Pada malam aku mengadu
karena aku lama tak mendengar
suara air mata di lorong mimpi puisi
Pada pagi aku merayu
Adakah mawar merah masih merekah di sana
menawarkan aroma kedamaian dan ketenangan
Adakah matahari masih tersenyum di sana
Layaknya sang bayi lelap di pangkuan ibunya
menemani kesendirian ku
14 November 2006
10 November 2006
aku selipkan sebuah nama
aku selipkan sebuah nama
dalam setiap untaian doa
dari tetesan air mata doaku
aku alirkan kesungguhan untuk berharap
berjuang tanpa henti di jalan yang sama
berakhir takdir di tempat yang sama
bersama...
aku sisipkan sebuah kata
dalam setiap rangkaian doa
membongkar setiap rahasia kitab suci
agar di akhirat kita tetap berdiri
bersanding dengan para sahabat nabi
sebagai bukti bahwa kita telah mengabdi
di bumi ini ... dalam ikatan sejati dan abadi
bersama...
dalam setiap untaian doa
dari tetesan air mata doaku
aku alirkan kesungguhan untuk berharap
berjuang tanpa henti di jalan yang sama
berakhir takdir di tempat yang sama
bersama...
aku sisipkan sebuah kata
dalam setiap rangkaian doa
membongkar setiap rahasia kitab suci
agar di akhirat kita tetap berdiri
bersanding dengan para sahabat nabi
sebagai bukti bahwa kita telah mengabdi
di bumi ini ... dalam ikatan sejati dan abadi
bersama...
09 November 2006
terbebani pertanyaan, bebaskanlah !!!
sesungguhnya terlalu banyak pertanyaan juga dalam benak ku
namun aku tak membiarkan diri untuk mencari jawaban atas semua pertanyaan itu
aku hanya memikirkan, apakah yang aku lakukan saat ini adalah benar atau tidak ?
sesungguhnya bukan dirimu saja yang kepalanya dipenuhi segudang pertanyaan
semua orang pun bisa dipastikan seperti itu
namun apakah setiap pertanyaan perlu jawaban ?
sejatinya iya, namun apakah harus sekarang terjawab?
pencarian terhadap kebenaran sejatilah yang seharusnya jadi fikiran mu siang dan malam
karena aku yakin, seluruh pertanyaan mu tidak semuanya bermanfaat dirimu sendiri
bahkan sebaliknya, pertanyaan itu selalu menjadi beban diri yang tak terelakan
pertalian ribuan pertanyaan di kepalamu telah merajut sebuah kisah tanpa akhir yang jelas
engkau akan terhempas ke kedalaman jurang kepayahan dan terpuruk dalam kesepian
seolah kau sendiri... seolah tak teman untuk berbagi
padahal kau hanya bersembunyi di keramaian
mungkin jiwamu telah mati dan terendap di jasad yang masih mampu berdiri
namun aku tak membiarkan diri untuk mencari jawaban atas semua pertanyaan itu
aku hanya memikirkan, apakah yang aku lakukan saat ini adalah benar atau tidak ?
sesungguhnya bukan dirimu saja yang kepalanya dipenuhi segudang pertanyaan
semua orang pun bisa dipastikan seperti itu
namun apakah setiap pertanyaan perlu jawaban ?
sejatinya iya, namun apakah harus sekarang terjawab?
pencarian terhadap kebenaran sejatilah yang seharusnya jadi fikiran mu siang dan malam
karena aku yakin, seluruh pertanyaan mu tidak semuanya bermanfaat dirimu sendiri
bahkan sebaliknya, pertanyaan itu selalu menjadi beban diri yang tak terelakan
pertalian ribuan pertanyaan di kepalamu telah merajut sebuah kisah tanpa akhir yang jelas
engkau akan terhempas ke kedalaman jurang kepayahan dan terpuruk dalam kesepian
seolah kau sendiri... seolah tak teman untuk berbagi
padahal kau hanya bersembunyi di keramaian
mungkin jiwamu telah mati dan terendap di jasad yang masih mampu berdiri
08 November 2006
Terkurung dalam Kegelapan
kapan saat kau terkurung dalam kesepian ?
kesepian dipenuhi dengan segala kesempitan
hingga burungpun enggan berkicau di pagi hari
hingga rerumputan enggan bergoyang menghibur diri mu
kapan saat hanya dinding kamar menjadi pendengar setia mu ?
saat lembaran-lembaran kertas menjadi tempat cacian amarah mu
serta menjadi penampung setiap tetesan air mata mu
hingga tak ada cahaya yang sudi menjamah kegelapan hati mu
ingatlah...
sesungguhnya Penderitaan Jiwa hanya mengarahkan kepada keburukan
sesungguhnya Putus asa adalah sumber kesesatan dan...
sesungguhnya Kegelapan hati adalah pangkal Penderitaan Jiwa
entah kemana selama ini kau mengarungi samudera kehidupan ?
entah dengan siapa kau selama ini merambah liarnya hutan kehidupan ?
apa kau senang bersembunyi di semak-semak ketakukan ?
Ketakukan kepada siapa ? apa yang perlu kau takutkan ?
adakah yang pantas untuk kau takuti selain Diri Nya ?
kesepian dipenuhi dengan segala kesempitan
hingga burungpun enggan berkicau di pagi hari
hingga rerumputan enggan bergoyang menghibur diri mu
kapan saat hanya dinding kamar menjadi pendengar setia mu ?
saat lembaran-lembaran kertas menjadi tempat cacian amarah mu
serta menjadi penampung setiap tetesan air mata mu
hingga tak ada cahaya yang sudi menjamah kegelapan hati mu
ingatlah...
sesungguhnya Penderitaan Jiwa hanya mengarahkan kepada keburukan
sesungguhnya Putus asa adalah sumber kesesatan dan...
sesungguhnya Kegelapan hati adalah pangkal Penderitaan Jiwa
entah kemana selama ini kau mengarungi samudera kehidupan ?
entah dengan siapa kau selama ini merambah liarnya hutan kehidupan ?
apa kau senang bersembunyi di semak-semak ketakukan ?
Ketakukan kepada siapa ? apa yang perlu kau takutkan ?
adakah yang pantas untuk kau takuti selain Diri Nya ?
07 November 2006
menemukan jejak lama
aku telah mulai menemukan jejak-jejak yang telah lama ku tinggalkan
kupacu langkah ku untuk tetap di jalan yang semestinya ku lewati
agar cepat ku meraih puncaknya
agar cepat ku menggapai akhirnya
saat ku harus berkelahi dengan liarnya hutan
dadaku seakan direnggut oleh amukan semesta
karena ku telah dzalim
karena ku telah khilaf
dunia di sini memang berbeda dengan duniaku yang lama
seperti aku harus melintasi dua sekte yang berbeda
entah karena kesendirianku
entah karena keangkuhanku
Andaikan nasib membelenggu tanganku
dan aku tak bisa lagi menuruti hati nuraniku
maka yang tertinggal dalam hasratku hanyalah : Mati!
maka yang tertinggal dalam jasadku hanyalah : Nama!
pertemuanku dengan para pecinta dunia
menyadarkan aku tentang rantai yang selalu membebani setiap ruang gerak
hingga ku selalu tergesa-gesa
hingga ku menjadi futur
hari-hari itu telah berlalu
semoga akan menjadi cerita lalu
dan ku bersiap mencari cahaya terang kembali
dan ku bersiap mencari pelepas resah jiwaku
Bangun di fajar subuh dengan hati seringan awan
Mensyukuri hari baru penuh sinar kecintaan
menerawang langit ke ufuk timur dan ku kan berkata :
Ya 4JJ1...
aku kan selalu memeluk erat setiap nikmat yang KAU berikan sebagai wujud syukurku
aku kan langkahkan kaki ini dengan begitu tegapnya sebagai wujud keyakinanku
kupacu langkah ku untuk tetap di jalan yang semestinya ku lewati
agar cepat ku meraih puncaknya
agar cepat ku menggapai akhirnya
saat ku harus berkelahi dengan liarnya hutan
dadaku seakan direnggut oleh amukan semesta
karena ku telah dzalim
karena ku telah khilaf
dunia di sini memang berbeda dengan duniaku yang lama
seperti aku harus melintasi dua sekte yang berbeda
entah karena kesendirianku
entah karena keangkuhanku
Andaikan nasib membelenggu tanganku
dan aku tak bisa lagi menuruti hati nuraniku
maka yang tertinggal dalam hasratku hanyalah : Mati!
maka yang tertinggal dalam jasadku hanyalah : Nama!
pertemuanku dengan para pecinta dunia
menyadarkan aku tentang rantai yang selalu membebani setiap ruang gerak
hingga ku selalu tergesa-gesa
hingga ku menjadi futur
hari-hari itu telah berlalu
semoga akan menjadi cerita lalu
dan ku bersiap mencari cahaya terang kembali
dan ku bersiap mencari pelepas resah jiwaku
Bangun di fajar subuh dengan hati seringan awan
Mensyukuri hari baru penuh sinar kecintaan
menerawang langit ke ufuk timur dan ku kan berkata :
Ya 4JJ1...
aku kan selalu memeluk erat setiap nikmat yang KAU berikan sebagai wujud syukurku
aku kan langkahkan kaki ini dengan begitu tegapnya sebagai wujud keyakinanku
04 November 2006
29 September 2006
menderita adalah sebuah keputusan
aku dan kamu mungkin telah memiliki takdir
takdir kepastian yang bisa merasakan penderitaan dan kepedihan
namun jika kita masih bisa bisa melihat keajaiban dalam liku kehidupan ini
maka yakinlah pedihnya penderitaan tidak kalah menakjubkan dengan kesenangan dunia
banyak diantara kita
menderita adalah sebuah keputusan atas sebuah pilihan
keputusan diri kita sendiri
takdir kepastian yang bisa merasakan penderitaan dan kepedihan
namun jika kita masih bisa bisa melihat keajaiban dalam liku kehidupan ini
maka yakinlah pedihnya penderitaan tidak kalah menakjubkan dengan kesenangan dunia
banyak diantara kita
menderita adalah sebuah keputusan atas sebuah pilihan
keputusan diri kita sendiri
27 September 2006
inti dari sebuah perjalanan
tak ayal tingkah laku ini
mengembara menyusuri tiap kota
hingga ku bermimpi melintasi isi bumi
mungkin ini sebuah catatan perjalanan
saat tubuh ku kuat dan jiwa ku penuh semangat
biar ku basuh mimpiku dengan air mata ikhlasku
mengembara menyusuri tiap kota
hingga ku bermimpi melintasi isi bumi
mungkin ini sebuah catatan perjalanan
saat tubuh ku kuat dan jiwa ku penuh semangat
biar ku basuh mimpiku dengan air mata ikhlasku
tak ingin kehilangan lagi
[untuk seorang teman]
aku telah lama menyimpan kebencian
hingga dengan kebencian itu tak bisa melupakan
aku telah lama memendam dendam
hingga ku ingin melenyapkan setiap atribut tentang dirinya
tapi tak bisa kupungkiri
malam yang kulewati selalu gelap
dan matahari tetap bernyanyi di siang hari ku
saat ku membenci mu dalam kesendirian
aku tak pungkiri ada selintas senyuman tulus
tapi itu hanya sedikit
dia jarang mengulangnya lagi
saat aku menghantam dirinya dengan kebencian yang amat sangat
selalu terlintas senyuman kecil - senyuman kecil lainnya
hingga ku ingin mendamba senyuman dirinya saja
hingga ku bisa merindu dari senyuman hingga keteguhan yang kulupakan
aku saat ini tersiksa oleh rasa kangen yang tak pernah ada
rasa kangen yang terlahir karena kebencian
namun menjelma menjadi pangeran dikemudian hari hingga saat ini
pangeran yang sempat ku benci namun kurindukan saat ini
bolehkah aku memilikinya lagi,..
karena ku tak ingin kehilangan dirinya
untuk kedua kalinya
aku telah lama menyimpan kebencian
hingga dengan kebencian itu tak bisa melupakan
aku telah lama memendam dendam
hingga ku ingin melenyapkan setiap atribut tentang dirinya
tapi tak bisa kupungkiri
malam yang kulewati selalu gelap
dan matahari tetap bernyanyi di siang hari ku
saat ku membenci mu dalam kesendirian
aku tak pungkiri ada selintas senyuman tulus
tapi itu hanya sedikit
dia jarang mengulangnya lagi
saat aku menghantam dirinya dengan kebencian yang amat sangat
selalu terlintas senyuman kecil - senyuman kecil lainnya
hingga ku ingin mendamba senyuman dirinya saja
hingga ku bisa merindu dari senyuman hingga keteguhan yang kulupakan
aku saat ini tersiksa oleh rasa kangen yang tak pernah ada
rasa kangen yang terlahir karena kebencian
namun menjelma menjadi pangeran dikemudian hari hingga saat ini
pangeran yang sempat ku benci namun kurindukan saat ini
bolehkah aku memilikinya lagi,..
karena ku tak ingin kehilangan dirinya
untuk kedua kalinya
seakan ramadhan pertama ku
seakan ramadhan ini adalah yang pertama bagiku
aku begitu terpana dengan segala suasana yang terjadi
tiga hari sudah aku berkeliling bersama sepeda motorku menjelang maghrib
di jakarta ini
di kota ini
seakan aku terbangun dari mimpi
melihat semua gelagat dan tingkah setiap orang yang dikatakan umat
menjelang maghrib
saat bedug tiba.. dan setengah jam sebelumnya
aku hanya berduduk di samping kios rokok,.. di depan gerobak gorengan
aku melihat antrian panjang...
di warung2 nasi ..
di tenda2 kolak
di swalayan2
di gerobak2 makanan
waw... begitu antusiasnya mereka berbuka puasa
apakah berpuasanya seantusias mereka berbuka puasa ?
karena kemenangan peperangan seringkali terjadi saat bulan ramadhan
karena mereka memiliki hasrat besar untuk berpuasa
hasrat adalah perpaduan benci dan cinta
saat iblis sebagai sosok yang dibenci telah terbelenggu
hanya ada 4JJ1 sebagai sosok yang dicinta di bulan ramadhan
bagaimana mungkin mereka tak antusias berpuasa ??
seakan ramadhan ini adalah asing bagiku
aku tak bernafsu untuk menjadikan beda dengan bulan lainnya
aku ingin ini biasa
aku tak ingin luar biasa
dalam langkahku bukan sikapku
seakan ramadhan ini adalah biasa bagiku
saat ku sahur bersama teman2 satu kost
tak ada daging.. tak ada buah.. tak ada sayur
hanya ada mie goreng dan sepotong telor dadar
dan segelas teh manis
alhamdulillah
ya 4JJ1.. aku bersujud kepada Mu
jadikan setiap langkah yang terpijak sebagai darma baktiku pada Mu
ya 4JJ1.. aku bersyukur kepada Mu
jadikan setiap apa yang KAU titipkan padaku sebagai ladang subur untuk ku mengabdi
ya 4JJ1.. aku memohon kepada Mu
ampunkan segala dosa yang tercipta
BUANG jauh-jauh dari tubuh yang lemah ini setiap penyakit jiwa yang menjangkit
ya 4JJ1.. temani aku disetiap malamku
aku ingin bercerita tentang aku dan diri ini
ya 4JJ1.. tetap dan teguhkan iman dan islam ku
HUJAM kan qur'an dalam hatiku
agar aku senantiasa terus merapatkan diri dalam barisan yang kokoh
hingga KAU ridho padaku dan hamba-hamba Mu
sebagai diri,.. sebagai dien
ya 4JJ1.. aku memang merasa ramadhan ini seakan yang pertama untuk ku
aku begitu terpana dengan segala suasana yang terjadi
tiga hari sudah aku berkeliling bersama sepeda motorku menjelang maghrib
di jakarta ini
di kota ini
seakan aku terbangun dari mimpi
melihat semua gelagat dan tingkah setiap orang yang dikatakan umat
menjelang maghrib
saat bedug tiba.. dan setengah jam sebelumnya
aku hanya berduduk di samping kios rokok,.. di depan gerobak gorengan
aku melihat antrian panjang...
di warung2 nasi ..
di tenda2 kolak
di swalayan2
di gerobak2 makanan
waw... begitu antusiasnya mereka berbuka puasa
apakah berpuasanya seantusias mereka berbuka puasa ?
karena kemenangan peperangan seringkali terjadi saat bulan ramadhan
karena mereka memiliki hasrat besar untuk berpuasa
hasrat adalah perpaduan benci dan cinta
saat iblis sebagai sosok yang dibenci telah terbelenggu
hanya ada 4JJ1 sebagai sosok yang dicinta di bulan ramadhan
bagaimana mungkin mereka tak antusias berpuasa ??
seakan ramadhan ini adalah asing bagiku
aku tak bernafsu untuk menjadikan beda dengan bulan lainnya
aku ingin ini biasa
aku tak ingin luar biasa
dalam langkahku bukan sikapku
seakan ramadhan ini adalah biasa bagiku
saat ku sahur bersama teman2 satu kost
tak ada daging.. tak ada buah.. tak ada sayur
hanya ada mie goreng dan sepotong telor dadar
dan segelas teh manis
alhamdulillah
ya 4JJ1.. aku bersujud kepada Mu
jadikan setiap langkah yang terpijak sebagai darma baktiku pada Mu
ya 4JJ1.. aku bersyukur kepada Mu
jadikan setiap apa yang KAU titipkan padaku sebagai ladang subur untuk ku mengabdi
ya 4JJ1.. aku memohon kepada Mu
ampunkan segala dosa yang tercipta
BUANG jauh-jauh dari tubuh yang lemah ini setiap penyakit jiwa yang menjangkit
ya 4JJ1.. temani aku disetiap malamku
aku ingin bercerita tentang aku dan diri ini
ya 4JJ1.. tetap dan teguhkan iman dan islam ku
HUJAM kan qur'an dalam hatiku
agar aku senantiasa terus merapatkan diri dalam barisan yang kokoh
hingga KAU ridho padaku dan hamba-hamba Mu
sebagai diri,.. sebagai dien
ya 4JJ1.. aku memang merasa ramadhan ini seakan yang pertama untuk ku
22 September 2006
Sahabatku...Bulan Ramadhan
sahabatku....
kau telah pergi dan janji tuk kembali
dan aku teringat titahmu saat kau meninggalkanku
"bawalah jiwaku dalam jiwamu"
aku ingat sekarang sahabatku....
namun aku telah lama melupakanmu...bahkan hampir menafikanmu...
jiwamu selalu kulupakan dalam jiwaku
aku telah terkotori belenggu nafsu dan amarah syetan
aku telah ternodai busuk dan dengki hati
aku bagai buih di samudera nisbi
yang terseret ombak terbentur karang
terbagi...terpisah...imanku....
