Social Icons

Pages

21 February 2007

munajat

Ya 4JJ1...
aku mohon cinta-Mu
aku mohon orang-orang yang mencintai-Mu
dan amalan yang bisa mendekatkan aku pada Cinta-Mu

Ya 4JJ1...
berikan aku kenikmatan untuk memandang lezat wajah-Mu
berikan aku pula kenikmatan merindukan diri-Mu

Ya 4JJ1...
jika aku menyembah-Mu karena aku takut api neraka-Mu
bakarlah aku dengan api neraka jahanam-Mu

jika aku menyembah-Mu karena aku menginginkan surga-Mu
haramkan aku untuk memasukinya

namun...
jika aku menyembah-Mu karena Jika aku mencintai-Mu
jangan haramkan aku untuk memandang wajah-Mu

Ya 4JJ1...
jadikanlah neraka tempat penyiksaan musuh-musuh-Mu
berikanlah surga pada setiap kekasih-kekasih-Mu
sedangkan aku... cukuplah Engkau saja untukku

tersimpan utuh dalam benak dan hati

jika Engkau tidak perkuat hatiku
mungkin aku tak bisa sesabar ini
menanti, menapaki hingga mendampingi

jika Engkau tidak pererat hatiku
mungkin aku tak seikhlas ini
dicaci, dituduh hingga diabaikan

aku tak bersandar pada makhluk berbahan debu
atau pada tirani dengan serangkaian tipu muslihat
yang menusuk melalui diam atau pula sejuta aksi

meski aku pernah tertusuk duri
hingga darah tidak lagi keluar dari kulit
namun dari hati bertopengkan cinta

aku sempat gaduh dengan kabar angin
sempat pula berderai air mata
seakan tak mengerti apa yang telah terjadi

hatiku terperanjat dalam sendiri
saat tak ada yang mampu menemani
meski aku di tengah keramaian

jalan ini sejujurnya lurus
saat ada rintangan di depanku
aku tak ingin menunggu atau menebas

malah mencari alternatif jalan
yang kuanggap bijak dan baik
namun itu hanya sebuah anggapan


ya.. ini lah aku
dengan segala kekurangan dan kerendahan hati
aku mohon ampunan-Mu, aku mohon karunia-Mu

tangga

akhirnya tangga ini telah kunaiki hingga ujungnya
ingin kumulai lagi menapaki anak tangga pertama
di tangga yang baru dengan semangat baru
saat ini ... bukan esok hari

09 February 2007

menabur bunga di atas pusara sendiri

hati ini seperti ditusuk dari belakang
sakiiiitt, hingga ke hulu-hulunya

sepertinya aku memberi sekuntum bunga yang indah nan harum
padahal aku telah menabur bunga di atas pusara ku sendiri

hingga ku menyadari... aku tak ingin mengotori kesucian jiwanya
dalam melangkah, atau memapah setiap deraian air matanya dalam senyumnya

31 January 2007

takkan

aku tak ingin mataku terbui oleh tangis matamu
aku pun tak ingin telinga ini terperangkap oleh kelembuatan suaramu
apalagi hati ini tenggelam oleh bujuk rayumu

aku takkan mendengar kabar burung yang hinggap di telingaku
sedikitpun tak kuijinkan menepi atau sekedar mengelilingi ruhku
apalagi memaksa hinggap di tangkai hatiku dan mencengkram rangtingnya

25 January 2007

sore ini

sebentar lagi kita pulang ke rumah
Rumahmu tak akan menjadi sebuah sangkar,
melainkan tiang utama sebuah kapal layar

saat kita tiba di rumah nanti
tetaplah menghijab ..
setiap jejak langkah dan setiap kata yang terucap

mungkin kita telah tersandung kerikil tajam
sehingga hati menjadi lusuh, dekil dan kusam

namun luangkan sejenak saat malam nanti dengan Nya
berdo'a dan berbagi cerita meluahkan seluruh gundah dan gelisah
mengadu dan memasrahkan semua luka dan derita
mohon sucikanlah segala debu yang mengotori hati

dan berharap esok kembali
agar bisa memperbaiki diri

24 January 2007

senyumanmu

dirimu rupanya sedang tersenyum :)
memang indah jika melihatmu tersenyum
jika saja kau bisa melihat dirimu dari kedua bola mataku
tentu kita akan sepakat bahwa senyumanmu adalah anugerah
namun apalah artinya jika sebuah senyuman tak mampu membuatku mengingat-Nya
aku akui, senyumanmu mampu mengingatkan aku pada-Nya, insya 4JJ1 ;)

