Social Icons

Pages

07 March 2006

Agungnya Cinta

Aku melihat orang meraung-raung dan meratapi
Karena mereka telah melihat jiwa-jiwa yang terbunuh
Dan jiwa yang terbunuh itu adalah jiwa mereka sendiri

Lupa oleh cahaya pengampunan
Tenggelam dalam lautan duri dunia

O.. Jiwa kenapa hendak engkau bunuh diri
Apakah jiwa mu telah lama bosan mencari cinta
Cinta yang menggetarkan dirimu dan menyejukkan jiwa mu
Atau kah kau memang tak mengenal cinta

Mungkin saja kau hanya tersesat arah
Saat jiwa mu lemah dan terkikis oleh amarah

O.. Jiwa kabarkan pada peri Cinta
Agar menaburkan air kehidupan baru
Sekedar membasahi kekeringan rongga harapan
Hingga kau bisa berkata : “Betapa Agungnya Cinta”

Hold on my Hand

Hold on my hand
I’ll invite u to sail through ocean
Go in the direction of eternal gate

Hold on my hand
With ur soul n heart
Which anchor in my soul

Orang Bijak

Mencintai dan Mengagungkan 4JJ1
Memupuk Iman dengan Ilmu
Ilmu adalah kebenaran sejati dan mahkota setiap diri
Ilmu adalah harta yang tak pernah bisa terampas
Kan selalu siap menerangi dari kegelapan Ilahiah

Namun jika ilmu tidak mengajari nilai segala sesuatu
Dan tidak membebaskan dari belenggu materi
Maka tidak pernah mendekati Singgasana Kebenaran Sejati

Tiada lebih mulia dan indah
Kala ilmu menjadi amal
Amal karena iman
Iman karena cinta dan keagungan Nya

I Finally Found Someone

Through every conflicts
I never doubt with my steps
Even i enjoy it destination journey
Coz rainbow have been coloring my soul

Thanks on a gift from You, 4JJ1

Beautiful and always beautiful
Smile and always smile
Everyday...

I finally found someone
Not in my dream or my mind
But in reality

Jejak Langkah

Kemanakah jejak langkah ini kan pergi
Menyusuri lorong kehampaan
atau terbang melewati istana langit

Perjalanan takdir yang terlewati
Menepiskan arti hidup tak berarti
Meleburkan segala keraguan diri
Hingga kaki ini tak mampu berdiri

Tertambat rantai Keagungan
Terpatri timah Keindahan
Dalam diri berteduhkan cinta Nya

Buka Kunci Gerbang Akalmu

Kibarkan bendera keagungan dalam benak mu
Cahaya apa yang kan kau serap dalam hati mu
Menunggu jawab dari sebuah tanya
Atau mempertahankan jangkar yang karam dalam akal mu
Sehingga kau menelan ludah sendiri
Kala pemahaman belum berbunga dalam jiwa mu

Andai gunung itu tak menjulang tinggi di hadapan mu
Apakah yang hendak kau daki
Andai laut itu tak luas dan dalam di hadapan mu
Apakah yang hendak kau arungi dan selami

Ini kah perjalanan manusia dalam pembelajaran akal dan hati
Hingga dapat mengendalikan nafsu
Bila mana kau tak membuka kunci akal dan hati mu pada setiap kalam Nya
Apakah akal dan pengetahuan mu sudah tertutup oleh secercah cahaya hati lainnya
Inilah hidup yang bukan pilihan namun memutuskan

Menunggu Kekasih

Kapan kau akan datang, wahai Kekasih ?
Aku di sini, menunggu mencari jawaban dari Mu
Meminta petunjuk harus kemana aku melangkah

Sekarang, aku berada di persimpangan
Mencari lurusnya jalan Mu dalam kelikuan langkah ku
Mengukir guratan di atas batu takdir Mu
Melalui pena akal dan keyakinan ku

Ingin ku taburi benih-benih tauhid dalam jiwa ku yang hampa
Sendiri meresapi arti hidup dalam keheningan masa depan
Hingga terlepas jeratan keangkuhan dan risau jiwaku

Kapan kau akan datang, wahai Kekasih ?
Melagukan bait-bait keindahan dan ketegaran
Mewarnai putih hitam kanvas kehidupan

Hingga jejak langkah ini berbekas ke dalam relung jiwaku
Hingga jejak langkah ini tegak menelusuri jalan di persimpangan hidup ku

Senyumku Jantungku

Andai aku bisa bersembunyi
Ingin sekedar berfikir mencari makna hidup
Bukan tuk mengumpulkan angan-angan
Karena hal itu aku ingin bersembunyi
Untuk sekedar berfikir mencari makna hidup

Tapi tak dapat semua bintang dapat bersinar
Energinya makin lama makin muram
Rasanya tak sanggup lagi berkerlip
Cintanya tak mampu lagi menerangi
Akan kupacu jantungku tuk terus berdetak
Bahkan tak kuijinkan jantungku lemas tak berdaya
Impian ini pun terus mengalir bersama darahku
Raga ini pun terus melangkah dengan senyuman

Keharuan

Mungkin keharuan bukan berasal kemewahan dan keindahan
Tapi berasal dari kesedihan dan kepahitan

Mungkin kesedihan bukan berasal dari kebencian dan kehancuran
Tapi berasal dari kasih sayang dan cinta

Mungkin kesedihan yang tenggelam hingga karam di palung hati
Dapat di angkat ke permukaan harapan yang lebih indah
Namun tetap saja meninggalkan luka lama yang berkarat

Mungkin luka lama bisa terbilas bersih meski masih meninggalkan cacat
Saat bisa mencurahkan segala yang terjadi pada ikan-ikan di lautan Namun tak semuanya dapat mencurahkan segala luka
Hingga tersadari bahwa hidup akan terus bergulir penuh keharuan

06 March 2006

Wahai Adik Kecilku !!!

Wahai adik kecilku !!!
Tumbuh dan berkembanglah engkau
Seperti elang yang tak pernah berhenti
Mengepakkan sayapnya tuk menggapai impian

Wahai adik kecilku !!!
Kabarkan pada seluruh isi bumi
Bahwa engkau kan membanggakan ayah dan ibumu
Melalui derap langkah mu yang tegak memandang masa depan

Wahai adik kecilku !!!
Berdo’alah selalu pada Pemilik Jiwa Sejati
Agar selalu menuntun mu dalam kegelapan
Layaknya kunang-kunang yang menerangi malam
Ataupun bintang-bintang yang menghiasi langit kelam
Bahkan bulan yang menjadi teman dalam keheningan

Wahai adik kecilku !!!
Janganlah engkau seperti tumpukkan buih di lautan
Meski menumpuk bak singgasana kerajaan
Namun hancur kala menghantam karang

Wahai adik kecilku !!!
Awali kisah hidupmu dengan senyuman kerinduan dan kasih sayang
Seperti senyuman yang ayah dan ibu mu berikan saat kau lahir
Senyuman kerinduan dan kasih sayang penuh pengorbanan

Peristirahatan Pertama Dalam Ruang Penuh Cinta

Peristirahatan pertama dalam ruang penuh cinta
Ditaburi aroma kembang mewangi dua kekasih
Saat segala tindak yang telah teranugerahi
Oleh cahaya mata kerinduan dan kasih sayang

Peristirahatan pertama dalam ruang penuh cinta
Saat dua jiwa telah dipersatukan tarikan jiwa dan takdir
Adalah langkah awal penuh tabu, ragu , haru, dan rindu
Menyimpan segala senyum keingintahuan

Peristirahatan pertama dalam ruang penuh cinta
Adalah kanvas putih yang kan dilukiskan sebuah kisah
Tentang kesedihan dan kebahagian penuh tanya dan harap
Terbang menuju istana keabadian yang penuh cinta atau nista

Malam tadi hujan turun

Malam tadi hujan turun
Membasahi kesedihan yang menodai batin
Memekarkan senyum dan tawa manusia

Malam tadi hujan turun
Senandung persaudaraan didendangkan
Menghangatkan raga yang kian mengantuk

Malam tadi hujan turun
Penuh canda dan kebahagian yang membahana
Ternaungi suasana lunturnya keremangan

Pencari Cinta Sejati

Wahai Pencari Cinta Sejati !!!
Tidak kah kau melihat cinta dan benci bermain-main dengan hati mu
Cinta menyembunyikan kesalahan dan menjadi anggur pujian dan rayuan
Yang memabukkan setiap jiwa hingga melupakan kepatuhan pada Nya
Sementara kebencian menghasut dan menutup telinga dan membutakan mata dari kebenaran sejati
Apa arti semua ini ?
Manakala kalian menenangkan hati seorang wanita atau pun pria dengan pembicaraan yang manis
Tapi perasaan kalian sebenarnya telah lama tertidur dan ketuhanan kalian telah pergi meninggalkan raga

Wahai Pencari Cinta Sejati !!!
Kemanakah kalian akan berlari
Menyusuri sungai keangkuhan sampai muara yang kalian anggap cinta sejati
Takdir apa kah yang membutakan langkah Ilahi dalam kesatuan Kesempurnaan Hakiki ?
Ini derita yang pernah aku pikul, ini cerita yang pernah aku tuliskan
Hingga telah menjadi akar dalam jantung ku hingga telah menjadi pemanis kehidupan ku

Aku cabut seluruh akar yang menyesakkan rongga dada ku
Meski perih selalu mengiris setiap hitam langkah ku
Meski sedih selalu mengaliri setiap tatap mata ku

Hingga ku berlindung di balik Jubah Kesucian dan Keadilan
Hingga ku pasrahkan diri di pangkuan Maha Pemilik Jiwa
Hingga ku terlelap dalam buaian Pemilik Cinta Sejati
Hingga ku tak merugi tak mendapatkan cinta yang lain
Meski ku selalu berharap ada cinta lain yang ku miliki
Yang bersama-sama mencintai Pemilik Cinta Sejati

