak memiliki siapapun
Aku hanya memiliki 4JJ1 ... hanya itu saja
Namun aku tak hanya ingin memiliki 4JJ1 aku ingin dimiliki 4JJ1
Menangis hati ini... menjerit jiwa ini .... teriak ruh ini ....
Aaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkuuuuuuuuuuuu hancur !!!
Bantulah Ya 4JJ1 ... aku buntu .... aku buntu ...
Tunjukkan semua jalan yang terbaik buatku jika bukan jalan ini adalah bukanlah jalan yang terbaik dari Mu untuk ku
Tak mengerti
Siapa yang harus mengerti ?
Siapa yang harus memahami ?
Kala tinta hitam dimasukkan ke dalam beningnya air dalam sebuah gelas
Lalu air dalam gelas itu menghitam
Siapa yang harus disalahkan ?
Apakah tinta hitam yang menodai beningnya air atau air yang mau menerima kehadiran tinta hitam ?
Ahhhhh.. aku tak tau ... akan ku cari dan tanya pada Sang Maha Mengetahui ? harap terjawab
Siapa yang harus memahami ?
Kala tinta hitam dimasukkan ke dalam beningnya air dalam sebuah gelas
Lalu air dalam gelas itu menghitam
Siapa yang harus disalahkan ?
Apakah tinta hitam yang menodai beningnya air atau air yang mau menerima kehadiran tinta hitam ?
Ahhhhh.. aku tak tau ... akan ku cari dan tanya pada Sang Maha Mengetahui ? harap terjawab
Al Anam : 44
Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; Sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa [6:44]
Plin Plan
Beralihlah sampai semuanya berakhir
Jika tidak musnahlah tubuh ini adanya
Mencarilah sampai semuanya mencair
Jika tidak bekulah tubuh ini sekaku-kakunya
Akankah terdiam tanpa kata
Ataukah bergegas tanpa langkah
Akan seperti apa diri ini kan diterbangkan
Akankah seperti kapas yang terbangnya berhamburan
Meski putih bersih namun lemah tak berpendirian
Jika tidak musnahlah tubuh ini adanya
Mencarilah sampai semuanya mencair
Jika tidak bekulah tubuh ini sekaku-kakunya
Akankah terdiam tanpa kata
Ataukah bergegas tanpa langkah
Akan seperti apa diri ini kan diterbangkan
Akankah seperti kapas yang terbangnya berhamburan
Meski putih bersih namun lemah tak berpendirian
Perjuangan Yang Panjang [Menipu Diri Sendiri]
Mengapa kita masih menipu diri sendiri?
Mengapa kita masih merasa di jalur yang benar ?
Mengapa kita masih mengutuk kondisi di luar tubuh kita ?
Tapi kita tak kuasa melawan kenyataan yang terjadi
Dan hanya bisa diam membisu lalu membeku melihat kehancuran yang terjadi
Ketika melihat ketertindasan, ketakberdayaan saudara kita
Menjadi sasaran kebengisan kaum kuffar beserta kurcaci-kurcaci goliatnya
Apakah kita akan menapik semua itu terjadi yang mungkin telah menjadi nadi diri kita
Bodoh dan Terlalu !!! manakala saat ini kita masih bisa mengada-ada
Menghibur diri dan menutupi kelemahan serta kekurangan kita di mata orang lain
Kenapa kau menyalahkan angin yang berhembus dari timur ?
Padahal kau sendiri yang telah datang dari arah barat
Kenapa kau tak mengakui ulah mu sendiri
Karena perahu yang kau dayung melawan arus gelombang dan tiupan angin
Hingga kau jatuh dan tenggelam sebagai musibah
Tak pernah kau dengar Firman ini :
"Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tangan mu sendiri,
dan 4JJ1 memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)". [42:30]
"Tidak adakah yang bisa kita perbuat selain menutup hidupmu dengan tabir yang tebal agar kita tak bisa melihat diri sendiri.
Dan siapakah yang harus merubah diri kita sendiri atau di luar tubuh kita sendiri ?" [13:11]
Ini bukan sekedar membalikkan telapak tangan. Ini perjuangan yang panjang. Bukan angan-angan kosong
Mengapa kita masih merasa di jalur yang benar ?
Mengapa kita masih mengutuk kondisi di luar tubuh kita ?
Tapi kita tak kuasa melawan kenyataan yang terjadi
Dan hanya bisa diam membisu lalu membeku melihat kehancuran yang terjadi
Ketika melihat ketertindasan, ketakberdayaan saudara kita
Menjadi sasaran kebengisan kaum kuffar beserta kurcaci-kurcaci goliatnya
Apakah kita akan menapik semua itu terjadi yang mungkin telah menjadi nadi diri kita
Bodoh dan Terlalu !!! manakala saat ini kita masih bisa mengada-ada
Menghibur diri dan menutupi kelemahan serta kekurangan kita di mata orang lain
Kenapa kau menyalahkan angin yang berhembus dari timur ?
Padahal kau sendiri yang telah datang dari arah barat
Kenapa kau tak mengakui ulah mu sendiri
Karena perahu yang kau dayung melawan arus gelombang dan tiupan angin
Hingga kau jatuh dan tenggelam sebagai musibah
Tak pernah kau dengar Firman ini :
"Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tangan mu sendiri,
dan 4JJ1 memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)". [42:30]
"Tidak adakah yang bisa kita perbuat selain menutup hidupmu dengan tabir yang tebal agar kita tak bisa melihat diri sendiri.
Dan siapakah yang harus merubah diri kita sendiri atau di luar tubuh kita sendiri ?" [13:11]
Ini bukan sekedar membalikkan telapak tangan. Ini perjuangan yang panjang. Bukan angan-angan kosong
20 March 2006
seperti apa aku saat ini ??
kapan terakhir aku ingin bermanja dengan Nya
apakah dalam sholatku ?
atau mungkin setiap dalam sholat pun aku ingin segera menyelesaikannya
apakah dalam tilawahku ?
atau mungkin setiap meraba al-qur'an pun aku ingin segera menyimpannya
apakah dalam puasaku ?
atau mungkin setiap puasa pun aku ingin segera membasahi tenggorokanku
apakah dalam kerjaku ?
atau mungkin setiap kerja pun aku ingin segera memegang uang gajianku
apakah dalam bisnisku ?
atau mungkin setiap bisnis pun aku ingin segera meraih laba
begitu banyak rencana dengan dunia ku saat ini
tak terfikir dimana letak akhirat ku saat ini
aku memang tau betul akan kematian
namun ku hindari cerita-cerita tentang kematian
aku memang tahu betul akan hari pembalasan di akhirat nanti
namun ku hindari cerita-cerita tentang hari pembalasan
aku hanya ingin keceriaan dunia menyeriangi keindahan hidupku
meski kusadari kehidupan ini hanyalah tempat bersenda gurau belaka
tapi aku tak mengerti . peran apa sebenarnya yang ingin aku perankan
karena aku tau betul setiap peran di dunia ini yang aku perankan
akan menjadi sebuah peran abadi di akhirat nanti
tapi aku seringkali heran terhadap diriku sendiri
kenapa aku merasa santai dan merasa tak pernah bersalah?
aku tak pernah gundah akan setiap langkah ku
yang membuat ku gundah adalah ...
saat aku tau
"Harus Seperti Apa Aku ini"
"Harus Menjadi Apa Aku ini"
"Harus Berada dimana aku ini"
agar aku bisa menikmati kehidupan abadi nanti
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? . Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta . Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput (dari azab) Kami? Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu . Barangsiapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang. Dan Dialah Yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui" [QS 29:2-5]
"Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu . Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah , gangguan yang banyak yang menyakitkan hati . Jika kamu bersabar dan bertakwa , maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan" [QS 3:186]
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam . Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali jama'ah Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk" [QS 3:102-103]
apakah dalam sholatku ?
atau mungkin setiap dalam sholat pun aku ingin segera menyelesaikannya
apakah dalam tilawahku ?
atau mungkin setiap meraba al-qur'an pun aku ingin segera menyimpannya
apakah dalam puasaku ?
atau mungkin setiap puasa pun aku ingin segera membasahi tenggorokanku
apakah dalam kerjaku ?
atau mungkin setiap kerja pun aku ingin segera memegang uang gajianku
apakah dalam bisnisku ?
atau mungkin setiap bisnis pun aku ingin segera meraih laba
begitu banyak rencana dengan dunia ku saat ini
tak terfikir dimana letak akhirat ku saat ini
aku memang tau betul akan kematian
namun ku hindari cerita-cerita tentang kematian
aku memang tahu betul akan hari pembalasan di akhirat nanti
namun ku hindari cerita-cerita tentang hari pembalasan
aku hanya ingin keceriaan dunia menyeriangi keindahan hidupku
meski kusadari kehidupan ini hanyalah tempat bersenda gurau belaka
tapi aku tak mengerti . peran apa sebenarnya yang ingin aku perankan
karena aku tau betul setiap peran di dunia ini yang aku perankan
akan menjadi sebuah peran abadi di akhirat nanti
tapi aku seringkali heran terhadap diriku sendiri
kenapa aku merasa santai dan merasa tak pernah bersalah?
aku tak pernah gundah akan setiap langkah ku
yang membuat ku gundah adalah ...
saat aku tau
"Harus Seperti Apa Aku ini"
"Harus Menjadi Apa Aku ini"
"Harus Berada dimana aku ini"
agar aku bisa menikmati kehidupan abadi nanti
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? . Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta . Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput (dari azab) Kami? Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu . Barangsiapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang. Dan Dialah Yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui" [QS 29:2-5]
"Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu . Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah , gangguan yang banyak yang menyakitkan hati . Jika kamu bersabar dan bertakwa , maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan" [QS 3:186]
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam . Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali jama'ah Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk" [QS 3:102-103]
Perjalanan Masih Panjang
Kenapa kau masih berdiri diatas duri pemahaman yang melukai diri mu sendiri. Tidak kau coba mencabut duri itu lalu melangkah mencari obat yang bisa menghilangkan rasa sakit itu. Tak pernah kah kau berpikir bahwa dunia itu luas dan indah. Masih banyak kebesaran Ilahi yang bisa membesarkan hati mu. Dan masih banyak bintang-bintang sebagai tanda petunjuk yang bisa menerangi gelap hati mu. Bila akal berbicara kepada mu, dengarkanlah apa yang dia katakan dan kamu akan selamat. Gunakanlah dengan baik apa yang ia ungkapkan dan kamu seperti memiliki senjata lalu siap digunakan setiap kau butuhkan. Karena 4JJ1 tidak memberikan kepadamu pembimbing yang lebih baik dari akal tidak ada senjata yang lebih kuat dari senjata. Bila akal berbicara pada qolbu mu maka akan membuat kamu kuat melawan nafsu amarah. Karena akal adalah materi yang bijaksana dan pembimbing yang setia dan penasihat yang bijaksana. Akal adalah cahaya dalam kegelapan namun kemarahan adalah kegelapan di tengah cahaya. Dan tak pernah kah terlintas dari diri mu bahwa kenikmatan maupun kelimpahan ilmu bisa menyesatkan mu kala melangkah dan bertutur kata. Manakala akal berbicara nafsu amarahmu. Namun akal pun tak kan pernah berdaya kala dia tak mendapat pertolongan dari ilmu pengetahuan. Akal tanpa ilmu layaknya orang miskin yang tak memliki rumah dan ilmu tanpa akal seperti rumah yang tak terawat. Masukilah kamu ke dalam dan rawatlah dengan baik. Keluarlah kamu dari rumah mu mencari segenap keperluan untuk lebih memperindah rumah mu namun tak melupakan merawat dan mempercantik dirimu. Akal tanpa proses pembelajaran layaknya tanah yang tak diolah dan ditanami tanaman yang dapat membuahkan hasil. Mungkin juga seperti tubuh ini yang kekurangan makanan. Pencarian mu belum berakhir di sini namun sampai aparat tunggal penggerak jasmani telah terbang melesat mengahadap Sang Pemilik.Cinta ku yang telah ku labuhkan pada lubuk hatimu. aku haturkan untuk Nya. Semoga kau bisa menyampaikannya bersama cinta mu yang akan kau sampaikan pada Kekasih kita.
Singgahlah
Singgahlah di pohon hati ku
Telah melimpah ruah buah-buahan
Terlahir dari oksigen ketentraman dan sinar matahari Keagungan
Yang kan menghilangkan rasa lapar mu
Singgahlah di akar ruh ku
Kini akar ruh ku telah berkelimpahan air
Telah ku serap dari dalam tanah ketenangan dan air hujan Keadilan
Yang kan menghilangkan rasa dahaga mu
Telah melimpah ruah buah-buahan
Terlahir dari oksigen ketentraman dan sinar matahari Keagungan
Yang kan menghilangkan rasa lapar mu
Singgahlah di akar ruh ku
Kini akar ruh ku telah berkelimpahan air
Telah ku serap dari dalam tanah ketenangan dan air hujan Keadilan
Yang kan menghilangkan rasa dahaga mu
Cijerah
Cijerah adalah tempat berkumpul semua ilham
Gudang tempat persediaan canda dan tawa bertumpuk
Sungai tempat mengalirnya air mata kesedihan
Akan tetapi muara tempat berlabuhnya jiwa-jiwa yang menang
Cijerah adalah tempat berkumpul semua ilham
Ruang tempat pandai besi menempa kedewasaan
Bilik tempat perenungan jati diri yang mulai menghilang
Karena harga diri telah menjadi pertaruhan
Cijerah adalah tempat berkumpul semua ilham
Rumah tempat saksi terciptanya sejuta mimpi
Pabrik tempat terbuatnya mimpi menjadi bukti
Insya 4JJ1...
Gudang tempat persediaan canda dan tawa bertumpuk
Sungai tempat mengalirnya air mata kesedihan
Akan tetapi muara tempat berlabuhnya jiwa-jiwa yang menang
Cijerah adalah tempat berkumpul semua ilham
Ruang tempat pandai besi menempa kedewasaan
Bilik tempat perenungan jati diri yang mulai menghilang
Karena harga diri telah menjadi pertaruhan
Cijerah adalah tempat berkumpul semua ilham
Rumah tempat saksi terciptanya sejuta mimpi
Pabrik tempat terbuatnya mimpi menjadi bukti
Insya 4JJ1...
Perenungan IV
Telah aku sadari menyiakan hasil karya Maha Sempurna
Tak ku pakai sebagai peluru yang menembus keraguan
Tak ku pakai sebagai pedang yang menyayat ketakutan
Tak aku gunakan sebagai kekuatan dan kelebihan ku
Qolbu... Akal... Nafsu...
Tak ku pakai sebagai peluru yang menembus keraguan
Tak ku pakai sebagai pedang yang menyayat ketakutan
Tak aku gunakan sebagai kekuatan dan kelebihan ku
Qolbu... Akal... Nafsu...
Realitas Kehidupan
Mungkin kita seperti buih di lautan
Terlelap tidur di atas permukaan air
Ketika angin bertiup dan gelombang berdebur
Ia hilang... seolah tak pernah ada
Begitulah hidup kita dihembus kematian
Realitas kehidupan adalah kehidupan itu sendiri
Hari ini dan bukan hari esok atau setelah mati
Ia bukan bermula dari dalam rahim
Dan bukan berakhir di dalam kuburan
Karena tahunan hidup yang telah terlewati
Hanyalah suatu pertanggungjawaban di kehidupan abadi
Surga... atau Neraka...
Dunia materi hanyalah sebuah mimpi yang mengimbangi kesadaran
Dan bisa saja kita sebut sebagai teror kematian
Para malaikat akan tetap menghitung setiap tetes air mata yang bersumber dari kesedihan
Dan membawa mereka ke telinga ruh-ruh yang melayang di surga-surga tanpa batas ... ruang dan waktu
Hingga setiap lantunan kegembiraan terlahir dari kasih sayang kita sebagai pengabdian pada Nya
Di dunia abadi sana.. yang akan datang...
Kita akan digetarkan oleh gerakan hati kita
Entah menangis, merintih, meratapi penyesalan akan kesedihan
Entah menari, bernyanyi, tersenyum keharuan akan kegembiraan
Kita pasti akan memahami makna 4JJ1 dalam diri kita
Namun telah terlambat manakala kita telah sampai di sana
Dan memohon pengampunan terakhir dari 4JJ1
4JJ1 yang telah kita buang karena terdorong keputusasaan
Keputusasaan atas rahmat 4JJ1
Terlelap tidur di atas permukaan air
Ketika angin bertiup dan gelombang berdebur
Ia hilang... seolah tak pernah ada
Begitulah hidup kita dihembus kematian
Realitas kehidupan adalah kehidupan itu sendiri
Hari ini dan bukan hari esok atau setelah mati
Ia bukan bermula dari dalam rahim
Dan bukan berakhir di dalam kuburan
Karena tahunan hidup yang telah terlewati
Hanyalah suatu pertanggungjawaban di kehidupan abadi
Surga... atau Neraka...