SAHABATKU !....AKU TAK INGIN SEPERTI ITU....
sahabatku...
aku ingin kau datang cepat...secepat kau pergi
aku ingin kau bersamaku lama...selama kau meninggalkanku
aku merindukan didikanmu
aku mengharapkan ajaranmu
sahabatku...
ajarkan aku tuk mendekati Ilahi Robbi,..kekasihku..
didik aku membawa semangat jihad badar para
sahabat Rosullulloh
sahabatku...
aku berharap magfiroh dari Sang Maha Pemurah
aku berharap rahmat dari Sang Maha Penyayang
aku tak berharap siksa api neraka dari Sang Maha Pemurah
meski tak layak aku menyentuh Syurga NYA
tuntun aku merangkai do'a tuk Sang Maha Pendengar
tuntun aku melangkah di jalan NYA selalu... selamanya...
tuntun aku tuk merasakan indahnya seribu bulan... Lailatu Qodar
Sang Maha Melihat akan menilaiku langsung tanpa aparat-aparat suci NYA
bimbing aku tuk mekarkan Rahman Rahim NYA padaku
sahabatku...
aku merindukan hangat cinta kasih NYA
aku ingin menggapai cinta sejatiku sampai Arasy NYA
"akan ku kabarkan kedatanganmu pada jiwa-jiwa yang Mutmai'nah
akan ku kabarkan inilah saatnya kita buat barisan yang kokoh
akan ku kabarkan tuk hentikan sandiwara di pelayaran samudera fatamorgana akan ku tawarkan perniagaan seperti Titah NYA ;
(Qs : 61,1-14)"
sahabatku...
awasi dan ingatkan setiap langkahku saat-saat menghabiskan waktu
denganmu agar aku menjadi bertakwa seperti Janji NYA (Qs : 2,183)
kau telah pergi dan janji tuk kembali
dan aku teringat titahmu saat kau meninggalkanku
"bawalah jiwaku dalam jiwamu"
aku ingat sekarang sahabatku....
namun aku telah lama melupakanmu...bahkan hampir menafikanmu...
jiwamu selalu kulupakan dalam jiwaku
aku telah terkotori belenggu nafsu dan amarah syetan
aku telah ternodai busuk dan dengki hati
aku bagai buih di samudera nisbi
yang terseret ombak terbentur karang
terbagi...terpisah...imanku....
SAHABATKU !....AKU TAK INGIN SEPERTI ITU....
sahabatku...
aku ingin kau datang cepat...secepat kau pergi
aku ingin kau bersamaku lama...selama kau meninggalkanku
aku merindukan didikanmu
aku mengharapkan ajaranmu
sahabatku...
ajarkan aku tuk mendekati Ilahi Robbi,..kekasihku..
didik aku membawa semangat jihad badar para
sahabat Rosullulloh
sahabatku...
aku berharap magfiroh dari Sang Maha Pemurah
aku berharap rahmat dari Sang Maha Penyayang
aku tak berharap siksa api neraka dari Sang Maha Pemurah
meski tak layak aku menyentuh Syurga NYA
tuntun aku merangkai do'a tuk Sang Maha Pendengar
tuntun aku melangkah di jalan NYA selalu... selamanya...
tuntun aku tuk merasakan indahnya seribu bulan... Lailatu Qodar
Sang Maha Melihat akan menilaiku langsung tanpa aparat-aparat suci NYA
bimbing aku tuk mekarkan Rahman Rahim NYA padaku
sahabatku...
aku merindukan hangat cinta kasih NYA
aku ingin menggapai cinta sejatiku sampai Arasy NYA
"akan ku kabarkan kedatanganmu pada jiwa-jiwa yang Mutmai'nah
akan ku kabarkan inilah saatnya kita buat barisan yang kokoh
akan ku kabarkan tuk hentikan sandiwara di pelayaran samudera fatamorgana akan ku tawarkan perniagaan seperti Titah NYA ;
(Qs : 61,1-14)"
sahabatku...
awasi dan ingatkan setiap langkahku saat-saat menghabiskan waktu
denganmu agar aku menjadi bertakwa seperti Janji NYA (Qs : 2,183)
SaYa InI ............. sEdAnG fUtUr..................
[dari seorang teman]
Saya ini sedang futur..........
Terbukti dengan ogah-ogahan datang ke pengajian tiap pekan.......
Dengan alasan klasik kuliahlah, lelahlah,
kerjalah, sibuklah, inilah, itulah......
Saya ini sedang futur..........
Jarang baca buku tentang Islam, lagi demen baca koran
Dulu tilawah tidak pernah ketinggalan, sekarang satu lembar udeh lumayan.........
Tilawah sudah tidak berkesan, nonton layar emas ketagihan......
Saya ini sedang futur....
Mulai malas shalat malam, jarang bertafakkur....
Ba'da shubuh, kanan kiri salam, lantas kembali mendengkur........
Apalagi waktu libur, sampai menjelang dzuhur
Saya ini sedang futur.......
Lihat perut semakin buncit, karena junkfood dan pangsit
Kalo infaq mulai sedikit dan mulai pelit
Apalagi shaum sunnah, perut rasanya ogah
Saya ini sedang futur............
Tak lagi pandai bersyukur
Seneng disanjung dikritik murung
Saya ini sedang futur...............
Malas ngurusin da'wah, rajin bikin ortu marah
Sedikit sekali muhasabah, sering kali meng-ghibah
Ya.. saya memang sedang futur
Mengapa saya futur...???
Mengapa tidak ada satu ikhwah pun yang menegur dan menghibur?
Kenapa batas-batas mulai mengendur?
Kepura-puraan, basa basi dan kekakuan subur?
Kenapa di antara kita sudah tidak jujur?
Kenapa ukhuwah di antara kita sudah mulai luntur?
Kenapa di antara kita hanya pandai bertutur?
Ya Allah... Berikan hambaMu ini pelipur
Agar saya tidak semakin futur
Apalagi sampai tersungkur...
Ente tau ane lagi futur...........
Sedikit dzikir, banyakan tidur, belajar ngawur, IP pun hancur....
Shahib-shahib kagak ada yang negur..........
Ente tau ane lagi futur.........
Hati beku, otak ngelantur mikirin orang se-dulur, diri sendiri kagak pernah ngukur
Ente taulah ane sekarang........
Seneng duduk di kursi goyang, perut kenyang hati melayang
Mulut sibuk ngomongin orang, aib sendiri nggak kebayang
Ente tau ane bengal..............
Bangun malem sering ditinggal
Otak bebal banyak mengkhayal, udeh lupa yang namanya ajal
Ente tau ane begini............
Udah sok tau, seneng dipuji ngomong
Sok suci kayak murrabi, kagak ngaca diri sendiri
Ente tau ane gegabah...........
Petantang-petenteng merasa gagah,
Ngaku-ngaku ikhwah kalo mo muhasabah,
Diri ini nggak beda sama sampah
Ente tau ane sekarang udah kalah di medan perang
Ane pengen pulang kandang,
Ke tempat ane dulu datang...........
***
Buat semua saudaraku...
Kunjungilah saudaramu tengoklah dia barang sebentar. Mungkin keimanannya sedang berada diujung tanduk, mungkin keimanannya sedang dipertaruhkan. Raihlah dia, rengkuhlah dia, ajaklah dia bersama melihat terbitnya fajar kebangkitan Islam. Ajaklah dia bersama menuju cintaNYA, menuju surgaNYa, menuju ampunanNYA.
Janganlah sibuk dengan diri sendiri, pedulilah dengan sekelilingmu, pedulilah dengan mereka yang mengharap datangnya secercah cahaya.
Saya ini sedang futur..........
Terbukti dengan ogah-ogahan datang ke pengajian tiap pekan.......
Dengan alasan klasik kuliahlah, lelahlah,
kerjalah, sibuklah, inilah, itulah......
Saya ini sedang futur..........
Jarang baca buku tentang Islam, lagi demen baca koran
Dulu tilawah tidak pernah ketinggalan, sekarang satu lembar udeh lumayan.........
Tilawah sudah tidak berkesan, nonton layar emas ketagihan......
Saya ini sedang futur....
Mulai malas shalat malam, jarang bertafakkur....
Ba'da shubuh, kanan kiri salam, lantas kembali mendengkur........
Apalagi waktu libur, sampai menjelang dzuhur
Saya ini sedang futur.......
Lihat perut semakin buncit, karena junkfood dan pangsit
Kalo infaq mulai sedikit dan mulai pelit
Apalagi shaum sunnah, perut rasanya ogah
Saya ini sedang futur............
Tak lagi pandai bersyukur
Seneng disanjung dikritik murung
Saya ini sedang futur...............
Malas ngurusin da'wah, rajin bikin ortu marah
Sedikit sekali muhasabah, sering kali meng-ghibah
Ya.. saya memang sedang futur
Mengapa saya futur...???
Mengapa tidak ada satu ikhwah pun yang menegur dan menghibur?
Kenapa batas-batas mulai mengendur?
Kepura-puraan, basa basi dan kekakuan subur?
Kenapa di antara kita sudah tidak jujur?
Kenapa ukhuwah di antara kita sudah mulai luntur?
Kenapa di antara kita hanya pandai bertutur?
Ya Allah... Berikan hambaMu ini pelipur
Agar saya tidak semakin futur
Apalagi sampai tersungkur...
Ente tau ane lagi futur...........
Sedikit dzikir, banyakan tidur, belajar ngawur, IP pun hancur....
Shahib-shahib kagak ada yang negur..........
Ente tau ane lagi futur.........
Hati beku, otak ngelantur mikirin orang se-dulur, diri sendiri kagak pernah ngukur
Ente taulah ane sekarang........
Seneng duduk di kursi goyang, perut kenyang hati melayang
Mulut sibuk ngomongin orang, aib sendiri nggak kebayang
Ente tau ane bengal..............
Bangun malem sering ditinggal
Otak bebal banyak mengkhayal, udeh lupa yang namanya ajal
Ente tau ane begini............
Udah sok tau, seneng dipuji ngomong
Sok suci kayak murrabi, kagak ngaca diri sendiri
Ente tau ane gegabah...........
Petantang-petenteng merasa gagah,
Ngaku-ngaku ikhwah kalo mo muhasabah,
Diri ini nggak beda sama sampah
Ente tau ane sekarang udah kalah di medan perang
Ane pengen pulang kandang,
Ke tempat ane dulu datang...........
***
Buat semua saudaraku...
Kunjungilah saudaramu tengoklah dia barang sebentar. Mungkin keimanannya sedang berada diujung tanduk, mungkin keimanannya sedang dipertaruhkan. Raihlah dia, rengkuhlah dia, ajaklah dia bersama melihat terbitnya fajar kebangkitan Islam. Ajaklah dia bersama menuju cintaNYA, menuju surgaNYa, menuju ampunanNYA.
Janganlah sibuk dengan diri sendiri, pedulilah dengan sekelilingmu, pedulilah dengan mereka yang mengharap datangnya secercah cahaya.
15 August 2006
aku teruskan perjalanan ini dengan senyuman
usai sudah perjalanan sembilan hari ini
badan ini bukan hanya terasa lusuh tapi telah mendekati luluh
lelah memang telah menjadi suatu pusaka hidup
tak ada kelelahan yang bisa tertutupi
namun hasrat untuk melanjutkan yang tertinggal siap ku laju lagi
seperti bahtera di pelabuhan
meski terlihat tenang dan anggun
bukan untuk itu ia dibuat
aku pacu laju langkah kaki menapaki puncak impian
takkan kubiarkan keluh kesah menjadi tanah pengubur jiwa yang hidup
aku teruskan perjalanan ini dengan senyuman
badan ini bukan hanya terasa lusuh tapi telah mendekati luluh
lelah memang telah menjadi suatu pusaka hidup
tak ada kelelahan yang bisa tertutupi
namun hasrat untuk melanjutkan yang tertinggal siap ku laju lagi
seperti bahtera di pelabuhan
meski terlihat tenang dan anggun
bukan untuk itu ia dibuat
aku pacu laju langkah kaki menapaki puncak impian
takkan kubiarkan keluh kesah menjadi tanah pengubur jiwa yang hidup
aku teruskan perjalanan ini dengan senyuman
31 July 2006
catatan akhir bulan juli
hari terakhir bulan ini, aku hanya bisa menghela napas lega
hati ini begitu tentramnya namun kepala ini begitu sesaknya
akhirnya aku menemukan sebuah titik yang pernah hilang
sebuah awal yang takkan ku akhiri selain oleh kematian
terima kasih teman
sebenarnya aku selalu membawamu
bukan membangun sebuah dinding dari ego
sebenarnya aku selalu mengenangmu
bukan menggali sebuah sumur dari ladang kebencian
biarkanlah aku selalu mengenang perjalanan ini
dalam sebuah catatan hati di atas telaga kekaguman
bersama kerinduan penuh keharuan
hati ini begitu tentramnya namun kepala ini begitu sesaknya
akhirnya aku menemukan sebuah titik yang pernah hilang
sebuah awal yang takkan ku akhiri selain oleh kematian
terima kasih teman
sebenarnya aku selalu membawamu
bukan membangun sebuah dinding dari ego
sebenarnya aku selalu mengenangmu
bukan menggali sebuah sumur dari ladang kebencian
biarkanlah aku selalu mengenang perjalanan ini
dalam sebuah catatan hati di atas telaga kekaguman
bersama kerinduan penuh keharuan
25 July 2006
rangkaian jejak siang dan malam ku
apakah yang akan menyegarkan bangun tidurku
selain terbangun disepertiga malam
menemui Nya dan mengagungkan Nya
serta sholawat kepada rosul Nya
oh.. cinta .. aku terlelah di sore ini
ingin segera berada dipangkuan Mu
ingin segera ku segarkan tubuh ini
dengan air wudhu maghrib nanti
bersama segelas teh manis
apakah yang akan menyejukkan mata dan hati ini
selain melafalkan ayat-ayat suci Mu
hingga air mata membasahi kitab mu
air mata bersama syahdu dan khusyu
berakhir rindu dan malu
selain terbangun disepertiga malam
menemui Nya dan mengagungkan Nya
serta sholawat kepada rosul Nya
oh.. cinta .. aku terlelah di sore ini
ingin segera berada dipangkuan Mu
ingin segera ku segarkan tubuh ini
dengan air wudhu maghrib nanti
bersama segelas teh manis
apakah yang akan menyejukkan mata dan hati ini
selain melafalkan ayat-ayat suci Mu
hingga air mata membasahi kitab mu
air mata bersama syahdu dan khusyu
berakhir rindu dan malu
air dan api
Kawan...
Masihkah kita tertahan dalam kebimbangan
Antara melangkah atau tenggelam dalam kekalahan
Sementara...
Api tengah membakar seisi kota
Air tengah membanjiri seluruh desa
Masihkah kita tertahan dalam kebimbangan
Antara melangkah atau tenggelam dalam kekalahan
Sementara...
Api tengah membakar seisi kota
Air tengah membanjiri seluruh desa
kutipan seorang khalifah
Tidak ada kebaikan ibadah
yang tidak ada ilmunya
dan tidak ada kebaikan ilmu
yang tidak difahami
dan tidak ada kebaikan bacaan
kalau tidak ada perhatian untuknya.
(Ali Bin Abi Thalib)
Cukuplah bila aku merasa mulia
karena Engkau sebagai Tuhan bagiku
dan cukuplah bila aku bangga
bahwa aku menjadi hamba bagiMu.
Engkau bagiku sebagaimana yang aku cintai,
maka berilah aku taufik
sebagaimana yang Engkau cintai.
(Ali Bin Abi Thalib)
Wahai anak manusia,
setiap kali engkau meminta kepada-Ku
dan mengharap dari-Ku,
maka Aku akan ampunkan bagimu
apa yang telah lalu
dan Aku tidak peduli betapapun besar
dan banyaknya dosamu.
Wahai anak manusia,
seandainya dosa-dosamu mencapai setinggi langit,
kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku,
maka Aku akan mengampunimu dan Aku tidak peduli.
Wahai anak manusia,
seandainya engkau datang kepada-Ku
dengan membawa setumpuk dosa sebesar bumi,
kemudian engkau berjumpa dengan-Ku
tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun,
maka Aku akan memberikan ampunan sebesar bumi itu pula"
(Hadits Qudsi Riwayat Turmudzi)
yang tidak ada ilmunya
dan tidak ada kebaikan ilmu
yang tidak difahami
dan tidak ada kebaikan bacaan
kalau tidak ada perhatian untuknya.
(Ali Bin Abi Thalib)
Cukuplah bila aku merasa mulia
karena Engkau sebagai Tuhan bagiku
dan cukuplah bila aku bangga
bahwa aku menjadi hamba bagiMu.
Engkau bagiku sebagaimana yang aku cintai,
maka berilah aku taufik
sebagaimana yang Engkau cintai.
(Ali Bin Abi Thalib)
Wahai anak manusia,
setiap kali engkau meminta kepada-Ku
dan mengharap dari-Ku,
maka Aku akan ampunkan bagimu
apa yang telah lalu
dan Aku tidak peduli betapapun besar
dan banyaknya dosamu.
Wahai anak manusia,
seandainya dosa-dosamu mencapai setinggi langit,
kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku,
maka Aku akan mengampunimu dan Aku tidak peduli.
Wahai anak manusia,
seandainya engkau datang kepada-Ku
dengan membawa setumpuk dosa sebesar bumi,
kemudian engkau berjumpa dengan-Ku
tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun,
maka Aku akan memberikan ampunan sebesar bumi itu pula"
(Hadits Qudsi Riwayat Turmudzi)
Cinta kita di sore hari
tak usah bermuram begitu
senyumlah...
biar hari lebih cerah
meski langit akan menggelap
kita memang agak sesat
terbawa terjal penuh aral
tapi tiada sesal, sungguh
hari-hari masih penuh asa
saat mencoba melipur hati
dan coba pahami cela kita
kadang berat, memang
kadang hampir putus harapan
tapi saat hari berganti
keyakinan pun bertumbuh lagi
cinta kita masih perkasa
untuk membuhul perbedaan ini
saat malam nanti tiba
saat kembali untuk bertapa
memahami tentang hari ini
yang terjadi hari ini
karena ternyata..
kita masih punya hutang kepada
kehidupan dan manusia
senyumlah...
biar hari lebih cerah
meski langit akan menggelap
kita memang agak sesat
terbawa terjal penuh aral
tapi tiada sesal, sungguh
hari-hari masih penuh asa
saat mencoba melipur hati
dan coba pahami cela kita
kadang berat, memang
kadang hampir putus harapan
tapi saat hari berganti
keyakinan pun bertumbuh lagi
cinta kita masih perkasa
untuk membuhul perbedaan ini
saat malam nanti tiba
saat kembali untuk bertapa
memahami tentang hari ini
yang terjadi hari ini
karena ternyata..
kita masih punya hutang kepada
kehidupan dan manusia
sebuah kutipan tentang hidup
"Hidup tanpa cinta ibarat pohon yang tidak berbunga dan berbuah.
Dan cinta tanpa keindahan seperti bunga tanpa aroma semerbak dan seperti buah tanpa biji. Hidup, cinta dan keindahan adalah tiga dalam satu, yang tidak dapat dipisahkan ataupun diubah."
"Hidup tanpa berjuang seperti empat musim yang kehilangan musim bunganya. Dan perjuangan tanpa hak seperti padang pasir yang tandus. Hidup, perjuangan dan hak adalah tiga dalam satu yang tidak dapat dipisahkan ataupun diubah."
"Hidup tanpa kebebasan seperti tubuh tanpa jiwa, dan kebebasan tanpa akal seperti roh yang kebingungan. Hidup, kebebasan dan akal adalah tiga dalam satu, abadi dan tidak pernah sirna."
Dan cinta tanpa keindahan seperti bunga tanpa aroma semerbak dan seperti buah tanpa biji. Hidup, cinta dan keindahan adalah tiga dalam satu, yang tidak dapat dipisahkan ataupun diubah."
"Hidup tanpa berjuang seperti empat musim yang kehilangan musim bunganya. Dan perjuangan tanpa hak seperti padang pasir yang tandus. Hidup, perjuangan dan hak adalah tiga dalam satu yang tidak dapat dipisahkan ataupun diubah."