Bodoh

Ku berlari
Ku mendaki
Ku mencari
Ku pergi

Tanpa hati
Bersama jiwa yang mati

Langkah Tanpa Jiwa

Aku lelah dalam pengembaraan pikiran ku
Lemas tak berdaya mengikuti alunan musik jiwa
Daun-daun semangat ku mulai berguguran
Menatap setiap gundah resah diri ini

Aku lelah dalam pencarian jiwa yang telam lama pergi
Terbang melayang tanpa daya bersama hembusan angin
Melewati setiap liku tersembunyi di balik rahasia Ilahi
Tersayat duri-duri yang kan merobek setiap langkah

Aku cemas dalam pelayaran nafsu ku
Tertampar deburan ombak penuh hasrat membunuh
Di basahi air keraguan di terpa badai kehancuran
Kemudi pun berputar mengikuti kehendak alam

Jati Diri

keinginan berdiri cepat
Seperti anak kijang yang berlari kencang
Melewati sabana menatap setiap bahaya

Menjadi seperti ilalang
Mengikuti setiap hembusan angin

Seperti pohon tanpa akar
Seperti bangunan tanpa pondasi
Seperti manusia tanpa jati diri

Terombang-ambing bagai singgasana buih
Seperti matahari dan bulan yang muncul dan tenggelam
Seperti memiliki hati seekor pedati
Tanpa cinta dan jiwa sejati

03 March 2006

Ibu... Aku Merindukan mu

Merentangkan hati kerinduan
Teringat usapan dan belaian
Melelehkan setiap ketakutan

Tersandar kala kantuk dalam pangkuan
Kehangatan dan ketulusan yang di berikan
Menjaga setiap jejak langkah dengan setiap getar jiwa
Berakhir keihlasan dan kesabaran seorang sosok

Ibu... di malam ini aku kan berdo’a untuk mu
Melalui kerinduan dan kasih sayang yang tak terbayar
Agar ibu selalu di beri tempat terbaik di sisi Nya
Ibu... do’a mu yang selalu menguatkan tekad ku
Selalu dinantikan oleh seorang anak mu ini...
Ibu... aku merindukan mu

Waktu diam ku

Terasa panas di kedinginan malam ku
Desah nafas-nafas mulut ku
Mengalir cepat layaknya aliran darah nadi ku
Meski diam tak membekukan pikiran ku
Percikan cinta tetap menaburi hati ku
Hingga aku tak ingin berhenti saat waktu diam ku

Menunggu Esok

Tanah yang ku injak ini adalah tanah buaian
Selalu mendendangkan syair-syair surgawi
Bersenandung menghibur diri yang terhimpit
Alam yang selalu mengguncang bumi
Pembawa gairah kehidupan
Pembangkit keterpurukan dalam jurang kenistaan

Dua puluh menit aku luangkan waktu
Untuk menunggu esok mencari kepingan-kepingan cahaya
Yang dapat menerangi kegelapan jiwa dalam lubang penantian

Menginjakan kaki di tanah buaian
Seperti pasukan semut yang berduyun membangun istana
Mencairkan segala kebekuan akal yang mencari hikmah abadi
Meneteskan setiap embun keyakinan pada keringnya daun hati

Oh waktu ... kenapa kau cepat berlalu
Hingga esok pun selalu ingin cepat tiba
Menitipkan pesan ilahi yang terbiaskan kata
Kata yang selalu terdiam dan terpana
Hingga deburan air di luasnya samudera menghantam karang

Aku terdiam terpenjara dalam lamunan kerinduan menunggu esok
Walau waktu tinggal beberapa menit lagi
Takkan kubiarkan waktu ini menjadi hampa tanpa kehadiran Nya
yang selalu menggemgamku dalam buaian Rahman Rahim Nya

Tiang dan Tali

Biarkan tiang itu berdiri tegak
Menjadi penopang setiap gerak
Penopang setiap akal dan qolbu

Biarkan tali tetap terikat kuat
Menjadi pengikat setiap ayat
Pengikat setiap do’a dan nafsu

27 February 2006

Tunggu Kabar Dari ku

Kawanku, lama kita tak bersua
Bercerita tentang kita
Dan kita bercerita tentang hidup
Di lembah ini kita terpuruk
Di puncak ini kita berdiri
Melalui lembaran mega bertalian
Kita sandarkan semuanya pada Nya
Pelangi yang telah mewarnai birunya langit
Telah mewarnai sisi kehidupan waktu kita
Akan aku beritakan pada kehidupan lama
Bahwa aku kan merangkul semua cita
Bersama, kita rangkai bebatuan ini menjadi menara
Tunggu kabar dari ku , kawanku

Gabah Kesedihan

Beralasankah bila melati menebar aroma bangkai tubuhku ?
Tersandungkah bila kaki melewati bebatuan terjal nan tajam ?
Tidakkah aku telah berjalan di atas jalan kehidupan
Seperti anak yang tersesat di hutan rimba ?
Dan tidakkah hidupku seperti sebuah gabah yang mengarah ke bebatuan
Hingga tiada burung yang mencari dan membuka jubah gabah ku ?
Semua membuat aku tak mengerti ,
Pencarian sebutir gabah tidak di tumpukkan jerami pesawahan
Namun burung itu mencari di sebuah tumpukkan batu yang tersembunyi
Aku hanya terhanyut dalam kesendirian dan kesedihan yang meriak di lautan
Namun kesedihanku yang berujung deraian air mata tak membuatku terpuruk
Air mata yang aku deraikan lebih suci dari pada tawa seorang yang lupa diri
Dan lebih manis dari pada penghinaan para pencela
Air mata membersihkan hati yang terserang kebencian
Dan mengajarkan aku untuk berbagi penderitaan
Bersama orang-orang yang hancur hatinya
Kesedihan yang aku pikul akan berubah menjadi kegembiraan dengan ijin Nya
Suatu saat nanti kau dan mereka akan memahami bahwa kesedihan dan kemiskinan
Adalah pelajaran tentang Cinta dan Persamaan

Perpisahan

Memang benar kita dapat memendam jutaan tahun perpisahan
Perpisahan tidak lain hanyalah tandus keringnya ingatan
Barangkali kita tidak mengerti arti perpisahan abadi
Manakala kita menyalami dan melambaikan selamat tinggal pada masa lalu
Dan kita akan selalu menatap indah nya masa depan dengan tegak

Puisi Kehidupan

Di remang senja ingatan abadi, kita akan berjumpa lagi
Bertukar kata dengan puisi yang lebih berisi
Dan apabila kita sempat bersentuhan di alam mimpi
Mari tegakkan menara langit menjulang tinggi

Dan akan kita susun puisi itu menjadi suatu cerita kehidupan
Ditaburi kesejukan taman di surga meski kita harus sadar
Kegerahan panas jiwa pengisi neraka akan menyelami diri kita
Hingga tersungkur ke dalam jurang kehinaan yang paling dalam

Ujung Pengembaraan

Wahai jiwa-jiwa seperjuangan dan seperjalanan
Kita akan selalu menunggu lonceng kebebasan menggema
Namun telahkah kita mengarungi samudera penuh bahaya,
Telahkah kita mendaki gunung-gunung tertinggi dengan tebing dan jurangnya,
Telahkah kita hadapi amukan badai dan taufan hingga usai
Telahkah kita terlilit lapar dan dahaga yang mendera kita
Mungkin seringkali kita meraih hidangan mewah pengantin
Seringkali kita terdampar bukan tanpa busana namun menggunakan jubah raja
Amat jauh jarak yang akan kita tempuh saat menunggu detik kebebasan
Akan kah kita mengikuti perjalanan takdir yang telah digariskan NYA
Atau kita mengikuti perjalanan nafsu amarah yang kita gariskan
Dan hingga menemukan ujung pengembaraan kita
Bersama Cinta Sejati Maha Pemilik Cinta atau bersama para pendusta

22 February 2006

Tegar

Sekian lama sudah tak terdengar lagi bunyian yang menyesakkan nafasku
Namun sesak nafasku telah menjadi daging dalam tubuhku
Sehingga setiap jiwa ingin merobek kulit ku dan memotong daging ku

Namun suara-suara gundah telah tiba dengan bergerilya
Memekakan telinga harapan dan menidurkan tali impian

Namun segelas air panas penghangat jiwa selalu menemani
Meluruhkan setiap noda yang kan hinggap atau mendarah
Ingin ku buang, ingin ku lupakan, namun 4JJ1 berkehendak lain

Terima kasih jiwa penumbuh setiap asa peluruh setiap luka

Cinta Dan Waktu

Aku tak ingin duduk atau berjalan di derasnya sungai angan-angan
Yang bermain dengan arus ketidakpastian

Keabadaian yang sering didendangkan dan bersemayam dalam diri kita telah mengenal waktu
Serta mengetahui bahwa kemarin hanya kenangan dan esok adalah harapan
Apa yang bernyanyi merenung di dalam jiwa adalah penghuni ruang semesta bersama bintang-bintang yang bertaburan di angkasa

Apakah kita tak pernah percaya bahwa cinta kedalamannya tak terduga ?
Siapa pula yang belum mengerti bahwa kasih sayang sejati tanpa batas berlabuh dalam setiap diri
Ia tak pernah bergerak dan berpindah tempat dan tak pernah berbuat manakala diam atau pun berbuat

Seperti halnya cinta, waktu pun tak mengenal batas ukuran , serta tak dapat di bagi
Namun jika harus membagi menjadi musim-musim

Biarlah setiap musim merangkul musim lainnya
Biarlah hari ini merangkul masa lalu sebagai kenangan

Tanah Ladang

Aku tengah menggemburkan tanah ladangku
Setelah kering karena kemarau panjang
Diguncang gempa dan angin badai

Aku tengah mencoba merapikan tanah ladangku
Menyisir puing-puing penderitaan ku ke pesisir
Bercocok tanam kejujuran, keterbukaan dan ketegasan
Berharap buah kesabaran, keihklasan, lapang dada

Mencoba menyirami tanamanku dengan cinta sejati
Yang aku dapatkan dari pancaran sinar Ilahi Robbi

Entah apa yang petani lain lakukan pada tanah ladangku
Mencabut belatung yang membelenggu tanah kehidupan baru ku
Atau menebar puing-puing dan sampah ke tengah tanah ladangku

Aku tak pernah tahu . . . namun aku tetap membisu
Tapi aku kan terus melangkah tuk mencapai panen melimpah
Dan aku akan bagikan hasil panen dan kumpulan isi hati ku

Jujur saja

Jujur saja hati ini menangis
Jujur saja jiwa ini berontak

Namun aku bukan aku yang dulu
Seperti sampah dalam limbah pabrik

Aku meringis terhantui bayangan kelabu
Aku merintih terlukai jiwa yang berlumur dosa

Namun 4JJ1 menguatkan hati dan jiwa ini
Memberikan yang terbaik untuk ku

Jujur saja hati ini menangis kala kau bicara aku di masa lalu
Jujur saja hati ini berontak kala kau bicara aku di masa lalu
Karena aku tak ingin melewati dan mengingatnya

Ini coretan yang tak terhapuskan oleh perubahan musim
Namun aku terima sebagai persembahan terbaik dari 4JJ1

21 February 2006

Teruslah Melangkah Ukhti

Teruslah melangkah ukhti. Kan kita cari bersama Cinta dalam senyum-Nya.
Jangan lagi ragu. Jangan. Karena tak tahan diri ini, tanpa teman dalam perjalanan.