Dunia materi hanyalah sebuah mimpi yang mengimbangi kesadaran
Dan bisa saja kita sebut sebagai teror kematian
Para malaikat akan tetap menghitung setiap tetes air mata yang bersumber dari kesedihan
Dan membawa mereka ke telinga ruh-ruh yang melayang di surga-surga tanpa batas ... ruang dan waktu
Hingga setiap lantunan kegembiraan terlahir dari kasih sayang kita sebagai pengabdian pada Nya
Di dunia abadi sana.. yang akan datang...
Kita akan digetarkan oleh gerakan hati kita
Entah menangis, merintih, meratapi penyesalan akan kesedihan
Entah menari, bernyanyi, tersenyum keharuan akan kegembiraan
Kita pasti akan memahami makna 4JJ1 dalam diri kita
Namun telah terlambat manakala kita telah sampai di sana
Dan memohon pengampunan terakhir dari 4JJ1
4JJ1 yang telah kita buang karena terdorong keputusasaan
Keputusasaan atas rahmat 4JJ1
Dakwah
Keluarlah dari goa ketakutan
Mulailah misi dengan bismillah
Bicaralah dengan bebas tanpa rintangan
Dakwahkan kitab kasih sayang dan persaudaraan
Meski kitab berbicara kasih sayang dan persaudaraan
Bukan berarti tanpa ancaman dan tantangan bahkan hambatan dan gangguan
Bukan berarti pula tanpa pertempuran dan perlawanan
Pertempuran pertama mu ialah hawa nafsu mu sendiri
Yang terlahir bukan mampu atau tidak mampu
Tapi bertunas dari mau atau tidak mau
Pertempuran selanjutnya ialah hawa nafsu iblis
Yang berlabuh dalam diri jin dan manusia
Dan telah siap terjaga menghancurkan jiwa bahkan raga mu
Dengan bisikan maha lembut penuh keindahan dan kenikmatan
Kita bukan jiwa yang terasing dan terbuang
Terkekang dan selanjutnya terkucilkan
Kita adalah jiwa-jiwa yang bebas dan merindukan kebebasan
Kebebasan melaksanakan segala titah Nya
Kebebasan menjauhi segala larangan Nya
Tanpa terbelenggu harta... tahta... wanita...
Hanya tertambat oleh cinta... kasih... sayang... Nya
Janganlah kita menarik diri kembali dari medan pertempuran
Karena kita tak pernah tahu pengampunan terakhir akan diberikan
Dan tak pernah tersadari kita telah terjatuh kejurang kehinaan
Yang kan tak pernah tersentuh oleh iblis-iblis sekalipun
Hanya tertawaan terbahak penuh kepuasan terlontar dari bibir kenistaan
Mulailah misi dengan bismillah
Bicaralah dengan bebas tanpa rintangan
Dakwahkan kitab kasih sayang dan persaudaraan
Meski kitab berbicara kasih sayang dan persaudaraan
Bukan berarti tanpa ancaman dan tantangan bahkan hambatan dan gangguan
Bukan berarti pula tanpa pertempuran dan perlawanan
Pertempuran pertama mu ialah hawa nafsu mu sendiri
Yang terlahir bukan mampu atau tidak mampu
Tapi bertunas dari mau atau tidak mau
Pertempuran selanjutnya ialah hawa nafsu iblis
Yang berlabuh dalam diri jin dan manusia
Dan telah siap terjaga menghancurkan jiwa bahkan raga mu
Dengan bisikan maha lembut penuh keindahan dan kenikmatan
Kita bukan jiwa yang terasing dan terbuang
Terkekang dan selanjutnya terkucilkan
Kita adalah jiwa-jiwa yang bebas dan merindukan kebebasan
Kebebasan melaksanakan segala titah Nya
Kebebasan menjauhi segala larangan Nya
Tanpa terbelenggu harta... tahta... wanita...
Hanya tertambat oleh cinta... kasih... sayang... Nya
Janganlah kita menarik diri kembali dari medan pertempuran
Karena kita tak pernah tahu pengampunan terakhir akan diberikan
Dan tak pernah tersadari kita telah terjatuh kejurang kehinaan
Yang kan tak pernah tersentuh oleh iblis-iblis sekalipun
Hanya tertawaan terbahak penuh kepuasan terlontar dari bibir kenistaan
Awal Langkah Taubat
Kelambuku sudah kotor penuh debu
Tak dapat menutup lagi telanjang tubuh ini
Dari dosa dan aib yang menjadi kunci hina nista diri ku
Menunggu tetesan air yang menghilangkan haus ku
Menunggu belaian angin sepoi-sepoi yang menyejukkan raga ku
Aku berlari dari kenyataan hidup yang jalang
Keluar dari tumpukkan sampah yang terbuang
Mencari cinderamata cinta yang telah hilang
Berusaha berdiri tegak layaknya sebuah tiang
Menahan gelombang pasang layaknya sebuah karang
Harus bagaimana aku ? aku pun tak pernah tau
Hanya bersimpuh sujud merendahkan hati serta berdo’a
Penuh harap kan terdengar hingga atas sana
Penuh harap kan terkabul karena cinta kasih sayang Nya
Menjadi awal langkah taubat ku
Singkapkan padaku rahasia tabir kehidupan, ya 4JJ1
Terangi aku menuju jalan suci sembah Mu di lorong gua kegelapan
Berikan seteguk air keikhlasan atas dahaga akan hidayah Mu
Tunjukkan pintu kebenaran di rimba hutan ketidakpastian
Tak dapat menutup lagi telanjang tubuh ini
Dari dosa dan aib yang menjadi kunci hina nista diri ku
Menunggu tetesan air yang menghilangkan haus ku
Menunggu belaian angin sepoi-sepoi yang menyejukkan raga ku
Aku berlari dari kenyataan hidup yang jalang
Keluar dari tumpukkan sampah yang terbuang
Mencari cinderamata cinta yang telah hilang
Berusaha berdiri tegak layaknya sebuah tiang
Menahan gelombang pasang layaknya sebuah karang
Harus bagaimana aku ? aku pun tak pernah tau
Hanya bersimpuh sujud merendahkan hati serta berdo’a
Penuh harap kan terdengar hingga atas sana
Penuh harap kan terkabul karena cinta kasih sayang Nya
Menjadi awal langkah taubat ku
Singkapkan padaku rahasia tabir kehidupan, ya 4JJ1
Terangi aku menuju jalan suci sembah Mu di lorong gua kegelapan
Berikan seteguk air keikhlasan atas dahaga akan hidayah Mu
Tunjukkan pintu kebenaran di rimba hutan ketidakpastian
15 March 2006
Senyuman ini berbeda
Senyum menyeriangi wajahku
Senyuman ini berbeda dari biasanya
Malam memang telah hitam
Tapi mata ini semakin berbinar
Mungkin...
Kau pun akan cemburu melihat daku
Tawa riang mu tak dapat mengalahkan senyuman ini
Yang keluar dari bilik kesedihan menuju ladang kegembiraan
Semakin indah ku ingin meraih mimpi-mimpi ku
Karena...
Mimpi hati ku ini adalah buah dari penderitaan
Ku jalani dan ku lewati dengan cinta... cinta pada Nya
Oh.. Engkau Maha Pembolak Balik hati manusia
Kau telah indahkan hidup dengan pasang surut nya gelombang kehidupan
Senyuman ini berbeda dari biasanya
Malam memang telah hitam
Tapi mata ini semakin berbinar
Mungkin...
Kau pun akan cemburu melihat daku
Tawa riang mu tak dapat mengalahkan senyuman ini
Yang keluar dari bilik kesedihan menuju ladang kegembiraan
Semakin indah ku ingin meraih mimpi-mimpi ku
Karena...
Mimpi hati ku ini adalah buah dari penderitaan
Ku jalani dan ku lewati dengan cinta... cinta pada Nya
Oh.. Engkau Maha Pembolak Balik hati manusia
Kau telah indahkan hidup dengan pasang surut nya gelombang kehidupan
Berubah Pikiran
Kerap kali aku tak sadarkan diri
Bertanya mengapa beban ini terasa berat
Tak dapat ku pikul dan tak dapat ku pangku
Aku tak ingin bermain-main dengan cinta
Aku tak lagi bersandiwara dengan rasa
Naik turun nya aku bukan naik turun nya harkat ku
Aku hanya ingin jiwa ini kekal mengabdi pada Nya
Melalui kata yang kuasingkan dari mata-mata dunia
Lebar dan panjang penuh kelokan fatamorgana
Yang telah mengkhilafkan langkah ini tuk istiqomah
Sabar dan ikhlas serta ihsan dalam benak ini
Aku tak ingin bersedih
Menangisi cerita yang telah digariskan
Aku tak ingin berteduh
Di kehangatan goda yang membakar ranting hingga ke akar
Aku tak ingin berdiri
Memandang ladang yang ku tanami dengan dosa
Aku telah melihat istana keagungan berdiri tegak di hadapan ku
Burung istana pun telah mengabari ku untuk duduk di singgasana raja
Bersama permaisuri pilihan ku tuk membangun jiwa-jiwa yang tenang
Aku langkahkan kaki ini .. sekarang !!! ...
Bertanya mengapa beban ini terasa berat
Tak dapat ku pikul dan tak dapat ku pangku
Aku tak ingin bermain-main dengan cinta
Aku tak lagi bersandiwara dengan rasa
Naik turun nya aku bukan naik turun nya harkat ku
Aku hanya ingin jiwa ini kekal mengabdi pada Nya
Melalui kata yang kuasingkan dari mata-mata dunia
Lebar dan panjang penuh kelokan fatamorgana
Yang telah mengkhilafkan langkah ini tuk istiqomah
Sabar dan ikhlas serta ihsan dalam benak ini
Aku tak ingin bersedih
Menangisi cerita yang telah digariskan
Aku tak ingin berteduh
Di kehangatan goda yang membakar ranting hingga ke akar
Aku tak ingin berdiri
Memandang ladang yang ku tanami dengan dosa
Aku telah melihat istana keagungan berdiri tegak di hadapan ku
Burung istana pun telah mengabari ku untuk duduk di singgasana raja
Bersama permaisuri pilihan ku tuk membangun jiwa-jiwa yang tenang
Aku langkahkan kaki ini .. sekarang !!! ...
Ihsan
Tentram kan diri dengan do’a dan dzikir
Hadirkan Ia selalu dalam hati dan langkah
Keluarkan Ia dalam kelembutan bibir bertutur penuh kesantunan
Setiap degup jantung merasa bersama Nya
Kalau pun kau tak merasa
Yakinlah Ia selalu berada bersama degup jantung
Hadirkan Ia selalu dalam hati dan langkah
Keluarkan Ia dalam kelembutan bibir bertutur penuh kesantunan
Setiap degup jantung merasa bersama Nya
Kalau pun kau tak merasa
Yakinlah Ia selalu berada bersama degup jantung
Kemana Lagi Aku Harus Melangkah ?
Bisikanlah Tuhan sepatah kata saja yang bisa menenangkan diriku
Dalam sholat ku tak ingin ku gundah
Dalam tindak ku tak ingin ku ragu
Dalam bicara ku tak ingin ku gugup
Hati ini sedang terperosok dalam jurang kekakuan
Kekakuan dalam segala tindak dan pikir
Tak ingin ku tidur sebagai pembius luka ku
Aku ingin bergerak namun tak mengerti
Kemana langkah ini seharusnya
Kemana arah yang harus ku tuju
Angin pun tak tentu arah
Hujan pun tak tentu turun
Matahari pun tak tentu bersinar
Bulan pun tak tentu muncul
Namun, kegelapan selalu menyelimuti detik-detik pecarian ku
Seperti pandangan remang-remang saat penglihatan ku terjaga
Aku muak dan mulai putus asa...
Tapi aku sadari ya 4JJ1 . aku tak boleh berputus asa atas rahmat Mu
Berikanlah jalan keluar atas segala masalah yang kau berikan pada ku
Aku sudah tak tahan lagi menahan segala goda dan segala resah
Maafkan aku ya 4JJ1 . telah lantang pada Mu.. namun pada siapa lagi
Aku harus menyandarkan dan menggantungkan kehidupan ku ini...
Ajari aku hidup ya 4JJ1. berikan aku hidup ya 4JJ1
Serta tunjukkanlah harus kemana aku hidup ya 4JJ1 ?
Keresahan hampir saja mengubur keyakinanku
Aku ingin bangkit dan mengubur dalam-dalam keresahan jiwaku
Dalam sholat ku tak ingin ku gundah
Dalam tindak ku tak ingin ku ragu
Dalam bicara ku tak ingin ku gugup
Hati ini sedang terperosok dalam jurang kekakuan
Kekakuan dalam segala tindak dan pikir
Tak ingin ku tidur sebagai pembius luka ku
Aku ingin bergerak namun tak mengerti
Kemana langkah ini seharusnya
Kemana arah yang harus ku tuju
Angin pun tak tentu arah
Hujan pun tak tentu turun
Matahari pun tak tentu bersinar
Bulan pun tak tentu muncul
Namun, kegelapan selalu menyelimuti detik-detik pecarian ku
Seperti pandangan remang-remang saat penglihatan ku terjaga
Aku muak dan mulai putus asa...
Tapi aku sadari ya 4JJ1 . aku tak boleh berputus asa atas rahmat Mu
Berikanlah jalan keluar atas segala masalah yang kau berikan pada ku
Aku sudah tak tahan lagi menahan segala goda dan segala resah
Maafkan aku ya 4JJ1 . telah lantang pada Mu.. namun pada siapa lagi
Aku harus menyandarkan dan menggantungkan kehidupan ku ini...
Ajari aku hidup ya 4JJ1. berikan aku hidup ya 4JJ1
Serta tunjukkanlah harus kemana aku hidup ya 4JJ1 ?
Keresahan hampir saja mengubur keyakinanku
Aku ingin bangkit dan mengubur dalam-dalam keresahan jiwaku
14 March 2006
Renungan Ku Dalam Kesendirian
Aku ingin lari dari kesendirian
Menyebarkan sebuah senyuman
Bersembunyi dari keresahan
Melalui sebuah perjalanan
Aku ingin pergi dari kepenatan
Diam membusuk dan membukit
Menjadi benalu ketulusan niat ini
Tuk bersungguh dalam pembuktian
Kesungguhan dalam perubahan
Aku tak ingin berdiam diri dan menjadi kura-kura
Yang terbebani dalam setiap langkah nya
Aku ingin melangkah...
No body urge me .. no body support me
I have to work alone
I have to walk lonely
Hopefully, not so long. I life like this...
Do’a jua lah yang menyejukkan resah hati ini
Serta aku coba tambatkan hati ini pada Pemiliknya
Memohon dikuatkan dalam setiap jejal penat ku
Diistiqomahkan dalam setiap jejak langkah ku
Ya 4JJ1.. tolong lah aku ...
Mudahkan segala urusan ku ...
Aku ingin pergi sekarang
Merenung dalam kesendirian ku
Menyebarkan sebuah senyuman
Bersembunyi dari keresahan
Melalui sebuah perjalanan
Aku ingin pergi dari kepenatan
Diam membusuk dan membukit
Menjadi benalu ketulusan niat ini
Tuk bersungguh dalam pembuktian
Kesungguhan dalam perubahan
Aku tak ingin berdiam diri dan menjadi kura-kura
Yang terbebani dalam setiap langkah nya
Aku ingin melangkah...
No body urge me .. no body support me
I have to work alone
I have to walk lonely
Hopefully, not so long. I life like this...
Do’a jua lah yang menyejukkan resah hati ini
Serta aku coba tambatkan hati ini pada Pemiliknya
Memohon dikuatkan dalam setiap jejal penat ku
Diistiqomahkan dalam setiap jejak langkah ku
Ya 4JJ1.. tolong lah aku ...
Mudahkan segala urusan ku ...