"Hidup tanpa kebebasan seperti tubuh tanpa jiwa, dan kebebasan tanpa akal seperti roh yang kebingungan. Hidup, kebebasan dan akal adalah tiga dalam satu, abadi dan tidak pernah sirna."
mawar esok pagi dalam sebuah puisi
Pada malam aku mengadu
karena aku lama tak mendengar suara air mata di lorong mimpi puisi
Pada pagi aku merayu
Adakah mawar merah masih merekah di sana
menawarkan aroma kedamaian dan ketenangan
Adakah matahari masih tersenyum di sana
Layaknya sang bayi lelap di pangkuan ibunya
karena aku lama tak mendengar suara air mata di lorong mimpi puisi
Pada pagi aku merayu
Adakah mawar merah masih merekah di sana
menawarkan aroma kedamaian dan ketenangan
Adakah matahari masih tersenyum di sana
Layaknya sang bayi lelap di pangkuan ibunya
saat ini
saat ini kesehatanku lebih baik dari biasanya
meski masih seperti gitar yang putus talinya
apa yang menyusahkanku saat ini adalah keadaan
yang mengharuskanku bekerja selama sepuluh jam sehari
sementara aku terlarang untuk menulis lebih dari lima jam
tidak ada yang lebih sulit daripada semangat, kuat dalam raga yang lemah.
aku merasa-aku tidak rendah hati-bahwa aku hanya sedang berada di tepi jurang.
telah satu tahun setengah aku lewatkan sambil menulis
dan hal ini merupakan masa persiapan saja sebelum
melangkah lebih jauh menembus mimpi liarku.
saat ini aku belum bisa melakukan hal yang berguna di bumi ini.
ide-ideku belum matang dan jaringku masih tenggelam
dan jari-jari ku masih tertidur nyenyak
meski masih seperti gitar yang putus talinya
apa yang menyusahkanku saat ini adalah keadaan
yang mengharuskanku bekerja selama sepuluh jam sehari
sementara aku terlarang untuk menulis lebih dari lima jam
tidak ada yang lebih sulit daripada semangat, kuat dalam raga yang lemah.
aku merasa-aku tidak rendah hati-bahwa aku hanya sedang berada di tepi jurang.
telah satu tahun setengah aku lewatkan sambil menulis
dan hal ini merupakan masa persiapan saja sebelum
melangkah lebih jauh menembus mimpi liarku.
saat ini aku belum bisa melakukan hal yang berguna di bumi ini.
ide-ideku belum matang dan jaringku masih tenggelam
dan jari-jari ku masih tertidur nyenyak
kerinduan
tak pernah kurasakan kerinduan sebesar ini
melebihi kerinduanku pada pasangan hidupku
aku seperti tak memiliki cinta
tak pernah ada cinta sebesar ini
aku sangat ingin menangis saat ini
namun biar kutangguhkan hingga ku pulang nanti
sungguh ... betapa besar kerinduan ini
ya 4JJ1.. segala puji memang hanya untuk Mu
melebihi kerinduanku pada pasangan hidupku
aku seperti tak memiliki cinta
tak pernah ada cinta sebesar ini
aku sangat ingin menangis saat ini
namun biar kutangguhkan hingga ku pulang nanti
sungguh ... betapa besar kerinduan ini
ya 4JJ1.. segala puji memang hanya untuk Mu
esok pagi dengan darah
Dari sekian keganjilan hidup
Gila karena murka Atau duka karena kecewa
bolehlah aku sebut bagian dari seni
seni Derita kadang mencekam
Menimbulkan kekacauan
Bahkan kematian yang menakutkan
Tapi seni derita
Meniupkan kesejukan
Bagi jiwa yang mati
Bagi jiwa yang terkekang
Seni derita …
Memberi pendidikan
Bagi perlawanan
semoga penderitaan kita selama ini
bisa menjadi ajang tuk memperbaiki diri
menjadi benar dan lebih baik
saat Dia menawarkan kembali kasih sayangnya
kita tak lagi lari dari Nya
kita akan peluk semua amanah yang telah tertumpah
walau Darah dan Nanah jadi pertaruhan
walau Harta dan Jiwa jadi persembahan
yang terbaik... untuk Nya
Gila karena murka Atau duka karena kecewa
bolehlah aku sebut bagian dari seni
seni Derita kadang mencekam
Menimbulkan kekacauan
Bahkan kematian yang menakutkan
Tapi seni derita
Meniupkan kesejukan
Bagi jiwa yang mati
Bagi jiwa yang terkekang
Seni derita …
Memberi pendidikan
Bagi perlawanan
semoga penderitaan kita selama ini
bisa menjadi ajang tuk memperbaiki diri
menjadi benar dan lebih baik
saat Dia menawarkan kembali kasih sayangnya
kita tak lagi lari dari Nya
kita akan peluk semua amanah yang telah tertumpah
walau Darah dan Nanah jadi pertaruhan
walau Harta dan Jiwa jadi persembahan
yang terbaik... untuk Nya
sebuah catatan
disaat masalah lama tak terpecahkan
timbulkan rasa kegalauan dalam pikiran
mungkin disini awal kedewasaan
ketika diri dibebani sekeranjang permasalahan
rela hati tergores pena takdir penyelesaian
sebagai jalan yang terkadang menyedihkan
biarkan aku sendiri yang menyembuhkan
bersama doa dan harapan
biarkan semua orang menertawakan
biarlah berlalu tanpa kuhiraukan
karena aku yang menentukan
kemana diri menatap masa depan
hanya padaMu kuceritakan
karena Engkaulah yang menciptakan
semua rintangan ibarat batu ujian
semoga tiada penyesalan
dihari kemudian.....
timbulkan rasa kegalauan dalam pikiran
mungkin disini awal kedewasaan
ketika diri dibebani sekeranjang permasalahan
rela hati tergores pena takdir penyelesaian
sebagai jalan yang terkadang menyedihkan
biarkan aku sendiri yang menyembuhkan
bersama doa dan harapan
biarkan semua orang menertawakan
biarlah berlalu tanpa kuhiraukan
karena aku yang menentukan
kemana diri menatap masa depan
hanya padaMu kuceritakan
karena Engkaulah yang menciptakan
semua rintangan ibarat batu ujian
semoga tiada penyesalan
dihari kemudian.....
aku sadar....
ketika ku berusaha menikmati setiap jalan ku
melihat kenyataan bahwa hidup ini penuh liku
dan gelombang cobaan berkejaran lalu saling bersahutan
aku sadar...
kebenaran hidup tetap harus berjalan dengan cara yang benar
tak ada prasangka manusia yang mampu menuntun kepada kebenaran
seringkali aku mendaki gunung tanpa alas kaki
menginjak setiap ranting dan duri
hingga darah mengalir dan daging mulai bernanah
aku sadar...
kepedihan bukan berasal dari kulit yang tergores
kesedihan bukan berasal dari daging yang tertusuk
karena ternyata...
kematian dengan tangan yang terputus
kematian dengan darah yang mengalir
kematian dengan mata yang tercongkel
kematian dengan jantung yang tercabut
adalah pengharapan para syuhada
mereka tasbih saat tangan terputus
mereka takbir saat darah mengalir
mereka tahlil saat mata tercongkel
mereka tahmid saat jantung tercabut
saat kematian tiba... mereka hanya berucap
Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun
Asyhadualla Ilaha Ilallah Wa Ashadu anna muhammadurrosulloh
melihat kenyataan bahwa hidup ini penuh liku
dan gelombang cobaan berkejaran lalu saling bersahutan
aku sadar...
kebenaran hidup tetap harus berjalan dengan cara yang benar
tak ada prasangka manusia yang mampu menuntun kepada kebenaran
seringkali aku mendaki gunung tanpa alas kaki
menginjak setiap ranting dan duri
hingga darah mengalir dan daging mulai bernanah
aku sadar...
kepedihan bukan berasal dari kulit yang tergores
kesedihan bukan berasal dari daging yang tertusuk
karena ternyata...
kematian dengan tangan yang terputus
kematian dengan darah yang mengalir
kematian dengan mata yang tercongkel
kematian dengan jantung yang tercabut
adalah pengharapan para syuhada
mereka tasbih saat tangan terputus
mereka takbir saat darah mengalir
mereka tahlil saat mata tercongkel
mereka tahmid saat jantung tercabut
saat kematian tiba... mereka hanya berucap
Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun
Asyhadualla Ilaha Ilallah Wa Ashadu anna muhammadurrosulloh
uraian air mata dalam doa untuk mu
seperti yang kita tau
bahwa bunga tidak mekar hanya dalam waktu semalam
semoga hari-hari yang kita lewati
tanaman hati kita selalu tersiram manisnya iman dan islam
agar senantiasa jiwa ini merekah dan tumbuh penuh ridho Penanamnya
aku sangat sadar
setetes air adalah bagian dari luasnya samudera
begitu pula senyuman dan semangatmu
seulam senyuman dan secuil semangat yang kau tebar
mengokohkan pijak langkahmu
memastikan ayu hatimu
semoga Alloh, menaungi kita dari segala marabahaya
semoga Alloh, menghujamkan hati kita dengan Cinta pada Nya saja
semoga Alloh, senantiasa memberikan kesehatan dan keselamatan
semoga Alloh, memanggil kita, saat kita berserah diri pada Nya
bahwa bunga tidak mekar hanya dalam waktu semalam
semoga hari-hari yang kita lewati
tanaman hati kita selalu tersiram manisnya iman dan islam
agar senantiasa jiwa ini merekah dan tumbuh penuh ridho Penanamnya
aku sangat sadar
setetes air adalah bagian dari luasnya samudera
begitu pula senyuman dan semangatmu
seulam senyuman dan secuil semangat yang kau tebar
mengokohkan pijak langkahmu
memastikan ayu hatimu
semoga Alloh, menaungi kita dari segala marabahaya
semoga Alloh, menghujamkan hati kita dengan Cinta pada Nya saja
semoga Alloh, senantiasa memberikan kesehatan dan keselamatan
semoga Alloh, memanggil kita, saat kita berserah diri pada Nya
21 July 2006
hitam putih
malam ini begitu gelap
tapi tidak hati ku ini
aku ingin menuliskan semua putih di atas hitamku
aku ingin menuliskan semua kebahagian di atas kesedihanku
karena hitam dan putih bagai benang-benang kehidupan
bila kurajut dengan sabar dan ikhlas
tentu akan terebah sebuah kain penuh corak yang indah
yang bisa memanjakan mata dan pemakainya
seperti malam ini
kutuliskan semua putih di atas hitamku
tapi tidak hati ku ini
aku ingin menuliskan semua putih di atas hitamku
aku ingin menuliskan semua kebahagian di atas kesedihanku
karena hitam dan putih bagai benang-benang kehidupan
bila kurajut dengan sabar dan ikhlas
tentu akan terebah sebuah kain penuh corak yang indah
yang bisa memanjakan mata dan pemakainya
seperti malam ini
kutuliskan semua putih di atas hitamku
menikmati keindahan nuansa
ohhh...
tak ada nuansa seindah ini
biar bumi telah tergoncang
dan air laut terus berteriak
tak ada nuansa seindah ini
maaf...
bukan aku tak berempati
meski sekarang aku sedang berada di tepi jurang
takkan kubiarkan diri ini menangis dan menjatuhkan kedalamnya
masih ada aliran sungai yang menyejukkan mata
masih ada angin yang menenangkan hati
tapi seperti mencium aroma wewangian di rumah penyikasaan
tak bisa kuelakan ...
harum itu tetap ada dan semakin wangi menyeriangi tubuh yang lelah
menghilangkan setiap luka yang tersayat oleh duri dan pedang kehidupan
ohh...
biarkan aku menikmati setiap sudut nuansa ini
sebelum pukulan hantaman dan cercaan hingga makian merintangi setiap langkahku
biarkan aku tenggelam dalam lautan nuansa ini
aku ingin tersenyum bersama hati ku
tak ada nuansa seindah ini
biar bumi telah tergoncang
dan air laut terus berteriak
tak ada nuansa seindah ini
maaf...
bukan aku tak berempati
meski sekarang aku sedang berada di tepi jurang
takkan kubiarkan diri ini menangis dan menjatuhkan kedalamnya
masih ada aliran sungai yang menyejukkan mata
masih ada angin yang menenangkan hati
tapi seperti mencium aroma wewangian di rumah penyikasaan
tak bisa kuelakan ...
harum itu tetap ada dan semakin wangi menyeriangi tubuh yang lelah
menghilangkan setiap luka yang tersayat oleh duri dan pedang kehidupan
ohh...
biarkan aku menikmati setiap sudut nuansa ini
sebelum pukulan hantaman dan cercaan hingga makian merintangi setiap langkahku
biarkan aku tenggelam dalam lautan nuansa ini
aku ingin tersenyum bersama hati ku
19 July 2006
biar aku cumbui setiap waktuku
siapkah engkau tuk ziarahi setiap lekuk hatiku
karena begitu terjal,penuh liku bahkan berhamburan duri dan kaca
janganlah heran akan datang sekumpulan kecewa mengetuk setiap pintu ikhlasmu
saat kau mencoba melangkahkan setiap kaki
tak suara diam saat kau ziarahi bukit ini
begitu banyak gema dimana-mana hingga mungkin saja memekakan telingamu
tak ada senyuman terpaksa di lembah ini
akan ada begitu keceriaan dan kegembiraan pada wajah-wajah ini
meski darah terus mengalir darti tubuh yang tersayat
meski satu kaki kananku menyeret kaki kiriku yang pincang
sepanjang jalan
setiap waktu
setiap kenangan
aku tinggalkan setiap kenangan di setiap kota
agar kau senantiasa mengingat bahwa aku itu pernah ada
bukan se-sosok tubuh yang lahir dari halusinasi
atau terlahir dari rahim imaginasi
biar aku cumbui setiap waktuku
agar aku tetap menikmati setiap jengkalnya
karena begitu terjal,penuh liku bahkan berhamburan duri dan kaca
janganlah heran akan datang sekumpulan kecewa mengetuk setiap pintu ikhlasmu
saat kau mencoba melangkahkan setiap kaki
tak suara diam saat kau ziarahi bukit ini
begitu banyak gema dimana-mana hingga mungkin saja memekakan telingamu
tak ada senyuman terpaksa di lembah ini
akan ada begitu keceriaan dan kegembiraan pada wajah-wajah ini
meski darah terus mengalir darti tubuh yang tersayat
meski satu kaki kananku menyeret kaki kiriku yang pincang
sepanjang jalan
setiap waktu
setiap kenangan
aku tinggalkan setiap kenangan di setiap kota
agar kau senantiasa mengingat bahwa aku itu pernah ada
bukan se-sosok tubuh yang lahir dari halusinasi
atau terlahir dari rahim imaginasi
biar aku cumbui setiap waktuku
agar aku tetap menikmati setiap jengkalnya
18 July 2006
ku lelang diam ku
tak ada yang bisa memaksa ku tersenyum
kalo hati ingin menangis, aku menangis
tak ada kehadiran
tak ada keindahan
tak ada penyesalan
entah karena takut atau hanya ego saja
sampai kapan diam ini akan dilelang
kalo hati ingin menangis, aku menangis
tak ada kehadiran
tak ada keindahan
tak ada penyesalan
entah karena takut atau hanya ego saja
sampai kapan diam ini akan dilelang
06 July 2006
emosi tanpa harga
kejar-kejaran antara kaki dan mimpi
tak ada sedih di sudut kamar hati ini
hanya ada senyuman yang bersembunyi di lukisan raut wajah
berlari ku berlari mengejar dunia
dengan mata cekatan melirik setiap peluang
mengatur setiap emosi agar langkah tak terhenti
merangkak ku menapaki bukit akhirat
tak perlu suara dan tuliskan setiap mimpi
hanya perlu mencatat setiap bencana
tak ada sedih di sudut kamar hati ini
hanya ada senyuman yang bersembunyi di lukisan raut wajah
berlari ku berlari mengejar dunia
dengan mata cekatan melirik setiap peluang
mengatur setiap emosi agar langkah tak terhenti
merangkak ku menapaki bukit akhirat
tak perlu suara dan tuliskan setiap mimpi
hanya perlu mencatat setiap bencana
30 June 2006
memang aku tak pantas bersanding denganmu
memang aku tak pantas bersanding denganmu
karena bagaimanapun juga kau jauh lebih baik dariku
orang udik seperti ku tentu akan sungkan dan segan padamu
tapi aku tak pernah jadi rendah diri
dan tak pernah silau oleh cahaya dunia
memang aku tak pantas bersanding denganmu
aku pun sudah mulai mencari arah yang lain
aku hanya akan menunggu kabar darimu
itupun jika kau sudi mengabari aku
dan aku tak pernah bosan dengan mu
hingga kau bosan dengan diriku
dan aku tak pernah menutup pintu hatiku
hingga kau bisa mengenal aku dengan segala hitam dan keabuannya
walau aku takkan pernah mengenalmu lagi saat ini
memang aku tak pantas bersanding denganmu
telah kupastikan arah mana yang akan kulewati
dalam sendiri aku memanggil rindu dan cinta
ternyata masih berlabuh di palung hati sahabat-sahabatku
itulah kesejatian cinta dalam kefanaan dunia
saat mencintai dan dicintai tidak jadi hutang
saat merindukan dan dirindukan tidak jadi dosa
memang aku tak pantas bersanding denganmu
semoga benang sari cinta akan berlabuh di putik hatimu
karena bagaimanapun juga kau jauh lebih baik dariku
orang udik seperti ku tentu akan sungkan dan segan padamu
tapi aku tak pernah jadi rendah diri
dan tak pernah silau oleh cahaya dunia
memang aku tak pantas bersanding denganmu
aku pun sudah mulai mencari arah yang lain
aku hanya akan menunggu kabar darimu
itupun jika kau sudi mengabari aku
dan aku tak pernah bosan dengan mu
hingga kau bosan dengan diriku
dan aku tak pernah menutup pintu hatiku
hingga kau bisa mengenal aku dengan segala hitam dan keabuannya
walau aku takkan pernah mengenalmu lagi saat ini
memang aku tak pantas bersanding denganmu
telah kupastikan arah mana yang akan kulewati
dalam sendiri aku memanggil rindu dan cinta
ternyata masih berlabuh di palung hati sahabat-sahabatku
itulah kesejatian cinta dalam kefanaan dunia
saat mencintai dan dicintai tidak jadi hutang
saat merindukan dan dirindukan tidak jadi dosa
memang aku tak pantas bersanding denganmu
semoga benang sari cinta akan berlabuh di putik hatimu
bagaimana membahasakan cinta ?
aku bahkan tak pernah mengira kalau ini adalah cinta
karena ini memang bukanlah cinta
tak pernah pula aku menghaturkan untuk seorang wanita
tapi bagaimana sebenarnya aku membahasakan cinta
jika keinginanku hanya ingin bersama
menjalankan sebuah cerita dengan skenario yang ada
ahh... dusta apa lagi ini?
setiap manusia tak menyukai
selama aku masih berdiri dalam tonggak kebenaran
apa aku harus menukar ketidaksukaan mereka dengan harga yang murah
tak ingin aku berkerumun dengan itu
kebenaran persepsi yang dilegitimasi masal
aku lebih baik memilih sebagai kaum pencilan
diantara para saudagar ayat-ayat
biarkan para saudagar berperang dengan ayat-ayat
untuk merebut sebuah cinta...
karena cinta hanya akan datang jika dihadirkan
yup.. dihadirkan oleh Pelukis Cinta Sejati
karena ini memang bukanlah cinta
tak pernah pula aku menghaturkan untuk seorang wanita
tapi bagaimana sebenarnya aku membahasakan cinta
jika keinginanku hanya ingin bersama
menjalankan sebuah cerita dengan skenario yang ada
ahh... dusta apa lagi ini?