Tetaplah bersamaku mencari: Pemilik Cinta Sejati.

Jika kulelah melangkah. Beri aku semangat. Bila aku kehilangan arah.
Tunjukanlah. Ke mana kita akan terus melangkah.

Penemuan Negeri Cahaya

Dan telah kulayarkan lagi mimpiku dalam gelombang badai mencari negeri
Negeri di mana pohon-pohonya beranting cahaya berbuah cahaya

Telah lama kulayarkan mimpiku dalam gelombang badai mencari negeri
Angin menderu perahu terpelanting berulang kali tenggelam aku berkali-kali

Sampai ku bertemu sebuah negeri Di matamu yang cahaya

Aku tak ingin lagi memasuki negeri tak pasti
Karena sudah di matamu yang cahaya
Hingga menderaikan airmata, menderas, hingga berlinangan cahaya
Cahaya keyakinan pada Ilahi
Cahaya atas nama syahadah

Apa Arti Keterbukaan ?

Ukhti, aku telah mendengar tangisan jiwa mu
Dan aku telah datang untuk mencoba memahami mu
Bukalah hatimu untukku dan aku akan mengisinya dengan cahaya
Begitu pula aku yang hanya membukakan satu ruang untuk kau isi dengan cahaya

Ukhti, meski aku mencoba untuk mengerti
Apa arti pikiran-pikiran ini yang datang seperti kawanan merpati ?
Apa arti kata-kata yang kita ingin susun dengan hasrat dan kita tuliskan untuk menggapai cahaya Ilahi ?
Apa arti semua kejujuran yang ingin aku ungkapkan jika bukan untuk sekedar menghilangkan segala prasangka ?
Milik siapa mata-mata ini yang menatapku dan menusuk relung jiwaku yang paling dalam, namun melupakan suka dan duka citaku ?

Ukhti, aku hanya sekedar manusia yang mengisi kekurangan dan kekelebihan ku sendiri
Aku hanya sekedar manusia yang mengisi kelemahan dan kekuatan ku sendiri
Aku ingin mengisi diriku dengan kemurahan hati dan sangat mengaharapkan ciuman dari bibir kehidupan abadi
Sementara kematian siap menghantam wajahku dengan keterbukaan ku.
Aku pun bukan orang yang ingin membeli satu jam kesenangan dengan satu tahun penyesalan dan menyerahkan diri ku untuk tidur
Sementara mimpi-mimpi masa lalu tetap memanggilku

Ukhti, aku hanya tak ingin memungkiri itu pernah terjadi namun bukan untuk terjadi lagi ...
Takkah kau ijinkan aku mengambil pelajaran dari sebuah kesalahan karena tindakkan ku ?

Cerita Usang

Aku orang yang percaya sekaligus masih juga seorang peragu
Bertapa seringnya jariku menekan lukaku sendiri
Sekedar untuk menghayati keimanan yang kau miliki
Dan memahami ilmu lebih dalam dari yang orang-orang miliki

Dengan keyakinan dan pengetahuanku
Aku ingin mengatakan bahwa manusia itu tidak terkurung dalam raga
Tidak terikat pada rumah tinggal dan ladang rutinitas
Diri manusia yang sejati selalu menjelajahi gunung
Mengembara di atas awan

Namun aku bukan seorang yang menyerah
Hanya sekedar memberi pengertian dan rasa maklum
yang tersungging dari seyuman bibirku

Dengan rasa masa lalu yang melintasi benak ku
Dan tak pernah aku mengundangnya
Mungkin angin keraguan yang mencoba membisikanku

Namun sungguh, tak pernah ku ijinkan tuk hinggap di hatiku
Hanya sebuah cerita usang Jika kau memahami aku
Bagaimana aku harus membahasakan ini dengan bahasa mu ?

Rasa dan CInta

Aku ingin bicara cinta
Cinta yang tumbuh begitu saja

Aku ingin bicara rasa
Rasa yang mekar begitu saja

Katakan semua pada kabut yang menghalangi segala pandangan
Terlepas dari keangkuhan tajamnya nafsu yang menusuk jantung
Terlepas dari keangkuhan pedasnya dogma yang merajam jiwa

Aku tetap tak bisa bicara cinta dan rasa
Sehingga....

Aku merasa menganga jurang kebisuan yang tak terjembatani
Melalui rasa dan cinta yang bertunas di kedalaman lembah hati ku

20 February 2006

Tiba

Penantian menuju serapan alasan jingga
Tak berarti kebebasan di tangan jiwa suci
Berlari menerobos malam tragis
Tak kunjung aku ingin tegak berdiri
Diselimuti hamparan jubah hitam di atas sana

Pengasingan akal yang tertantang
Menggali hasrat dan mimpi tuk berkembang
Beterbangan aroma rasa tercantik dari kembang terpilih

Hingga saat tiba
Aku tetap melangkah mencari arti semua ini

Aku berhenti di Sini

Aku pergi menenangkan jiwa hampaku
Menunggu tanya yang berujung jawab
Diam tak mampu menghentikan harap
Gerak tak mampu menghentikan gundah
Saat semua terhenti aku ingin berteriak
Suka atau duka ... aku pun tak pernah tau
Sampai aku berhenti di sini menunggu esok

Tarian Jiwa

Ceria aku terpampang di wajah lunglai ku
Seindah jari ku menari di atas kanvas
Bergerak gemulai bak balerina anggun
Memberi arti setiap lentik jarinya

Aku Tetap di Sana

Biarkan aku tetap di sana Mencari ‘aku’ dalam diriku
Hingga aku mengerti ‘aku’ dalam diriku Dan berjalan sebagai ‘aku’ sesungguhnya
Sampai aku merasa berada di sini bersama ‘aku’ Meski sekarang aku tetap di sana

14 February 2006

Larik Kehidupan

Peranan diri yang bertepi
Melalui kaca jendela aku melirik
Oh.. betapa diri ku ini begitu berarti
Saat langkah ini menjadi sebuah larik

Larik yang mengajarkan terangnya dunia
Bersama kunang-kunang penuntun kegelapanku

Larik yang meredupkan perih penatku
Bersama bintang-bintang penghias jalanku

Larik yang tergumpal dari ayat-ayat langit nan abadi
Menghujam setiap jiwa tuk menjadikan sebagai larik kehidupan

Dunia Adalah Saksi

Biarkan isi dunia ini menjadi saksi
Bahwa aku pendobrak segala kebuntuan
Mengukir segala perdamaian di setiap jiwa

“Aku haus kebebasan !!!”
Akan ku ucapkan dengan lantang
Melalui setiap goresan abadi
Terangkai ayat-ayat kehidupan

Betapa Aku Ingin

Betapa aku ingin tersenyum . Melihat peti kesedihan . Berhamburan menghampiri ku . Menyelami lautan pikiran ku . Mengikat kekal dalam batinku
Andai duri itu tak pernah tertancap dalam kaki ku . Andai bunga itu tak menjadi bangkai dalam hati ku
Betapa aku ingin bersedih . Melihat peti senyuman . Berhamburan menghampiri ku . Menyelami lautan pikiran ku . Mengikat kekal dalam batinku
Inilah hasil karya jiwa yang merdeka . Tumbuh bersama hati yang luka . Diobati olesan cahaya Ilahi

Subhannalloh . . .
Ya 4JJ1 ,Dengan segala kerendahan hati hamba ini . Ampunkan segala dosa yang menodai jiwa ku . Tutuplah cacat cela ku di dunia maupun di akhirat
Tunjukkanlah yang haq itu haq adanya . Serta berikanlah kekuatan kepada ku untuk memilih yang haq . Tunjukkanlah yang bathil itu bathil adanya
Serta berikanlah kekuatan kepada ku untuk menghancurkan yang bathil

Ya 4JJ1 , Tiada hari yang pernah aku dambakan dan aku istimewakan Selain hari di hari pertemuan aku dengan Mu ...

Tangisan ku Keharuan ku

Tangisan di malam itu bukan karena kesedihan . terkenang masa indah dan masa yang tak pernah ingin terlalui lagi . senyuman yang berselingkuh dengan tetesan air mata menambah jiwa ini tenggelam dalam keharuan yang menghangatkan raga, menyejukkan jiwa dan meluruhkan duka . kenangan ini meski ingin terkubur bersama suka dan duka yang lalu . namun tetap terbang menghiasi dinding kamarku . menjadi selimut saat tidurku . dan menjadi teman dalam mimpiku . keraguan tuk melangkah saat tangisan itu tiba ingin terbang bersama cinta yang telah kutitipkan bersama angin oleh tiupan Ilahi dan berharap berlabuh di hati yang akan meracuni hati ku dengan keihklasan dan kesabaran serta ketulusan cinta dan sayang yang bersandar pada Sang Maha Sempurna. Oh... Sang Maha Pendengar ... aku bersimpuh bersama jiwa yang berada dalam genggaman MU ... hadirkan aku bersama nya ...