Aku ingin pergi sekarang
Merenung dalam kesendirian ku
Layakkah aku
Layakkah aku bersanding dengan mu
Manusia lemah tanpa guna dan tak berdaya
Hanya memiliki tekad dan langkah tak henti
Menghujam qolbu dan mengakar kuat
Namun layakkah aku bersanding dengan mu
Manusia penuh aib yang telah membumi
Dan telah hinggap melalui daun telinga mu
Bahkan kau telah mencari pusaran kehinaan ku
Serta kau dapatkan melebihi apa yang kau duga
Tetapi layakkah aku bersanding dengan mu
Meski malu telah menaungi tubuh ku
Meski pedih telah memanaskan telinga ku
Aku hanya bisa tersenyum
Dan menerima itu sebagai suratan takdir ku
Meski tak ada langkah yang bisa menghentikan langkah ku
Untuk mewujudkan semua dan membuktikan takdir berikutnya
Semoga aku layak bersanding dengan mu.
Tunggu aku di ujung sana... aku pasti menjemput mu. Insya 4JJ1
Bersabarlah...
Manusia lemah tanpa guna dan tak berdaya
Hanya memiliki tekad dan langkah tak henti
Menghujam qolbu dan mengakar kuat
Namun layakkah aku bersanding dengan mu
Manusia penuh aib yang telah membumi
Dan telah hinggap melalui daun telinga mu
Bahkan kau telah mencari pusaran kehinaan ku
Serta kau dapatkan melebihi apa yang kau duga
Tetapi layakkah aku bersanding dengan mu
Meski malu telah menaungi tubuh ku
Meski pedih telah memanaskan telinga ku
Aku hanya bisa tersenyum
Dan menerima itu sebagai suratan takdir ku
Meski tak ada langkah yang bisa menghentikan langkah ku
Untuk mewujudkan semua dan membuktikan takdir berikutnya
Semoga aku layak bersanding dengan mu.
Tunggu aku di ujung sana... aku pasti menjemput mu. Insya 4JJ1
Bersabarlah...
Ruh Yang Tertinggal
Aku lupa membawa ruh yang tertinggal di rumah teman ku
Apakah aku mati atau hidup saat ini ? yang jelas aku lemah ...
Aku tak boleh menunggu ia mengantarkan ruh ku yang tertinggal
Tak boleh... tak boleh...
Aku harus menjemputnya sendiri dan memasang kembali
Agar aku bisa melompat tinggi
Melewati batas-batas impian liarku
Apakah aku mati atau hidup saat ini ? yang jelas aku lemah ...
Aku tak boleh menunggu ia mengantarkan ruh ku yang tertinggal
Tak boleh... tak boleh...
Aku harus menjemputnya sendiri dan memasang kembali
Agar aku bisa melompat tinggi
Melewati batas-batas impian liarku
Sebagai Kembang
Sebagai kembang, ia tak mekar
Duduk termenung tak berubah
Ada apa ? aku pun tak tau
Bukan tak mau tau
Sungkan tuk menyapa
Sebagai kembang, ia tak wangi
Berdiri berjalan tanpa alas kaki
Membekaskan jejak setiap langkah
Berakar di palung hati
Aku belum memahami
Sebagai kembang, akan seperti apa ia
Sebagai kembang, akan menjadi apa ia
Sebagai kembang, ingin menjadi apa ia
Duduk termenung tak berubah
Ada apa ? aku pun tak tau
Bukan tak mau tau
Sungkan tuk menyapa
Sebagai kembang, ia tak wangi
Berdiri berjalan tanpa alas kaki
Membekaskan jejak setiap langkah
Berakar di palung hati
Aku belum memahami
Sebagai kembang, akan seperti apa ia
Sebagai kembang, akan menjadi apa ia
Sebagai kembang, ingin menjadi apa ia
10 March 2006
Tegar II
Tabur semua duri di jalan ku
Tetap akan ku injak dengan kaki telanjang ku
Meski terjatuh dan merayap menyusuri
Aku tetap kan hadir di ujung penantian ku
Bersama mata yang telah melihat pita terbentang
Tanda akhir segalanya dan awal baru hidup ku
Hujani aku dengan paku-paku tajam
Tetap aku kan melangkah tegak tanpa resah se senti pun
Meski terjatuh dan merangkak melewati
Aku akan pergi ke ujung sana
Bersama harap dan cita mulia yang telah ku sematkan
Dalam bathin dan setiap sel-sel kehidupan ku
Tak ada aral melintang yang kan menghalangi ku
Tuk melangkah sampai akhir perjalanan
Kecuali kematian yang menjemput ku bersama bidadari surga.
Amiin
Tetap akan ku injak dengan kaki telanjang ku
Meski terjatuh dan merayap menyusuri
Aku tetap kan hadir di ujung penantian ku
Bersama mata yang telah melihat pita terbentang
Tanda akhir segalanya dan awal baru hidup ku
Hujani aku dengan paku-paku tajam
Tetap aku kan melangkah tegak tanpa resah se senti pun
Meski terjatuh dan merangkak melewati
Aku akan pergi ke ujung sana
Bersama harap dan cita mulia yang telah ku sematkan
Dalam bathin dan setiap sel-sel kehidupan ku
Tak ada aral melintang yang kan menghalangi ku
Tuk melangkah sampai akhir perjalanan
Kecuali kematian yang menjemput ku bersama bidadari surga.
Amiin
Pangkuan Bunda
Bunda... hangatkan badan nanda yang kedinginan ini
Nanda menggigil karena resah telah merasuki hati
Bunda... belai rambut nanda yang terurai lusuh ini
Kelusuhan ini karena kegundahan telah menyetubuhi jiwa ini
Hingga nanda tak mengerti...
Nanda hanya ingin tidur dan bersandar di kehangatan pangkuan bunda
Nanda menggigil karena resah telah merasuki hati
Bunda... belai rambut nanda yang terurai lusuh ini
Kelusuhan ini karena kegundahan telah menyetubuhi jiwa ini
Hingga nanda tak mengerti...
Nanda hanya ingin tidur dan bersandar di kehangatan pangkuan bunda
Gila !!!
Gila !!!
Tak pernah perasaan seperti ini membekam ulu hati
Panas dan menyesakkan rongga dada
Entah sampai kapan ini terus terhujam
O.. Engkau Maha Pendengar tangisan seorang hamba
Lepaskan kehawatiran ini
Cabutlah ketakukan ini
Semua ini bisa membuat ku gila !!!
Aku ingin teriak di atas cadas
Seiring ku titip kan pesan pada angin yang lewat
Tuk di sebarkan ke seluruh isi bumi
Bahwa aku tak ingin sendiri dan tak bisa sendiri
Namun bukan berarti tak mandiri
Hanya ingin memiliki arti....
Tak pernah perasaan seperti ini membekam ulu hati
Panas dan menyesakkan rongga dada
Entah sampai kapan ini terus terhujam
O.. Engkau Maha Pendengar tangisan seorang hamba
Lepaskan kehawatiran ini
Cabutlah ketakukan ini
Semua ini bisa membuat ku gila !!!
Aku ingin teriak di atas cadas
Seiring ku titip kan pesan pada angin yang lewat
Tuk di sebarkan ke seluruh isi bumi
Bahwa aku tak ingin sendiri dan tak bisa sendiri
Namun bukan berarti tak mandiri
Hanya ingin memiliki arti....
Bingung
Tangan ku hampir mati
Tak dapat menuliskan kata hati
Hanya bisa diam beberapa hari
Beranjak melewatkan hidup tanpa arti
Aku bingung...
Tak ingin ku seperti ini
Ingin ku melangakah lebih jauh
Bukan tak mau dan mampu
Tak ada dorongan yang membuat lontaran lebih berarti
Bingung... Semoga tak terhanyut dan berkepanjangan
Tak dapat menuliskan kata hati
Hanya bisa diam beberapa hari
Beranjak melewatkan hidup tanpa arti
Aku bingung...
Tak ingin ku seperti ini
Ingin ku melangakah lebih jauh
Bukan tak mau dan mampu
Tak ada dorongan yang membuat lontaran lebih berarti
Bingung... Semoga tak terhanyut dan berkepanjangan
Putus Asa
Bersama diri yang seirama nada degup jantung
Termenung di antara kekosongan dan kegelapan
Berharap secercah sinar menerangi kelam ruang jiwa
Menepis segala keputusasaan yang telah lama
Terikat erat melingkari seluruh bagian jiwa raga
Tak ingin ku diam menyaksikan mereka bermain
Aku pun ingin bermain bersama dengan mereka
Tak ku sangsikan aku ingin terbang seperti mereka
Terbang menggapai setetes harapan yang lupa tak ternodai
Menghancurkan dinding kebosanan penjara hidup
Membobrok benteng ketakberdayaan diri
Akan ku tendang hingga menghilang dalam pandang
Semua kebodohan pola pikir malas lemas lemah
Bosan aku menjadi diri tanpa arti . . .
Termenung di antara kekosongan dan kegelapan
Berharap secercah sinar menerangi kelam ruang jiwa
Menepis segala keputusasaan yang telah lama
Terikat erat melingkari seluruh bagian jiwa raga
Tak ingin ku diam menyaksikan mereka bermain
Aku pun ingin bermain bersama dengan mereka
Tak ku sangsikan aku ingin terbang seperti mereka
Terbang menggapai setetes harapan yang lupa tak ternodai
Menghancurkan dinding kebosanan penjara hidup
Membobrok benteng ketakberdayaan diri
Akan ku tendang hingga menghilang dalam pandang
Semua kebodohan pola pikir malas lemas lemah
Bosan aku menjadi diri tanpa arti . . .
Bayangkanlah
Bayangkanlah perasaan seorang yang ingin berlayar bersama keagungan dan keabadian
Namun ia hanya disuguhi sampan kecil dengan beban derita yang membukit
Meski tetap mengarungi penuh gelora kerinduan tersayat derita
Seperti amukan gelombang di tengah lautan terhantam karang
Bayangkanlah perasaan seorang yang menyebrangi lautan
Sepanjang waktu ia menunggu antara harapan dan keputusasaan
Di akhir perjalanannya ia berdiri di gerbang rumah
Yang didiami oleh hantu-hantu ratapan dan dukacita yang kejam
Bayangkanlah perasaan seseorang yang mencari hiburan dan keramahtamahan di satu rumah
Namun ia hanya disambut oleh sayap-sayap kematian dan duka lama
Namun ia hanya disuguhi sampan kecil dengan beban derita yang membukit
Meski tetap mengarungi penuh gelora kerinduan tersayat derita
Seperti amukan gelombang di tengah lautan terhantam karang
Bayangkanlah perasaan seorang yang menyebrangi lautan
Sepanjang waktu ia menunggu antara harapan dan keputusasaan
Di akhir perjalanannya ia berdiri di gerbang rumah
Yang didiami oleh hantu-hantu ratapan dan dukacita yang kejam
Bayangkanlah perasaan seseorang yang mencari hiburan dan keramahtamahan di satu rumah
Namun ia hanya disambut oleh sayap-sayap kematian dan duka lama
Perenungan III
Tak ada gundah dalam diri ini hingga aku melewati itu semua dengan indah
Di atas cakrawala aku berdiri – Di bawah lautan aku menyelam – Di bumi yang aku pijak ini aku melangkah
Indah ku ingin dalam langkah dan pikiran yang diselimuti ketentraman hati ku
Di sini – di rumah ini – di kursi ini
Aku merenungkan ruh yang telah merasuk di tubuh ku ini
Hingga angan ku bias oleh ruh-ruh cinta ku
Ruh-ruh yang telah lama bersama
Bersama menikmati kerinduan ini
Bersama menjiarahi kepahitan hidup
Hingga aku sempat tak mengerti dan berharap jawab
Aku sedih – aku menangis – aku perih
Bisakah ruh ini memahami ruh mu ?
Bisakah ruh mu memahami ruh ini ?
Kehendak siapa semua ini !!! ???
Di atas cakrawala aku berdiri – Di bawah lautan aku menyelam – Di bumi yang aku pijak ini aku melangkah
Indah ku ingin dalam langkah dan pikiran yang diselimuti ketentraman hati ku
Di sini – di rumah ini – di kursi ini
Aku merenungkan ruh yang telah merasuk di tubuh ku ini
Hingga angan ku bias oleh ruh-ruh cinta ku
Ruh-ruh yang telah lama bersama
Bersama menikmati kerinduan ini
Bersama menjiarahi kepahitan hidup
Hingga aku sempat tak mengerti dan berharap jawab
Aku sedih – aku menangis – aku perih
Bisakah ruh ini memahami ruh mu ?
Bisakah ruh mu memahami ruh ini ?
Kehendak siapa semua ini !!! ???
07 March 2006
Persembahan Sebelum Melangkah
Aku akan duduk di bawah sini
Bersimpuh menunggu jawab
Sementara kau akan mulai membaca
siapa aku ini, apa ingin ku ini
Meski hanya lewat tulisanku
Sebelum kau membaca melalui kata-kataku
Teratai kehidupan yang pernah ku utarakan
Tak mesti aku ungkapkan lagi
Aku hanya ingin mengajakmu bersama
Memburu keridhoan-Nya menggapai cinta-Nya
Di siang terik matahari Di malam gelap gulita
Sampai Sang Pemilik Jiwa memisahkan kita sesaat
Sampai Sang Pemilik Jiwa mempertemukan kita selamanya
Karena syahadahku dan syahadahmu aku ingin meminangmu
Hingga ku ingin meminangmu dengan Hamdallah
Penuh pujian mengalir deras untuk-Nya
Hingga ini, Insya 4JJ1 menjadi persembahan ku sebelum melangkah lebih jauh
Bersimpuh menunggu jawab
Sementara kau akan mulai membaca
siapa aku ini, apa ingin ku ini
Meski hanya lewat tulisanku
Sebelum kau membaca melalui kata-kataku
Teratai kehidupan yang pernah ku utarakan
Tak mesti aku ungkapkan lagi
Aku hanya ingin mengajakmu bersama
Memburu keridhoan-Nya menggapai cinta-Nya
Di siang terik matahari Di malam gelap gulita
Sampai Sang Pemilik Jiwa memisahkan kita sesaat
Sampai Sang Pemilik Jiwa mempertemukan kita selamanya
Karena syahadahku dan syahadahmu aku ingin meminangmu
Hingga ku ingin meminangmu dengan Hamdallah
Penuh pujian mengalir deras untuk-Nya
Hingga ini, Insya 4JJ1 menjadi persembahan ku sebelum melangkah lebih jauh
Kerinduan II
Gemuruh petir telah memekakan telinga ku
Kilatannya pun telah menyilaukan mata ku
Namun...
Pendengaranku tak pernah tuli akan manja suara mu
Penglihatan ku tak pernah buta akan manis wajah mu
Namun...
Manja, manis suara dan wajah mu
Tak melebihi Manja, manis suara dan wajah Nya
Rinduku pada Nya melebihi kerinduan ku pada mu
Kilatannya pun telah menyilaukan mata ku
Namun...
Pendengaranku tak pernah tuli akan manja suara mu
Penglihatan ku tak pernah buta akan manis wajah mu
Namun...