setiap manusia tak menyukai
selama aku masih berdiri dalam tonggak kebenaran
apa aku harus menukar ketidaksukaan mereka dengan harga yang murah
tak ingin aku berkerumun dengan itu
kebenaran persepsi yang dilegitimasi masal
aku lebih baik memilih sebagai kaum pencilan
diantara para saudagar ayat-ayat
biarkan para saudagar berperang dengan ayat-ayat
untuk merebut sebuah cinta...
karena cinta hanya akan datang jika dihadirkan
yup.. dihadirkan oleh Pelukis Cinta Sejati
29 June 2006
kapan terakhir senyum padaku
ingatkah dirimu ...
kapan terakhir senyum padaku :)
sejak saat itu matahari tak lagi bersinar
setiap pagi aku lihat melalui kaca jendela
tak ada sinaran yang menghangatkan raga ini
hanya senyuman kecerian anak-anak kecil di gang
saat aku keluar dari ruang peristirahatanku
hiburan yang keluar dari dasar hati
kapan terakhir senyum padaku :)
sejak saat itu matahari tak lagi bersinar
setiap pagi aku lihat melalui kaca jendela
tak ada sinaran yang menghangatkan raga ini
hanya senyuman kecerian anak-anak kecil di gang
saat aku keluar dari ruang peristirahatanku
hiburan yang keluar dari dasar hati
jika aku merasa lelah
maafkan aku
jika aku merasa lelah memanggilmu
sepertinya aku harus berlari untuk menyapamu
layaknya menaiki arung jeram
melewati bebatuan yang terjal dan tajam, amukan derasnya air
melewati setiap kelokan bersama pohon-pohon yang tumbang
lalu saat air tenang tiba....
aku bertanya padamu :: apakah kamu baik-baik saja ? ::
maafkan aku
jika aku merasa lelah
hanya ingin memastikan bahwa kau baik-baik saja
jika aku merasa lelah memanggilmu
sepertinya aku harus berlari untuk menyapamu
layaknya menaiki arung jeram
melewati bebatuan yang terjal dan tajam, amukan derasnya air
melewati setiap kelokan bersama pohon-pohon yang tumbang
lalu saat air tenang tiba....
aku bertanya padamu :: apakah kamu baik-baik saja ? ::
maafkan aku
jika aku merasa lelah
hanya ingin memastikan bahwa kau baik-baik saja
relakan aku pergi
relakan aku pergi
jangan kau paksakan dirimu menunggu aku
meski aku belum memilih yang lain
bukan berarti aku menantikan dirimu
relakan aku pergi
bersama kumpulan puisi yang telah terberi
bakar semua keresahan
karena hari esok belum tentu kembali
mencari kepastian di ladang ketidakpastian
seperti mencari jarum dalam jerami
apa yang hendak kau cari dari aku
seseorang yang tak pantas bersanding dengan wanita baik seperti mu
bahkan aku tak pantas bersanding dengan pelacur sekalipun
jangan kau siksa dirimu dengan menunggu ku
karena aku masih menunggu kabar dari Nya
kalau memang takdir datang dan menyatukan kita
itulah anugerah terbesar hidupku karena telah mendapatkan mu
kalau memang takdir datang dan menyatukanku dengan yang lain
itulah anugerah terbesar hidupmu karena kau akan dipersandingkan dengan yang terbaik
biarlah aku terbang bersama keyakinanmu
karena keyakinanku takkan luluh oleh rayu ucapmu
meski kau meneteskan air mata darah dihadapanku
tak semili pun aku beranjak untuk menggapaimu
karena menggapaimu dosa bila saatnya belum tiba
relakan aku pergi
bukan berarti aku telah memiliki yang lain
sebatas penghujaman diri akan takdir
tentangku Kuasa Nya
jangan kau paksakan dirimu menunggu aku
meski aku belum memilih yang lain
bukan berarti aku menantikan dirimu
relakan aku pergi
bersama kumpulan puisi yang telah terberi
bakar semua keresahan
karena hari esok belum tentu kembali
mencari kepastian di ladang ketidakpastian
seperti mencari jarum dalam jerami
apa yang hendak kau cari dari aku
seseorang yang tak pantas bersanding dengan wanita baik seperti mu
bahkan aku tak pantas bersanding dengan pelacur sekalipun
jangan kau siksa dirimu dengan menunggu ku
karena aku masih menunggu kabar dari Nya
kalau memang takdir datang dan menyatukan kita
itulah anugerah terbesar hidupku karena telah mendapatkan mu
kalau memang takdir datang dan menyatukanku dengan yang lain
itulah anugerah terbesar hidupmu karena kau akan dipersandingkan dengan yang terbaik
biarlah aku terbang bersama keyakinanmu
karena keyakinanku takkan luluh oleh rayu ucapmu
meski kau meneteskan air mata darah dihadapanku
tak semili pun aku beranjak untuk menggapaimu
karena menggapaimu dosa bila saatnya belum tiba
relakan aku pergi
bukan berarti aku telah memiliki yang lain
sebatas penghujaman diri akan takdir
tentangku Kuasa Nya
sedikit ruang hati
tak mengapa kau mengatakan tak ada tempat untuk ku
itu lebih indah buatku dari pada terpaku dalam diam mu
tak ada ruang bukan berarti aku tak boleh mengenal mu kan ?
karena setiap orang selalu membuka ruang untuk saling mengenal
tapi.. apakah mungkin kau tak membukanya juga untukku ?
aku yakin dirimu memang bukan seperti itu..
mungkin hanya ingin sekedar menepi
melindungi dari panasnya kata-kata tak berarti
tak mengapa kau mengatakan tak ada tempat untuk ku
aku tetap akan terbang mencari tempat untuk menyandarkan letih penat ku
hingga sampai ujung waktu indah itu tiba
biarkan aku memanggilmu dan mengenangmu
dan aku akan berkata :: selalu ada ruang untuk anak manusia di hati ku ::
itu lebih indah buatku dari pada terpaku dalam diam mu
tak ada ruang bukan berarti aku tak boleh mengenal mu kan ?
karena setiap orang selalu membuka ruang untuk saling mengenal
tapi.. apakah mungkin kau tak membukanya juga untukku ?
aku yakin dirimu memang bukan seperti itu..
mungkin hanya ingin sekedar menepi
melindungi dari panasnya kata-kata tak berarti
tak mengapa kau mengatakan tak ada tempat untuk ku
aku tetap akan terbang mencari tempat untuk menyandarkan letih penat ku
hingga sampai ujung waktu indah itu tiba
biarkan aku memanggilmu dan mengenangmu
dan aku akan berkata :: selalu ada ruang untuk anak manusia di hati ku ::
sedikit perenungan tentang kemarin
temani aku dalam sendiri
kita berbicara tentang kemarin
tentang air yang sedang karnaval
beriringan lalu menari dan berdendang
melewati desa-desa dan kota-kota
jangan biarkan diri ini melamun
kita bicara tentang kemarin
tentang api yang sedang berpesta
mengadakan arak-arakan panjang
lalu berteriak hingga menggetarkan tanah ini
melalui lereng gunung hingga menuju perkampungan
ada apa ini ?
aku dalam sendiri kadang ingin tersenyum
melihat iringan air dan arakan api yang sedang berpesta
tapi pesta mereka tidak lah lucu apalagi menghibur..
pesta mereka hanya mengurai jeritan dan tangisan
lalu meninggalkan kesedihan yang menggurat hingga ujung langit hati
sunguh.. sungguh ini bukanlah hal yang lucu
tapi aku berfikir sejenak bersama secangkir teh manis
kehendak siapa semua ini ?
apa kehendak semua ini ?
mengapa berkehendak seperti ini ?
kita berbicara tentang kemarin
tentang air yang sedang karnaval
beriringan lalu menari dan berdendang
melewati desa-desa dan kota-kota
jangan biarkan diri ini melamun
kita bicara tentang kemarin
tentang api yang sedang berpesta
mengadakan arak-arakan panjang
lalu berteriak hingga menggetarkan tanah ini
melalui lereng gunung hingga menuju perkampungan
ada apa ini ?
aku dalam sendiri kadang ingin tersenyum
melihat iringan air dan arakan api yang sedang berpesta
tapi pesta mereka tidak lah lucu apalagi menghibur..
pesta mereka hanya mengurai jeritan dan tangisan
lalu meninggalkan kesedihan yang menggurat hingga ujung langit hati
sunguh.. sungguh ini bukanlah hal yang lucu
tapi aku berfikir sejenak bersama secangkir teh manis
kehendak siapa semua ini ?
apa kehendak semua ini ?
mengapa berkehendak seperti ini ?
duhai akhi...
akhi...
jika aku bermurah senyum pada mu
janganlah akhi salah artikan senyumanku itu
aku memang peduli tapi bukan menaruh hati
akhi...
jika aku lemah lembut pada mu
janganlah pula akhi salah artikan kelemahlembutanku itu
aku memang penyayang tapi bukan ingin memiliki
akhi...
jika aku bertutur kata pada mu
janganlah akhi salah artikan tuturkata ku itu
aku ingin sekedar santun dan menghargai tapi bukan ingin mengambil hati
akhi...
aku layaknya manusia seperti biasanya
yang bisa saja khilap atau lupa
akhi...
jangan pernah kau mencoba melangkahi pagar-pagar hijab kaumku
senyumanku itu bisa saja berubah menjadi kemuraman wajahku
kelemahlembutanku bisa saja berubah menjadi ketegasan yang keras
tuturkata ini bisa saja berubah menjadi pedang yang bisa merobek hatimu
akhi...
biarkanlah diriku seperti ini kepada mu
namun pasrahkanlah diri kita sepenuhnya kepada Allah semata
janganlah akhi bermain-main dengan hati
karena hati kan hancur oleh cinta yang tak bertepi pada Ilahi
jika aku bermurah senyum pada mu
janganlah akhi salah artikan senyumanku itu
aku memang peduli tapi bukan menaruh hati
akhi...
jika aku lemah lembut pada mu
janganlah pula akhi salah artikan kelemahlembutanku itu
aku memang penyayang tapi bukan ingin memiliki
akhi...
jika aku bertutur kata pada mu
janganlah akhi salah artikan tuturkata ku itu
aku ingin sekedar santun dan menghargai tapi bukan ingin mengambil hati
akhi...
aku layaknya manusia seperti biasanya
yang bisa saja khilap atau lupa
akhi...
jangan pernah kau mencoba melangkahi pagar-pagar hijab kaumku
senyumanku itu bisa saja berubah menjadi kemuraman wajahku
kelemahlembutanku bisa saja berubah menjadi ketegasan yang keras
tuturkata ini bisa saja berubah menjadi pedang yang bisa merobek hatimu
akhi...
biarkanlah diriku seperti ini kepada mu
namun pasrahkanlah diri kita sepenuhnya kepada Allah semata
janganlah akhi bermain-main dengan hati
karena hati kan hancur oleh cinta yang tak bertepi pada Ilahi
26 June 2006
lagi iseng :: ngga dikasih judul ::
kutuliskan sepatah kata sebelum kembali ke bilik tidurku
aku ingin berbicara tentang kesepian dan kesendirian
meski memang di meja kerja, aku merasa sendiri dan sepi
tapi itu pilihanku, karena keramaian tak membuat ku tertawa
keramaian hanya menjadi gumpalan yang membuat sesak di dada
aku berlari layaknya bocah yang berlari
dengan segudang imaji dan mimpi
sedang mencari kepastian dalam ketidakpastian
namun terlarang oleh manusia yang merasa dewasa
padahal mereka adalah manusia penakut
namun mereka bilang bahwa mereka sedang berfikir
padahal mereka adalah manusia pecundang
namun mereka bilang bahwa mereka belajar dari masa lalu
apa artinya berada dipuncak jika tak pernah jatuh ?
apa artinya terjatuh ke lembah jika tak pernah bangkit ?
tak ada jalan yang mulus
yang ada jalan yang lurus
namun penuh halangan dan rintangan
lalu ancaman dan gangguan
dengan hantaman goda dan coba sebesar semesta
tapi ia tetap jalan yang lurus
namun memang tak mulus
aku ingin berbicara tentang kesepian dan kesendirian
meski memang di meja kerja, aku merasa sendiri dan sepi
tapi itu pilihanku, karena keramaian tak membuat ku tertawa
keramaian hanya menjadi gumpalan yang membuat sesak di dada
aku berlari layaknya bocah yang berlari
dengan segudang imaji dan mimpi
sedang mencari kepastian dalam ketidakpastian
namun terlarang oleh manusia yang merasa dewasa
padahal mereka adalah manusia penakut
namun mereka bilang bahwa mereka sedang berfikir
padahal mereka adalah manusia pecundang
namun mereka bilang bahwa mereka belajar dari masa lalu
apa artinya berada dipuncak jika tak pernah jatuh ?
apa artinya terjatuh ke lembah jika tak pernah bangkit ?
tak ada jalan yang mulus
yang ada jalan yang lurus
namun penuh halangan dan rintangan
lalu ancaman dan gangguan
dengan hantaman goda dan coba sebesar semesta
tapi ia tetap jalan yang lurus
namun memang tak mulus
20 June 2006
aku mengerti
lebih baik aku jalan kaki seribu kilo
untuk melepas kerinduan pada teman-temanku
meski kakiku akan bengkak atau pincang
di jalan aku bisa mengenang mereka
dalam kerinduan yang ku pendam
selama aku jauh dari mereka
dan merindukan mereka adalah ibadah
lebih baik aku jalan kaki seribu kilo
untuk melepas kerinduan pada teman-temanku
meski kakiku akan bengkak atau pincang
dari pada aku berbicara denganmu
tak bisa ku melepas rindu padamu
karena merindukan mu adalah dosa
apa harus aku belajar ilmu ikhlas tentangmu
berbicaralah aku pada diri mu, seolah-olah aku melihatmu
jika aku tak pernah melihat dirimu, yakinlah engkau melihatku
merindukanmu saja adalah dosa
apalagi mencoba menghadirkan dirimu dalam hatiku
untuk melepas kerinduan pada teman-temanku
meski kakiku akan bengkak atau pincang
di jalan aku bisa mengenang mereka
dalam kerinduan yang ku pendam
selama aku jauh dari mereka
dan merindukan mereka adalah ibadah
lebih baik aku jalan kaki seribu kilo
untuk melepas kerinduan pada teman-temanku
meski kakiku akan bengkak atau pincang
dari pada aku berbicara denganmu
tak bisa ku melepas rindu padamu
karena merindukan mu adalah dosa
apa harus aku belajar ilmu ikhlas tentangmu
berbicaralah aku pada diri mu, seolah-olah aku melihatmu
jika aku tak pernah melihat dirimu, yakinlah engkau melihatku
merindukanmu saja adalah dosa
apalagi mencoba menghadirkan dirimu dalam hatiku
tadinya.. aku ingin diam
tadinya...
aku enggan lagi berbicara denganmu
bahkan menyapamu.. rasanya sakit
tapi tak mungkin
tak mungkin aku tak menyapamu
tadinya...
lebih baik aku diam
diam .. dan sama sekali diam
meski aku tetap menyapamu
aku lelah berbicara
berbicara denganmu rasanya hanya satu arah
mungkin aku hanya menghabiskan waktumu
atau mengisi kekosongan waktumu
aku enggan lagi berbicara denganmu
bahkan menyapamu.. rasanya sakit
tapi tak mungkin
tak mungkin aku tak menyapamu
tadinya...
lebih baik aku diam
diam .. dan sama sekali diam
meski aku tetap menyapamu
aku lelah berbicara
berbicara denganmu rasanya hanya satu arah
mungkin aku hanya menghabiskan waktumu
atau mengisi kekosongan waktumu
19 June 2006
debu III
sebenarnya, kau bukan temanku
dan memang tak layak aku jadi temanmu
mungkin aku hanya layak jadi kenalanmu
aku telah menjadi debu yang menempel di wajahmu
lalu kau basuh selepas pulang dari kerja
karena enggan debu ini merusakkan keaggunan wajahmu
hanya karena ketidaktauan si-debu saja
seolah-olah ia diterima dengan lapang
lalu berbesar diri bahwa ia diterima dengan lapang
namun dibelakang, debu tetap di basuh oleh air dan sabun
bahkan ditambahi pelembab bahkan pewangi
katamu dalam hatimu
"maaf.. tak ada waktu untuk berdebat ... kata hatimu
jika memang debu yang menempel diwajahmu
tak perlu kau berdebat
bersihkan saja..
karena debu memang kotor
meski belum tentu najis"
dan memang tak layak aku jadi temanmu
mungkin aku hanya layak jadi kenalanmu
aku telah menjadi debu yang menempel di wajahmu
lalu kau basuh selepas pulang dari kerja
karena enggan debu ini merusakkan keaggunan wajahmu
hanya karena ketidaktauan si-debu saja
seolah-olah ia diterima dengan lapang
lalu berbesar diri bahwa ia diterima dengan lapang
namun dibelakang, debu tetap di basuh oleh air dan sabun
bahkan ditambahi pelembab bahkan pewangi
katamu dalam hatimu
"maaf.. tak ada waktu untuk berdebat ... kata hatimu
jika memang debu yang menempel diwajahmu
tak perlu kau berdebat
bersihkan saja..
karena debu memang kotor
meski belum tentu najis"
bosan lagi
siang tadi, aku telpon bapaku
aku beritakan bahwa aku akan pulang awal bulan depan
ada satu hal yang tak kuceritakan padanya
bahwa anaknya telah bosan tinggal di jakarta ini
sebenarnya aku ingin segera pulang
tak ada alasan untuk ku tetap menyendiri
karena ini bukan menyendiri
hanya bergelut dengan kemunafikan
saat aku berharap
tak ada tangan menangkap asa ku
aku beritakan bahwa aku akan pulang awal bulan depan
ada satu hal yang tak kuceritakan padanya
bahwa anaknya telah bosan tinggal di jakarta ini
sebenarnya aku ingin segera pulang
tak ada alasan untuk ku tetap menyendiri
karena ini bukan menyendiri
hanya bergelut dengan kemunafikan
saat aku berharap
tak ada tangan menangkap asa ku
no strong reason
entah ranting mana yang kau jadikan pijakan
setelah sekian lama saling mengenali
kiranya layak dipanggil apa hubungan kita
awalnya aku mengira bahwa engkau seperti angin
meski tak pernah terlihat namun tetap terasa
saat membelai maupun menampar
alasan apa yang perlu aku buat
agar tetap mempertahankan semua ini
saat kau pulang.. kau pun lupa aku
aku mati dalam akal dan hatimu
bersama komputer yang kau matikan selepas pulang
setelah sekian lama saling mengenali
kiranya layak dipanggil apa hubungan kita
awalnya aku mengira bahwa engkau seperti angin
meski tak pernah terlihat namun tetap terasa
saat membelai maupun menampar
alasan apa yang perlu aku buat
agar tetap mempertahankan semua ini
saat kau pulang.. kau pun lupa aku
aku mati dalam akal dan hatimu
bersama komputer yang kau matikan selepas pulang
sampai sini saja
tak ada lagi yang perlu kita bicarakan
semua sudah cukup sampai di sini
tak ada salahnya kita kembali
kepada kehidupan sebelum mengenal diriku
aku hanya ingin teman bicara
yang bisa kulihat dan kudengar
sudahlah .. cukup sampai sini saja
semua sudah cukup sampai di sini
tak ada salahnya kita kembali
kepada kehidupan sebelum mengenal diriku
aku hanya ingin teman bicara
yang bisa kulihat dan kudengar
sudahlah .. cukup sampai sini saja
13 June 2006
belum aku temukan
buatku sulit menemukan teman sejati
terlalu banyak kepentingan berteman di kota ini
namun begitu mudah mencari teman tertawa bersama
begitu sulit mencari teman berbagi bersama
barangkali pertemuan hanya dianggap peluang
mungkin teman buat mereka adalah mati satu tumbuh seribu
aku seperti melihat pertemanan karena sebuah peristiwa
ohh.. aku benci sekali
tapi aku tak pernah merugi
saat itulah aku selalu merindu kampung halaman ku
saat teman bukan karena lagi kepentingan atau peluang
tapi pencapaian sebuah tujuan
ohh.. aku benci sekali
tapi aku tak pernah merugi
aku seringkali sedih melihat semua ini
sungguh aku sedih melihat semua ini
mungkin kerinduan ini yang aku tunggu
terlalu banyak kepentingan berteman di kota ini
namun begitu mudah mencari teman tertawa bersama
begitu sulit mencari teman berbagi bersama
barangkali pertemuan hanya dianggap peluang
mungkin teman buat mereka adalah mati satu tumbuh seribu
aku seperti melihat pertemanan karena sebuah peristiwa
ohh.. aku benci sekali
tapi aku tak pernah merugi
saat itulah aku selalu merindu kampung halaman ku
saat teman bukan karena lagi kepentingan atau peluang
tapi pencapaian sebuah tujuan
ohh.. aku benci sekali
tapi aku tak pernah merugi
aku seringkali sedih melihat semua ini
sungguh aku sedih melihat semua ini
mungkin kerinduan ini yang aku tunggu
12 June 2006
Untaian Kata Tanpa Makna [final ed]
Biarkan hari ini apa adanya
Namun takkan kubiarkan hidupku begini adanya
Kan kukepakkan sayap ini tuk selalu terbang menerawang
Merangkul semua kata yang tersandar di atas lembaran kalam
Biarkan hari ini apa adanya
Namun takkan kubiarkan hidupku begini adanya
Kan ku beritakan kabar yang kan menyejukan seluruh jiwa
Walau tetes darah kerinduan yang menjadi taruhan
Namun takkan kubiarkan hidupku begini adanya
Kan kukepakkan sayap ini tuk selalu terbang menerawang
Merangkul semua kata yang tersandar di atas lembaran kalam
Biarkan hari ini apa adanya
Namun takkan kubiarkan hidupku begini adanya
Kan ku beritakan kabar yang kan menyejukan seluruh jiwa
Walau tetes darah kerinduan yang menjadi taruhan
Sahabat
Sahabat !!! jika kau masih menganggapku
Apakah kiranya aku masih pantas menjadi sahabatmu ?