pagi tadi

pagi tadi, aku hanya bisa tersenyum
sembunyi dalam diam namun tak membisu
terngiang aku mengenang adik-adikku
melihat anak-anak kecil menari
saat ku mulai beredar menjemput sekuntum harapan

pagi tadi, matahari mencoba melelehkan kebekuan tubuh
karena kebekuan malam telah menjadi teman teristimewa
dengan sandaran dinding kamar dan lantai sebagai alas
segelas teh manis sebagai teman dan buku sebagai aduan

pagi tadi, aku masih mengingat hujan turun begitu derasnya
menambah dingin suasana, namun senyuman ini semakin nyata
ini mungkin jadi salah satu alasan aku untuk mengingatnya
karena deklarasinya telah ia kumandangkan dengan lantang
bersama kibaran bendera penuh gelora di langit hati

pagi tadi, aku hanya bisa tersenyum
sembunyi dalam diam namun tak membisu

Andai

saja

23 January 2007

di akhir hari ke-1

gusar kian bertambah seraya adzan sedang berkumandang
malam telah menjemput jiwa yang sedianya belum siap tercabut dari dalam raga
hati ini telah diliputi kelabunya awan di langit tak bertiang

aku hampir saja lupa bahwa aku manusia bernyawa
layak terbang dan tak hanya melipatkan sayap di atas ranting

ingin kusikat seluruh kekotoran dalam hatiku hingga kerak-keraknya
ingin kubunuh setan-setan yang telah merasuki tubuh tanpa seizinku
ingin kuhancurkan semua dogma dalam kepalaku hingga terpusingkan dunia

ini memang sandiwara... namun bukan tempat hura-hura
ini bukan panggung di mana cinta menjadi sebuah permainan kata
dikejar untuk disakiti, dipeluk untuk nodai, dicium untuk diludah

aku muak dengan kesemerawutan ini
biar aku menjadi lumbung siksa atas segala dosa
tapi itu bisa membuat-Nya marah padaku

Ya 4JJ1, aku ridha tubuh ini terkoyak dari rangkanya
Ya 4JJ1, aku ridha kepala ini terpisah dari raganya
Ya 4JJ1, aku ridha darah ini mengalir dari nadinya

asalkan Engkau tak marah padaku
asalkan Engkau ridha pula padaku

aku telah menangis begitu seringnya di sudut kamar dengan wajah menghadap dinding
kala itu, aku sering tak mengerti kenapa aku menangis, kenapa aku bersedih


Ya 4JJ1, hatiku menangis kala telah membaca para sahabat
Ya 4JJ1, hatiku terharu kala telah menelusuri sunnahnya
Ya 4JJ1, hatiku malu kala telah melantunkan ayat-ayat Mu

Ya 4JJ1, jangan engkau murka padaku karena dosa-dosaku
Ya 4JJ1, jangan engkau mengurangi Rahman dan Rahiim-Mu padaku karena dosa-dosaku
Ya 4JJ1, aku lelah... segarkan aku dengan kekuatan-Mu
Ya 4JJ1, aku gundah... tenangkan aku dengan cinta-Mu
Ya 4JJ1, aku kesepian... temani aku dengan ridha-Mu

hari ke-1

ketika aku sedang dalam kesendirian di sini
hanya setubuh bantal dan guling yang menemani
selembar kain sarung yang rela menyelimuti
aku tersungkur dalam lelapnya malam
bersama tubuh yang terkulai lelah

seandainya aku bisa meminjam satu telinga saja
untuk mendengar sedikit saja cerita dari ku
tentunya malam tadi begitu mudah untuk terlewati

aku hanya bisa tertidur dalam kamar yang terkunci
tanpa cahaya lampu atau putaran kipas angin
ku sandarkan punggungku yang telah sekian lama aku menahannya

aku lelah dan ingin berguru pada diam atau keheningan
jangankan berteriak, bicarapun aku sudah enggan
aku hanya menunggu sebuah waktu dalam tidurku
di kisaran waktu saat ayam bersiap untuk berkokok