Manja, manis suara dan wajah mu
Tak melebihi Manja, manis suara dan wajah Nya
Rinduku pada Nya melebihi kerinduan ku pada mu
Kerinduan I
Kapan kau datang
Karena larut telah tiba
Aku tak ingin tidur lalu bermimpi
Mengharapkan kedatangan mu menjadi bunga tidur ku
Aku ingin bersama dalam sentuh, lihat dan dengar
Membasuh duka , menuai suka bersama
Karena larut telah tiba
Aku tak ingin tidur lalu bermimpi
Mengharapkan kedatangan mu menjadi bunga tidur ku
Aku ingin bersama dalam sentuh, lihat dan dengar
Membasuh duka , menuai suka bersama
Candai Aku
Candai aku dengan tawa mu
Di tengah malam kesendirian ku
Menunggu sang fajar terbangun
Dari terjaga rembulan malam sunyi
Candai aku dengan rindu mu
Di kesenyapan malam kerisauan ku
Menunggu wangi mawar pagi merekah
Dari terlelap bunga mimpi harapan
Aku ingin segera esok pagi
Terbang dan mencari kehidupan
Hingga hinggap di putik pencarian ku
Ku isap sari hati nya dan ku simpan dalam hati ku
Dan ku biarkan ia mengalir bersama darah ku
Menguatkan setiap kepakan sayap ku
Di tengah malam kesendirian ku
Menunggu sang fajar terbangun
Dari terjaga rembulan malam sunyi
Candai aku dengan rindu mu
Di kesenyapan malam kerisauan ku
Menunggu wangi mawar pagi merekah
Dari terlelap bunga mimpi harapan
Aku ingin segera esok pagi
Terbang dan mencari kehidupan
Hingga hinggap di putik pencarian ku
Ku isap sari hati nya dan ku simpan dalam hati ku
Dan ku biarkan ia mengalir bersama darah ku
Menguatkan setiap kepakan sayap ku
Masihkah
Masihkah Maha Mendengar mendengar pinta ku
Masihkah Maha Melihat melihat langkah sungguh ku
Masihkah Maha Menggemgam menggenggam jiwa lusuh ku
Masihkah Maha Sempurna menyempurnakan jejak hidup ku
Oh.. Engkau yang membolak-balikkan qolbu
Tak dapatkah kau hanya tanamkan satu benih cinta dalam qolbu ini
Cinta yang bersandar, berlabuh, karena dan hanya pada Mu
Tak ingin aku mencinta yang lain bukan karena dan hanya pada Mu
Ijinkan aku menolak semua cinta yang bukan karena dan hanya pada Mu
Masihkah Maha Melihat melihat langkah sungguh ku
Masihkah Maha Menggemgam menggenggam jiwa lusuh ku
Masihkah Maha Sempurna menyempurnakan jejak hidup ku
Oh.. Engkau yang membolak-balikkan qolbu
Tak dapatkah kau hanya tanamkan satu benih cinta dalam qolbu ini
Cinta yang bersandar, berlabuh, karena dan hanya pada Mu
Tak ingin aku mencinta yang lain bukan karena dan hanya pada Mu
Ijinkan aku menolak semua cinta yang bukan karena dan hanya pada Mu
Pergilah Duka dan Luka
Wahai duka !!! yang menggerogoti akal sehat ku
Wahai luka !!! yang menyayat kulit ikhlas sabar ku
Kapan hendak kau pergi dari jiwa yang ingin suci ini
Tak bisa kah kau tinggalkan diri ini demi kebersihan hati ini
Wahai luka !!! yang menyayat kulit ikhlas sabar ku
Kapan hendak kau pergi dari jiwa yang ingin suci ini
Tak bisa kah kau tinggalkan diri ini demi kebersihan hati ini
Agungnya Cinta
Aku melihat orang meraung-raung dan meratapi
Karena mereka telah melihat jiwa-jiwa yang terbunuh
Dan jiwa yang terbunuh itu adalah jiwa mereka sendiri
Lupa oleh cahaya pengampunan
Tenggelam dalam lautan duri dunia
O.. Jiwa kenapa hendak engkau bunuh diri
Apakah jiwa mu telah lama bosan mencari cinta
Cinta yang menggetarkan dirimu dan menyejukkan jiwa mu
Atau kah kau memang tak mengenal cinta
Mungkin saja kau hanya tersesat arah
Saat jiwa mu lemah dan terkikis oleh amarah
O.. Jiwa kabarkan pada peri Cinta
Agar menaburkan air kehidupan baru
Sekedar membasahi kekeringan rongga harapan
Hingga kau bisa berkata : “Betapa Agungnya Cinta”
Karena mereka telah melihat jiwa-jiwa yang terbunuh
Dan jiwa yang terbunuh itu adalah jiwa mereka sendiri
Lupa oleh cahaya pengampunan
Tenggelam dalam lautan duri dunia
O.. Jiwa kenapa hendak engkau bunuh diri
Apakah jiwa mu telah lama bosan mencari cinta
Cinta yang menggetarkan dirimu dan menyejukkan jiwa mu
Atau kah kau memang tak mengenal cinta
Mungkin saja kau hanya tersesat arah
Saat jiwa mu lemah dan terkikis oleh amarah
O.. Jiwa kabarkan pada peri Cinta
Agar menaburkan air kehidupan baru
Sekedar membasahi kekeringan rongga harapan
Hingga kau bisa berkata : “Betapa Agungnya Cinta”
Hold on my Hand
Hold on my hand
I’ll invite u to sail through ocean
Go in the direction of eternal gate
Hold on my hand
With ur soul n heart
Which anchor in my soul
I’ll invite u to sail through ocean
Go in the direction of eternal gate
Hold on my hand
With ur soul n heart
Which anchor in my soul
Orang Bijak
Mencintai dan Mengagungkan 4JJ1
Memupuk Iman dengan Ilmu
Ilmu adalah kebenaran sejati dan mahkota setiap diri
Ilmu adalah harta yang tak pernah bisa terampas
Kan selalu siap menerangi dari kegelapan Ilahiah
Namun jika ilmu tidak mengajari nilai segala sesuatu
Dan tidak membebaskan dari belenggu materi
Maka tidak pernah mendekati Singgasana Kebenaran Sejati
Tiada lebih mulia dan indah
Kala ilmu menjadi amal
Amal karena iman
Iman karena cinta dan keagungan Nya
Memupuk Iman dengan Ilmu
Ilmu adalah kebenaran sejati dan mahkota setiap diri
Ilmu adalah harta yang tak pernah bisa terampas
Kan selalu siap menerangi dari kegelapan Ilahiah
Namun jika ilmu tidak mengajari nilai segala sesuatu
Dan tidak membebaskan dari belenggu materi
Maka tidak pernah mendekati Singgasana Kebenaran Sejati
Tiada lebih mulia dan indah
Kala ilmu menjadi amal
Amal karena iman
Iman karena cinta dan keagungan Nya
I Finally Found Someone
Through every conflicts
I never doubt with my steps
Even i enjoy it destination journey
Coz rainbow have been coloring my soul
Thanks on a gift from You, 4JJ1
Beautiful and always beautiful
Smile and always smile
Everyday...
I finally found someone
Not in my dream or my mind
But in reality
I never doubt with my steps
Even i enjoy it destination journey
Coz rainbow have been coloring my soul
Thanks on a gift from You, 4JJ1
Beautiful and always beautiful
Smile and always smile
Everyday...
I finally found someone
Not in my dream or my mind
But in reality
Jejak Langkah
Kemanakah jejak langkah ini kan pergi
Menyusuri lorong kehampaan
atau terbang melewati istana langit
Perjalanan takdir yang terlewati
Menepiskan arti hidup tak berarti
Meleburkan segala keraguan diri
Hingga kaki ini tak mampu berdiri
Tertambat rantai Keagungan
Terpatri timah Keindahan
Dalam diri berteduhkan cinta Nya
Menyusuri lorong kehampaan
atau terbang melewati istana langit
Perjalanan takdir yang terlewati
Menepiskan arti hidup tak berarti
Meleburkan segala keraguan diri
Hingga kaki ini tak mampu berdiri
Tertambat rantai Keagungan
Terpatri timah Keindahan
Dalam diri berteduhkan cinta Nya
Buka Kunci Gerbang Akalmu
Kibarkan bendera keagungan dalam benak mu
Cahaya apa yang kan kau serap dalam hati mu
Menunggu jawab dari sebuah tanya
Atau mempertahankan jangkar yang karam dalam akal mu
Sehingga kau menelan ludah sendiri
Kala pemahaman belum berbunga dalam jiwa mu
Andai gunung itu tak menjulang tinggi di hadapan mu
Apakah yang hendak kau daki
Andai laut itu tak luas dan dalam di hadapan mu
Apakah yang hendak kau arungi dan selami
Ini kah perjalanan manusia dalam pembelajaran akal dan hati
Hingga dapat mengendalikan nafsu
Bila mana kau tak membuka kunci akal dan hati mu pada setiap kalam Nya
Apakah akal dan pengetahuan mu sudah tertutup oleh secercah cahaya hati lainnya
Inilah hidup yang bukan pilihan namun memutuskan
Cahaya apa yang kan kau serap dalam hati mu
Menunggu jawab dari sebuah tanya
Atau mempertahankan jangkar yang karam dalam akal mu
Sehingga kau menelan ludah sendiri
Kala pemahaman belum berbunga dalam jiwa mu
Andai gunung itu tak menjulang tinggi di hadapan mu
Apakah yang hendak kau daki
Andai laut itu tak luas dan dalam di hadapan mu
Apakah yang hendak kau arungi dan selami
Ini kah perjalanan manusia dalam pembelajaran akal dan hati
Hingga dapat mengendalikan nafsu
Bila mana kau tak membuka kunci akal dan hati mu pada setiap kalam Nya
Apakah akal dan pengetahuan mu sudah tertutup oleh secercah cahaya hati lainnya
Inilah hidup yang bukan pilihan namun memutuskan
Menunggu Kekasih
Kapan kau akan datang, wahai Kekasih ?
Aku di sini, menunggu mencari jawaban dari Mu
Meminta petunjuk harus kemana aku melangkah
Sekarang, aku berada di persimpangan
Mencari lurusnya jalan Mu dalam kelikuan langkah ku
Mengukir guratan di atas batu takdir Mu
Melalui pena akal dan keyakinan ku
Ingin ku taburi benih-benih tauhid dalam jiwa ku yang hampa
Sendiri meresapi arti hidup dalam keheningan masa depan
Hingga terlepas jeratan keangkuhan dan risau jiwaku
Kapan kau akan datang, wahai Kekasih ?
Melagukan bait-bait keindahan dan ketegaran
Mewarnai putih hitam kanvas kehidupan
Hingga jejak langkah ini berbekas ke dalam relung jiwaku
Hingga jejak langkah ini tegak menelusuri jalan di persimpangan hidup ku
Aku di sini, menunggu mencari jawaban dari Mu
Meminta petunjuk harus kemana aku melangkah
Sekarang, aku berada di persimpangan
Mencari lurusnya jalan Mu dalam kelikuan langkah ku
Mengukir guratan di atas batu takdir Mu
Melalui pena akal dan keyakinan ku
Ingin ku taburi benih-benih tauhid dalam jiwa ku yang hampa
Sendiri meresapi arti hidup dalam keheningan masa depan
Hingga terlepas jeratan keangkuhan dan risau jiwaku
Kapan kau akan datang, wahai Kekasih ?
Melagukan bait-bait keindahan dan ketegaran
Mewarnai putih hitam kanvas kehidupan
Hingga jejak langkah ini berbekas ke dalam relung jiwaku
Hingga jejak langkah ini tegak menelusuri jalan di persimpangan hidup ku
Senyumku Jantungku
Andai aku bisa bersembunyi
Ingin sekedar berfikir mencari makna hidup
Bukan tuk mengumpulkan angan-angan
Karena hal itu aku ingin bersembunyi
Untuk sekedar berfikir mencari makna hidup
Tapi tak dapat semua bintang dapat bersinar
Energinya makin lama makin muram
Rasanya tak sanggup lagi berkerlip
Cintanya tak mampu lagi menerangi
Akan kupacu jantungku tuk terus berdetak
Bahkan tak kuijinkan jantungku lemas tak berdaya
Impian ini pun terus mengalir bersama darahku
Raga ini pun terus melangkah dengan senyuman
Ingin sekedar berfikir mencari makna hidup
Bukan tuk mengumpulkan angan-angan
Karena hal itu aku ingin bersembunyi
Untuk sekedar berfikir mencari makna hidup
Tapi tak dapat semua bintang dapat bersinar
Energinya makin lama makin muram
Rasanya tak sanggup lagi berkerlip
Cintanya tak mampu lagi menerangi
Akan kupacu jantungku tuk terus berdetak
Bahkan tak kuijinkan jantungku lemas tak berdaya
Impian ini pun terus mengalir bersama darahku
Raga ini pun terus melangkah dengan senyuman
Keharuan
Mungkin keharuan bukan berasal kemewahan dan keindahan
Tapi berasal dari kesedihan dan kepahitan
Mungkin kesedihan bukan berasal dari kebencian dan kehancuran
Tapi berasal dari kasih sayang dan cinta
Mungkin kesedihan yang tenggelam hingga karam di palung hati
Dapat di angkat ke permukaan harapan yang lebih indah
Namun tetap saja meninggalkan luka lama yang berkarat
Mungkin luka lama bisa terbilas bersih meski masih meninggalkan cacat
Saat bisa mencurahkan segala yang terjadi pada ikan-ikan di lautan Namun tak semuanya dapat mencurahkan segala luka
Hingga tersadari bahwa hidup akan terus bergulir penuh keharuan
Tapi berasal dari kesedihan dan kepahitan
Mungkin kesedihan bukan berasal dari kebencian dan kehancuran
Tapi berasal dari kasih sayang dan cinta
Mungkin kesedihan yang tenggelam hingga karam di palung hati
Dapat di angkat ke permukaan harapan yang lebih indah
Namun tetap saja meninggalkan luka lama yang berkarat
Mungkin luka lama bisa terbilas bersih meski masih meninggalkan cacat
Saat bisa mencurahkan segala yang terjadi pada ikan-ikan di lautan Namun tak semuanya dapat mencurahkan segala luka
Hingga tersadari bahwa hidup akan terus bergulir penuh keharuan
06 March 2006
Wahai Adik Kecilku !!!
Wahai adik kecilku !!!
Tumbuh dan berkembanglah engkau
Seperti elang yang tak pernah berhenti
Mengepakkan sayapnya tuk menggapai impian
Wahai adik kecilku !!!
Kabarkan pada seluruh isi bumi
Bahwa engkau kan membanggakan ayah dan ibumu
Melalui derap langkah mu yang tegak memandang masa depan
Wahai adik kecilku !!!
Berdo’alah selalu pada Pemilik Jiwa Sejati
Agar selalu menuntun mu dalam kegelapan
Layaknya kunang-kunang yang menerangi malam
Ataupun bintang-bintang yang menghiasi langit kelam
Bahkan bulan yang menjadi teman dalam keheningan
Wahai adik kecilku !!!
Janganlah engkau seperti tumpukkan buih di lautan
Meski menumpuk bak singgasana kerajaan
Namun hancur kala menghantam karang
Wahai adik kecilku !!!
Awali kisah hidupmu dengan senyuman kerinduan dan kasih sayang
Seperti senyuman yang ayah dan ibu mu berikan saat kau lahir
Senyuman kerinduan dan kasih sayang penuh pengorbanan
Tumbuh dan berkembanglah engkau
Seperti elang yang tak pernah berhenti
Mengepakkan sayapnya tuk menggapai impian
Wahai adik kecilku !!!
Kabarkan pada seluruh isi bumi
Bahwa engkau kan membanggakan ayah dan ibumu
Melalui derap langkah mu yang tegak memandang masa depan
Wahai adik kecilku !!!
Berdo’alah selalu pada Pemilik Jiwa Sejati
Agar selalu menuntun mu dalam kegelapan
Layaknya kunang-kunang yang menerangi malam
Ataupun bintang-bintang yang menghiasi langit kelam
Bahkan bulan yang menjadi teman dalam keheningan
Wahai adik kecilku !!!
Janganlah engkau seperti tumpukkan buih di lautan
Meski menumpuk bak singgasana kerajaan
Namun hancur kala menghantam karang
Wahai adik kecilku !!!
Awali kisah hidupmu dengan senyuman kerinduan dan kasih sayang
Seperti senyuman yang ayah dan ibu mu berikan saat kau lahir
Senyuman kerinduan dan kasih sayang penuh pengorbanan
Peristirahatan Pertama Dalam Ruang Penuh Cinta
Peristirahatan pertama dalam ruang penuh cinta
Ditaburi aroma kembang mewangi dua kekasih
Saat segala tindak yang telah teranugerahi
Oleh cahaya mata kerinduan dan kasih sayang
Peristirahatan pertama dalam ruang penuh cinta
Saat dua jiwa telah dipersatukan tarikan jiwa dan takdir
Adalah langkah awal penuh tabu, ragu , haru, dan rindu
Menyimpan segala senyum keingintahuan
Peristirahatan pertama dalam ruang penuh cinta
Adalah kanvas putih yang kan dilukiskan sebuah kisah
Tentang kesedihan dan kebahagian penuh tanya dan harap
Terbang menuju istana keabadian yang penuh cinta atau nista
Ditaburi aroma kembang mewangi dua kekasih
Saat segala tindak yang telah teranugerahi
Oleh cahaya mata kerinduan dan kasih sayang
Peristirahatan pertama dalam ruang penuh cinta
Saat dua jiwa telah dipersatukan tarikan jiwa dan takdir
Adalah langkah awal penuh tabu, ragu , haru, dan rindu
Menyimpan segala senyum keingintahuan
Peristirahatan pertama dalam ruang penuh cinta
Adalah kanvas putih yang kan dilukiskan sebuah kisah
Tentang kesedihan dan kebahagian penuh tanya dan harap
Terbang menuju istana keabadian yang penuh cinta atau nista
Malam tadi hujan turun
Malam tadi hujan turun
Membasahi kesedihan yang menodai batin
Memekarkan senyum dan tawa manusia
Malam tadi hujan turun
Senandung persaudaraan didendangkan
Menghangatkan raga yang kian mengantuk
Malam tadi hujan turun
Penuh canda dan kebahagian yang membahana
Ternaungi suasana lunturnya keremangan
Membasahi kesedihan yang menodai batin
Memekarkan senyum dan tawa manusia
Malam tadi hujan turun
Senandung persaudaraan didendangkan
Menghangatkan raga yang kian mengantuk
Malam tadi hujan turun
Penuh canda dan kebahagian yang membahana
Ternaungi suasana lunturnya keremangan
Pencari Cinta Sejati
Wahai Pencari Cinta Sejati !!!