I Wish You Were Here

O... engkau bagai mawar yang membangunkan jiwa
Melepas harum mewangi di atas taman kehidupan
Bersama kicauan burung yang mensyahdukan hati

O... engkau bagai angin yang menyejukkan hati
Mengelus setiap jiwa bersama cinta yang tulus
Bersama awan putih yang meneduhkan luka

Senyum engkau menyelimuti semua duka
Setiap jiwa kan menatap engkau, tersenyum segaris , dan berkata :
“I Wish You Were Here”

Altar Peraduan

Merangkak sepasang tangan berlumur darah kerancuan
Menapaki terjal bukit keagungan penuh rintihan
Sesaat terdiam menatap dari mana berasal
Menerawang jauh ke bawah lembah keangkuhan
Seringkali terdengar suara kelelawar liar di dalam goa
Memekakan pendengaran suci
Kumandang adzan pun berlalu begiu saja

Terlihat kain kesucian telah melambaikan tangan di puncak keagungan
Menebar pesona anugerah akhirat, Terlelap dalam keindahan ajal tiba
Berdiam dalam lamunan sejati, Bersandar pada impian hakiki
Hingga darah kerancuan berubah menjadi darah perjuangan

Kabarkan langkah ini pada penguasa langit malam
Dengan bersimpuh bersama duapertiga jubah hitam
Terdengarkan isi dari relung hati yang terdalam

Ceritakan kisah langkah ini kepada seluruh jiwa di lembah keangkuhan
Yang tersenyum oleh tangisannya dan menangis oleh senyumannya
Saat tak mereka sadari candanya penuh murka ... tawanya penuh duka ...

Datangilah wahai jiwa di kaki bukit peraduan
Di sana ada sebuah altar peraduan
Hingga kau sadari tuk menapaki bukit keagungan ini
Karena di puncak sana tak ada lagi altar peraduan

10 February 2006

nice to know you

Perjalanan ini terlalu cepat
Cerita ini tak mudah berlalu
Ketika takdir bukan lagi kenangan
Namun badai kedamaian yang berkobar

This is my world ? or This is my future ?

Langkah ini tak melebihi mimpiku Namun aku tak sedang bermimpi

Insya 4JJ1 ini anugerah bukan kutukan 
Just wanna say : “Nice To Know U”

Kicauan Sejuta Impian

Wahai burung yang berkicau kembali
Kicauan mu kembali menyejukan alam ini
Terbanglah bebas jauh dari sangkar keraguan
Tatap esok dengan kepakan sayap Ilahi
Indahnya aku melihat kau terbang
Bersama sejuta harapan dan impian di genggaman

Benci

Buang cinta busukmu
yang tenggelam di rawa-rawa tabir kehidupan
Bersama tangan yang terjulur hampa
tanpa cahaya penuntun di kegelapan

Menara Pantai

Saat membangun menara laut
menghantarkan pasir ke tepi pantai
Saat menara itu dihancurkan
laut pun turut tertawa riang
laut memang akan senantiasa bersama
manusia tanpa dosa

Aku

Siapakah aku yang selalu berdiri tegak ?
Siapakah aku yang selalu berbicara lantang ?
Siapakah aku yang selalu menatap tajam ?
Siapakah aku yang selalu melangkah pasti ?

Akankah aku menjadi aku Atau hanya sebagai lukisan aku
Tak pernah melewati harus bagaimana aku Atau tak pernah tahu harus bagaimana aku

Ini bukan taman yang aku hijaukan
Ini bukan langit yang aku birukan
Ini bukan laut yang aku deburkan

Kesempurnaan dari Maha Sempurna tak pernah aku tahu
Kesombongan dari Maha Sombong tak pernah aku tahu

Namun aku selalu melangkah di taman yang hijau
Namun aku selalu menengadah di langit yang biru
Namun aku selalu mengarungi di laut yang berdebur

Memang aku tak tahu malu

07 February 2006

persembahan untuk mu

sungguh di dasar relung jiwaku.bergema nyanyian tapa kata.sebuah lagu yang bernafas di dalam hatiku.menjadi benih wangi ketulusan.merekah bak bunga penuh warna dan aroma

aku ingin mencintai mu secara sederhana.seperti persembahan bunga ini untuk mu.agar berbahagia dan tak lagi menangis.karena kita diikat bersama dalam cinta.hanya dengan cinta yang indah dan tulus.kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan,pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan

meski tungganganku adalah kedua kaki ku.dan kulit adalah pakaian ku.namun hasrat hatiku terus mendekat.tanpa ruang dan waktu

lihatlah hujan dan ladang sedang bercumbu.bercumbu saling mengisi dan memenuhi.di antara mereka aku pembawa amanat setia.yang satu kulepas dari dahaga.yang lain ku obati dari luka.

karena ku berharap cinta sejati.dari Pemilik Cinta, bersamamu

antara kenikmatan yang nyata dan semu

::ganti:istri=suami;wanita=pria;cantik=ganteng::
manusia yang tidak cerdas beranggapan, jika ia tidak memiliki istri yang cantik dan dicintai, dunia serasa hampa baginya. ketika ditawarkan kepadanya wanita-wanita yang cantik, maka muncullah khayalannya terhadap kelezatan-kelezatan dunia. akan tetapi, saat ia tidak mendapatkan apa yang diinginkannya, ia yakin telah diharamkan baginya semua kelezatan dunia itu. perkara seperti sangatlah semu, perlu diketahui bahwa apa yang dimiliki oleh seseorang sangatlah menjemukan baginya. ketika seseorang telah bisa mengukur apa yang diinginkan, akan bosanlah ia lalu condong kepada yang lain. hal itu disebabkan ia telah mengetahui berbagai kekurangan yang ada dalam diri saat bergaul dengannya. orang bijak berkata, "Cinta telah menutup segala aib orang yang dicintai". sebab lainnya adalah kadar cinta yang semakin menurun, karena setiap orang akan senantiasa mencari hal-hal yang tidak sanggup untuk dicapai. kita mungkin saja dapat menjaga keutuhan cinta, namun hal itu justru mengurangi makna cinta yang sebenarnya. cinta akan berkembang jika seseorang yang dicintai tidak melakukan hal-hal yang tidak disukai oleh orang-orang yang mencintainya. saat itulah keutuhan cinta akan terjaga. akan tetapi, tatkala cinta kelihatan bersih, patut diketahui bahwa ia tidak mungkin terhindarkan berbagai noda. ia pun harus menjaga agar rasa cinta terhadap kekasihnya tidak berlebihan. mungkin saja seseorang menunjukkan rasa cinta, namun ternyata cintanya tidak sepenuh hati kepada yang dicintai hingga malah menimbulkan rasa bosan dan bahkan amarah. jika ia khawatir dikhianati oleh orang yang dicintai, ia akan senantiasa curiga dan akhirnya kelelahan dengan rasa curigana sendiri. yang terbaik adalah cintailah sesuatu sewajarnya. pilihlah apapun yang kamu sukai, namun janganlah terlena dengan cinta itu. seseorang yang jatuh dalam jerat cinta akan selalu berada dalam azab dan penderitaan. orang yang tak merasakan bagaimana menderitanya terperosok dalam cinta, akan menyangka bahwa begitu senangnya manusia yang dikelilingi oleh wanita-wanita cantik.
seperti dalam syair :
Tak ada dimuka bumi yang lebih menderita dari pemabuk cinta
manakala hasratnya telah tercapai hanya pahit yang dirasakan
kau lihat hari-harinya adalah tangis dan air mata
khawatir akan perpisahan dan larut dalam cinta
kala jauh menangis karena dilanda kerinduan
saat dekat pun menangis khawatir akan perpisahan
matanya selalu penuh air mata kala bersamaan
dan mengalir dengan derasnya kala berpisah

teruntuk : yang kunanti... yang kucinta [surat]

ardi,ilham dan adik2ku tercinta serta kaka ku yang aku hormati juga kepada orang tuaku dan "ukhti" sebagai istri ku kelak. dengan ijin 4JJ1, aku akan membuat kalian bahagai. tak lama lagi kita akan berkumpul bercanda, bercinta, berfikir, berjuang karena 4JJ1 saja. ingin segera ku lepas kerutinan yang membuatku terhimpit antara dunia dan nafsu. sahabatku seperjuangan, aku akan bersama kalian terus dalam barisan yang kokoh, berjuang tanpa henti, berjuang sampai mati, mewujudkan cita-cita penuh cinta dari PENGUASA JIWA "cita-cita mardhotillah sejati". aku akan berjuang sepenuh hati dengan harta dan jiwaku... wahai ibu.ibu..ibu...bapa maafkan anakmu ini jika selama ini, abang belum bisa bantu ibu dan bapak serta adik-adik abang. tapi abang di sini sedang berusaha menjadi anak sholeh yang senantiasa bisa membuat ibu dan bapak selalu tersenyum dan 4JJ1 ridho terhadap abang...ibu... di sini abang cuma bisa rindu dan berdoa buat ibu dan keluarga, abang ingin segera pulang meski cuma bisa mencium tangan dan pipi ibu serta merangkul bapa... abang berharap bapa juga ga sakit-sakitan lagi..ibu doa'in abang yah...ardi,ilham, abang akan segera penuhi janji-janji abang yang tertunda ... ihsan,hasbi abang tunggu di jakarta ... kita bangun bersama dinasti kehidupan keluarga penuh semangat Ilahi dan berjuang hingga 4JJ1 ridho kepada kita sekeluarga dan mempersatukan kita di bumi dan akhirat kelak serta selalu ditempatkan di tempat yang terbaik menurut NYA.. silmi,nida.. kamu adalah bidadari di keluarga kita,.. senyuman manis kalian senantiasa menjadi cahaya penerang kegelapan keluarga.. keceriaan kalian bisa membuat orang-orang tersenyum dan menangis terharu.. abang ingin kalian menjadi generasi aisyah,fatimah berikutnya dalam keluarga kita.. sehingga kau bisa menempatkan diri untuk berkontribusi dalam perjuangan ... hanip dan kaka ku,.., aku akan senantiasa menanti kalian... tanganku insya 4JJ1 selalu ter-ulur untuk kalian .. perjuangankan hidup kalian karena perjuangan mengharap mardhotillah sejati saja jangan karena kalian mencari dan ingin memiliki serta menikmati keindahan dunia -sungguh tipuan dunia ini-... dan untuk mu "ukhti" cukupkan dirimu dengan dan oleh 4JJ1 saja - tak ada sekutu bag NYA - aku akan menjemputmu tak lama lagi. di mana pun 4JJ1 akan memperkenalkan dan mempertemukan hingga mempersatukan kita, persiapkan dirimu dan segenap jiwa ragamu untuk menemaniku dan memasrahkan dirimu untukku serta senantiasa percaya dengan langkahku untuk bersama-sama berjuang sampai mati memisahkan kita dan surga tempat 4JJ1 mempersatukan kita kembali bersama keluarga besar kita .:: amiin ::.
:: dari abang kalian :: dari adikmu :: dari anakmu :: dari saudara mu :: dari sahabat mu :: dari suami mu -kelak- :: dari hamba dan kekasih Mu... ya 4JJ1 ::