Memang rasanya kita sudah berada ditempat yang berbeda dalam realitas yang berbeda pula
Sahabat !!! jika kau masih mengingatku
Kehidupan adalah sebulah pulau di tengah samudera kesendirian
Sebuah pulau yang batu-batunya adalah harapan
Yang pohon-pohonya adalah impian
Dan alurnya adalah kehausan
Sahabat !!! jika kau masih mengenaliku
Beratkah kiranya kita pergi dengan bahtera yang berbeda
Namun semoga kita bisa berlabuh di peraduan yang sama
Selama layar ini masih terkembang dan tersapu oleh desahan angin impian
Aku kan mengejar sampai semua menjadi kenyataan
Sahabat !!! jika kau masih mendengarkanku
Aku berdiri merenungkan misteri manusia dan berjuang menguraikan simbol-simbol kehidupan
Dan aku melihat hal-hal yang menyedihkan:
Para Malaikat Kebahagiaan tengah berperang dengan Setan-setan Penderitaan
Dan manusia berdiri di antara mereka.
Yang satu menariknya dengan Harapan dan yang lainnya dengan Keputusasaan
Aku melihat cinta dan benci bermain-main dengan hati manusia;
Cinta menyembunyikan kesalahan Manusia
Dan memabukkannya dengan anggur kepatuhan, pujian dan rayuan;
Sementara Kebencian menghasutnya dan menutup telinganya dan membutakan matanya dari kebenaran
Sahabat !!! harapku padamu
Terbanglah bersama sayap-sayap impian ke atas langit harapanmu
Biarkanlah cerita ini terus berserakan menyaksikan keagunganmu
Lewati batu-batu impian dan hancurkan dinding-dinding keraguanmu
Sahabat !!! pintaku
aku berjalan berharap ikhlasmu
aku berlari berharap doamu
aku pergi bukan tuk jadi pecundang
hanya menapaki kerikil kehidupan
dan terus mengejar mimpi
kan kutunggu sampai pelabuhan terakhir
make the world smile coz of u
Apakah kiranya aku masih pantas menjadi sahabatmu ?
Memang rasanya kita sudah berada ditempat yang berbeda dalam realitas yang berbeda pula
Sahabat !!! jika kau masih mengingatku
Kehidupan adalah sebulah pulau di tengah samudera kesendirian
Sebuah pulau yang batu-batunya adalah harapan
Yang pohon-pohonya adalah impian
Dan alurnya adalah kehausan
Sahabat !!! jika kau masih mengenaliku
Beratkah kiranya kita pergi dengan bahtera yang berbeda
Namun semoga kita bisa berlabuh di peraduan yang sama
Selama layar ini masih terkembang dan tersapu oleh desahan angin impian
Aku kan mengejar sampai semua menjadi kenyataan
Sahabat !!! jika kau masih mendengarkanku
Aku berdiri merenungkan misteri manusia dan berjuang menguraikan simbol-simbol kehidupan
Dan aku melihat hal-hal yang menyedihkan:
Para Malaikat Kebahagiaan tengah berperang dengan Setan-setan Penderitaan
Dan manusia berdiri di antara mereka.
Yang satu menariknya dengan Harapan dan yang lainnya dengan Keputusasaan
Aku melihat cinta dan benci bermain-main dengan hati manusia;
Cinta menyembunyikan kesalahan Manusia
Dan memabukkannya dengan anggur kepatuhan, pujian dan rayuan;
Sementara Kebencian menghasutnya dan menutup telinganya dan membutakan matanya dari kebenaran
Sahabat !!! harapku padamu
Terbanglah bersama sayap-sayap impian ke atas langit harapanmu
Biarkanlah cerita ini terus berserakan menyaksikan keagunganmu
Lewati batu-batu impian dan hancurkan dinding-dinding keraguanmu
Sahabat !!! pintaku
aku berjalan berharap ikhlasmu
aku berlari berharap doamu
aku pergi bukan tuk jadi pecundang
hanya menapaki kerikil kehidupan
dan terus mengejar mimpi
kan kutunggu sampai pelabuhan terakhir
make the world smile coz of u
Munafik II
Begitu malam berlalu dan tinggal dalam ketidaksadaran
Dan hari-hari memberi salam kepada kita dan memeluk kita
Tetapi kita tinggal dalam kemunafikan siang dan malam
Kita berpegang teguh pada bumi
Sementara gerbang hati Tuhan terbuka lebar-lebar,
Kita menginjak roti kehidupan,
Sementara orang yang kelaparan menggerogoti hati kita
Betapa bagusnya kehidupan bagi manusia
Namun betapa jauhnya manusia dari kehidupan ini
Dan hari-hari memberi salam kepada kita dan memeluk kita
Tetapi kita tinggal dalam kemunafikan siang dan malam
Kita berpegang teguh pada bumi
Sementara gerbang hati Tuhan terbuka lebar-lebar,
Kita menginjak roti kehidupan,
Sementara orang yang kelaparan menggerogoti hati kita
Betapa bagusnya kehidupan bagi manusia
Namun betapa jauhnya manusia dari kehidupan ini
Munafik
Keagunan tanah kebohongan
Berpijak pada puncak kemenangan
Yang selalu menuai pucuk kerinduan
Dalam sebuah ikatan kegundahan
Tumbuh dan bersemi di taman kepalsuan
Berpijak pada puncak kemenangan
Yang selalu menuai pucuk kerinduan
Dalam sebuah ikatan kegundahan
Tumbuh dan bersemi di taman kepalsuan
Kehidupan
Kehidupan adalah seorang wanita yang mempesona
Yang menggoda kita dengan kecantikannya
Tetapi yang mengetahi tipu muslihatnya
Akan melarikan diri dari pesona-pesonanya
Meski sulit tuk melupakan kenangan saat merangkul (seorang....//) kehidupan :)
Yang menggoda kita dengan kecantikannya
Tetapi yang mengetahi tipu muslihatnya
Akan melarikan diri dari pesona-pesonanya
Meski sulit tuk melupakan kenangan saat merangkul (seorang....//) kehidupan :)
Syukur dan Harap
Bangun fajar subuh dengan hati seringan awan
Mensyukuri hari baru penuh sinar kecintaan
Istirahat di terik siang merenungkan puncak-puncak getaran cinta
Pulang di kala senja dengan syukur penuh di rongga dada
Kemudian tidur dengan doa bagi yang tercinta dalam hati
Dan sebuah nyanyian puji tersungging senyum di bibir
Tersimpan harap tuk bertemu walau dalam mimpi
Mensyukuri hari baru penuh sinar kecintaan
Istirahat di terik siang merenungkan puncak-puncak getaran cinta
Pulang di kala senja dengan syukur penuh di rongga dada
Kemudian tidur dengan doa bagi yang tercinta dalam hati
Dan sebuah nyanyian puji tersungging senyum di bibir
Tersimpan harap tuk bertemu walau dalam mimpi
Berikan aku setengah lautan cinta NYA
Wahai ukhti di manakah kau berada ?
Kapankah kau mengisi satu ruang cintaku yang kosong ?
Kenapa kau selalu bersembunyi dalam keranjang keraguan ?
Kenapa kau harus menunggu sampai pecut amanah menyayat jantungmu ?
Apakah kau tak punya hasrat mencinta atau dicinta ?
Ataukah kau akan menunggu kerikil hitam ini menumpuk menjadi bukit dalam hatimu ?
Meski hidup bukan tuk menjadi penda’wah cinta tapi cinta tak bisa terlukai
Meski hidup bukan tuk mengejar cinta sesama makhluk NYA
Apakah cinta yang kau berikan takkan pernah sampai kepada hamparan cinta NYA ?
Wahai ukhti di manakah kau berada ?
Kapankah kau mengisi satu ruang cintaku yang kosong ?
Pelangi hidup ini takkan bias oleh keyakinan yang terhujam dalam hati ku
Tenggorokan ini takkan kering oleh kemarau cintaku pada NYA
Wahai ukhti berikan aku setengah lautan cinta NYA padaku
Kapankah kau mengisi satu ruang cintaku yang kosong ?
Kenapa kau selalu bersembunyi dalam keranjang keraguan ?
Kenapa kau harus menunggu sampai pecut amanah menyayat jantungmu ?
Apakah kau tak punya hasrat mencinta atau dicinta ?
Ataukah kau akan menunggu kerikil hitam ini menumpuk menjadi bukit dalam hatimu ?
Meski hidup bukan tuk menjadi penda’wah cinta tapi cinta tak bisa terlukai
Meski hidup bukan tuk mengejar cinta sesama makhluk NYA
Apakah cinta yang kau berikan takkan pernah sampai kepada hamparan cinta NYA ?
Wahai ukhti di manakah kau berada ?
Kapankah kau mengisi satu ruang cintaku yang kosong ?
Pelangi hidup ini takkan bias oleh keyakinan yang terhujam dalam hati ku
Tenggorokan ini takkan kering oleh kemarau cintaku pada NYA
Wahai ukhti berikan aku setengah lautan cinta NYA padaku
aku terbiasa
Aku duduk menunggu kabar dari Mu
Melalui surat yang ku baca dari Mu
Melalui lembaran abadi yang penuh perjuangan
Melalui jurang yang Kau dalamkan
Melalui bukit yang Kau tinggikan
Diantaranya aku berada
Diantaranya aku harus bergerak
Melalui kunci tua yang tak pernah mati
Hingga aku bisa terhindar jurang yang curam
Hingga aku bisa mendaki bukit yang tinggi
Namun hati ini tetap tak dapat terus tegak istiqomah
Aku ingin aku terbiasa dengan semua itu
Melalui surat yang ku baca dari Mu
Melalui lembaran abadi yang penuh perjuangan
Melalui jurang yang Kau dalamkan
Melalui bukit yang Kau tinggikan
Diantaranya aku berada
Diantaranya aku harus bergerak
Melalui kunci tua yang tak pernah mati
Hingga aku bisa terhindar jurang yang curam
Hingga aku bisa mendaki bukit yang tinggi
Namun hati ini tetap tak dapat terus tegak istiqomah
Aku ingin aku terbiasa dengan semua itu
Lama Tak Jumpa
Kepergianku selama ini
Tak mengundang tangis dalam senduku
Kepergianku selama ini
Tak mengundang tawa dalam ceriaku
Kepergianku selama ini
Membuat langkahku tegak
Seperti menara yang selalu menerawang ke langit
Kepergianku selama ini
Menambah kerinduan yang mendalam
Pada tangan-tangan yang lama tak menari
Di atas kertas yang menguantai sebuah untaian tanpa makna
Lama tak jumpa dengan mu .....
Tangan-tangan yang penuh berkah dari Ilahi Robbi
Berkaryalah selalu
Tak mengundang tangis dalam senduku
Kepergianku selama ini
Tak mengundang tawa dalam ceriaku
Kepergianku selama ini
Membuat langkahku tegak
Seperti menara yang selalu menerawang ke langit
Kepergianku selama ini
Menambah kerinduan yang mendalam
Pada tangan-tangan yang lama tak menari
Di atas kertas yang menguantai sebuah untaian tanpa makna
Lama tak jumpa dengan mu .....
Tangan-tangan yang penuh berkah dari Ilahi Robbi
Berkaryalah selalu
Hancur
Taburan aroma mawar pagi di malam hari
Menerangi kegelapan malam tak bertepi
Dalam kerancuan hati yang penuh duri
Dan tertidur di saat kau hancur
Melihat dosa dalam mahkota durjana
Memaku tulang-tulang yang tak mampu berdiri
yang kan bersemayam di lautan api neraka
suatu saat nanti.....
Menerangi kegelapan malam tak bertepi
Dalam kerancuan hati yang penuh duri
Dan tertidur di saat kau hancur
Melihat dosa dalam mahkota durjana
Memaku tulang-tulang yang tak mampu berdiri
yang kan bersemayam di lautan api neraka
suatu saat nanti.....
senin pagi
pagi ini, aku masih dalam kekhawatiran
mungkin ini hari ketiga, aku dalam keresahan
seperti tersulam jarum kebimbangan
pagi ini, aku pergi dari kamar ku
sebelum matahari bangun dari tidurnya
membawa sedikit beban di pundak ku
bersama kaki yang begitu berat terasa
saat aku langkahkan
memang, hari ini tak biasa
entah aku sebut istimewa
atau bangkit dari sebuah kecewa
aku harap, hanya aku saja yang seperti ini
tak ada jiwa-jiwa kecewa oleh takdir
yang memang seharusnya ada dan terjadi
aku harap, ini adalah awal bagi akhir ku
bangun dari tidur ku
berdiri dari duduk ku
bergerak dari diam ku
mungkin ini hari ketiga, aku dalam keresahan
seperti tersulam jarum kebimbangan
pagi ini, aku pergi dari kamar ku
sebelum matahari bangun dari tidurnya
membawa sedikit beban di pundak ku
bersama kaki yang begitu berat terasa
saat aku langkahkan
memang, hari ini tak biasa
entah aku sebut istimewa
atau bangkit dari sebuah kecewa
aku harap, hanya aku saja yang seperti ini
tak ada jiwa-jiwa kecewa oleh takdir
yang memang seharusnya ada dan terjadi
aku harap, ini adalah awal bagi akhir ku
bangun dari tidur ku
berdiri dari duduk ku
bergerak dari diam ku
05 June 2006
Selamat Malam
Selamat malam kuucapkan
Dari balik embun sisa gemericik gerimis panjang
Menerjang jiwa jiwa yang terpatri dalam kesunyian
Bertemankan buliran indah kristal di pucuk pucuk dedaunan
Berselimut dingin yang terus menghujam kedalam tulang
Selamat malam kusampaikan
Kepada engkau bidadari dalam malam dinginku
Menjelma penuhkan seluruh relung kerinduan di kalbu
Menjerat seluruh rasa tercurah dalam munajad sunyi
Menghempas seisi hati dalam galau kerinduan adanya
Melepaskan segala ingin tentang sebuah ikatan sakral
Selamat malam kuukirkan
Dalam mendung kelam yang bergelayut dalam semesta
Dalam pikiran yang senantiasa mematri hidup dalam ingin
Dalam semesta rasa yang terus mengoyak damai hati
Dalam kedewasaan yang kian tercarut dalam sang waktu
Selamat malam kulukiskan
Untuk engkau bidadari hatiku
Nan senantiasa menyita seluruh raga tuk sujud inginku
Nan senantiasa belenggu asa tuk selalu hadirkan bayangmu
Selamat malam kubisikkan
Kepada angin malam yang dingin sunyi senyap
Sampaikah bisikku kedalam relung pendengaranmu ?
Dari balik embun sisa gemericik gerimis panjang
Menerjang jiwa jiwa yang terpatri dalam kesunyian
Bertemankan buliran indah kristal di pucuk pucuk dedaunan
Berselimut dingin yang terus menghujam kedalam tulang
Selamat malam kusampaikan
Kepada engkau bidadari dalam malam dinginku
Menjelma penuhkan seluruh relung kerinduan di kalbu
Menjerat seluruh rasa tercurah dalam munajad sunyi
Menghempas seisi hati dalam galau kerinduan adanya
Melepaskan segala ingin tentang sebuah ikatan sakral
Selamat malam kuukirkan
Dalam mendung kelam yang bergelayut dalam semesta
Dalam pikiran yang senantiasa mematri hidup dalam ingin
Dalam semesta rasa yang terus mengoyak damai hati
Dalam kedewasaan yang kian tercarut dalam sang waktu
Selamat malam kulukiskan
Untuk engkau bidadari hatiku
Nan senantiasa menyita seluruh raga tuk sujud inginku
Nan senantiasa belenggu asa tuk selalu hadirkan bayangmu
Selamat malam kubisikkan
Kepada angin malam yang dingin sunyi senyap
Sampaikah bisikku kedalam relung pendengaranmu ?
Kapan Giliranku datang ?
Demikianlah kala Engkau kirim aku gundah
Gundah yang senantiasa kutampik dalam tahajudku
Adakah gundah demi gundah in yang juga rasa
Adalah peran yang Engkau kehendaki di jalanku
Adalah jalan yang Engkau gariskan di atas hatiku
Pukul tiga dini hari lewat sering kubertanya tentang ikatan
Dua jiwa yang menyatu dalam ikatan berkah-Mu
Dalam munajad sunyiku sering terbayang dalam benakku
Dua jiwa yang disatukan dalam upacara sakral-Mu
Dalam mengarungkan sepertiga malam sisaku sering tercium olehku
Dua jiwa yang diarungkan dalam aroma wangi untaian bunga
Dalam tangis sujud jelang fajar selalu terbersit dalam anganku
Dua jiwa yang disandingkan dalam tangis bahagia
Aku sering di sana memangu dalam kebisuanku
Diam diam hati bertanya "Kapan giliranku datang ?"