Tidak kah kau melihat cinta dan benci bermain-main dengan hati mu
Cinta menyembunyikan kesalahan dan menjadi anggur pujian dan rayuan
Yang memabukkan setiap jiwa hingga melupakan kepatuhan pada Nya
Sementara kebencian menghasut dan menutup telinga dan membutakan mata dari kebenaran sejati
Apa arti semua ini ?
Manakala kalian menenangkan hati seorang wanita atau pun pria dengan pembicaraan yang manis
Tapi perasaan kalian sebenarnya telah lama tertidur dan ketuhanan kalian telah pergi meninggalkan raga
Wahai Pencari Cinta Sejati !!!
Kemanakah kalian akan berlari
Menyusuri sungai keangkuhan sampai muara yang kalian anggap cinta sejati
Takdir apa kah yang membutakan langkah Ilahi dalam kesatuan Kesempurnaan Hakiki ?
Ini derita yang pernah aku pikul, ini cerita yang pernah aku tuliskan
Hingga telah menjadi akar dalam jantung ku hingga telah menjadi pemanis kehidupan ku
Aku cabut seluruh akar yang menyesakkan rongga dada ku
Meski perih selalu mengiris setiap hitam langkah ku
Meski sedih selalu mengaliri setiap tatap mata ku
Hingga ku berlindung di balik Jubah Kesucian dan Keadilan
Hingga ku pasrahkan diri di pangkuan Maha Pemilik Jiwa
Hingga ku terlelap dalam buaian Pemilik Cinta Sejati
Hingga ku tak merugi tak mendapatkan cinta yang lain
Meski ku selalu berharap ada cinta lain yang ku miliki
Yang bersama-sama mencintai Pemilik Cinta Sejati
Tidak kah kau melihat cinta dan benci bermain-main dengan hati mu
Cinta menyembunyikan kesalahan dan menjadi anggur pujian dan rayuan
Yang memabukkan setiap jiwa hingga melupakan kepatuhan pada Nya
Sementara kebencian menghasut dan menutup telinga dan membutakan mata dari kebenaran sejati
Apa arti semua ini ?
Manakala kalian menenangkan hati seorang wanita atau pun pria dengan pembicaraan yang manis
Tapi perasaan kalian sebenarnya telah lama tertidur dan ketuhanan kalian telah pergi meninggalkan raga
Wahai Pencari Cinta Sejati !!!
Kemanakah kalian akan berlari
Menyusuri sungai keangkuhan sampai muara yang kalian anggap cinta sejati
Takdir apa kah yang membutakan langkah Ilahi dalam kesatuan Kesempurnaan Hakiki ?
Ini derita yang pernah aku pikul, ini cerita yang pernah aku tuliskan
Hingga telah menjadi akar dalam jantung ku hingga telah menjadi pemanis kehidupan ku
Aku cabut seluruh akar yang menyesakkan rongga dada ku
Meski perih selalu mengiris setiap hitam langkah ku
Meski sedih selalu mengaliri setiap tatap mata ku
Hingga ku berlindung di balik Jubah Kesucian dan Keadilan
Hingga ku pasrahkan diri di pangkuan Maha Pemilik Jiwa
Hingga ku terlelap dalam buaian Pemilik Cinta Sejati
Hingga ku tak merugi tak mendapatkan cinta yang lain
Meski ku selalu berharap ada cinta lain yang ku miliki
Yang bersama-sama mencintai Pemilik Cinta Sejati
Langkah Tanpa Jiwa
Aku lelah dalam pengembaraan pikiran ku
Lemas tak berdaya mengikuti alunan musik jiwa
Daun-daun semangat ku mulai berguguran
Menatap setiap gundah resah diri ini
Aku lelah dalam pencarian jiwa yang telam lama pergi
Terbang melayang tanpa daya bersama hembusan angin
Melewati setiap liku tersembunyi di balik rahasia Ilahi
Tersayat duri-duri yang kan merobek setiap langkah
Aku cemas dalam pelayaran nafsu ku
Tertampar deburan ombak penuh hasrat membunuh
Di basahi air keraguan di terpa badai kehancuran
Kemudi pun berputar mengikuti kehendak alam
Lemas tak berdaya mengikuti alunan musik jiwa
Daun-daun semangat ku mulai berguguran
Menatap setiap gundah resah diri ini
Aku lelah dalam pencarian jiwa yang telam lama pergi
Terbang melayang tanpa daya bersama hembusan angin
Melewati setiap liku tersembunyi di balik rahasia Ilahi
Tersayat duri-duri yang kan merobek setiap langkah
Aku cemas dalam pelayaran nafsu ku
Tertampar deburan ombak penuh hasrat membunuh
Di basahi air keraguan di terpa badai kehancuran
Kemudi pun berputar mengikuti kehendak alam
Jati Diri
keinginan berdiri cepat
Seperti anak kijang yang berlari kencang
Melewati sabana menatap setiap bahaya
Menjadi seperti ilalang
Mengikuti setiap hembusan angin
Seperti pohon tanpa akar
Seperti bangunan tanpa pondasi
Seperti manusia tanpa jati diri
Terombang-ambing bagai singgasana buih
Seperti matahari dan bulan yang muncul dan tenggelam
Seperti memiliki hati seekor pedati
Tanpa cinta dan jiwa sejati
Seperti anak kijang yang berlari kencang
Melewati sabana menatap setiap bahaya
Menjadi seperti ilalang
Mengikuti setiap hembusan angin
Seperti pohon tanpa akar
Seperti bangunan tanpa pondasi
Seperti manusia tanpa jati diri
Terombang-ambing bagai singgasana buih
Seperti matahari dan bulan yang muncul dan tenggelam
Seperti memiliki hati seekor pedati
Tanpa cinta dan jiwa sejati
03 March 2006
Ibu... Aku Merindukan mu
Merentangkan hati kerinduan
Teringat usapan dan belaian
Melelehkan setiap ketakutan
Tersandar kala kantuk dalam pangkuan
Kehangatan dan ketulusan yang di berikan
Menjaga setiap jejak langkah dengan setiap getar jiwa
Berakhir keihlasan dan kesabaran seorang sosok
Ibu... di malam ini aku kan berdo’a untuk mu
Melalui kerinduan dan kasih sayang yang tak terbayar
Agar ibu selalu di beri tempat terbaik di sisi Nya
Ibu... do’a mu yang selalu menguatkan tekad ku
Selalu dinantikan oleh seorang anak mu ini...
Ibu... aku merindukan mu
Teringat usapan dan belaian
Melelehkan setiap ketakutan
Tersandar kala kantuk dalam pangkuan
Kehangatan dan ketulusan yang di berikan
Menjaga setiap jejak langkah dengan setiap getar jiwa
Berakhir keihlasan dan kesabaran seorang sosok
Ibu... di malam ini aku kan berdo’a untuk mu
Melalui kerinduan dan kasih sayang yang tak terbayar
Agar ibu selalu di beri tempat terbaik di sisi Nya
Ibu... do’a mu yang selalu menguatkan tekad ku
Selalu dinantikan oleh seorang anak mu ini...
Ibu... aku merindukan mu
Waktu diam ku
Terasa panas di kedinginan malam ku
Desah nafas-nafas mulut ku
Mengalir cepat layaknya aliran darah nadi ku
Meski diam tak membekukan pikiran ku
Percikan cinta tetap menaburi hati ku
Hingga aku tak ingin berhenti saat waktu diam ku
Desah nafas-nafas mulut ku
Mengalir cepat layaknya aliran darah nadi ku
Meski diam tak membekukan pikiran ku
Percikan cinta tetap menaburi hati ku
Hingga aku tak ingin berhenti saat waktu diam ku
Menunggu Esok
Tanah yang ku injak ini adalah tanah buaian
Selalu mendendangkan syair-syair surgawi
Bersenandung menghibur diri yang terhimpit
Alam yang selalu mengguncang bumi
Pembawa gairah kehidupan
Pembangkit keterpurukan dalam jurang kenistaan
Dua puluh menit aku luangkan waktu
Untuk menunggu esok mencari kepingan-kepingan cahaya
Yang dapat menerangi kegelapan jiwa dalam lubang penantian
Menginjakan kaki di tanah buaian
Seperti pasukan semut yang berduyun membangun istana
Mencairkan segala kebekuan akal yang mencari hikmah abadi
Meneteskan setiap embun keyakinan pada keringnya daun hati
Oh waktu ... kenapa kau cepat berlalu
Hingga esok pun selalu ingin cepat tiba
Menitipkan pesan ilahi yang terbiaskan kata
Kata yang selalu terdiam dan terpana
Hingga deburan air di luasnya samudera menghantam karang
Aku terdiam terpenjara dalam lamunan kerinduan menunggu esok
Walau waktu tinggal beberapa menit lagi
Takkan kubiarkan waktu ini menjadi hampa tanpa kehadiran Nya
yang selalu menggemgamku dalam buaian Rahman Rahim Nya
Selalu mendendangkan syair-syair surgawi
Bersenandung menghibur diri yang terhimpit
Alam yang selalu mengguncang bumi
Pembawa gairah kehidupan
Pembangkit keterpurukan dalam jurang kenistaan
Dua puluh menit aku luangkan waktu
Untuk menunggu esok mencari kepingan-kepingan cahaya
Yang dapat menerangi kegelapan jiwa dalam lubang penantian
Menginjakan kaki di tanah buaian
Seperti pasukan semut yang berduyun membangun istana
Mencairkan segala kebekuan akal yang mencari hikmah abadi
Meneteskan setiap embun keyakinan pada keringnya daun hati
Oh waktu ... kenapa kau cepat berlalu
Hingga esok pun selalu ingin cepat tiba
Menitipkan pesan ilahi yang terbiaskan kata
Kata yang selalu terdiam dan terpana
Hingga deburan air di luasnya samudera menghantam karang
Aku terdiam terpenjara dalam lamunan kerinduan menunggu esok
Walau waktu tinggal beberapa menit lagi
Takkan kubiarkan waktu ini menjadi hampa tanpa kehadiran Nya
yang selalu menggemgamku dalam buaian Rahman Rahim Nya
Tiang dan Tali
Biarkan tiang itu berdiri tegak
Menjadi penopang setiap gerak
Penopang setiap akal dan qolbu
Biarkan tali tetap terikat kuat
Menjadi pengikat setiap ayat
Pengikat setiap do’a dan nafsu
Menjadi penopang setiap gerak
Penopang setiap akal dan qolbu
Biarkan tali tetap terikat kuat
Menjadi pengikat setiap ayat
Pengikat setiap do’a dan nafsu
27 February 2006
Tunggu Kabar Dari ku
Kawanku, lama kita tak bersua
Bercerita tentang kita
Dan kita bercerita tentang hidup
Di lembah ini kita terpuruk
Di puncak ini kita berdiri
Melalui lembaran mega bertalian
Kita sandarkan semuanya pada Nya
Pelangi yang telah mewarnai birunya langit
Telah mewarnai sisi kehidupan waktu kita
Akan aku beritakan pada kehidupan lama
Bahwa aku kan merangkul semua cita
Bersama, kita rangkai bebatuan ini menjadi menara
Tunggu kabar dari ku , kawanku
Bercerita tentang kita
Dan kita bercerita tentang hidup
Di lembah ini kita terpuruk
Di puncak ini kita berdiri
Melalui lembaran mega bertalian
Kita sandarkan semuanya pada Nya
Pelangi yang telah mewarnai birunya langit
Telah mewarnai sisi kehidupan waktu kita
Akan aku beritakan pada kehidupan lama
Bahwa aku kan merangkul semua cita
Bersama, kita rangkai bebatuan ini menjadi menara
Tunggu kabar dari ku , kawanku
Gabah Kesedihan
Beralasankah bila melati menebar aroma bangkai tubuhku ?
Tersandungkah bila kaki melewati bebatuan terjal nan tajam ?
Tidakkah aku telah berjalan di atas jalan kehidupan
Seperti anak yang tersesat di hutan rimba ?
Dan tidakkah hidupku seperti sebuah gabah yang mengarah ke bebatuan
Hingga tiada burung yang mencari dan membuka jubah gabah ku ?
Semua membuat aku tak mengerti ,
Pencarian sebutir gabah tidak di tumpukkan jerami pesawahan
Namun burung itu mencari di sebuah tumpukkan batu yang tersembunyi
Aku hanya terhanyut dalam kesendirian dan kesedihan yang meriak di lautan
Namun kesedihanku yang berujung deraian air mata tak membuatku terpuruk
Air mata yang aku deraikan lebih suci dari pada tawa seorang yang lupa diri
Dan lebih manis dari pada penghinaan para pencela
Air mata membersihkan hati yang terserang kebencian
Dan mengajarkan aku untuk berbagi penderitaan
Bersama orang-orang yang hancur hatinya
Kesedihan yang aku pikul akan berubah menjadi kegembiraan dengan ijin Nya
Suatu saat nanti kau dan mereka akan memahami bahwa kesedihan dan kemiskinan
Adalah pelajaran tentang Cinta dan Persamaan
Tersandungkah bila kaki melewati bebatuan terjal nan tajam ?
Tidakkah aku telah berjalan di atas jalan kehidupan
Seperti anak yang tersesat di hutan rimba ?
Dan tidakkah hidupku seperti sebuah gabah yang mengarah ke bebatuan
Hingga tiada burung yang mencari dan membuka jubah gabah ku ?