Perenungan II

Akankah kita mengerti bahwa hidup tak pernah berakhir ?
Melalui semua masa yang memang bukan lagi rahasia dan ilusi
Namun akankah kita sadar bahwa hidup tak pernah berakhir ?
Melalui semua masa yang memang akan selalu terlewati

Akan kita sadar bahwa hanya ada satu masa yang di lewati
Manakala jiwa terkotori dapat terbasuh hingga putih dan suci
Asalkan tak keluar dari lingkaran takdir yang telah digariskan

Keranda cinta yang berisikan langkah
Entah buat siapa kita berikan
Langkah-langkah yang meninggalkan semua jejak
Entah buat siapa kita tujukan
Jejak hidup yang berisikan cerita
Entah buat siapa kita sajikan

Cerita yang terangkai jejak langkah cinta
Akan di timbang pada suatu masa yang lain

Namun akankah kita menunggu
Cerita kepedihan penyesalan menyelinap di tengah malam
Membangunkan kita agar terjaga dan mawas diri dalam-dalam
Karena jejak langkah cinta yang tak kita berikan atas nama NYA
Akankah kita menyadari semuanya tak berarti
Saat masa lain tiba dan hidup memang tak pernah berakhir

Perenungan I

Perapian yang pernah terpadamkan oleh air masa lalu . Mati menyisakan asap penyesalan yang kian menyesakkan . Terbang menhitamkan langit harapan di perbatasan awan impian . Hingga angsa pun tak dapat terbang bijak dengan sayap hatinya . Bersama angin yang berlari menuju matahari di ufuk kehancuran . Meneteskan rintik hujan keremangan menuju daratan kehampaan

Hitam dan sehitam-hitamnya masa lalu . Tak dapat terpisahkan dari putih dan seputih-putihnya masa lalu . Seperti kebaikan dan kejahatan atau keadilan dan kedzoliman . Keduanya mempunyai tempat di hadapan singgasana Ilahi . Sebagaimana benang tenun hitam kelam dan putih suci . Bersama menyulam selembar kain kehidupan yang indah

Keseimbangan

Datanglah ke penjamuan itu
Di sana aku berada dan berdiri
Menjamu dua sosok terkasih
Perasaan hati dan Dorongan nafsu

Datanglah ke penjamuan itu
Di sana aku berada dan berdiri
Menutur kata-kata dengan hasrat
Meraih puncak kebenaran sejati
Antara suka dan benci

Kenangan Musnah

Biarkan raga ini terkenang
Bercerita tentang duka
Berselingkan semua tawa

Hamburan derita tak pernah terasa lagi
Tebaran canda tak pernah terngiang kembali

Saat mistikus kehidupan menghantui
Menggerogoti kisah yang terkenang
Tenggelam bersama cahaya lamunan

Pencarian Diri

Kala debu telah hinggap merusak pandangan jiwa . Tersingkap rasa tuk menutup ketulusan diri di persimpangan samar-samar jalan . Mencari cahaya di kegelapan malam mencari suara di keheningan suasana . Hingga mata terhalang oleh kabut kerisauan dan telinga ini tersumbat oleh tanah keraguan

Namun tak perlu menyesal karena dan kecewa karena tuli . Saat pagi tiba fajar pemahaman telah merekah di atas akar rahasia peristiwa . Dan akan mensyukuri segala gelap gulita seperti mensyukuri terang cahaya

Perisai Takdir

Perisai itu telah menjadi talang takdirku . Menuia segala langkah yang ingin aku tuju . Pencarian sebuah mutiara di sebuah telaga impian . Merasuk ke dalam tubuh keraguan . Hamparan rasa kerancuan di langit kepastian . Menabur harap yang mendalam di tanah kesempurnaan . Sebagai isi cerita kehidupan yang pernah terlewati

Aku bukan naif

Hanya sekedar memberi arti bagi sebuah melati . Tuk berdiri tegak di atas tangkai keagungan bukan keraguan . Hingga derai air matanya bukan kesedihan
Hingga tawa dan candanya bukan kepalsuan . Yang ada hanya keyakinan tuk melangkah

tapi apa yang aku pernah berikan selain beban ?

sebenarnya aku tak ingin melibatkanmu, aku ingin berlari dan berjalan beriringan bersama teman-temanku saja, aku berdiskusi bersama, berbicara tentang kehidupan dan masa depan. memang sungguh aku tak ingin melibatkanmu dalam setiap liku ku . aku sebenarnya hanya ingin berbagi senyuman saja . aku tak ingin mengalirkan tangisanku pada mu . tak ingin pula menyandarkan kepala ini di buaian kehangatan kata-kata mu . tapi tak layak aku berbicara pada orang yang tak kumiliki . beban telah kuberikan dan kehangatan yang ku terima . tapi apa yang aku pernah berikan selain beban ? . sungguh malu nya aku .

01 February 2006

berat

kasih sayang telah berlari
menjauhi diriku
aku ingin lari
duduk sendiri
.. ya .. aku ingin sendiri

Puisi Kematian

Kulihat kematian
dikolong jembatan
kulihat kematian
di hotel berbintang
kulihat kematian
di istana raja raja
kulihat kematian disebuah persembunyian
yang berdindingkan baja - baja

Kulihat kematian terkapar ditengah jalan
di medan juang
di tengah lautan nan dalam
dihamparan permadani
di atas tumpukan jerami


Kulihat kematian
bersama si tua yang penuh asa
bersama si kecil yang tak berdosa
bersama belia yang bergelimang dengan noda
bersama sikaya yang angkuh dan durhaka

30 January 2006

Pelukis Cinta Abadi

Wahai Pelukis Cinta Abadi
Saat bulan yang kau janjikan telah tiba
Aku merasa kehilangan Kau
Selama bulan ini berjalan
Aku pun belum jua menemukan Kau
Hati semakin gelisah tatkala Kau hanyalah sebuah nama
Hati semakin gundah tatkala Kau hanyalah sebuah sejarah
Jangan biarkan hati ini rapuh lusuh dan tak teracuhkan
sehingga Kau enggan melukis cinta hidayah Mu dalam jiwa ku yang kosong
sehingga Kau enggan menggoreskan pena aqidah dalam qolbu ku yang kian membusuk
wahai Pelukis Cinta Abadi jangan biarkan kanvas ini kotor terdampar di beranda dosa
wahai Pelukis Cinta Abadi sucikanlah kanvas ini dalam samudera Asma Ghofur Mu
wahai Pelukis Cinta Abadi warnailah kanvas ini dengan satu warna saja..........
Warna Tauhid dalam Samudera Rahman Rahim Mu ... yang selalu bersanding
Dalam pangkuan Arasy Mu.....

23 January 2006

Perbedaan

Apakah ada perbedaan kini dan dahulu ?
Beda adanya aku dan engkau di muka bumi ini
Beda antara ceriaku dan ceriamu kini
Beda diantara hariku dan harimu yang terlewati

Apakah ada perbedaan ?
Jelas terlihat beda yang membentang antara kini dan dahulu
Kini kutahu semua makna dan sakral itu
Kini kubisa mengeja semua symbol dengan makna yang terkandung
Kini kudapat membeda yang baik dan yang tak baik untuk kulakoni

Apakah terdapat beda antara kita ?
Yaa, antara kita sangatlah berbeda....
Kamu berjalan di maqom yang telah tertaqdir untukmu
Aku berlari di atas maqom yang telah terahir untukku
Aku seorang yang mendamba seorang akhwat yang sholehah tuk arungi bahtera
Engkau mendamba seorang ikhwan yang kan dampingi menuju surga hakiki

Mengapa beda ?
Karena aku dan kamu emang terlahir dalam perbedaan
Karena setiap umat memanglah selalu berbeda ada dan tiadanya
Karena dari perbedaan itu aku dan kamu khan di satukan dalam mahligai indah
Karena dari perbedaan itu aku dan kamu kan bersama dalam taman kebahagian hakiki

Dua hati

Ratapku pada hati yang terbagi
Memohon kata, meminta ikrar
Miliki seutuhnya.
Sang damba ...
Tidak tersadari, tidak terpungkiri
Ada hati yang menangis disini
Mengisak pada jiwa kasihnya yang terbelah

Kekosongan Jiwa

Bila di hati tidak pernah tumbuh perhatian kepada surga dan neraka
Berupa mengharapkan surga dan berusaha menghindar dari neraka
Maka keinginan dan ketetapan hatinya lemah dan motivasinya retak
Sebab setiap semangat untuk mendapatkan dan beramal untuk surga itu menguat
maka motivasinya juga kuat ...
keinginannya semakin gigih ...
Dan semangat usahanya akan sempurna lagi
Yang jelas ini adalah masalah cita rasa

Didunia ini kebanyakan orang menjalani kehidupan untuk mencari kemuliaan
Bagaimana mencari jalan untuk mendapatkannya Dan berburu kebahagiaan semata
Apakah dia telah salah jalan dan kehilangan rambu-rambunya, akan kita lihat nanti.