Menghapuskan kesendirianku yang penuh sunyi
Mengikis keegoisanku tuk dapat saling berbagi suka duka
Sering kucuurkan air mata gundah ini
Adakah airmata ini bermuara dari jiwa yang kesepian
Adakah tetes demi tetes ini bersumber dari hati yang mendamba
Padahal aku selalu sibuk dengan keduniawianku yang pasi
Walaupun tiada jarang keduniawian ini menamparkan diriku terpuruk
Namun mengapa aku terkadang melupa dan terus melupa
Pukul tiga dini hari lewat aku selalu tersimpuh dalam munajad
Mengantar serangkaian doa doa dalam detak sajadah yang basah
Memelas kelalaianku adalah sebuah nohta kecil di hadapan-Nya
Berharap Engkau sudi hamparkan dunia baruku dalam cerah mentari
Berharap Engkau sandingkan hamba dengan bidadari yang tercipta
Agar kami paham bagaimana jalan pulang yang kekal abadi bersama
Gundah yang senantiasa kutampik dalam tahajudku
Adakah gundah demi gundah in yang juga rasa
Adalah peran yang Engkau kehendaki di jalanku
Adalah jalan yang Engkau gariskan di atas hatiku
Pukul tiga dini hari lewat sering kubertanya tentang ikatan
Dua jiwa yang menyatu dalam ikatan berkah-Mu
Dalam munajad sunyiku sering terbayang dalam benakku
Dua jiwa yang disatukan dalam upacara sakral-Mu
Dalam mengarungkan sepertiga malam sisaku sering tercium olehku
Dua jiwa yang diarungkan dalam aroma wangi untaian bunga
Dalam tangis sujud jelang fajar selalu terbersit dalam anganku
Dua jiwa yang disandingkan dalam tangis bahagia
Aku sering di sana memangu dalam kebisuanku
Diam diam hati bertanya "Kapan giliranku datang ?"
Menghapuskan kesendirianku yang penuh sunyi
Mengikis keegoisanku tuk dapat saling berbagi suka duka
Sering kucuurkan air mata gundah ini
Adakah airmata ini bermuara dari jiwa yang kesepian
Adakah tetes demi tetes ini bersumber dari hati yang mendamba
Padahal aku selalu sibuk dengan keduniawianku yang pasi
Walaupun tiada jarang keduniawian ini menamparkan diriku terpuruk
Namun mengapa aku terkadang melupa dan terus melupa
Pukul tiga dini hari lewat aku selalu tersimpuh dalam munajad
Mengantar serangkaian doa doa dalam detak sajadah yang basah
Memelas kelalaianku adalah sebuah nohta kecil di hadapan-Nya
Berharap Engkau sudi hamparkan dunia baruku dalam cerah mentari
Berharap Engkau sandingkan hamba dengan bidadari yang tercipta
Agar kami paham bagaimana jalan pulang yang kekal abadi bersama
ini cinta, menurutku..apa ini menurutmu?
samar wajah yang tercipta malam itu, entah siapa yang melukisnya, tapi aku tahu
itu wajahmu.Bersembunyi sendu di balik kemarau cinta kita, senggaja
menatapku..aku yang lebih mirip burung Elang ..yang ingin segera meraihmu dan
merobek segala topeng yang kau cipta untuk menutupi kerinduan itu....aku yang
siap merampas segala hidupmu untuk dihabiskan di ruangku , di sini , yang
kucipta sendiri dengan segala kuasku sendiri dari warna-warna yang tak kau suka
tapi menjadi warna-warna hidupku,
kau meronta di atas sorak sorai pemaksaanku,tapi kau diam saat bibirmu kupaggut,
perlahan kau miringkan kepalamu dan membiarkan sebutir air mata jauh ke bumi
basahi padang kemarau kita,
hati kecilmu menjerit ", bahwa semua jiwa adalah berbeda," tapi jantungmu
berdegup kencang tak sanggup melawan arus yang kurangkai di jernih matamu,
ini cinta, menurutku..apa ini menurutmu?
itu wajahmu.Bersembunyi sendu di balik kemarau cinta kita, senggaja
menatapku..aku yang lebih mirip burung Elang ..yang ingin segera meraihmu dan
merobek segala topeng yang kau cipta untuk menutupi kerinduan itu....aku yang
siap merampas segala hidupmu untuk dihabiskan di ruangku , di sini , yang
kucipta sendiri dengan segala kuasku sendiri dari warna-warna yang tak kau suka
tapi menjadi warna-warna hidupku,
kau meronta di atas sorak sorai pemaksaanku,tapi kau diam saat bibirmu kupaggut,
perlahan kau miringkan kepalamu dan membiarkan sebutir air mata jauh ke bumi
basahi padang kemarau kita,
hati kecilmu menjerit ", bahwa semua jiwa adalah berbeda," tapi jantungmu
berdegup kencang tak sanggup melawan arus yang kurangkai di jernih matamu,
ini cinta, menurutku..apa ini menurutmu?
Takdir Langit
Laut membelai langit
Yang sedari tadi tersedu,mengadu
Laut aku kelabu
Karena mendung menusuk perawanku
Laut peluk aku
Tubuhmu yang tenang itu
Pasti akan menenangkan gemuruhku
Kecup sakitku
Agar aku diam mencumbui bibirmu
Langit dengarlah,kata laut
Sudah takdirmu berdarah
Meneteskan tangis bila pedih
Menelan perih bila tersiksa,sakit
Lalu
Hanya suara debur ombak yang berbisik
Karena langit telah diam
Pahami dirinya
Yang lahir hanya untuk di perkosa
*************************************************
Tercipta saat melihat hujan deras di atas lautan
Namun sang laut teduh,tak berombak seperti sutera berayun
Ach,aku melihat laut mendekap langit yang Menangis
Yang sedari tadi tersedu,mengadu
Laut aku kelabu
Karena mendung menusuk perawanku
Laut peluk aku
Tubuhmu yang tenang itu
Pasti akan menenangkan gemuruhku
Kecup sakitku
Agar aku diam mencumbui bibirmu
Langit dengarlah,kata laut
Sudah takdirmu berdarah
Meneteskan tangis bila pedih
Menelan perih bila tersiksa,sakit
Lalu
Hanya suara debur ombak yang berbisik
Karena langit telah diam
Pahami dirinya
Yang lahir hanya untuk di perkosa
*************************************************
Tercipta saat melihat hujan deras di atas lautan
Namun sang laut teduh,tak berombak seperti sutera berayun
Ach,aku melihat laut mendekap langit yang Menangis
kali ini
kali ini
:
aku ingin sendiri
menenggak secangkir harap
menikmati serangkaian de javu diri
:
aku ingin menepi
menanggalkan balutan kain tipis
berganti hangat selimut tebal
lembut
:
aku ingin berbincang dengan aku
menggoda angin
membelai Tuhan
:
aku ingin sendiri
menenggak secangkir harap
menikmati serangkaian de javu diri
:
aku ingin menepi
menanggalkan balutan kain tipis
berganti hangat selimut tebal
lembut
:
aku ingin berbincang dengan aku
menggoda angin
membelai Tuhan
30 May 2006
status barang titipan
katanya semua yang menempel diri kita adalah titipan
tapi kenapa kita seringkali kecewa bahkan
jika titipan itu diambil pemiliknya
bahkan seringkali tidak menerima kenyataan
bahwa titipan itu akan kembali pada pemiliknya
apa sih yang sebenarnya kita usahakan ?
apa sih yang sebenranya kita cari ?
mungkin jawabannya.. kumpulan barang titipan
tapi kenapa setiap titipan berkurang kita bersedih ya ?
atau kenapa setiap titipan bertambah kita bahagia ?
aku pernah membaca dalam sebuah buku yang di tulis seorang ulama
"ada dua tipe manusia yang akan dan berhak mendapat siksa api nereka, yaitu jika bertambah keduniaannya mereka menjadi senang dan jika berkurang keduniaanya mereka menjadi sedih"
Naudzubilla hi Mindzalik... jika aku bagian dari golongan mereka
jadi apa status barang titipan itu ??
tapi kenapa kita seringkali kecewa bahkan
jika titipan itu diambil pemiliknya
bahkan seringkali tidak menerima kenyataan
bahwa titipan itu akan kembali pada pemiliknya
apa sih yang sebenarnya kita usahakan ?
apa sih yang sebenranya kita cari ?
mungkin jawabannya.. kumpulan barang titipan
tapi kenapa setiap titipan berkurang kita bersedih ya ?
atau kenapa setiap titipan bertambah kita bahagia ?
aku pernah membaca dalam sebuah buku yang di tulis seorang ulama
"ada dua tipe manusia yang akan dan berhak mendapat siksa api nereka, yaitu jika bertambah keduniaannya mereka menjadi senang dan jika berkurang keduniaanya mereka menjadi sedih"
Naudzubilla hi Mindzalik... jika aku bagian dari golongan mereka
jadi apa status barang titipan itu ??
sendiri
kadang aku terpikir untuk berada dalam kesendirian
kadang aku terpikir hidup dikeramaian itu asing
banyak orang yang tak kenal
sulit untuk mengenal mereka
ingin mencoba memahami dan dipahami
memang, mereka tak perlu mengenal aku
karena mereka telah mempunyai kehidupan sebelum mengenal ku
namun, apa aku juga harus seperti mereka
karena aku pun telah mempunyai kehidupan sebelum mengenal mereka
bagaimana mengenal orang yang tak ingin dikenal diriku?
semoga mereka mengenal baik dirinya sendiri
biarlah aku menata kehidupan dengan kehidupan yang ada
sambil aku mencari orang yang tak sungkan dikenal oleh diriku
kadang aku terpikir hidup dikeramaian itu asing
banyak orang yang tak kenal
sulit untuk mengenal mereka
ingin mencoba memahami dan dipahami
memang, mereka tak perlu mengenal aku
karena mereka telah mempunyai kehidupan sebelum mengenal ku
namun, apa aku juga harus seperti mereka
karena aku pun telah mempunyai kehidupan sebelum mengenal mereka
bagaimana mengenal orang yang tak ingin dikenal diriku?
semoga mereka mengenal baik dirinya sendiri
biarlah aku menata kehidupan dengan kehidupan yang ada
sambil aku mencari orang yang tak sungkan dikenal oleh diriku
22 May 2006
Wahai Kawan !!!
Biarpun kantuk menyiksa mata, akan percuma
semata-mata jika tak karena 4JJ1 semata
Wahai Kawan!!
Hiduplah Sebagai Mana Maumu
Namun Ingat !!
Bahwasanya Engkau Akan Mati dan
Cintaillah Siapa Yang Engkau Sukai
Namun Ingat !!
Engkau Akan Berpisah Dengannya dan
Berbuatlah Seperti Yang Engkau Kehendaki
Namun Ingat !!
Engkau Pasti Akan Menerima Balasannya nanti.
(Nasehat Imam Al-Ghozali Kepada Salah Satu Muridnya)
Keadaan yang paling mulia adalah jika kamu tidak memilih keadaanmu untuk dirimu kecuali apa yang telah dipilihkan 4JJ1 kepadamu, maka terimalah apa yang ditetapkan 4JJ1 kepadamu dan janganlah engkau memaksakan kehendakan kepada NYA
semata-mata jika tak karena 4JJ1 semata
Wahai Kawan!!
Hiduplah Sebagai Mana Maumu
Namun Ingat !!
Bahwasanya Engkau Akan Mati dan
Cintaillah Siapa Yang Engkau Sukai
Namun Ingat !!
Engkau Akan Berpisah Dengannya dan
Berbuatlah Seperti Yang Engkau Kehendaki
Namun Ingat !!
Engkau Pasti Akan Menerima Balasannya nanti.
(Nasehat Imam Al-Ghozali Kepada Salah Satu Muridnya)
Keadaan yang paling mulia adalah jika kamu tidak memilih keadaanmu untuk dirimu kecuali apa yang telah dipilihkan 4JJ1 kepadamu, maka terimalah apa yang ditetapkan 4JJ1 kepadamu dan janganlah engkau memaksakan kehendakan kepada NYA
mungkin mimpi
simpan semua keraguanmu itu
tatkala....
qur'an dan sunnah kau hujamkan pada jantungmu
siapa yang berani melawanmu ?
tatkala...
kau tau siapa yang akan menjaminmu...
di gerbang pengadilan NYA
siapa yang kau takutkan ?
terhujamkah sudah....?
atau hanya persepsi belaka ? .... mungkin mimpi
tatkala....
qur'an dan sunnah kau hujamkan pada jantungmu
siapa yang berani melawanmu ?
tatkala...
kau tau siapa yang akan menjaminmu...
di gerbang pengadilan NYA
siapa yang kau takutkan ?
terhujamkah sudah....?
atau hanya persepsi belaka ? .... mungkin mimpi
aku pilih DIA bukan dia
aku tak ingin cintanya...tapi cintaNYA....
kala
dia mencintai aku melebihi cinta kepadaNYA
kala
dia mencintai aku bukan karena cinta kepadaNYA
aku memilih DIA bukan diaaku pilih DIA bukan dia
kala
dia mencintai aku melebihi cinta kepadaNYA
kala
dia mencintai aku bukan karena cinta kepadaNYA
aku memilih DIA bukan diaaku pilih DIA bukan dia
tak pernah kumengerti
tak pernah kumengerti
kala Dia di terjemahkan akalnya
bukan oleh hidayahNYA
apakah ini sebuah pencarian
atau sebuah pencaharian
aku tak pernah tau
siapakah Dia ?
siapakah kita ?
inilah sebuah perniagaan keselamatan
manakala Dia menawarkan dengan HidayahNYA
dengan kehendak NYA memilih insan yang
MUKHLIS
kala Dia di terjemahkan akalnya
bukan oleh hidayahNYA
apakah ini sebuah pencarian
atau sebuah pencaharian
aku tak pernah tau
siapakah Dia ?
siapakah kita ?
inilah sebuah perniagaan keselamatan
manakala Dia menawarkan dengan HidayahNYA
dengan kehendak NYA memilih insan yang
MUKHLIS
Entah...
aku berdiri diatas ladang mawar berduri
aku hanya bisa berdiri menjadi saksi yang terpatri
menjadi saksi kebisuan sang bidadari....
meskipun......
aku melihat padang surgawi...
haruskah kumelangkah ?
melewati dan bersimbah darah...
atau hanya menikmati harum mawar busuk
yang membuatku tak beranjak....
aku hanya bisa berdiri menjadi saksi yang terpatri
menjadi saksi kebisuan sang bidadari....
meskipun......
aku melihat padang surgawi...
haruskah kumelangkah ?
melewati dan bersimbah darah...
atau hanya menikmati harum mawar busuk
yang membuatku tak beranjak....
tak ada judul
aku melewati hutan kehancuran
menapaki bukit terjal nan pahit
tak dapat aku kurangi nyawa ini
tak ingin kutambahi jiwa ini
aku ingin menapaki sulaman keraguan
mengarungi lautan pasir kemurkaan
kehancuran yang tak pernah henti
menepis semua mawar yang berkembang
aku ingin pulang ...
aku ingin terlelap dalam lamunanku ... selalu
terisak sudah titian sarang yang ku hancurkan...
hingga belati kesucian tak dapat menembus
jantung durjanaku.....
aku terperangkap....
aku terlena....
aku terpasung....
aku terinjak....
aku....aku.... aku.... HANCUR ! HANCUR ! hancur sehancur-hancurnya..............
kiamatkah yang dapat menghalangi aku.....
atau...
ajal yang tersenyum murka pada aku....
astagfirulloh.... astagfirulloh.... astagfirulloh....
Subhanalloh... Subhanalloh... Subhanalloh...
Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah...
Allohu Akbar... Allohu Akbar... Allohu Akbar...
*********************************************
teruntuk jiwa-jiwa yang kering
yang tak ingin terbasuh air kesucian
yang tak ingat gerbang keadilan
yang tak tahu padang mahsyar
neraca murka pasti akan datang
*********************************************
menapaki bukit terjal nan pahit
tak dapat aku kurangi nyawa ini
tak ingin kutambahi jiwa ini
aku ingin menapaki sulaman keraguan
mengarungi lautan pasir kemurkaan
kehancuran yang tak pernah henti
menepis semua mawar yang berkembang
aku ingin pulang ...
aku ingin terlelap dalam lamunanku ... selalu
terisak sudah titian sarang yang ku hancurkan...
hingga belati kesucian tak dapat menembus
jantung durjanaku.....
aku terperangkap....
aku terlena....
aku terpasung....
aku terinjak....
aku....aku.... aku.... HANCUR ! HANCUR ! hancur sehancur-hancurnya..............
kiamatkah yang dapat menghalangi aku.....
atau...
ajal yang tersenyum murka pada aku....
astagfirulloh.... astagfirulloh.... astagfirulloh....
Subhanalloh... Subhanalloh... Subhanalloh...
Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah...
Allohu Akbar... Allohu Akbar... Allohu Akbar...
*********************************************
teruntuk jiwa-jiwa yang kering
yang tak ingin terbasuh air kesucian
yang tak ingat gerbang keadilan
yang tak tahu padang mahsyar
neraca murka pasti akan datang
*********************************************
Malam Tadi
aku ingin berteriak....
malam tadi aku melakukan dosa besar
karena yang dibunuh adalah jiwaku
mimpikah aku....
saat jiwa ini merasa bahwa aku bersama NYA
namun cahaya muram mendekati.....
kau telah melupakan NYA.....sadarkah kau :(
tegakkan kepala mu kepalkan tanganmu....
serahkan dirimu pada NYA
dan bertaubatlah.....
malam tadi aku melakukan dosa besar
karena yang dibunuh adalah jiwaku
mimpikah aku....
saat jiwa ini merasa bahwa aku bersama NYA
namun cahaya muram mendekati.....
kau telah melupakan NYA.....sadarkah kau :(
tegakkan kepala mu kepalkan tanganmu....
serahkan dirimu pada NYA
dan bertaubatlah.....
Peti Mati
Di ufuk gelap
saat hanya ada gelapnya semesta
Langit bertanya kepada bumi
Duhai bumi
Adakah udara di sana ?
Adakah hirupan kesegaran di sana ?
Sebagai awal cahya mentari yang sinarnya panas menyengat
Bumipun menjawab,
Duh langit pelindungku, untuk apa aku di sini bersamamu ?
Duh langitku aku tak dapat mengucap tak dapat berucap
Bumi dan Langit memulai kehidupan
udara terhembus
Menghidupkan kesegaran mentari
dan mentaripun perlahan menyampaikan sinarnya
menghangati tetumbuhan, menghangati hewan, menghangati kehidupan
Gunung-gunung mulai merekah,satu demi satu
Bukit dan lembah terwujud
Panas mentari perlahan menyengat
Waktu mulai terhitung
Saat demi saat, masa demi masa mulai tersentuh oleh sinarnya
Meski kabut masih meliputi, sampai kelahiran manusia
saat hanya ada gelapnya semesta
Langit bertanya kepada bumi
Duhai bumi
Adakah udara di sana ?
Adakah hirupan kesegaran di sana ?
Sebagai awal cahya mentari yang sinarnya panas menyengat
Bumipun menjawab,
Duh langit pelindungku, untuk apa aku di sini bersamamu ?