Semua membuat aku tak mengerti ,
Pencarian sebutir gabah tidak di tumpukkan jerami pesawahan
Namun burung itu mencari di sebuah tumpukkan batu yang tersembunyi
Aku hanya terhanyut dalam kesendirian dan kesedihan yang meriak di lautan
Namun kesedihanku yang berujung deraian air mata tak membuatku terpuruk
Air mata yang aku deraikan lebih suci dari pada tawa seorang yang lupa diri
Dan lebih manis dari pada penghinaan para pencela
Air mata membersihkan hati yang terserang kebencian
Dan mengajarkan aku untuk berbagi penderitaan
Bersama orang-orang yang hancur hatinya
Kesedihan yang aku pikul akan berubah menjadi kegembiraan dengan ijin Nya
Suatu saat nanti kau dan mereka akan memahami bahwa kesedihan dan kemiskinan
Adalah pelajaran tentang Cinta dan Persamaan
Perpisahan
Memang benar kita dapat memendam jutaan tahun perpisahan
Perpisahan tidak lain hanyalah tandus keringnya ingatan
Barangkali kita tidak mengerti arti perpisahan abadi
Manakala kita menyalami dan melambaikan selamat tinggal pada masa lalu
Dan kita akan selalu menatap indah nya masa depan dengan tegak
Perpisahan tidak lain hanyalah tandus keringnya ingatan
Barangkali kita tidak mengerti arti perpisahan abadi
Manakala kita menyalami dan melambaikan selamat tinggal pada masa lalu
Dan kita akan selalu menatap indah nya masa depan dengan tegak
Puisi Kehidupan
Di remang senja ingatan abadi, kita akan berjumpa lagi
Bertukar kata dengan puisi yang lebih berisi
Dan apabila kita sempat bersentuhan di alam mimpi
Mari tegakkan menara langit menjulang tinggi
Dan akan kita susun puisi itu menjadi suatu cerita kehidupan
Ditaburi kesejukan taman di surga meski kita harus sadar
Kegerahan panas jiwa pengisi neraka akan menyelami diri kita
Hingga tersungkur ke dalam jurang kehinaan yang paling dalam
Bertukar kata dengan puisi yang lebih berisi
Dan apabila kita sempat bersentuhan di alam mimpi
Mari tegakkan menara langit menjulang tinggi
Dan akan kita susun puisi itu menjadi suatu cerita kehidupan
Ditaburi kesejukan taman di surga meski kita harus sadar
Kegerahan panas jiwa pengisi neraka akan menyelami diri kita
Hingga tersungkur ke dalam jurang kehinaan yang paling dalam
Ujung Pengembaraan
Wahai jiwa-jiwa seperjuangan dan seperjalanan
Kita akan selalu menunggu lonceng kebebasan menggema
Namun telahkah kita mengarungi samudera penuh bahaya,
Telahkah kita mendaki gunung-gunung tertinggi dengan tebing dan jurangnya,
Telahkah kita hadapi amukan badai dan taufan hingga usai
Telahkah kita terlilit lapar dan dahaga yang mendera kita
Mungkin seringkali kita meraih hidangan mewah pengantin
Seringkali kita terdampar bukan tanpa busana namun menggunakan jubah raja
Amat jauh jarak yang akan kita tempuh saat menunggu detik kebebasan
Akan kah kita mengikuti perjalanan takdir yang telah digariskan NYA
Atau kita mengikuti perjalanan nafsu amarah yang kita gariskan
Dan hingga menemukan ujung pengembaraan kita
Bersama Cinta Sejati Maha Pemilik Cinta atau bersama para pendusta
Kita akan selalu menunggu lonceng kebebasan menggema
Namun telahkah kita mengarungi samudera penuh bahaya,
Telahkah kita mendaki gunung-gunung tertinggi dengan tebing dan jurangnya,
Telahkah kita hadapi amukan badai dan taufan hingga usai
Telahkah kita terlilit lapar dan dahaga yang mendera kita
Mungkin seringkali kita meraih hidangan mewah pengantin
Seringkali kita terdampar bukan tanpa busana namun menggunakan jubah raja
Amat jauh jarak yang akan kita tempuh saat menunggu detik kebebasan
Akan kah kita mengikuti perjalanan takdir yang telah digariskan NYA
Atau kita mengikuti perjalanan nafsu amarah yang kita gariskan
Dan hingga menemukan ujung pengembaraan kita
Bersama Cinta Sejati Maha Pemilik Cinta atau bersama para pendusta
22 February 2006
Tegar
Sekian lama sudah tak terdengar lagi bunyian yang menyesakkan nafasku
Namun sesak nafasku telah menjadi daging dalam tubuhku
Sehingga setiap jiwa ingin merobek kulit ku dan memotong daging ku
Namun suara-suara gundah telah tiba dengan bergerilya
Memekakan telinga harapan dan menidurkan tali impian
Namun segelas air panas penghangat jiwa selalu menemani
Meluruhkan setiap noda yang kan hinggap atau mendarah
Ingin ku buang, ingin ku lupakan, namun 4JJ1 berkehendak lain
Terima kasih jiwa penumbuh setiap asa peluruh setiap luka
Namun sesak nafasku telah menjadi daging dalam tubuhku
Sehingga setiap jiwa ingin merobek kulit ku dan memotong daging ku
Namun suara-suara gundah telah tiba dengan bergerilya
Memekakan telinga harapan dan menidurkan tali impian
Namun segelas air panas penghangat jiwa selalu menemani
Meluruhkan setiap noda yang kan hinggap atau mendarah
Ingin ku buang, ingin ku lupakan, namun 4JJ1 berkehendak lain
Terima kasih jiwa penumbuh setiap asa peluruh setiap luka
Cinta Dan Waktu
Aku tak ingin duduk atau berjalan di derasnya sungai angan-angan
Yang bermain dengan arus ketidakpastian
Keabadaian yang sering didendangkan dan bersemayam dalam diri kita telah mengenal waktu
Serta mengetahui bahwa kemarin hanya kenangan dan esok adalah harapan
Apa yang bernyanyi merenung di dalam jiwa adalah penghuni ruang semesta bersama bintang-bintang yang bertaburan di angkasa
Apakah kita tak pernah percaya bahwa cinta kedalamannya tak terduga ?
Siapa pula yang belum mengerti bahwa kasih sayang sejati tanpa batas berlabuh dalam setiap diri
Ia tak pernah bergerak dan berpindah tempat dan tak pernah berbuat manakala diam atau pun berbuat
Seperti halnya cinta, waktu pun tak mengenal batas ukuran , serta tak dapat di bagi
Namun jika harus membagi menjadi musim-musim
Biarlah setiap musim merangkul musim lainnya
Biarlah hari ini merangkul masa lalu sebagai kenangan
Yang bermain dengan arus ketidakpastian
Keabadaian yang sering didendangkan dan bersemayam dalam diri kita telah mengenal waktu
Serta mengetahui bahwa kemarin hanya kenangan dan esok adalah harapan
Apa yang bernyanyi merenung di dalam jiwa adalah penghuni ruang semesta bersama bintang-bintang yang bertaburan di angkasa
Apakah kita tak pernah percaya bahwa cinta kedalamannya tak terduga ?
Siapa pula yang belum mengerti bahwa kasih sayang sejati tanpa batas berlabuh dalam setiap diri
Ia tak pernah bergerak dan berpindah tempat dan tak pernah berbuat manakala diam atau pun berbuat
Seperti halnya cinta, waktu pun tak mengenal batas ukuran , serta tak dapat di bagi
Namun jika harus membagi menjadi musim-musim
Biarlah setiap musim merangkul musim lainnya
Biarlah hari ini merangkul masa lalu sebagai kenangan
Tanah Ladang
Aku tengah menggemburkan tanah ladangku
Setelah kering karena kemarau panjang
Diguncang gempa dan angin badai
Aku tengah mencoba merapikan tanah ladangku
Menyisir puing-puing penderitaan ku ke pesisir
Bercocok tanam kejujuran, keterbukaan dan ketegasan
Berharap buah kesabaran, keihklasan, lapang dada
Mencoba menyirami tanamanku dengan cinta sejati
Yang aku dapatkan dari pancaran sinar Ilahi Robbi
Entah apa yang petani lain lakukan pada tanah ladangku
Mencabut belatung yang membelenggu tanah kehidupan baru ku
Atau menebar puing-puing dan sampah ke tengah tanah ladangku
Aku tak pernah tahu . . . namun aku tetap membisu
Tapi aku kan terus melangkah tuk mencapai panen melimpah
Dan aku akan bagikan hasil panen dan kumpulan isi hati ku
Setelah kering karena kemarau panjang
Diguncang gempa dan angin badai
Aku tengah mencoba merapikan tanah ladangku
Menyisir puing-puing penderitaan ku ke pesisir
Bercocok tanam kejujuran, keterbukaan dan ketegasan
Berharap buah kesabaran, keihklasan, lapang dada
Mencoba menyirami tanamanku dengan cinta sejati
Yang aku dapatkan dari pancaran sinar Ilahi Robbi
Entah apa yang petani lain lakukan pada tanah ladangku
Mencabut belatung yang membelenggu tanah kehidupan baru ku
Atau menebar puing-puing dan sampah ke tengah tanah ladangku
Aku tak pernah tahu . . . namun aku tetap membisu
Tapi aku kan terus melangkah tuk mencapai panen melimpah
Dan aku akan bagikan hasil panen dan kumpulan isi hati ku
Jujur saja
Jujur saja hati ini menangis
Jujur saja jiwa ini berontak
Namun aku bukan aku yang dulu
Seperti sampah dalam limbah pabrik
Aku meringis terhantui bayangan kelabu
Aku merintih terlukai jiwa yang berlumur dosa
Namun 4JJ1 menguatkan hati dan jiwa ini
Memberikan yang terbaik untuk ku
Jujur saja hati ini menangis kala kau bicara aku di masa lalu
Jujur saja hati ini berontak kala kau bicara aku di masa lalu
Karena aku tak ingin melewati dan mengingatnya
Ini coretan yang tak terhapuskan oleh perubahan musim
Namun aku terima sebagai persembahan terbaik dari 4JJ1
Jujur saja jiwa ini berontak
Namun aku bukan aku yang dulu
Seperti sampah dalam limbah pabrik
Aku meringis terhantui bayangan kelabu
Aku merintih terlukai jiwa yang berlumur dosa
Namun 4JJ1 menguatkan hati dan jiwa ini
Memberikan yang terbaik untuk ku
Jujur saja hati ini menangis kala kau bicara aku di masa lalu
Jujur saja hati ini berontak kala kau bicara aku di masa lalu
Karena aku tak ingin melewati dan mengingatnya
Ini coretan yang tak terhapuskan oleh perubahan musim
Namun aku terima sebagai persembahan terbaik dari 4JJ1
21 February 2006
Teruslah Melangkah Ukhti
Teruslah melangkah ukhti. Kan kita cari bersama Cinta dalam senyum-Nya.
Jangan lagi ragu. Jangan. Karena tak tahan diri ini, tanpa teman dalam perjalanan.
Tetaplah bersamaku mencari: Pemilik Cinta Sejati.
Jika kulelah melangkah. Beri aku semangat. Bila aku kehilangan arah.
Tunjukanlah. Ke mana kita akan terus melangkah.
Jangan lagi ragu. Jangan. Karena tak tahan diri ini, tanpa teman dalam perjalanan.
Tetaplah bersamaku mencari: Pemilik Cinta Sejati.
Jika kulelah melangkah. Beri aku semangat. Bila aku kehilangan arah.
Tunjukanlah. Ke mana kita akan terus melangkah.
Penemuan Negeri Cahaya
Dan telah kulayarkan lagi mimpiku dalam gelombang badai mencari negeri
Negeri di mana pohon-pohonya beranting cahaya berbuah cahaya
Telah lama kulayarkan mimpiku dalam gelombang badai mencari negeri
Angin menderu perahu terpelanting berulang kali tenggelam aku berkali-kali
Sampai ku bertemu sebuah negeri Di matamu yang cahaya
Aku tak ingin lagi memasuki negeri tak pasti
Karena sudah di matamu yang cahaya
Hingga menderaikan airmata, menderas, hingga berlinangan cahaya
Cahaya keyakinan pada Ilahi
Cahaya atas nama syahadah
Negeri di mana pohon-pohonya beranting cahaya berbuah cahaya
Telah lama kulayarkan mimpiku dalam gelombang badai mencari negeri
Angin menderu perahu terpelanting berulang kali tenggelam aku berkali-kali
Sampai ku bertemu sebuah negeri Di matamu yang cahaya
Aku tak ingin lagi memasuki negeri tak pasti
Karena sudah di matamu yang cahaya
Hingga menderaikan airmata, menderas, hingga berlinangan cahaya
Cahaya keyakinan pada Ilahi
Cahaya atas nama syahadah
Apa Arti Keterbukaan ?
Ukhti, aku telah mendengar tangisan jiwa mu
Dan aku telah datang untuk mencoba memahami mu
Bukalah hatimu untukku dan aku akan mengisinya dengan cahaya
Begitu pula aku yang hanya membukakan satu ruang untuk kau isi dengan cahaya
Ukhti, meski aku mencoba untuk mengerti
Apa arti pikiran-pikiran ini yang datang seperti kawanan merpati ?
Apa arti kata-kata yang kita ingin susun dengan hasrat dan kita tuliskan untuk menggapai cahaya Ilahi ?
Apa arti semua kejujuran yang ingin aku ungkapkan jika bukan untuk sekedar menghilangkan segala prasangka ?
Milik siapa mata-mata ini yang menatapku dan menusuk relung jiwaku yang paling dalam, namun melupakan suka dan duka citaku ?
Ukhti, aku hanya sekedar manusia yang mengisi kekurangan dan kekelebihan ku sendiri
Aku hanya sekedar manusia yang mengisi kelemahan dan kekuatan ku sendiri
Aku ingin mengisi diriku dengan kemurahan hati dan sangat mengaharapkan ciuman dari bibir kehidupan abadi
Sementara kematian siap menghantam wajahku dengan keterbukaan ku.
Aku pun bukan orang yang ingin membeli satu jam kesenangan dengan satu tahun penyesalan dan menyerahkan diri ku untuk tidur
Sementara mimpi-mimpi masa lalu tetap memanggilku
Ukhti, aku hanya tak ingin memungkiri itu pernah terjadi namun bukan untuk terjadi lagi ...
Takkah kau ijinkan aku mengambil pelajaran dari sebuah kesalahan karena tindakkan ku ?
Dan aku telah datang untuk mencoba memahami mu
Bukalah hatimu untukku dan aku akan mengisinya dengan cahaya
Begitu pula aku yang hanya membukakan satu ruang untuk kau isi dengan cahaya
Ukhti, meski aku mencoba untuk mengerti
Apa arti pikiran-pikiran ini yang datang seperti kawanan merpati ?
Apa arti kata-kata yang kita ingin susun dengan hasrat dan kita tuliskan untuk menggapai cahaya Ilahi ?
Apa arti semua kejujuran yang ingin aku ungkapkan jika bukan untuk sekedar menghilangkan segala prasangka ?
Milik siapa mata-mata ini yang menatapku dan menusuk relung jiwaku yang paling dalam, namun melupakan suka dan duka citaku ?
Ukhti, aku hanya sekedar manusia yang mengisi kekurangan dan kekelebihan ku sendiri
Aku hanya sekedar manusia yang mengisi kelemahan dan kekuatan ku sendiri
Aku ingin mengisi diriku dengan kemurahan hati dan sangat mengaharapkan ciuman dari bibir kehidupan abadi
Sementara kematian siap menghantam wajahku dengan keterbukaan ku.
Aku pun bukan orang yang ingin membeli satu jam kesenangan dengan satu tahun penyesalan dan menyerahkan diri ku untuk tidur
Sementara mimpi-mimpi masa lalu tetap memanggilku
Ukhti, aku hanya tak ingin memungkiri itu pernah terjadi namun bukan untuk terjadi lagi ...
Takkah kau ijinkan aku mengambil pelajaran dari sebuah kesalahan karena tindakkan ku ?
Cerita Usang
Aku orang yang percaya sekaligus masih juga seorang peragu
Bertapa seringnya jariku menekan lukaku sendiri
Sekedar untuk menghayati keimanan yang kau miliki
Dan memahami ilmu lebih dalam dari yang orang-orang miliki
Dengan keyakinan dan pengetahuanku
Aku ingin mengatakan bahwa manusia itu tidak terkurung dalam raga
Tidak terikat pada rumah tinggal dan ladang rutinitas
Diri manusia yang sejati selalu menjelajahi gunung
Mengembara di atas awan
Namun aku bukan seorang yang menyerah
Hanya sekedar memberi pengertian dan rasa maklum
yang tersungging dari seyuman bibirku
Dengan rasa masa lalu yang melintasi benak ku
Dan tak pernah aku mengundangnya
Mungkin angin keraguan yang mencoba membisikanku
Namun sungguh, tak pernah ku ijinkan tuk hinggap di hatiku
Hanya sebuah cerita usang Jika kau memahami aku
Bagaimana aku harus membahasakan ini dengan bahasa mu ?
Bertapa seringnya jariku menekan lukaku sendiri
Sekedar untuk menghayati keimanan yang kau miliki
Dan memahami ilmu lebih dalam dari yang orang-orang miliki
Dengan keyakinan dan pengetahuanku
Aku ingin mengatakan bahwa manusia itu tidak terkurung dalam raga
Tidak terikat pada rumah tinggal dan ladang rutinitas
Diri manusia yang sejati selalu menjelajahi gunung
Mengembara di atas awan
Namun aku bukan seorang yang menyerah
Hanya sekedar memberi pengertian dan rasa maklum
yang tersungging dari seyuman bibirku
Dengan rasa masa lalu yang melintasi benak ku
Dan tak pernah aku mengundangnya
Mungkin angin keraguan yang mencoba membisikanku
Namun sungguh, tak pernah ku ijinkan tuk hinggap di hatiku
Hanya sebuah cerita usang Jika kau memahami aku
Bagaimana aku harus membahasakan ini dengan bahasa mu ?
Rasa dan CInta
Aku ingin bicara cinta
Cinta yang tumbuh begitu saja
Aku ingin bicara rasa
Rasa yang mekar begitu saja
Katakan semua pada kabut yang menghalangi segala pandangan
Terlepas dari keangkuhan tajamnya nafsu yang menusuk jantung
Terlepas dari keangkuhan pedasnya dogma yang merajam jiwa
Aku tetap tak bisa bicara cinta dan rasa
Sehingga....
Aku merasa menganga jurang kebisuan yang tak terjembatani
Melalui rasa dan cinta yang bertunas di kedalaman lembah hati ku
Cinta yang tumbuh begitu saja
Aku ingin bicara rasa
Rasa yang mekar begitu saja
Katakan semua pada kabut yang menghalangi segala pandangan
Terlepas dari keangkuhan tajamnya nafsu yang menusuk jantung
Terlepas dari keangkuhan pedasnya dogma yang merajam jiwa
Aku tetap tak bisa bicara cinta dan rasa
Sehingga....