Banyak penghuni dunia yang telah keluar darinya
Dan bagaimana merasakan yang pernah ada di dunia

"Apa Gerangan Itu ?" mungkin itu yang ada dalam kepala mu

"Mengetahui 4JJ1" karena Dia ...
Yang menghendaki hidup tenteram nikmat membawa manfaat dalam Din dan dunianya

"Lantas Aku Harus Bagaimana?"
"Jadikanlah dunia seperti hari di mana anda melakukan puasa kemudian berbuka pada saat mati"
"Apakah kau bisa merasakan nikmatnya ?"

Dunia dengan hiasan dan kendaraannya
Dengan istana dan rumah-rumahnya adalah,
Mimpi tidur atau bayangan yang semu
Orang yang Mengetahui 4JJ1 terhadap hal semacam ini takkan pernah tertipu

"Apakah kau termasuk orang-orang yang tertipu?"
==Naudzubillahi mindzalik==

hadirkan jiwamu dalam dirimu, itu saja

Wahai ukhti.....
siang tak selamanya terang
malam tak selamanya gelap

kadang siang di rundung awan hitam....
kadang malam dihiasi para bintang yang bersinar .

wahai ukhti...
inilah kehidupan .....
yang dipenuhi hasrat (cinta dan benci)
apakah kau akan bernostalgia dalam lamunanmu?
apakah kau akan tenggelam dalam kebencianmu?
apakah kau akan hancur dalam tangisanmu?
apakah kau akan biarkan nafsu ini tertawa
dengan indah berdiri dan menginjakmu ?

wahai ukhti....
kau bukan kelelawar hitam yg terbang tengah malam
menebar racun dan membuat busuk buah-buah
kau bukan bunga bangkai yang berdiri tegak
menebar aroma yang menyesakkan nafas-nafas hidup

ukhti... hey ... ukhti... yes... u ...
kau mentari yang terbitkan harapan baru untuk semua orang.....
kau cahaya yang sebarkan awan jingga hingga tersejukkan setiap mata ....
kau melati yang tebarkan senyuman untuk dunia....

berdirilah sekuat kuatnya ....
langkahkan kakimu selama lamanya ....
lompat dan terbang lah setinggi tingginya
hirup udara segar ini sedalam dalamnya ....

katakanlah : "Aku Selalu Tegar Setiap Saat"
katakanlah : "Aku Selalu Siap Setiap Saat"
katakanlah : "Aku Selalu Tersenyum Setiap Saat"

Ini bukan puisi

Ini bukan puisi
Ini hanya tangisanku
Lama mengenang
Kesedihan yang menawan

Ini bukan puisi
Ini hanya tagisanku
Kesepian membunuh segala asa
Hingga mati adanya

Ini bukan puisi
Ini hanya tangisanku
Mencoba tuk kembali
Ke alam yang telah lama kutinggalkan

Memang ini bukan puisi
Ini hanya tangisanku
Yang menelanjangi tubuh dekilku
dengan tawamu

Sudahlah....
Ini tak layak untuk dijadikan puisi

Kau masih berharap di ujung jalan

Aku tahu kau masih di sana..
Diujung jalan dipersimpangan empat arah.
Masih termenung menghitung langkah surut ke belakang.
Tersamar oleh bayang-bayang hitam masa lalu.

Biarkan masa itu tersaput angin.
Walau jejak kaki masih belum penuh terhapus.
Mungkin menunggu waktunya tiba.
Saat mata dan hati menjadi satu sekata.

Aku tahu kau masih menghitung jari.
Antara keberanian untuk mendobrak penjara.
Jeruji besi yang kau ciptakan sendiri
Untuk menghukum jiwa liar di rongga dada.

Tapi waktumu sudah habis.
Sekarang adalah senja menjelang malam.
Sebelum turun perintah bengis mencabut jiwa
Berlari, berlarilah, kejar waktu itu...

Aku tahu kau masih belum sepenuhnya percaya.
Tapi ini adalah halaman terakhir.
Sebelum ditutup tamatlah kesempatan.
Berlari, berlarilah, sebelum ujung jalan...

Aku tahu kau masih berharap panjang.
Tapi aku tak peduli lagi.
Terkutuklah apapun yang kau cari
Masih saja berharap diujung jalan...

aku masih tertinggal di sini

kucoba lahirkan kata
tapi tak satupun yang tertata
kucoba lahirkan rasa
tapi hanya hampa yang menyiksa

rembulan telah menggantikan mentari
yang telah pulang keperaduannya senja tadi
jarum jam terus berlari
meninggalkan menit demi menit yang berganti

tapi kenapa aku masih tetap di sini ?
kenapa aku masih duduk di bangku tua ini ?
ya, karena kau takut untuk pergi !!!
karena aku takut untuk melangkahkan kaki
hingga aku masih tertinggal di sini

18 January 2006

Pandangan Pertama

Biarkan diri ini mabuk dari sebuah kesadaran
Saat ia mengisi ruang kosong di relung hati paling dalam
Tatkala api kerinduan menghangatkan aura tubuh lunglai ini
Ia adalah dawai yang dipetik oleh dewi cinta
Ia adalah tatapan sihir yang siap membutakan jiwaku
Ia merupakan benih yang ditabur sang dewi di ladang cinta
Dibawa oleh kasih sayang dan dipungut oleh jiwa
Mengayuh perahu tenggelam terdampar di karang perasaan
Menapaki keran-keran hasrat yang siap menyirami bunga pikiran

Tatapan pertama bagaikan ruh yang bergerak di atas permukaan air
Tertuliskan dalam guratan takdir NYA...
Saat Tuhan memberikan ia tuk selalu mengisi hatiku
Menuliskan pandangan pertama untuk aku dan ia selamanya....

Oh tuhan .... mimpikah aku 

Kering keronta

Ingatkah kau .... ?
Sadarkah kau .... ?
Ketirkah kau .... ?
Pitamkah kau .... ?
Saat air lautan cinta NYA
Kering keronta oleh tetesan hujan kehidupan sandiwara
Dalam setiap hati yang melangkah dengan caranya.....
Saat birunya langit hamparan kasih sayang NYA
Kering keronta oleh gelap gulita kehidupan fatamorgana

Mungkin saja kau akan menaruh dengan tetesan hujan dan gelap gulita kehidupan

16 January 2006

Berikan aku hidup untuk mencintai dan dicintai Mu

Berikan aku hidup untuk mencintai Mu
Walau mimpi tuk slalu bisa bersama
Walau harap yang melekat dalam pelukan
Beritakanlah kabar di mana diri Mu
Orang-orang bilang Kau lebih dekat dari urat Nadi
Kenapa Kau tak dapat ku temui ?
Malukah diri Mu menemui orang yang ingin menjadi kekasih Mu ?
Tak bisakah aku dan diri Mu saling mencinta ?

Berikan aku hidup untuk dicintai Mu
Jangan Kau hidupkan ruh ini tuk berjasad tanpa cinta Mu
Jangan Kau hidupkan ruh ini jika hanya kelam malam yang menjadi teman
Bukan cahaya barokah yang seperti sering Kau firmankan

Berikan aku hidup untuk mencintai Mu
Karena aku bukan orang yang ingin terlahir
dalam buaian kesedihan, pangkuan kemalangan di rumah penindasan
aku ingin mendengar lagi rangkaian kata penuh makna dan do’a
saat adzan berkumandang sesaat aku mengisi kekosongan isi bumi

Berikan aku hidup untuk dicintai Mu
Jangan palingkan muka suci Mu dihadapanku
Jauhkan pakaian murka Mu dihadapanku
tabutkan gemericik cahaya penuntun langkah kaku ku

Harapku...

Begitu terlintas putik-putik beterbangan di imaji ku
Hanya beberapa yang bisa kutangkap
Meski tak satu pun aroma itu ku raih
Tapi bisa kurasakan dari dekat sedekat aku mengenalku

Akankah hasrat ini beterbangan dan hinggap di salah satu putik itu
Atau akan tenggelam dalam lamunan yang dalam saja
Berharap takdir selalu menggiring kepadanya
Karena NYA lah aku selalu berharap
Di atas tangan NYA aku selalu meminta
Yakin diri NYA akan mendengarkan ku setulus-tulusnya
Tapi hanya harap dirinya akan mendengarkan ku

Langit penantianku semakin membiru
Dibasuh oleh serpihan awan harapan
Yang melintasi akal tandusku
Hingga terus menerangi kegelapan langkahku

Tak Sangka

Ketika kesedihan terhapuskan oleh kerinduan
Hanya berselang oleh hitungan hari
Kerumunan muram mulai melunturkan aroma indah itu
Tentangnya aku hanya bisa menduga
Tentangnya aku hanya bisa mengira
Tentang hatinya siapa yang bisa mengira
Hanya dirinya dan Dia yang tahu
Namun tak perlu ditangisi
Namun tak perlu diratapi
Itu hanya imajinasi yang terus menyelimuti
Hati dan prasangka setiap jiwa

Ikhtiar seorang hamba

Aku duduk menunggu gaungan adzan maghrib
Menunggu kisaran waktu yang terus berjalan
Berlari mencari keagungan Maha Sempurna
Merintis lirih kerangka kehidupan
Terlandaikan sandaran jiwa yang kian membeku
Melalui jarum-jarum kesunyian
Diantara ada dan keabadian