Duh langitku aku tak dapat mengucap tak dapat berucap
Bumi dan Langit memulai kehidupan
udara terhembus
Menghidupkan kesegaran mentari
dan mentaripun perlahan menyampaikan sinarnya
menghangati tetumbuhan, menghangati hewan, menghangati kehidupan
Gunung-gunung mulai merekah,satu demi satu
Bukit dan lembah terwujud
Panas mentari perlahan menyengat
Waktu mulai terhitung
Saat demi saat, masa demi masa mulai tersentuh oleh sinarnya
Meski kabut masih meliputi, sampai kelahiran manusia
Kenangan
Aku terduduk riuh oleh kenangan yang tak terbatas
Tertusuk duri batang kasmaran tertiup sayu bisikan asmara
Yang terbalut oleh kerutan angan yang tersimpan dalam buaian impian
Emmm... Ini memang bukan liku
Ini jalan yang lurus penuh terjal
namun tak banyak orang yang ingin tersapu oleh gelombang keindahan
tak perlu banyak, kawan... tak perlu risau, kawan...
hanya butuh waktu tuk sekedar menunggu dan selalu tersenyum
saat kerikil merobek langkahmu saat bara membakar asa
saat tangan ini tak sanggup mengapai harapan
dibatasi bata makhkota dusta
yang menyeret ke jalan berkelok penuh liku tanpa arah kan dituju
namun membuat mu tersenyum bahagia sementara...
hingga kau merasa ... di manakah aku...? siapakah aku...? bersama siapa aku...?
hingga kau menemukan jalan yang lurus penuh terjal...
dan kenangan itu akan menjadi pelangi di hatimu
dan menjadi mentari di ujung gerbang penantian
hingga kau akan tersenyum dan.....
terduduk riuh oleh kenangan yang tak terbatas
Tertusuk duri batang kasmaran tertiup sayu bisikan asmara
Yang terbalut oleh kerutan angan yang tersimpan dalam buaian impian
Emmm... Ini memang bukan liku
Ini jalan yang lurus penuh terjal
namun tak banyak orang yang ingin tersapu oleh gelombang keindahan
tak perlu banyak, kawan... tak perlu risau, kawan...
hanya butuh waktu tuk sekedar menunggu dan selalu tersenyum
saat kerikil merobek langkahmu saat bara membakar asa
saat tangan ini tak sanggup mengapai harapan
dibatasi bata makhkota dusta
yang menyeret ke jalan berkelok penuh liku tanpa arah kan dituju
namun membuat mu tersenyum bahagia sementara...
hingga kau merasa ... di manakah aku...? siapakah aku...? bersama siapa aku...?
hingga kau menemukan jalan yang lurus penuh terjal...
dan kenangan itu akan menjadi pelangi di hatimu
dan menjadi mentari di ujung gerbang penantian
hingga kau akan tersenyum dan.....
terduduk riuh oleh kenangan yang tak terbatas
20 May 2006
tentang jiwa yang telah mati
dalam buku aku menulis tentang jiwa-jiwa yang telah mati
namun jasadnya masih mampu berdiri, berlari bahkan sekedar bercanda
di kamar kost 4x4 aku merenung tentang jiwaku sendiri
apakah jiwa ku telah mati atau masih terbang bermimpi
karena aku sadar jasadku masih mampu berdiri, berlari bahkan sekedar bercanda
lalu aku keluar duduk di atas kursi papan panjang
menatap bulan yang tubuhnya tertutup awan
entah benci melihat diriku
atau malu terhadap diriku [mode:ge-er]
aku bertanya pada diriku sendiri ?
apa yang akan terjadi nanti?
jika ajal telah menjemputku
jiwaku akan hidup
tapi jasadku akan mati
apa yang akan aku bawa?
apa yang telah aku tinggalkan?
apa yang terjadi dengan diriku ?
setelah selaksa peristiwa menindih batin dan raga
hati menjadi beku ... dingin ... menggigil
mungkin aku harus kembali ke pendiangan hatiku
namun jasadnya masih mampu berdiri, berlari bahkan sekedar bercanda
di kamar kost 4x4 aku merenung tentang jiwaku sendiri
apakah jiwa ku telah mati atau masih terbang bermimpi
karena aku sadar jasadku masih mampu berdiri, berlari bahkan sekedar bercanda
lalu aku keluar duduk di atas kursi papan panjang
menatap bulan yang tubuhnya tertutup awan
entah benci melihat diriku
atau malu terhadap diriku [mode:ge-er]
aku bertanya pada diriku sendiri ?
apa yang akan terjadi nanti?
jika ajal telah menjemputku
jiwaku akan hidup
tapi jasadku akan mati
apa yang akan aku bawa?
apa yang telah aku tinggalkan?
apa yang terjadi dengan diriku ?
setelah selaksa peristiwa menindih batin dan raga
hati menjadi beku ... dingin ... menggigil
mungkin aku harus kembali ke pendiangan hatiku
aku sadar kamu tidak cantik
sepertinya telah ku kenal lama
sosok hangat dan menentramkan hati
aku sadar kamu tidak cantik
namun mampu menawan hatiku
sepertinya aku terbelenggu
sosok ramah dan menenangkan batin
aku sadar kamu tidak cantik
namun mampu mencuri jiwaku
sepertinya aku tak pernah melihatmu menangis
tapi aku pernah merasakan jeritan takdirmu
mungkin itu hanya sugesti
atau sekedar mimpi
atau benih ilusi
aku sadar kamu tidak cantik
namun biarlah aku melihat senyummu
hingga kau bosan tersenyum padaku
semoga tidak...
sosok hangat dan menentramkan hati
aku sadar kamu tidak cantik
namun mampu menawan hatiku
sepertinya aku terbelenggu
sosok ramah dan menenangkan batin
aku sadar kamu tidak cantik
namun mampu mencuri jiwaku
sepertinya aku tak pernah melihatmu menangis
tapi aku pernah merasakan jeritan takdirmu
mungkin itu hanya sugesti
atau sekedar mimpi
atau benih ilusi
aku sadar kamu tidak cantik
namun biarlah aku melihat senyummu
hingga kau bosan tersenyum padaku
semoga tidak...
membuka hati untuk yang lain
walau terkadang sulit melupakan
akhirnya kita harus berpisah
memori kebersamaan kita tetaplah kenangan
kujadikan itu sebagai lukisan dinding kamar
walau terkadang sulit melupakan
tetaplah kenangan itu harus dibuang
bila merujuk pada satu kenyataan
tetaplah kita harus membuka hati untuk yang lain
karena kita memiliki hasrat
tetapi cinta ada karena disatukan
bukan dipaksakan
bukan untuk ditinggalkan
akhirnya kita harus berpisah
memori kebersamaan kita tetaplah kenangan
kujadikan itu sebagai lukisan dinding kamar
walau terkadang sulit melupakan
tetaplah kenangan itu harus dibuang
bila merujuk pada satu kenyataan
tetaplah kita harus membuka hati untuk yang lain
karena kita memiliki hasrat
tetapi cinta ada karena disatukan
bukan dipaksakan
bukan untuk ditinggalkan
19 May 2006
Perenungan V
malan ini aku ditemani kopi dingin dengan hati yang panas
bersama setumpuk kerjaan dan kecanduan memikirkan kehidupan
tenggelam bersama hutang kepadanya dan manusia
telah dua hari ini hati bergejolak begitu hebat
seperti barisan ombak yang terdengar dengan deru gemuruhnya
meledak seperti jantung yang enggan berdetak
aku sedang mencari akar kebingungan ini
di meja kerja, aku tak mampu menduakan kerja dan hasratku
di tempat tidur, aku hanya mampu terkulai lelah
mungkin sedikit bercanda bersama teman dan tetangga
apakah begitu panjang angan-angan ku, saat aku mencari pengisi hatiku
meski sekedar tuk mencari sesuatu yang hilang dari diriku
ataukah kemunafikan telah menjadi pupuk bagi langkahku
hingga kefasikan telah menggugurkan kembang imanku
mungkin aku harus kembali ke goa ku
merenungkan kembali arti suara kehidupan
mendengarkan suara Ilahi bukan suara hati
oh.. ya Robbi .. tancapkan kembali furqon hingga menghujam ke hati
yang mungkin sudah terlepas oleh kegersangan tanah jiwa ku
oh.. ya Malik .. hantam jiwaku ini dengan lecutan cinta Mu
hingga tubuhku tak mungkin lagi berenang dalam lumpur dosa
oh.. ya Ilahi .. bimbing aku menuju suatu hari yang paling kurindukan
hari saat pertemuan antara diri Mu dan diriku
lalu Engkau berkata :
"Wahai Adi, Aku ridho kepadamu"
"masuklah engkau kedalam Surga Ku karena Rahman Rahiim Ku"
Ya 4JJ1.. jangan Engkau kembalikan aku kebelakang setelah aku beriman kepada Mu
matikanlah aku dalam keadaan berserah diri pada Mu .. syahidkan aku di jalan Mu
bersama setumpuk kerjaan dan kecanduan memikirkan kehidupan
tenggelam bersama hutang kepadanya dan manusia
telah dua hari ini hati bergejolak begitu hebat
seperti barisan ombak yang terdengar dengan deru gemuruhnya
meledak seperti jantung yang enggan berdetak
aku sedang mencari akar kebingungan ini
di meja kerja, aku tak mampu menduakan kerja dan hasratku
di tempat tidur, aku hanya mampu terkulai lelah
mungkin sedikit bercanda bersama teman dan tetangga
apakah begitu panjang angan-angan ku, saat aku mencari pengisi hatiku
meski sekedar tuk mencari sesuatu yang hilang dari diriku
ataukah kemunafikan telah menjadi pupuk bagi langkahku
hingga kefasikan telah menggugurkan kembang imanku
mungkin aku harus kembali ke goa ku
merenungkan kembali arti suara kehidupan
mendengarkan suara Ilahi bukan suara hati
oh.. ya Robbi .. tancapkan kembali furqon hingga menghujam ke hati
yang mungkin sudah terlepas oleh kegersangan tanah jiwa ku
oh.. ya Malik .. hantam jiwaku ini dengan lecutan cinta Mu
hingga tubuhku tak mungkin lagi berenang dalam lumpur dosa
oh.. ya Ilahi .. bimbing aku menuju suatu hari yang paling kurindukan
hari saat pertemuan antara diri Mu dan diriku
lalu Engkau berkata :
"Wahai Adi, Aku ridho kepadamu"
"masuklah engkau kedalam Surga Ku karena Rahman Rahiim Ku"
Ya 4JJ1.. jangan Engkau kembalikan aku kebelakang setelah aku beriman kepada Mu
matikanlah aku dalam keadaan berserah diri pada Mu .. syahidkan aku di jalan Mu
17 May 2006
berhenti berharap
hingga kapan kau akan menunggu yang lain
padahal aku telah menunggumu lama di sini
hingga kapan kau akan mengenang yang lain
padahal aku telah mengenangmu lama di sini
kenapa kau masih berharap yang lain
padahal aku sangat berharap padamu
mungkin...
sebaiknya aku berhenti berharap padamu
dan membuat harapan baru
semoga saja...
harapan baru bisa menerangi kegelapan hari ini
terbang di langit imaji tak terhingga
bersemayam di pangkuan Sang Pencipta
padahal aku telah menunggumu lama di sini
hingga kapan kau akan mengenang yang lain
padahal aku telah mengenangmu lama di sini
kenapa kau masih berharap yang lain
padahal aku sangat berharap padamu
mungkin...
sebaiknya aku berhenti berharap padamu
dan membuat harapan baru
semoga saja...
harapan baru bisa menerangi kegelapan hari ini
terbang di langit imaji tak terhingga
bersemayam di pangkuan Sang Pencipta
aku dalam dirimu
tak ada langit jika tak ada bumi
tak ada adam jika tak ada hawa
karena sebelumnya mereka adalah satu
dan Dia memisahkannya
ketika aku mencari belahan jiwaku
sesungguhnya aku mencari sesuatu yang hilang dalam diriku
belahan jiwaku adalah cermin jernih dihadapanku
hingga aku bisa memandang dan melihat diriku sendiri
ketika aku bilang padanya :: aku mencintai mu ::
sesungguhnya aku mencintai diriku dalam dirinya
temukanlah dirimu dalam diriku
hingga kau bisa mencintai dirimu dalam diriku :)
tak ada adam jika tak ada hawa
karena sebelumnya mereka adalah satu
dan Dia memisahkannya
ketika aku mencari belahan jiwaku
sesungguhnya aku mencari sesuatu yang hilang dalam diriku
belahan jiwaku adalah cermin jernih dihadapanku
hingga aku bisa memandang dan melihat diriku sendiri
ketika aku bilang padanya :: aku mencintai mu ::
sesungguhnya aku mencintai diriku dalam dirinya
temukanlah dirimu dalam diriku
hingga kau bisa mencintai dirimu dalam diriku :)
tentang pernikahanku
kenapa ada orang mengira aku tak ingin segera menikah ???
aku hanya tersenyum dan sedikit tersenyum lalu bilang "maklum"
lebih terheran lagi ketika yang betanya belum menikah
apa mereka juga tak ingin menikah juga...
oh... apakah menikah hanya saling mencintanya dua insan yang berbeda ??
atau mungkin bersama dua penyatuan dua keluarga yang saling merestui ??
aku sadar..
aku telah terlahir dengan cinta
hingga aku berkembang dewasa
selalu ingin mengenali cinta sesungguhnya
hingga dari kelam-terangnya dunia telah aku lewati
berputar dari hulu ke hilir hingga berbalik lagi
namun tak mungkin semua orang memahami dan menerima begitu saja
karena yang kupersembahkan tak berbalas harta ataupun tahta
sedikitpun aku tak pernah janjikan semua itu
hingga aku bisa menemukan mereka yang ikhlas karena 4JJ1 saja
hingga tak ada cinta selain kepada 4JJ1 saja
hingga bisa kupinang dengan hamdalah saja
aku menangis saat membaca kisah sahabat-sahabat Rosululloh
menikah hanya dengan mahar keislamannya
atau dengan surat al-ikhlas
mungkin aku pun sadar saat ini
tak mungkin aku menauladani semua itu
karena budaya telah mengungguli ideologi
karena ego telah menjadi baju kebangsaan
namun tetap diriku ingin memberikan yang terbaik menurut 4JJ1 dan RosulNya
aku bukan saja ingin mencintai dan dicintai
aku ingin pula mempersembahkan cinta sepenuhnya
kepada Pemilik Cinta Sejati
bersama dirinya
aku hanya tersenyum dan sedikit tersenyum lalu bilang "maklum"
lebih terheran lagi ketika yang betanya belum menikah
apa mereka juga tak ingin menikah juga...
oh... apakah menikah hanya saling mencintanya dua insan yang berbeda ??
atau mungkin bersama dua penyatuan dua keluarga yang saling merestui ??
aku sadar..
aku telah terlahir dengan cinta
hingga aku berkembang dewasa
selalu ingin mengenali cinta sesungguhnya
hingga dari kelam-terangnya dunia telah aku lewati
berputar dari hulu ke hilir hingga berbalik lagi
namun tak mungkin semua orang memahami dan menerima begitu saja
karena yang kupersembahkan tak berbalas harta ataupun tahta
sedikitpun aku tak pernah janjikan semua itu
hingga aku bisa menemukan mereka yang ikhlas karena 4JJ1 saja
hingga tak ada cinta selain kepada 4JJ1 saja
hingga bisa kupinang dengan hamdalah saja
aku menangis saat membaca kisah sahabat-sahabat Rosululloh
menikah hanya dengan mahar keislamannya
atau dengan surat al-ikhlas
mungkin aku pun sadar saat ini
tak mungkin aku menauladani semua itu
karena budaya telah mengungguli ideologi
karena ego telah menjadi baju kebangsaan
namun tetap diriku ingin memberikan yang terbaik menurut 4JJ1 dan RosulNya
aku bukan saja ingin mencintai dan dicintai
aku ingin pula mempersembahkan cinta sepenuhnya
kepada Pemilik Cinta Sejati
bersama dirinya
15 May 2006
Ratapan Manusia Jalang
aku telah melukis siang dengan dosa
aku telah melukis malam tanpa bertobat
aku hanya seperti manusia jalang di tepi jurang
bermain-main dengan sumbu kematian tanpa tali maupun alas kaki
ahh... mungkin aku melata hina di atas muka bumi
bahkan lebih hina dari semua itu
bukannya aku ingin seperti ini
aku pun ingin seperti dirimu
yang menggunakan mata untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Nya
yang menggunakan telinga untuk mendengar ayat-ayat Nya
yang menggunakan hati untuk memahami ayat-ayat Nya
apakah layak aku menjadi jiwa yang telah terbeli untuk ditukar dengan syurga Nya ??
Wahai Al-Ghoffur... aku tak sanggup mencicipi neraka Mu
selamatkan aku dengan Rahman dan Rahiim Mu
aku telah melukis malam tanpa bertobat
aku hanya seperti manusia jalang di tepi jurang
bermain-main dengan sumbu kematian tanpa tali maupun alas kaki
ahh... mungkin aku melata hina di atas muka bumi
bahkan lebih hina dari semua itu
bukannya aku ingin seperti ini
aku pun ingin seperti dirimu
yang menggunakan mata untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Nya
yang menggunakan telinga untuk mendengar ayat-ayat Nya
yang menggunakan hati untuk memahami ayat-ayat Nya
apakah layak aku menjadi jiwa yang telah terbeli untuk ditukar dengan syurga Nya ??