Aku merasa menganga jurang kebisuan yang tak terjembatani
Melalui rasa dan cinta yang bertunas di kedalaman lembah hati ku
20 February 2006
Tiba
Penantian menuju serapan alasan jingga
Tak berarti kebebasan di tangan jiwa suci
Berlari menerobos malam tragis
Tak kunjung aku ingin tegak berdiri
Diselimuti hamparan jubah hitam di atas sana
Pengasingan akal yang tertantang
Menggali hasrat dan mimpi tuk berkembang
Beterbangan aroma rasa tercantik dari kembang terpilih
Hingga saat tiba
Aku tetap melangkah mencari arti semua ini
Tak berarti kebebasan di tangan jiwa suci
Berlari menerobos malam tragis
Tak kunjung aku ingin tegak berdiri
Diselimuti hamparan jubah hitam di atas sana
Pengasingan akal yang tertantang
Menggali hasrat dan mimpi tuk berkembang
Beterbangan aroma rasa tercantik dari kembang terpilih
Hingga saat tiba
Aku tetap melangkah mencari arti semua ini
Aku berhenti di Sini
Aku pergi menenangkan jiwa hampaku
Menunggu tanya yang berujung jawab
Diam tak mampu menghentikan harap
Gerak tak mampu menghentikan gundah
Saat semua terhenti aku ingin berteriak
Suka atau duka ... aku pun tak pernah tau
Sampai aku berhenti di sini menunggu esok
Menunggu tanya yang berujung jawab
Diam tak mampu menghentikan harap
Gerak tak mampu menghentikan gundah
Saat semua terhenti aku ingin berteriak
Suka atau duka ... aku pun tak pernah tau
Sampai aku berhenti di sini menunggu esok
Tarian Jiwa
Ceria aku terpampang di wajah lunglai ku
Seindah jari ku menari di atas kanvas
Bergerak gemulai bak balerina anggun
Memberi arti setiap lentik jarinya
Seindah jari ku menari di atas kanvas
Bergerak gemulai bak balerina anggun
Memberi arti setiap lentik jarinya
Aku Tetap di Sana
Biarkan aku tetap di sana Mencari ‘aku’ dalam diriku
Hingga aku mengerti ‘aku’ dalam diriku Dan berjalan sebagai ‘aku’ sesungguhnya
Sampai aku merasa berada di sini bersama ‘aku’ Meski sekarang aku tetap di sana
Hingga aku mengerti ‘aku’ dalam diriku Dan berjalan sebagai ‘aku’ sesungguhnya
Sampai aku merasa berada di sini bersama ‘aku’ Meski sekarang aku tetap di sana
14 February 2006
Larik Kehidupan
Peranan diri yang bertepi
Melalui kaca jendela aku melirik
Oh.. betapa diri ku ini begitu berarti
Saat langkah ini menjadi sebuah larik
Larik yang mengajarkan terangnya dunia
Bersama kunang-kunang penuntun kegelapanku
Larik yang meredupkan perih penatku
Bersama bintang-bintang penghias jalanku
Larik yang tergumpal dari ayat-ayat langit nan abadi
Menghujam setiap jiwa tuk menjadikan sebagai larik kehidupan
Melalui kaca jendela aku melirik
Oh.. betapa diri ku ini begitu berarti
Saat langkah ini menjadi sebuah larik
Larik yang mengajarkan terangnya dunia
Bersama kunang-kunang penuntun kegelapanku
Larik yang meredupkan perih penatku
Bersama bintang-bintang penghias jalanku
Larik yang tergumpal dari ayat-ayat langit nan abadi
Menghujam setiap jiwa tuk menjadikan sebagai larik kehidupan
Dunia Adalah Saksi
Biarkan isi dunia ini menjadi saksi
Bahwa aku pendobrak segala kebuntuan
Mengukir segala perdamaian di setiap jiwa
“Aku haus kebebasan !!!”
Akan ku ucapkan dengan lantang
Melalui setiap goresan abadi
Terangkai ayat-ayat kehidupan
Bahwa aku pendobrak segala kebuntuan
Mengukir segala perdamaian di setiap jiwa
“Aku haus kebebasan !!!”
Akan ku ucapkan dengan lantang
Melalui setiap goresan abadi
Terangkai ayat-ayat kehidupan
Betapa Aku Ingin
Betapa aku ingin tersenyum . Melihat peti kesedihan . Berhamburan menghampiri ku . Menyelami lautan pikiran ku . Mengikat kekal dalam batinku
Andai duri itu tak pernah tertancap dalam kaki ku . Andai bunga itu tak menjadi bangkai dalam hati ku
Betapa aku ingin bersedih . Melihat peti senyuman . Berhamburan menghampiri ku . Menyelami lautan pikiran ku . Mengikat kekal dalam batinku
Inilah hasil karya jiwa yang merdeka . Tumbuh bersama hati yang luka . Diobati olesan cahaya Ilahi
Subhannalloh . . .
Ya 4JJ1 ,Dengan segala kerendahan hati hamba ini . Ampunkan segala dosa yang menodai jiwa ku . Tutuplah cacat cela ku di dunia maupun di akhirat
Tunjukkanlah yang haq itu haq adanya . Serta berikanlah kekuatan kepada ku untuk memilih yang haq . Tunjukkanlah yang bathil itu bathil adanya
Serta berikanlah kekuatan kepada ku untuk menghancurkan yang bathil
Ya 4JJ1 , Tiada hari yang pernah aku dambakan dan aku istimewakan Selain hari di hari pertemuan aku dengan Mu ...
Andai duri itu tak pernah tertancap dalam kaki ku . Andai bunga itu tak menjadi bangkai dalam hati ku
Betapa aku ingin bersedih . Melihat peti senyuman . Berhamburan menghampiri ku . Menyelami lautan pikiran ku . Mengikat kekal dalam batinku
Inilah hasil karya jiwa yang merdeka . Tumbuh bersama hati yang luka . Diobati olesan cahaya Ilahi
Subhannalloh . . .
Ya 4JJ1 ,Dengan segala kerendahan hati hamba ini . Ampunkan segala dosa yang menodai jiwa ku . Tutuplah cacat cela ku di dunia maupun di akhirat
Tunjukkanlah yang haq itu haq adanya . Serta berikanlah kekuatan kepada ku untuk memilih yang haq . Tunjukkanlah yang bathil itu bathil adanya
Serta berikanlah kekuatan kepada ku untuk menghancurkan yang bathil
Ya 4JJ1 , Tiada hari yang pernah aku dambakan dan aku istimewakan Selain hari di hari pertemuan aku dengan Mu ...
Tangisan ku Keharuan ku
Tangisan di malam itu bukan karena kesedihan . terkenang masa indah dan masa yang tak pernah ingin terlalui lagi . senyuman yang berselingkuh dengan tetesan air mata menambah jiwa ini tenggelam dalam keharuan yang menghangatkan raga, menyejukkan jiwa dan meluruhkan duka . kenangan ini meski ingin terkubur bersama suka dan duka yang lalu . namun tetap terbang menghiasi dinding kamarku . menjadi selimut saat tidurku . dan menjadi teman dalam mimpiku . keraguan tuk melangkah saat tangisan itu tiba ingin terbang bersama cinta yang telah kutitipkan bersama angin oleh tiupan Ilahi dan berharap berlabuh di hati yang akan meracuni hati ku dengan keihklasan dan kesabaran serta ketulusan cinta dan sayang yang bersandar pada Sang Maha Sempurna. Oh... Sang Maha Pendengar ... aku bersimpuh bersama jiwa yang berada dalam genggaman MU ... hadirkan aku bersama nya ...
I Wish You Were Here
O... engkau bagai mawar yang membangunkan jiwa
Melepas harum mewangi di atas taman kehidupan
Bersama kicauan burung yang mensyahdukan hati
O... engkau bagai angin yang menyejukkan hati
Mengelus setiap jiwa bersama cinta yang tulus
Bersama awan putih yang meneduhkan luka
Senyum engkau menyelimuti semua duka
Setiap jiwa kan menatap engkau, tersenyum segaris , dan berkata :
“I Wish You Were Here”
Melepas harum mewangi di atas taman kehidupan
Bersama kicauan burung yang mensyahdukan hati
O... engkau bagai angin yang menyejukkan hati
Mengelus setiap jiwa bersama cinta yang tulus
Bersama awan putih yang meneduhkan luka
Senyum engkau menyelimuti semua duka
Setiap jiwa kan menatap engkau, tersenyum segaris , dan berkata :
“I Wish You Were Here”
Altar Peraduan
Merangkak sepasang tangan berlumur darah kerancuan
Menapaki terjal bukit keagungan penuh rintihan
Sesaat terdiam menatap dari mana berasal
Menerawang jauh ke bawah lembah keangkuhan
Seringkali terdengar suara kelelawar liar di dalam goa
Memekakan pendengaran suci
Kumandang adzan pun berlalu begiu saja
Terlihat kain kesucian telah melambaikan tangan di puncak keagungan
Menebar pesona anugerah akhirat, Terlelap dalam keindahan ajal tiba
Berdiam dalam lamunan sejati, Bersandar pada impian hakiki
Hingga darah kerancuan berubah menjadi darah perjuangan
Kabarkan langkah ini pada penguasa langit malam
Dengan bersimpuh bersama duapertiga jubah hitam
Terdengarkan isi dari relung hati yang terdalam
Ceritakan kisah langkah ini kepada seluruh jiwa di lembah keangkuhan
Yang tersenyum oleh tangisannya dan menangis oleh senyumannya
Saat tak mereka sadari candanya penuh murka ... tawanya penuh duka ...
Datangilah wahai jiwa di kaki bukit peraduan
Di sana ada sebuah altar peraduan
Hingga kau sadari tuk menapaki bukit keagungan ini
Karena di puncak sana tak ada lagi altar peraduan
Menapaki terjal bukit keagungan penuh rintihan
Sesaat terdiam menatap dari mana berasal
Menerawang jauh ke bawah lembah keangkuhan
Seringkali terdengar suara kelelawar liar di dalam goa
Memekakan pendengaran suci
Kumandang adzan pun berlalu begiu saja
Terlihat kain kesucian telah melambaikan tangan di puncak keagungan
Menebar pesona anugerah akhirat, Terlelap dalam keindahan ajal tiba
Berdiam dalam lamunan sejati, Bersandar pada impian hakiki
Hingga darah kerancuan berubah menjadi darah perjuangan
Kabarkan langkah ini pada penguasa langit malam
Dengan bersimpuh bersama duapertiga jubah hitam
Terdengarkan isi dari relung hati yang terdalam
Ceritakan kisah langkah ini kepada seluruh jiwa di lembah keangkuhan
Yang tersenyum oleh tangisannya dan menangis oleh senyumannya
Saat tak mereka sadari candanya penuh murka ... tawanya penuh duka ...
Datangilah wahai jiwa di kaki bukit peraduan
Di sana ada sebuah altar peraduan
Hingga kau sadari tuk menapaki bukit keagungan ini
Karena di puncak sana tak ada lagi altar peraduan
10 February 2006
nice to know you
Perjalanan ini terlalu cepat
Cerita ini tak mudah berlalu
Ketika takdir bukan lagi kenangan
Namun badai kedamaian yang berkobar
This is my world ? or This is my future ?
Langkah ini tak melebihi mimpiku Namun aku tak sedang bermimpi
Insya 4JJ1 ini anugerah bukan kutukan
Just wanna say : “Nice To Know U”
Cerita ini tak mudah berlalu
Ketika takdir bukan lagi kenangan
Namun badai kedamaian yang berkobar
This is my world ? or This is my future ?
Langkah ini tak melebihi mimpiku Namun aku tak sedang bermimpi
Insya 4JJ1 ini anugerah bukan kutukan
Just wanna say : “Nice To Know U”
Kicauan Sejuta Impian
Wahai burung yang berkicau kembali
Kicauan mu kembali menyejukan alam ini
Terbanglah bebas jauh dari sangkar keraguan
Tatap esok dengan kepakan sayap Ilahi
Indahnya aku melihat kau terbang
Bersama sejuta harapan dan impian di genggaman
Kicauan mu kembali menyejukan alam ini
Terbanglah bebas jauh dari sangkar keraguan
Tatap esok dengan kepakan sayap Ilahi
Indahnya aku melihat kau terbang
Bersama sejuta harapan dan impian di genggaman
Benci
Buang cinta busukmu
yang tenggelam di rawa-rawa tabir kehidupan
Bersama tangan yang terjulur hampa
tanpa cahaya penuntun di kegelapan
yang tenggelam di rawa-rawa tabir kehidupan
Bersama tangan yang terjulur hampa
tanpa cahaya penuntun di kegelapan
Menara Pantai
Saat membangun menara laut
menghantarkan pasir ke tepi pantai
Saat menara itu dihancurkan
laut pun turut tertawa riang
laut memang akan senantiasa bersama
manusia tanpa dosa
menghantarkan pasir ke tepi pantai
Saat menara itu dihancurkan
laut pun turut tertawa riang
laut memang akan senantiasa bersama
manusia tanpa dosa
Aku
Siapakah aku yang selalu berdiri tegak ?
Siapakah aku yang selalu berbicara lantang ?
Siapakah aku yang selalu menatap tajam ?
Siapakah aku yang selalu melangkah pasti ?
Akankah aku menjadi aku Atau hanya sebagai lukisan aku
Tak pernah melewati harus bagaimana aku Atau tak pernah tahu harus bagaimana aku
Ini bukan taman yang aku hijaukan
Ini bukan langit yang aku birukan
Ini bukan laut yang aku deburkan
Kesempurnaan dari Maha Sempurna tak pernah aku tahu
Kesombongan dari Maha Sombong tak pernah aku tahu
Namun aku selalu melangkah di taman yang hijau
Namun aku selalu menengadah di langit yang biru
Namun aku selalu mengarungi di laut yang berdebur
Memang aku tak tahu malu
Siapakah aku yang selalu berbicara lantang ?
Siapakah aku yang selalu menatap tajam ?
Siapakah aku yang selalu melangkah pasti ?
Akankah aku menjadi aku Atau hanya sebagai lukisan aku
Tak pernah melewati harus bagaimana aku Atau tak pernah tahu harus bagaimana aku
Ini bukan taman yang aku hijaukan
Ini bukan langit yang aku birukan
Ini bukan laut yang aku deburkan
Kesempurnaan dari Maha Sempurna tak pernah aku tahu
Kesombongan dari Maha Sombong tak pernah aku tahu
Namun aku selalu melangkah di taman yang hijau
Namun aku selalu menengadah di langit yang biru
Namun aku selalu mengarungi di laut yang berdebur
Memang aku tak tahu malu
07 February 2006
persembahan untuk mu
sungguh di dasar relung jiwaku.bergema nyanyian tapa kata.sebuah lagu yang bernafas di dalam hatiku.menjadi benih wangi ketulusan.merekah bak bunga penuh warna dan aromaaku ingin mencintai mu secara sederhana.seperti persembahan bunga ini untuk mu.agar berbahagia dan tak lagi menangis.karena kita diikat bersama dalam cinta.hanya dengan cinta yang indah dan tulus.kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan,pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan
meski tungganganku adalah kedua kaki ku.dan kulit adalah pakaian ku.namun hasrat hatiku terus mendekat.tanpa ruang dan waktu
lihatlah hujan dan ladang sedang bercumbu.bercumbu saling mengisi dan memenuhi.di antara mereka aku pembawa amanat setia.yang satu kulepas dari dahaga.yang lain ku obati dari luka.
karena ku berharap cinta sejati.dari Pemilik Cinta, bersamamu
antara kenikmatan yang nyata dan semu
::ganti:istri=suami;wanita=pria;cantik=ganteng::
manusia yang tidak cerdas beranggapan, jika ia tidak memiliki istri yang cantik dan dicintai, dunia serasa hampa baginya. ketika ditawarkan kepadanya wanita-wanita yang cantik, maka muncullah khayalannya terhadap kelezatan-kelezatan dunia. akan tetapi, saat ia tidak mendapatkan apa yang diinginkannya, ia yakin telah diharamkan baginya semua kelezatan dunia itu. perkara seperti sangatlah semu, perlu diketahui bahwa apa yang dimiliki oleh seseorang sangatlah menjemukan baginya. ketika seseorang telah bisa mengukur apa yang diinginkan, akan bosanlah ia lalu condong kepada yang lain. hal itu disebabkan ia telah mengetahui berbagai kekurangan yang ada dalam diri saat bergaul dengannya. orang bijak berkata, "Cinta telah menutup segala aib orang yang dicintai". sebab lainnya adalah kadar cinta yang semakin menurun, karena setiap orang akan senantiasa mencari hal-hal yang tidak sanggup untuk dicapai. kita mungkin saja dapat menjaga keutuhan cinta, namun hal itu justru mengurangi makna cinta yang sebenarnya. cinta akan berkembang jika seseorang yang dicintai tidak melakukan hal-hal yang tidak disukai oleh orang-orang yang mencintainya. saat itulah keutuhan cinta akan terjaga. akan tetapi, tatkala cinta kelihatan bersih, patut diketahui bahwa ia tidak mungkin terhindarkan berbagai noda. ia pun harus menjaga agar rasa cinta terhadap kekasihnya tidak berlebihan. mungkin saja seseorang menunjukkan rasa cinta, namun ternyata cintanya tidak sepenuh hati kepada yang dicintai hingga malah menimbulkan rasa bosan dan bahkan amarah. jika ia khawatir dikhianati oleh orang yang dicintai, ia akan senantiasa curiga dan akhirnya kelelahan dengan rasa curigana sendiri. yang terbaik adalah cintailah sesuatu sewajarnya. pilihlah apapun yang kamu sukai, namun janganlah terlena dengan cinta itu. seseorang yang jatuh dalam jerat cinta akan selalu berada dalam azab dan penderitaan. orang yang tak merasakan bagaimana menderitanya terperosok dalam cinta, akan menyangka bahwa begitu senangnya manusia yang dikelilingi oleh wanita-wanita cantik.