Pelabuhan Abadi

Aku telah berlayar karena lautan cinta NYA
Bersama awak kapal yang telah terdampar oleh cinta NYA
Menarik pandangan ke depan dan berjuang melawan arus samudera
Menghancurkan tamparan angin yang ingin merobohkan layar keyakinanku
Telah kulihat orang ingin berlabuh di pelabuhan nistanya
Telah kulihat orang tenggelam di terpa angin murkanya
Telah kulihat orang berenang mengikuti hawa nafsunya
Telah kulihat orang terbang bersama mimpi busuknya
Sedikit orang berdiri tegak maupun meronta bertahan menatap masa depan abadi
Mempertahankan layar keyakinan tuk selalu tegak dalam hatinya
Begitu panjang hari-hari penuh penderitaan yang kurasakan di antara dinding batinku
Begitu panjang malam-malam yang kulalui penuh kesepian dan kesedihan
Siapakah orang yang bisa berpisah dengan kesedihan dan kesepian
tanpa rasa pilu di hati ?
Terlalu banyak kepingan jiwaku berserakan di sepanjang samudera ini
Terlalu banyak buah kerinduan berlarian berhamburan diantara samudera cinta NYA
Bukan hanya lembaran baju yang kutanggalkan dari badan ini
Tapi serpihan kulit yang kurobek dengan tanganku sendiri
Bukan pula sekedar sepotong angan yang kulepas nanti
Namun segumpal jantung yang telah dilezatkan oleh rasa takut dan benci
Dapatkah ku selalu menjadi mawar pagi di pagi hari
yang selalu mengharumkan aroma cintaku pada NYA ?
Dapatkah hatiku menjadi sebatang pohon yang berbuah lezat
sehingga dapat kupanen untuk aku berikan kepada mereka yang masih berdiri tegak ?
Dapatkah rasa kasihku deras mengucur melimpah bagai air mancur
sehingga akan terisi penuh gelas-gelas kerinduan mereka tuk sampai pelabuhan abadi ?
Mungkinkah aku menjadi dawai yang dipetik oleh para nakhoda
atau seruling yang ditiup oleh hembusan NYA ?
sebagai awak yang kesepian
Melihat saudara yang terdampar di pelabuhan nista
Melihat saudara yang tenggelam di lautan murka
Dapatkah aku berdiam diri ?
Atau aku ikut berlari bersama mereka ?
Namun hanya satu inginku ? aku ingin pelabuhan abadi
Wahai Pemilik samudera cinta... wahai Pemilik hamparan kuasa
Sampaikan salam ku dan kerinduan ku pada penunggu pelabuhan abadi
Sambut aku dengan senyuman penuh kerinduan dan kehangatan
Seperti aku merindukan diri MU merindukan dekapan kehangatan MU....

Teruskan hidup

Aku meratapi setiap lengkung tubuhmu
Menawarkan racun kerinduan dalam setiap dahagamu
Meneteskan air mata kesyahduan di kerlipan mata bathinmu

Aku melewati semua pintu hatimu
Menawarkan kunci kehidupan yang kian ternodai
Menapaki puncak tubuh kehancuran yang tak pernah sampai kudaki

Aku menyelami lautan darah keagunganmu
Mengalir deras dan tak pernah berhenti bernyanyi
Mengisi saluran ketulusan yang penuh keihklasan

Berdiri tegak dan teruskan hidupmu....

13 January 2006

bingung mau nulis apa ???

sudah sekian kali aku bingung ingin menulis apa
apa yang hendak aku tulis saat ini
tema apa yang ingin aku tanam

hmm .. cinta .. terkadang telah membosankan penulisnya
hmm .. sosial .. terkadang tak pantas untuk penyendiri

adakah masukan wahai sahabat-sahabat ku ?
mungkin kau bisa berbagi cerita dengan ku
di sini di tempat ini
agar ku tak seperti mengurung diri

Antara aku dan kamu

Saat bilik-bilik ini membatasi antara aku dan kamu
Mata ini kan seranai menata pikiran tuk meredakan ratapan akalku
Mendengar rintihan telinga yang tak kan mendengar desahan keagungan
Deburan darah mulai menyempitkan kerinduan nadiku
Tiupan angin mulai menyesakkan kecanduan nafasku
Tak tau kapan hatimu bisa mengalir di atas ruh keimananku
Berlabuh di pelabuhan kalam takdir NYA
Antara aku dan kamu

Biarkan

Biarkan jari ini menari di kesunyian
Biarkan kesunyian ini terlelap diselimuti ketakutan
Biarkan ketakukan ini tumbuh hanya di alam impian
Biarkan impian ini terbang bersama angan-angan tak nyata

Tanpa

Aku melihat camar pagi berkicau dengan ceria
Membangunkan jiwa di balik keranda kemalasan
Pergi terbang dan pasti terus bernyanyi
Menebarkan cerita dan canda di meja kehampaan

Kereta Impian

Terdengar suara rintih itu dari kejauhan
Menunggu roda-roda kehidupan itu sampai menginjak tanah liarku
Saat aku berlari mengejar kereta impian di atas rel kesadaran

istirahat

dadaku sesak oleh anyaman ketidakpastian
perutku risih oleh keragaman makanan
kakiku lemas oleh kemalasan tanpa alasan

aku ingin menyandarkan punggungku diatas keranda jenazah
agar ku bisa memejamkan mata agar ku bisa ikhlas dijemput izroil

hidup telah mati tanpa cinta Ilahi

Setiap Hari .. Berilah Hadiah untuk Diri Anda .. Walaupun Hanya Secangkir Kopi

begitu aku melihat masa lalu . teringat aku sebuah film seri twin peaks . berbicara tentang seorang detektif bernama dale . seorang detektif dengan setumpuk tugas .
tapi dale selalu menyempatkan diri untuk menyeruput secangkir kopi hangat plus donat kesukaannya . apa pun kondisi yang dihadapinya hari itu .

Sampai saat ini saya mengikuti kebiasaannya itu. Apa pun kondisi hari yang saya hadapi, saya selalu mengusahakan memberi hadiah kepada diri saya. Hadiahnya tidak harus yang hebat. Bisa berupa segelas teh manis agar orang terus manis jika dipandang seperti saya, mendengar alunan suara instrument, menonton kartun shincan, membaca kisah-kisah menyentuh, meneguk segelas air putih hangat saat bangun tidur, atau sekedar memperhatikan lucunya anak kecil bermain. Nikmat sekali. Indah sekali hari ini rasanya. Bila kita menyadarinya.

dan yang paling terpenting nikmati semua nya itu . dan sadari apa yang anda nikmati

Sudahkah anda memberi hadiah kepada diri anda hari ini?

12 January 2006

Temani Aku Sekali Ini Saja

Kapan kau datang menjemputku
Meluangkan waktu tuk saling berbagi
Di keheningan dan kehangatan

Kiranya sudi kau mendekapku
Dalam kurungan saling merindu
Meniti damai dalam cinta

Akankah kau penuhi satu inginku
Menemani aku sekali ini saja
Hantar sisa hidupku ke pangkuan Nya ... bersamamu ...

Temani Aku Sekali Ini Saja
Menuntun sisa hidupku sisa hidupmu ke pangkuan Nya
... bersamamu ... sekali ini saja ... di bumi ini ...

Dinda

Wahai dinda !!!
Sandarkan duka mu di pundak ku
Ceritakan seluruh lara yang karam di hati mu
Kan ku rajut hitamnya duka mu dengan putihnya keindahan
Menjadi saksi bahwa hitam dan putih telah menjadi rajutan kehidupan

Wahai dinda !!!
Tersenyumlah bukan hanya karena bahagia
Tersenyumlah meski kau sedang terluka

Karena senyum mu bisa memaniskan suasana
Karena senyum mu bisa mewangikan ruang setiap relung jiwa

Oh.. dinda, kenapa alis mu masih mengkerut dan bibir mu masih ... [of the record]
Dan wajah mu masih muram masam penuh kecam :(

Cobalah dinda kucurkan sedikit saja senyuman mu itu karena ...
Setetes saja senyum yang kau tebarkan
Dapat mengobati luka hati mu yang paling dalam sekali pun

Wahai dinda !!!
Sudahkah kau tersenyum seperti ini :)

Wah... dunia ku mulai menghangat saat kau mulai tersenyum
Dan malah kau mulai tertawa dan teruslah dinda... tersenyumlah
Aku pun merasakan senyuman itu...
meski aku sedang di sini yang telah lama menunggu senyum manis mu itu

Wahai dinda !!!
Aku tak meminta kau melupakan masa lalu mu
Aku hanya meminta senyuman mawar mu yang bisa meneduhkan jiwa
Beranjaklah dari tempat mu duduk atau berdiri ....
Raih segala impian yang belum terbeli
Jamah segala harapan yang telah tertunda

Oh dinda !!! aku benar-benar merasakan senyum mu :)

Tanaman Cinta

Siapa bilang cinta itu hanya sebuah kata ?
Siapa bilang cinta itu hanya sebuah data ?

Apakah tidak pernah kita sadari bahwa itu sebuah fakta ?

Faktanya cinta tumbuh dan berlabuh tidak hanya mengucap sebuah kata cinta
Harus beribu-ribu kata selain cinta sebelum kita mengatakan sebuah kata cinta

Faktanya cinta tumbuh dan berlabuh tidak bukan karena ketidak sengajaan
Harus beberapa proses pengolahan data dua insan yang berbeda ... saling memahami ... [give n give] ... :)

Namun apakah cinta itu bisa dinafikan kalau dia tak pernah tumbuh dan mekar dalam hati anak manusia ?
Ah... rasanya tidak mungkin ...
Dia tetap tumbuh dengan ditanam oleh benih ta’aruf dan digemburkan dengan pupuk silaturahmi serta dikuatkan akarnya dengan munakahat
Dan semuanya disiram oleh air do’a pada Sang Maha Pengabul setiap pinta dan setiap tindak... tentu atas ijin Nya ... 

Namun apakah tanaman cinta yang kan kita ambil ? tidak kah kita sadari bahwa dengan menanam cinta kita mengharapkan buah sebagai hasilnya !
Buah Barokah dari Nya yang kita harapkan sebagai hasil dari perawatan tanaman yang kita tanam . . . tanaman cinta
Yang bukan sekedar kata dan data ... namun fakta ... 