Wahai Al-Ghoffur... aku tak sanggup mencicipi neraka Mu
selamatkan aku dengan Rahman dan Rahiim Mu
karena aku tak biasa
seminggu yang lalu
aku hanya bisa terkulai di tempat tidur
atau hanya duduk di depan mentari pagi
hanya bisa diam melihat gelak tawa adik-adik ku
tidur di pangkuan ibu ku lalu mencoba untuk terlelap
"oh... apa yang telah aku perbuat hingga ku begini" :: pikir ku saat itu ::
mungkin bagimu ini biasa.. bagiku ini bagai cambuk membelah dada
karena aku tak biasa..
aku hanya bisa terkulai di tempat tidur
atau hanya duduk di depan mentari pagi
hanya bisa diam melihat gelak tawa adik-adik ku
tidur di pangkuan ibu ku lalu mencoba untuk terlelap
"oh... apa yang telah aku perbuat hingga ku begini" :: pikir ku saat itu ::
mungkin bagimu ini biasa.. bagiku ini bagai cambuk membelah dada
karena aku tak biasa..
mencoba kembali
ku tengok keluar gedung kerja ku melalui kaca jendela
langit telah gelap namun tetap ramai oleh kebisingan
hari ini, adalah hari pertama mengawali orange hidupku lagi
suasana kerja dengan segala cemas dan kepucatan wajahku
memang belum pernah aku, terkulai selama ini
membebani begitu banyak jiwa-jiwa yang ikhlas [Insya Alloh]
aku terima semua itu karena Alloh
meski malu masih saja menyelimuti tubuhku
hari ini, aku mencoba menyapa teman-teman ku seperti biasa
ternyata... masih ada tubuh-tubuh tegak dengan hati tenggelam mati
ternyata... masih ada tubuh-tubuh lunglai dengan hati pecinta sejati
terima kasih atas segalanya... sahabat
langit telah gelap namun tetap ramai oleh kebisingan
hari ini, adalah hari pertama mengawali orange hidupku lagi
suasana kerja dengan segala cemas dan kepucatan wajahku
memang belum pernah aku, terkulai selama ini
membebani begitu banyak jiwa-jiwa yang ikhlas [Insya Alloh]
aku terima semua itu karena Alloh
meski malu masih saja menyelimuti tubuhku
hari ini, aku mencoba menyapa teman-teman ku seperti biasa
ternyata... masih ada tubuh-tubuh tegak dengan hati tenggelam mati
ternyata... masih ada tubuh-tubuh lunglai dengan hati pecinta sejati
terima kasih atas segalanya... sahabat
01 May 2006
harapku tanpa waktumu
tak ada ruang yang kan hampa
tak ada waktu yang kan hilang
tak ada cinta yang kan musnah
ketika embun di pucuk mawar pagi
mengeliat terhempas sinar mentari
meniup wewangi menggugah isi hati
hati yang terbelenggu karna kisah lama
tak kan terhapus oleh amarah sang dewa
dia kan selalu tergores dengan indah
sebagai tanda kenangan air mata
jiwa yang terbungkus jubah cinta
kan selalu berharap menebarkan aura tuk belahan jiwa
yang kan hinggap di singgasana sang arjuna
tuk menenggelamkan dalam samudera cintaku....
harapku......
tak ada waktu yang kan hilang
tak ada cinta yang kan musnah
ketika embun di pucuk mawar pagi
mengeliat terhempas sinar mentari
meniup wewangi menggugah isi hati
hati yang terbelenggu karna kisah lama
tak kan terhapus oleh amarah sang dewa
dia kan selalu tergores dengan indah
sebagai tanda kenangan air mata
jiwa yang terbungkus jubah cinta
kan selalu berharap menebarkan aura tuk belahan jiwa
yang kan hinggap di singgasana sang arjuna
tuk menenggelamkan dalam samudera cintaku....
harapku......
dan malam tak mengerti
tercipta guratan halus di dalam jiwa
sakit bila di rasa, perih jika di raba
aku tahu ini terlalu pagi bagi kita
tapi aku hanya bisa bersuara
berkata lewat tulisan hampa
dan bila kau tak mengharapkannya
tak mengapa,
hatiku akan luluh
di telan oleh liarnya tangis malam
di hantui oleh perasaan yang kian suram
hingga belatipun menusuk tajam
hingga mataku terpejam
membawa rasa yang mendalam
sakit bila di rasa, perih jika di raba
aku tahu ini terlalu pagi bagi kita
tapi aku hanya bisa bersuara
berkata lewat tulisan hampa
dan bila kau tak mengharapkannya
tak mengapa,
hatiku akan luluh
di telan oleh liarnya tangis malam
di hantui oleh perasaan yang kian suram
hingga belatipun menusuk tajam
hingga mataku terpejam
membawa rasa yang mendalam
Hinalah Aku
Malam
Hinalah aku
Yang telah mampu membunuh sepiku
Khayalku pecahkan ibu waktu
Yang sekian lama menimang-nimang Lelapku
Ombak
Deburlah aku
Yang berdiri tegak menatapmu
Khayalku menyelam kedalam desah nafasmu
Namun kau terkalah melemas
Tak sanggup menyelami jiwaku
Haaaaaaaa,inilah aku
Roh tinggi menjulang
Kepalku mengkekar cengkeram awan
Meludahi iblis iblis betina
Yang telanjang mengangkang
Pagi,ayo cepat singgahi
Bawa anakmu surya sang mentari
Biar ku mandikan dengan buih birahi
Agar sinarnya benderang sepanjang hari
Hinalah aku
Yang telah mampu membunuh sepiku
Khayalku pecahkan ibu waktu
Yang sekian lama menimang-nimang Lelapku
Ombak
Deburlah aku
Yang berdiri tegak menatapmu
Khayalku menyelam kedalam desah nafasmu
Namun kau terkalah melemas
Tak sanggup menyelami jiwaku
Haaaaaaaa,inilah aku
Roh tinggi menjulang
Kepalku mengkekar cengkeram awan
Meludahi iblis iblis betina
Yang telanjang mengangkang
Pagi,ayo cepat singgahi
Bawa anakmu surya sang mentari
Biar ku mandikan dengan buih birahi
Agar sinarnya benderang sepanjang hari
Hari Ini Telah Usai
aku tak bisa berfikir panjang lagi
penat sudah otak ku ini ...
harap tuk pergi dan tak kembali
ingin ku hancurkan dogma - dogma yang palsu..
ingin ku melahap semua takdir yang menyela ...
antara hamparan dan sandaran....
aku ingin pergi dan tak kembali ...
sampai suatu saat nanti...aku merasa...
sampai suatu waktu aku menatap ....
meratapi nasib ini....
melewati hari ini....
karena sebenarnya hari ini telah usai ..........
penat sudah otak ku ini ...
harap tuk pergi dan tak kembali
ingin ku hancurkan dogma - dogma yang palsu..
ingin ku melahap semua takdir yang menyela ...
antara hamparan dan sandaran....
aku ingin pergi dan tak kembali ...
sampai suatu saat nanti...aku merasa...
sampai suatu waktu aku menatap ....
meratapi nasib ini....
melewati hari ini....
karena sebenarnya hari ini telah usai ..........
28 April 2006
Kata terakhir untuk aku satukan
Wahai permadani indah yang menghampar luas
Melalui rangkaian kata yang ku tebar melalui rasa
Memetik dawai kehidupan dengan jemari keindahan
Meresap mengheningkan segala suasana dan canda
Keterpurukan yang mehitamkan putihnya jiwa
Melaui bukit-bukit penderitaan nan gersang
Dan diguyur oleh rintik-rintik hujan kesedihan
Hingga jatuh tenggelam di samudera kemalangan
Ingin rasanya sampai di pelabuhan itu
Meski berlabuh hanya oleh deburan ombak pasang
Atau bertepi hanya oleh terpaan angin kerinduan
Tak ada tawa di ujung sana
Tak ada senyum di ujung sana
Tak ada sayang di ujung sana
Tak ada rindu di ujung sana
Tak ada cinta di ujung sana
Hingga saat yang di sana membaca guratan rasa
Yang terangkai oleh benih-benih kemesraan
Hingga akal dan perasaan yang di sana adalah kemudi dan layar
bagi jiwa yang sedang mengarungi samudera kehidupan
Hingga pelabuhan yang di sana dihampiri perahu
Pergi menuju pelabuhan terakhir untuk selalu bersama
Menuju gerbang penantian, gerbang keabadian
Hingga kata-kata ini terangkai sempurna tanpa kesedihan
Bersama kata terakhir untuk aku satukan... xxxxx
Melalui rangkaian kata yang ku tebar melalui rasa
Memetik dawai kehidupan dengan jemari keindahan
Meresap mengheningkan segala suasana dan canda
Keterpurukan yang mehitamkan putihnya jiwa
Melaui bukit-bukit penderitaan nan gersang
Dan diguyur oleh rintik-rintik hujan kesedihan
Hingga jatuh tenggelam di samudera kemalangan
Ingin rasanya sampai di pelabuhan itu
Meski berlabuh hanya oleh deburan ombak pasang
Atau bertepi hanya oleh terpaan angin kerinduan
Tak ada tawa di ujung sana
Tak ada senyum di ujung sana
Tak ada sayang di ujung sana
Tak ada rindu di ujung sana
Tak ada cinta di ujung sana
Hingga saat yang di sana membaca guratan rasa
Yang terangkai oleh benih-benih kemesraan
Hingga akal dan perasaan yang di sana adalah kemudi dan layar
bagi jiwa yang sedang mengarungi samudera kehidupan
Hingga pelabuhan yang di sana dihampiri perahu
Pergi menuju pelabuhan terakhir untuk selalu bersama
Menuju gerbang penantian, gerbang keabadian
Hingga kata-kata ini terangkai sempurna tanpa kesedihan
Bersama kata terakhir untuk aku satukan... xxxxx
Merenung
Aku menunggu di bawah jembatan itu
Tepat depan perlintasan rel kereta api
Aku duduk diselingi riuhnya penghuni jalanan
Menunggu kabar dan mencari makna
o... hidup ! kenapa kau tak terangi malam
saat mentari yang sombong tengah terlelap
o... hidup ! kenapa kau tak taburi benih
saat cinta Nya sudah tak mengakar dalam diri
Tepat depan perlintasan rel kereta api
Aku duduk diselingi riuhnya penghuni jalanan
Menunggu kabar dan mencari makna
o... hidup ! kenapa kau tak terangi malam
saat mentari yang sombong tengah terlelap
o... hidup ! kenapa kau tak taburi benih
saat cinta Nya sudah tak mengakar dalam diri
Kehadiranmu
Biar hari ini berlalu
Tapi aku meninggalkan malu :)
Mencuri bayangan hayalan
Namun aku dapatkan pandangan sejati
Melihat raut sempurna di kebisingan rintik hujan
Kehadiranmu selalu mengingatkan aku Nostalgia kemuraman yang pernah aku lalui :(
Kehadiranmu selalu mengingatkan aku Nostalgia kehangatan yang pernah aku lalui :)
Tapi indah memang ...
Saat diri terpancar cahaya keyakinan
Saat tindakan jadi sebuah kesalahan
Kesalahan jadi sebuah pelajaran
Dan saat aku dapat mengambil pelajaran
Aku tersenyum melihat kehadiranmu
Tapi aku meninggalkan malu :)
Mencuri bayangan hayalan
Namun aku dapatkan pandangan sejati
Melihat raut sempurna di kebisingan rintik hujan
Kehadiranmu selalu mengingatkan aku Nostalgia kemuraman yang pernah aku lalui :(
Kehadiranmu selalu mengingatkan aku Nostalgia kehangatan yang pernah aku lalui :)
Tapi indah memang ...
Saat diri terpancar cahaya keyakinan
Saat tindakan jadi sebuah kesalahan
Kesalahan jadi sebuah pelajaran
Dan saat aku dapat mengambil pelajaran
Aku tersenyum melihat kehadiranmu
27 April 2006
Bosan
Diam bias duduk di samping kain malam
Jauh melepas pandangan ke arah langit kepalsuan
Yang kelam dihiasi bintang keraguan
Serta cahayanya hanyalah bualan
Buah yang jatuh dari tangkai perasaan
Termakan melalui mulut penantian
Tersumbat di kerongkongan kebosanan
Namun tetap berlabuh di lambung nostalgia masa lalu
Entah kenapa rasa yang dinanti-nanti walau bosan mengulang masa lalu
Selalu menjadi cerita yang menjadi benalu di dalam otak penuh kepenatan
Keindahan tak selamanya jadi hiasan
yang bisa jadi pemanis diri saat berdiri tegak
yang bisa jadi pewangi saat bibir bertutur hikmah
malah keindahan menjadikan diri seorang pendosa
pendosa terperosok lubang kehinaan
kehinaan yang diisi oleh keledai-keledai cinta
Jauh melepas pandangan ke arah langit kepalsuan
Yang kelam dihiasi bintang keraguan
Serta cahayanya hanyalah bualan
Buah yang jatuh dari tangkai perasaan
Termakan melalui mulut penantian
Tersumbat di kerongkongan kebosanan
Namun tetap berlabuh di lambung nostalgia masa lalu
Entah kenapa rasa yang dinanti-nanti walau bosan mengulang masa lalu
Selalu menjadi cerita yang menjadi benalu di dalam otak penuh kepenatan
Keindahan tak selamanya jadi hiasan
yang bisa jadi pemanis diri saat berdiri tegak
yang bisa jadi pewangi saat bibir bertutur hikmah
malah keindahan menjadikan diri seorang pendosa
pendosa terperosok lubang kehinaan
kehinaan yang diisi oleh keledai-keledai cinta
Terlalu Cepat
Senja mulai menanti dan terangnya mentari mulai mati
Diam mulai tak mengerti , bicara mulai tak berarti
Cerita burung elang yang terbang membawa segenggam salju
Salju penyejuk jiwa yang ditebarkan di angkasa raya penuh pesona
Namun tak bisa membasuh noda yang entah anugerah atau prasangka
Terlalu cepat rintik-rintik kesyahduan menghangatkan aku
Bukan menapik angin yang menerpa layar kasih ku menuju sayang NYA
Hanya merasa jarum ini telah tertusuk di kepala sebelum ia datang
Diam mulai tak mengerti , bicara mulai tak berarti
Cerita burung elang yang terbang membawa segenggam salju
Salju penyejuk jiwa yang ditebarkan di angkasa raya penuh pesona
Namun tak bisa membasuh noda yang entah anugerah atau prasangka
Terlalu cepat rintik-rintik kesyahduan menghangatkan aku
Bukan menapik angin yang menerpa layar kasih ku menuju sayang NYA
Hanya merasa jarum ini telah tertusuk di kepala sebelum ia datang
26 April 2006
Jalan kehidupan
Jalan kehidupan tidak mengikuti jalur yang lurus
Tidak pula tumbuh liar bagai semak belukar
Kehidupan jiwa kelopaknya Laksana sekuntum teratai
yang bermahkotakan seribu bunga
Tidak pula tumbuh liar bagai semak belukar
Kehidupan jiwa kelopaknya Laksana sekuntum teratai
yang bermahkotakan seribu bunga
Kebebasan
Kita selalu mencari makna sejati dari pantai ini .
Agar suara-suara kita terdengar oleh kehidupan .
Tapi bagaimana dengan gelombang yang menghempas dalam ruang hampa suara, tanpa gema ? . Padahal dia yang sepi suara tanpa gema adalah penyantun bagi derita .
Dan yang tidak punya pendengaran adalah pengukir jiwa dan takdir kita .
Kau bertanya tentang kesedihan penderitaan yang aku utarakan
Kau terheran saat aku berbicara keindahan, kemuliaan, keagungan dan kebebasan
Bukankah aku berbicara tentang kebebasan dan kabut yang lebih membebaskan ?
Tapi perjalanan ini memang kulalui dengan kesedihan, seperti jiwa manusia yang terkapar
Dan bersimpuh menyembah pembunuhannya sendiri
Agar suara-suara kita terdengar oleh kehidupan .
Tapi bagaimana dengan gelombang yang menghempas dalam ruang hampa suara, tanpa gema ? . Padahal dia yang sepi suara tanpa gema adalah penyantun bagi derita .
Dan yang tidak punya pendengaran adalah pengukir jiwa dan takdir kita .
Kau bertanya tentang kesedihan penderitaan yang aku utarakan
Kau terheran saat aku berbicara keindahan, kemuliaan, keagungan dan kebebasan
Bukankah aku berbicara tentang kebebasan dan kabut yang lebih membebaskan ?
Tapi perjalanan ini memang kulalui dengan kesedihan, seperti jiwa manusia yang terkapar
Dan bersimpuh menyembah pembunuhannya sendiri
Ingat aku !!!
Ijin kan aku menjilati kulit cinta beraroma derita
Memahat lekukan bahu rayuan berdesahkan luka
Menyelami setiap siku kerinduan bernafaskan hampa
Memeluk erat tubuh kehidupan beralunkan murka
Aku tak ingin menangis karena cinta
Aku tak ingin berpaling karena rayuan
Aku tak ingin berlabuh karena kerinduan
Aku tak ingin merintih karena kehidupan
Jangan kau tertawakan aku !!!
Jangan kau menatap aku !!!
Hari ini, kaki ini akan terus melangkah
Hari esok tubuh ini telah melanjutkan kehidupan
Suatu hari kau kan melihat aku dengan jutaan hasil karya
Yang menjadi lukisan dinding dunia dan hamparan jagat raya
Memahat lekukan bahu rayuan berdesahkan luka
Menyelami setiap siku kerinduan bernafaskan hampa
Memeluk erat tubuh kehidupan beralunkan murka
Aku tak ingin menangis karena cinta
Aku tak ingin berpaling karena rayuan
Aku tak ingin berlabuh karena kerinduan
Aku tak ingin merintih karena kehidupan
Jangan kau tertawakan aku !!!
Jangan kau menatap aku !!!
Hari ini, kaki ini akan terus melangkah
Hari esok tubuh ini telah melanjutkan kehidupan
Suatu hari kau kan melihat aku dengan jutaan hasil karya
Yang menjadi lukisan dinding dunia dan hamparan jagat raya
Derita Ikhlasku
Kusam dekil penuh kerikil di tubuhku yang bau asam
Lengah piluh duri menancap di tengah kakiku yang lumpuh
Bunga melati itu telah mati ditelan lidah penindasan dari mulut penderitaan
Luka yang kuraba di ujung telunjukku sudah bukan semestinya ia berada
Mengupas kulit kehidupan menyayat daging harapan dan tulang impian
Biarkan tubuh hina ini terbaring penuh duka ... derita ...
Biarkan darah kotor ini mengalir dengan beku ... ragu ...
Biarkan semuanya membersihkan ketulusan jiwa yang telah siap menghadap Ilahi
Lengah piluh duri menancap di tengah kakiku yang lumpuh
Bunga melati itu telah mati ditelan lidah penindasan dari mulut penderitaan
Luka yang kuraba di ujung telunjukku sudah bukan semestinya ia berada
Mengupas kulit kehidupan menyayat daging harapan dan tulang impian
Biarkan tubuh hina ini terbaring penuh duka ... derita ...
Biarkan darah kotor ini mengalir dengan beku ... ragu ...
Biarkan semuanya membersihkan ketulusan jiwa yang telah siap menghadap Ilahi
Pesta itu akan datang
Riuh tapak langkah kaki telah kudengar
Melintasi lalu lalang seperti kelelawar malam
Tertawa di keheningan sendirian tanpa teman
Sambil menengadah penuh harap
Pesta itu akan datang
Melintasi lalu lalang seperti kelelawar malam
Tertawa di keheningan sendirian tanpa teman
Sambil menengadah penuh harap
Pesta itu akan datang
Berubah Pikiran
Kerap kali aku tak sadarkan diri
Bertanya mengapa beban ini terasa berat
Tak dapat ku pikul dan tak dapat ku pangku
Aku tak ingin bermain-main dengan cinta
Aku tak lagi bersandiwara dengan rasa
Naik turun nya aku bukan naik turun nya harkat ku
Aku hanya ingin jiwa ini kekal mengabdi pada Nya
Melalui kata yang kuasingkan dari mata-mata dunia
Lebar dan panjang penuh kelokan fatamorgana
Yang telah mengkhilafkan langkah ini tuk istiqomah
Sabar dan ikhlas serta ihsan dalam benak ini
Aku tak ingin bersedih
Menangisi cerita yang telah digariskan
Aku tak ingin berteduh
Di kehangatan goda yang membakar ranting hingga ke akar
Aku tak ingin berdiri
Memandang ladang yang ku tanami dengan dosa
Aku telah melihat istana keagungan berdiri tegak di hadapan ku
Burung istana pun telah mengabari ku untuk duduk di singgasana raja
Bersama permaisuri pilihan ku tuk membangun jiwa-jiwa yang tenang
Aku langkahkan kaki ini .. sekarang !!! ...
Bertanya mengapa beban ini terasa berat
Tak dapat ku pikul dan tak dapat ku pangku
Aku tak ingin bermain-main dengan cinta
Aku tak lagi bersandiwara dengan rasa
Naik turun nya aku bukan naik turun nya harkat ku
Aku hanya ingin jiwa ini kekal mengabdi pada Nya
Melalui kata yang kuasingkan dari mata-mata dunia
Lebar dan panjang penuh kelokan fatamorgana
Yang telah mengkhilafkan langkah ini tuk istiqomah
Sabar dan ikhlas serta ihsan dalam benak ini
Aku tak ingin bersedih
Menangisi cerita yang telah digariskan
Aku tak ingin berteduh
Di kehangatan goda yang membakar ranting hingga ke akar
Aku tak ingin berdiri
Memandang ladang yang ku tanami dengan dosa
Aku telah melihat istana keagungan berdiri tegak di hadapan ku
Burung istana pun telah mengabari ku untuk duduk di singgasana raja
Bersama permaisuri pilihan ku tuk membangun jiwa-jiwa yang tenang
Aku langkahkan kaki ini .. sekarang !!! ...
Subscribe to:
Posts (Atom)