seperti dalam syair :
Tak ada dimuka bumi yang lebih menderita dari pemabuk cinta
manakala hasratnya telah tercapai hanya pahit yang dirasakan
kau lihat hari-harinya adalah tangis dan air mata
khawatir akan perpisahan dan larut dalam cinta
kala jauh menangis karena dilanda kerinduan
saat dekat pun menangis khawatir akan perpisahan
matanya selalu penuh air mata kala bersamaan
dan mengalir dengan derasnya kala berpisah
manusia yang tidak cerdas beranggapan, jika ia tidak memiliki istri yang cantik dan dicintai, dunia serasa hampa baginya. ketika ditawarkan kepadanya wanita-wanita yang cantik, maka muncullah khayalannya terhadap kelezatan-kelezatan dunia. akan tetapi, saat ia tidak mendapatkan apa yang diinginkannya, ia yakin telah diharamkan baginya semua kelezatan dunia itu. perkara seperti sangatlah semu, perlu diketahui bahwa apa yang dimiliki oleh seseorang sangatlah menjemukan baginya. ketika seseorang telah bisa mengukur apa yang diinginkan, akan bosanlah ia lalu condong kepada yang lain. hal itu disebabkan ia telah mengetahui berbagai kekurangan yang ada dalam diri saat bergaul dengannya. orang bijak berkata, "Cinta telah menutup segala aib orang yang dicintai". sebab lainnya adalah kadar cinta yang semakin menurun, karena setiap orang akan senantiasa mencari hal-hal yang tidak sanggup untuk dicapai. kita mungkin saja dapat menjaga keutuhan cinta, namun hal itu justru mengurangi makna cinta yang sebenarnya. cinta akan berkembang jika seseorang yang dicintai tidak melakukan hal-hal yang tidak disukai oleh orang-orang yang mencintainya. saat itulah keutuhan cinta akan terjaga. akan tetapi, tatkala cinta kelihatan bersih, patut diketahui bahwa ia tidak mungkin terhindarkan berbagai noda. ia pun harus menjaga agar rasa cinta terhadap kekasihnya tidak berlebihan. mungkin saja seseorang menunjukkan rasa cinta, namun ternyata cintanya tidak sepenuh hati kepada yang dicintai hingga malah menimbulkan rasa bosan dan bahkan amarah. jika ia khawatir dikhianati oleh orang yang dicintai, ia akan senantiasa curiga dan akhirnya kelelahan dengan rasa curigana sendiri. yang terbaik adalah cintailah sesuatu sewajarnya. pilihlah apapun yang kamu sukai, namun janganlah terlena dengan cinta itu. seseorang yang jatuh dalam jerat cinta akan selalu berada dalam azab dan penderitaan. orang yang tak merasakan bagaimana menderitanya terperosok dalam cinta, akan menyangka bahwa begitu senangnya manusia yang dikelilingi oleh wanita-wanita cantik.
seperti dalam syair :
Tak ada dimuka bumi yang lebih menderita dari pemabuk cinta
manakala hasratnya telah tercapai hanya pahit yang dirasakan
kau lihat hari-harinya adalah tangis dan air mata
khawatir akan perpisahan dan larut dalam cinta
kala jauh menangis karena dilanda kerinduan
saat dekat pun menangis khawatir akan perpisahan
matanya selalu penuh air mata kala bersamaan
dan mengalir dengan derasnya kala berpisah
teruntuk : yang kunanti... yang kucinta [surat]
ardi,ilham dan adik2ku tercinta serta kaka ku yang aku hormati juga kepada orang tuaku dan "ukhti" sebagai istri ku kelak. dengan ijin 4JJ1, aku akan membuat kalian bahagai. tak lama lagi kita akan berkumpul bercanda, bercinta, berfikir, berjuang karena 4JJ1 saja. ingin segera ku lepas kerutinan yang membuatku terhimpit antara dunia dan nafsu. sahabatku seperjuangan, aku akan bersama kalian terus dalam barisan yang kokoh, berjuang tanpa henti, berjuang sampai mati, mewujudkan cita-cita penuh cinta dari PENGUASA JIWA "cita-cita mardhotillah sejati". aku akan berjuang sepenuh hati dengan harta dan jiwaku... wahai ibu.ibu..ibu...bapa maafkan anakmu ini jika selama ini, abang belum bisa bantu ibu dan bapak serta adik-adik abang. tapi abang di sini sedang berusaha menjadi anak sholeh yang senantiasa bisa membuat ibu dan bapak selalu tersenyum dan 4JJ1 ridho terhadap abang...ibu... di sini abang cuma bisa rindu dan berdoa buat ibu dan keluarga, abang ingin segera pulang meski cuma bisa mencium tangan dan pipi ibu serta merangkul bapa... abang berharap bapa juga ga sakit-sakitan lagi..ibu doa'in abang yah...ardi,ilham, abang akan segera penuhi janji-janji abang yang tertunda ... ihsan,hasbi abang tunggu di jakarta ... kita bangun bersama dinasti kehidupan keluarga penuh semangat Ilahi dan berjuang hingga 4JJ1 ridho kepada kita sekeluarga dan mempersatukan kita di bumi dan akhirat kelak serta selalu ditempatkan di tempat yang terbaik menurut NYA.. silmi,nida.. kamu adalah bidadari di keluarga kita,.. senyuman manis kalian senantiasa menjadi cahaya penerang kegelapan keluarga.. keceriaan kalian bisa membuat orang-orang tersenyum dan menangis terharu.. abang ingin kalian menjadi generasi aisyah,fatimah berikutnya dalam keluarga kita.. sehingga kau bisa menempatkan diri untuk berkontribusi dalam perjuangan ... hanip dan kaka ku,.., aku akan senantiasa menanti kalian... tanganku insya 4JJ1 selalu ter-ulur untuk kalian .. perjuangankan hidup kalian karena perjuangan mengharap mardhotillah sejati saja jangan karena kalian mencari dan ingin memiliki serta menikmati keindahan dunia -sungguh tipuan dunia ini-... dan untuk mu "ukhti" cukupkan dirimu dengan dan oleh 4JJ1 saja - tak ada sekutu bag NYA - aku akan menjemputmu tak lama lagi. di mana pun 4JJ1 akan memperkenalkan dan mempertemukan hingga mempersatukan kita, persiapkan dirimu dan segenap jiwa ragamu untuk menemaniku dan memasrahkan dirimu untukku serta senantiasa percaya dengan langkahku untuk bersama-sama berjuang sampai mati memisahkan kita dan surga tempat 4JJ1 mempersatukan kita kembali bersama keluarga besar kita .:: amiin ::.
:: dari abang kalian :: dari adikmu :: dari anakmu :: dari saudara mu :: dari sahabat mu :: dari suami mu -kelak- :: dari hamba dan kekasih Mu... ya 4JJ1 ::
:: dari abang kalian :: dari adikmu :: dari anakmu :: dari saudara mu :: dari sahabat mu :: dari suami mu -kelak- :: dari hamba dan kekasih Mu... ya 4JJ1 ::
Perenungan II
Akankah kita mengerti bahwa hidup tak pernah berakhir ?
Melalui semua masa yang memang bukan lagi rahasia dan ilusi
Namun akankah kita sadar bahwa hidup tak pernah berakhir ?
Melalui semua masa yang memang akan selalu terlewati
Akan kita sadar bahwa hanya ada satu masa yang di lewati
Manakala jiwa terkotori dapat terbasuh hingga putih dan suci
Asalkan tak keluar dari lingkaran takdir yang telah digariskan
Keranda cinta yang berisikan langkah
Entah buat siapa kita berikan
Langkah-langkah yang meninggalkan semua jejak
Entah buat siapa kita tujukan
Jejak hidup yang berisikan cerita
Entah buat siapa kita sajikan
Cerita yang terangkai jejak langkah cinta
Akan di timbang pada suatu masa yang lain
Namun akankah kita menunggu
Cerita kepedihan penyesalan menyelinap di tengah malam
Membangunkan kita agar terjaga dan mawas diri dalam-dalam
Karena jejak langkah cinta yang tak kita berikan atas nama NYA
Akankah kita menyadari semuanya tak berarti
Saat masa lain tiba dan hidup memang tak pernah berakhir
Melalui semua masa yang memang bukan lagi rahasia dan ilusi
Namun akankah kita sadar bahwa hidup tak pernah berakhir ?
Melalui semua masa yang memang akan selalu terlewati
Akan kita sadar bahwa hanya ada satu masa yang di lewati
Manakala jiwa terkotori dapat terbasuh hingga putih dan suci
Asalkan tak keluar dari lingkaran takdir yang telah digariskan
Keranda cinta yang berisikan langkah
Entah buat siapa kita berikan
Langkah-langkah yang meninggalkan semua jejak
Entah buat siapa kita tujukan
Jejak hidup yang berisikan cerita
Entah buat siapa kita sajikan
Cerita yang terangkai jejak langkah cinta
Akan di timbang pada suatu masa yang lain
Namun akankah kita menunggu
Cerita kepedihan penyesalan menyelinap di tengah malam
Membangunkan kita agar terjaga dan mawas diri dalam-dalam
Karena jejak langkah cinta yang tak kita berikan atas nama NYA
Akankah kita menyadari semuanya tak berarti
Saat masa lain tiba dan hidup memang tak pernah berakhir
Perenungan I
Perapian yang pernah terpadamkan oleh air masa lalu . Mati menyisakan asap penyesalan yang kian menyesakkan . Terbang menhitamkan langit harapan di perbatasan awan impian . Hingga angsa pun tak dapat terbang bijak dengan sayap hatinya . Bersama angin yang berlari menuju matahari di ufuk kehancuran . Meneteskan rintik hujan keremangan menuju daratan kehampaan
Hitam dan sehitam-hitamnya masa lalu . Tak dapat terpisahkan dari putih dan seputih-putihnya masa lalu . Seperti kebaikan dan kejahatan atau keadilan dan kedzoliman . Keduanya mempunyai tempat di hadapan singgasana Ilahi . Sebagaimana benang tenun hitam kelam dan putih suci . Bersama menyulam selembar kain kehidupan yang indah
Hitam dan sehitam-hitamnya masa lalu . Tak dapat terpisahkan dari putih dan seputih-putihnya masa lalu . Seperti kebaikan dan kejahatan atau keadilan dan kedzoliman . Keduanya mempunyai tempat di hadapan singgasana Ilahi . Sebagaimana benang tenun hitam kelam dan putih suci . Bersama menyulam selembar kain kehidupan yang indah
Keseimbangan
Datanglah ke penjamuan itu
Di sana aku berada dan berdiri
Menjamu dua sosok terkasih
Perasaan hati dan Dorongan nafsu
Datanglah ke penjamuan itu
Di sana aku berada dan berdiri
Menutur kata-kata dengan hasrat
Meraih puncak kebenaran sejati
Antara suka dan benci
Di sana aku berada dan berdiri
Menjamu dua sosok terkasih
Perasaan hati dan Dorongan nafsu
Datanglah ke penjamuan itu
Di sana aku berada dan berdiri
Menutur kata-kata dengan hasrat
Meraih puncak kebenaran sejati
Antara suka dan benci
Kenangan Musnah
Biarkan raga ini terkenang
Bercerita tentang duka
Berselingkan semua tawa
Hamburan derita tak pernah terasa lagi
Tebaran canda tak pernah terngiang kembali
Saat mistikus kehidupan menghantui
Menggerogoti kisah yang terkenang
Tenggelam bersama cahaya lamunan
Bercerita tentang duka
Berselingkan semua tawa
Hamburan derita tak pernah terasa lagi
Tebaran canda tak pernah terngiang kembali
Saat mistikus kehidupan menghantui
Menggerogoti kisah yang terkenang
Tenggelam bersama cahaya lamunan
Pencarian Diri
Kala debu telah hinggap merusak pandangan jiwa . Tersingkap rasa tuk menutup ketulusan diri di persimpangan samar-samar jalan . Mencari cahaya di kegelapan malam mencari suara di keheningan suasana . Hingga mata terhalang oleh kabut kerisauan dan telinga ini tersumbat oleh tanah keraguan
Namun tak perlu menyesal karena dan kecewa karena tuli . Saat pagi tiba fajar pemahaman telah merekah di atas akar rahasia peristiwa . Dan akan mensyukuri segala gelap gulita seperti mensyukuri terang cahaya
Namun tak perlu menyesal karena dan kecewa karena tuli . Saat pagi tiba fajar pemahaman telah merekah di atas akar rahasia peristiwa . Dan akan mensyukuri segala gelap gulita seperti mensyukuri terang cahaya
Perisai Takdir
Perisai itu telah menjadi talang takdirku . Menuia segala langkah yang ingin aku tuju . Pencarian sebuah mutiara di sebuah telaga impian . Merasuk ke dalam tubuh keraguan . Hamparan rasa kerancuan di langit kepastian . Menabur harap yang mendalam di tanah kesempurnaan . Sebagai isi cerita kehidupan yang pernah terlewati
Aku bukan naif
Hanya sekedar memberi arti bagi sebuah melati . Tuk berdiri tegak di atas tangkai keagungan bukan keraguan . Hingga derai air matanya bukan kesedihan
Hingga tawa dan candanya bukan kepalsuan . Yang ada hanya keyakinan tuk melangkah
Aku bukan naif
Hanya sekedar memberi arti bagi sebuah melati . Tuk berdiri tegak di atas tangkai keagungan bukan keraguan . Hingga derai air matanya bukan kesedihan
Hingga tawa dan candanya bukan kepalsuan . Yang ada hanya keyakinan tuk melangkah
tapi apa yang aku pernah berikan selain beban ?
sebenarnya aku tak ingin melibatkanmu, aku ingin berlari dan berjalan beriringan bersama teman-temanku saja, aku berdiskusi bersama, berbicara tentang kehidupan dan masa depan. memang sungguh aku tak ingin melibatkanmu dalam setiap liku ku . aku sebenarnya hanya ingin berbagi senyuman saja . aku tak ingin mengalirkan tangisanku pada mu . tak ingin pula menyandarkan kepala ini di buaian kehangatan kata-kata mu . tapi tak layak aku berbicara pada orang yang tak kumiliki . beban telah kuberikan dan kehangatan yang ku terima . tapi apa yang aku pernah berikan selain beban ? . sungguh malu nya aku .
01 February 2006
berat
kasih sayang telah berlari
menjauhi diriku
aku ingin lari
duduk sendiri
.. ya .. aku ingin sendiri
menjauhi diriku
aku ingin lari
duduk sendiri
.. ya .. aku ingin sendiri
Puisi Kematian
Kulihat kematian
dikolong jembatan
kulihat kematian
di hotel berbintang
kulihat kematian
di istana raja raja
kulihat kematian disebuah persembunyian
yang berdindingkan baja - baja
Kulihat kematian terkapar ditengah jalan
di medan juang
di tengah lautan nan dalam
dihamparan permadani
di atas tumpukan jerami
Kulihat kematian
bersama si tua yang penuh asa
bersama si kecil yang tak berdosa
bersama belia yang bergelimang dengan noda
bersama sikaya yang angkuh dan durhaka
dikolong jembatan
kulihat kematian
di hotel berbintang
kulihat kematian
di istana raja raja
kulihat kematian disebuah persembunyian
yang berdindingkan baja - baja
Kulihat kematian terkapar ditengah jalan
di medan juang
di tengah lautan nan dalam
dihamparan permadani
di atas tumpukan jerami
Kulihat kematian
bersama si tua yang penuh asa
bersama si kecil yang tak berdosa
bersama belia yang bergelimang dengan noda
bersama sikaya yang angkuh dan durhaka
Subscribe to:
Posts (Atom)