Lahirnya Cinta

Pandangan pertamaku pada mu bukan lah kebenaran yang pertama
Saat hati kita bertemu telah menguatkan kepercayaan ku pada Keabadian

Ingatkah saat takdir telah mengatakan keterpurukan dirimu
Dan menjelaskan saat tenggelam dalam perasaan lalu terhanyut hingga menemukan tepian
Lalu saat di antara lalu lalang manusia, kita berdiri dan saling memandang.... ?

Ingatkah bahwa matamu bercerita kepada ku pada waktu cinta mu tidak lahir dari Keadilan Hakiki
Tetapi tumbuh dari rasa belas kasihan dan rasa yang mendalam dari diri mu ?

Dan sekarang aku dapat menyatakan kepada diri ku sendiri
Bahwa pemberian yang muncul dari Keadilan Hakiki lebih agung
Daripada semua yang terlahir dari kemurahan hati

Ingatlah bahwa cinta yang terlahir dari rasa diri sendiri atau rasa iba maupun kemurahan hati
Adalah nyala api yang telah melalap hati manusia

Sebagai Ikhlas

Entah apa yang menggumpal di ulu hati ku
Terasa ingin sekali memuntahkan nya
Ingin sekali menghancurkan nya
Namun aku ingin menahan nya
Hingga aku bisa sabar menerima ini sebagai ikhlas

Entah apa yang memanaskan daun telinga ku
Terasa ingin sekali di sentuh gumpalan es
Ingin sekali mendinginkannya
Namun aku ingin menahannya
Hingga aku bisa sabar menerima ini sebagai ikhlas

Aku ngga ingin menggumpalkan ulu hati orang lain
Aku ngga ingin memanaskan daun telinga orang lain
Yang aku inginkan aku bisa sabar menerima ini sebagai ikhlas

tunggu aku

aku ingin berkata pada mu
tunggu aku di tempat mu
aku ingin menjemput mu
saat kau lelah dan ...
tak ada tempat berteduh

11 January 2006

hari mendung karena dia

kemarin aku rasa hari cerah
tapi sesaat mendung saat dia tiba
aku hanya ingin teduh
tidur tanpa baju
dengan putaran kipas angin
sebaiknya engkau pergi saja
aku tak benci dia
tapi benci kehadiran dia
kamarku bukan tempat engkau bercinta

lihat teman-temanku
enggan duduk di kamar karena kehadiran dia
wanita seperti apa dia
datang hingga malam di sarang lelaki

04 January 2006

tangisan dan senyumanku malam ini

telah malam aku masih saja di depan monitor . siapa yang kutatap , aku pun tak pernah tau . aku hanya tau bahwa aku ingin menorehkan sesuatu lewat tulisan ku . "Ketika cinta memanggilku maka aku bertekad mendekati cinta walau jalannya terjal berliku, jika cinta memelukku maka aku dekap cinta walau pedang di sela-sela sayapnya melukaiku" . sekejap aku memikirkan kalimat itu . menyandarkan punggungku di kursi kerja ku . satu per satu karyawan menghilang . hingga ku berada dalam kesendirian . aku masih berfikir . kenapa saat cinta menetes dalam hati ku begitu meledak-ledak tekad,semangat dan juang ku . bagaimana jadinya jika cinta mengalir mrnjadi aliran darah ku dan memompa jantung ku hingga ku semakin bisa mencinta . apakah cinta itu ? mengapa kita harus mencintai ? bagaimana cara mencintai ? . akan aku jawab satu-persatu . apakah cinta itu "Cinta adalah satu-satunya kebebasan di dunia kerana cinta itu membangkitkan semangat hukum-hukum kemanusiaan dan gejala alami pun tak mampu mengubah perjalanannya" . kenapa kita harus mencintai ? "karena ini adalah takdir. kita bisa merasakan sebelum kita berdekatan" . bagaimana cara mencintai ? "Bagaikan menenun kain dengan benang yang ditarik dari jantungmu, seolah-olah kekasihmu yang akan memakainya kelak" . permasalahan sejak aku baligh hingga saat ini . kepada siapakah aku harus mencintai ? . karena ketika aku salah mencintai , tubuh akan tetap meledak-ledak tekad,semangat dan juang ku . tapi apa artinya ? . lalu aku melihat sebuah ayat dalam kitab ku "Katakanlah: 'jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya'.'Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik'" (9:24) " . aku tak ingin melihat cinta laksana sebungkal batu karang dan perasaan menjadi pahatnya,untuk memberinya bentuk ukiran menurut selera ku,sesuai hasrat kemauan . namun akal, hati dan aliran-aliran do'a dan langkah mengalir deras ke muara yang tepat . dimanakah muara itu . apa yang harus aku lewati ? . aku bersulang segelas teh manis dengan bayangan ku . Bila engkau sedang sendiri sempatkanlah untuk merenungkan dalam-dalam
ke lubuk hati disanalah nanti engkau dapati bahwa hanya yang pernah membuat derita
berkemampuan memberimu bahagia . Jika engkau berdukacita renunanglah lagi, ke lubuk hati disanalah pula bakal kau temui bahwa sesungguhnya engkau sedang menangisi sesuatu yang pernah engkau syukuri . inilah tangisan dan senyumanku malam ini . pencarian Kekasih Hatiku yang entah dimana bersemayam . aku ingin segera menjemputnya hingga ku bisa mengantarnya ke gerbang keadilan menuju Arasy NYA dengan Rahman dan Rahim Nya . Amiin .

entah apa ini

mungkin tak bisa secepat itu aku melangkah
tapi salahkah aku bila berucap
mungkin karena sebuah keinginan
atau hanya sebuah hayalan

aku takkan muak dengan kejujuran
aku takkan muak dengan ketulusan

bermimpilah dengan ketidakpastian

sebelum aku menutup mata

aku gak kan jadi siapa-siapa
sebaiknya aku sendiri dulu sekarang
entah apa yang terjadi dengan matiku
tapi tetap aku kekang mimpiku
aku kenang penderitaanku

entah kapan aku tak bisa membuka mata lagi
hanya mengenang engkau dengan senyuman
yang terukir di bawah pohon kerinduan
dan mengakar hingga menusuk hati

tak pernah kan kau ingin terbang bersama ku
mengepakkan sayap-sayap hingga bisa melihat dunia
dan menebarkan ayat-ayat cinta
dalam kata dan langkah

mungkin aku tak bisa berharap dekapan mu
hanya berharap sebuah pertemuan
sebelum aku menutup mata ... dan mati

03 January 2006

hingga aku

aku seret semangat ku hingga tepi jurang
lalu aku lontarkan kata-kata dari mulutku
akan ku jatuhkan ia sampai kedalaman jurang
jika ia tidak bisa berpijar menerangi ku
membawa ku terbang dengan sayap-sayapnya
mengajak ku berlari meski ku kelelahan

aku seret semangat ku ke tengah lautan
lalu aku lontarkan dengan mulut bergetar
akan aku tenggelamkan ia sampai kedalaman samudera
jika ia tidak bisa memberikan kesegaran
seperti sapuan angin mengelus tubuhku

aku seret semangat ku ke tiang gantungan
lalu aku lontarkan satu kata kepastian
masihkan ia selalu menjadi suatu api harapan
yang bisa membakar kebekuan langkah dan pikir

hingga aku bisa merasakan perjuangan
hingga aku bisa menyadari perjuangan
hingga aku bisa menikmati perjuangan
hingga aku bisa mencintai perjuangan

hingga aku bisa menemukan mu dan MU :)

ingin bernafas

selama aku berjalan di lorong-lorong kantor
aku melihat mata-mata yang tertuju kepada ku
namun aku hanya bisa terdiam dan tertunduk

ku hanya bisa mengangguk dan membisu
seolah tak pernah berbasa-basi

aku ingin keluar dulu ...

tak layak

ketika engkau setengah hati merindukan tubuh kering ini
akan kau temui sehasta lumpur di hadapanmu

ketika engkau sepenuh hati merindukan tubuh kering ini
akan kau lumuri tubuh mu dengan lumpur tadi

karena aku ...
tak layak kau rindukan
tak layak kau cintai
tak layak kau sapa

seperti tulisan ini yang tak layak engkau baca

meskipun kau tersenyum di atas permadani timur tengah
aku hanya bisa merasakan panas padang pasir yang menyengat
mataku telah buta akan keindahan dunia
kulit ku telah mati rasa oleh cinta

sebaiknya aku makan dulu ...

02 January 2006

senandainya aku mati

seandainya aku mati
sudikah engkau singgah di depan nisan ku
seperti halnya engkau mendatangi pemakaman lainnya

seandainya aku mati
tahukah kamu dimana letak peristarahatan terakhir ku

aku telah tebarkan jejak-jejak yang bisa menuntun mu
saat aku ada dan engkau hadir dalam ketiadaan ku

aku sebenarnya telah bosan hidup dan merindukan mati
karena aku telah melihat orang berlari-lari dalam kehidupan yang mati
sepertinya manusia telah lahir dengan kepesimisan hidup
dan mati dengan keoptimisan menuju gerbang malik sebagai penjaga Istana Angkuhnya

seandainya aku mati
pernah kah terbesit dalam benak mu
akan seperti apa engkau
jika suatu saat nanti engkau MATI !!!

lambaikan tangan mu

wahai sahabatku
lambaikan tangan mu jika engkau tak membenci ku
seolah-olah engkau hendak memanggilku dalam kesendirianmu

wahai sahabatku
lambaikan tangan mu jika engkau tak ingin aku pergi menghilang
seolah-olah engkau tak pernah ada yang kan menemani kesendirianmu

selain diriku

kehausan setubuh jiwa

ketika suara mu tak pernah aku perdengarkan
ketika rintihan hati mu tak pernah aku rasakan
sesungguhnya aku pun merintih di sini

aku telah gugup oleh hidup mu
seperti telah kehausan setubuh jiwa

aku ingin engkau merasuki tubuhku