Ya.. 4JJ1 cabutlah kegelisahan dan kegundahan dalam diriku
biarkanlah jiwaku ramai oleh ketaatan kepada-Mu saja
biarkanlah hatiku damai oleh menyebut asma-Mu seorang

bimbinglah mataku untuk menatap rindu
bimbinglah telingaku untuk mendengar khusyuk
bimbinglah hatiku untuk memahami utuh

setiap ayat-ayat yang tertuang dalam lembaran-lembaran kitab suci-Mu

22 January 2007

entah .. mau kau bilang apa

mudah memang untuk menasehati
yang sulit menerimanya
apalagi melaksanakannya

mudah memang memberi cinta
yang sulit justru menerimanya
apalagi berjuang dengannya

di setiap buaian malam aku memohon dalam kesendirian

agar aku bisa mencintai setiap takdir yang menghampiri
agar aku bisa mencintai setiap nikmat yang terberi

agar aku bisa berjuang dengannya di setiap waktuku
agar aku bisa berjuang dengannya di sisa umurku

mudah memang jika aku tak sendiri
paling tidak ada yang menemani
apalagi jika serasi dalam hati, selaras dalam langkah
mencipta nada-nada suka dan duka dalam rangkaian melodi nan harmoni

ah... cukup sudah aku bermimpi, biarlah aku menari saja
menari di alam mimpi (sama juga masih mimpi dunk ?, eM :)
bersama bidadari bertahtakan kulit durian (bidadari dari mana, yah ?)
berbalut kain nan indah dari kulit pari (wah.. tambah ngaco aja ;P)
pantas saja tubuhnya bau terasi (wah..wah... tambah gak nyambung nih)

19 January 2007

Vivere militare

Aku mensyukuri berkah yang telah kuterima
Aku memahami dan toleransi akan adanya perbedaan
Aku berani mempertahankan apa yang kuanggap benar

Inilah hidup...
yang diisi dengan penuh keindahan dan kenikmatan
bukan untuk dinikmati seluruhnya, hanya untuk diambil secukupnya
meski tak akan ada yang yang menghalangi jika kau ingin merengkuh segalanya

setiap jejak langkah akan tertulis dalam sebuah kitab
akan terbuka dan terbaca dengan seksama tanpa ada manipulasi
di saat tak ada lagi kompromi atau pembelaan diri
di saat tak ada lagi naungan atau perlindungan
hanya penantian keputusan atas segala perbuatan di atas sebuah timbangan

Inilah hidup...
lika-likunya bukan untuk ditangisi atau diratapi
karena ia bukan jalan penuh kelokan atau jalan yang bercabang
ia hanya jalan lurus penuh rintangan, cobaan, godaan serta ujian

tak ada yang mampu mendobrak dinding penghalang itu
jika hatimu masih terpenjara keindahan dunia, terpasung kenikmatan dunia
bukannya tak boleh menjamah dunia, ambillah secukupnya... itu saja

aku pernah mendengar rasul bersabda bahwa orang yang berat di akhirat adalah...
orang yang memiliki cadangan makanan lebih dari tiga hari
oh... itu lebih dari separuh isi dunia

hidup memang bukanlah sandiwara tanpa air mata bukan pula parodi tanpa canda tawa
hidup adalah kreasi Sutradara Terhebat dan Penulis Skenario Termahsyur
keduanya terangkum dalam sebuah nama, 4JJ1

kita adalah aktor dan aktrisnya
aktor dan aktris terhebat adalah saat mereka bisa melakukan apa yang Sutradara arahkan, melalui alur skenario-Nya
bahkan mereka bisa menyelami peran yang diberikan, meski belum tentu peran itu mereka senangi

seorang filsuf romawi 2000 tahun yang lalu mengatakan
"Vivere militare !!!" , Hidup adalah Berjuang !!!

16 January 2007

bencana

hutan dihancurkan, bencana didapat
hutan dirambah, air pun tumpah

hutan dihancurkan, rakyat makin merana sengsara
hutan dirambah, kesedihanpun makin menjalar

bencana seolah tak henti-hentinya
silih berganti dari daerah satu ke daerah lainnya

banjir, longsor, kekeringan, kebakaran
adalah rangkaian bencana yang telah menjadi perhiasan negeri ini

seringkali keanehan nampak dari bencana-bencana itu
di satu daerah terjai kekeringan, di daerah lain malah kebanjiran

lalu terjadilah parade bencana di negeri ini
seolah ingin menyapa setiap jiwa dengan renggutan nyawa

parade bencana ini bukan parade sirkus
di mana kita masih bisa tertawa dengan kekonyolan para badut

negeri ini sudah terlalu banyak badut
masa sih, kalian mau menambah deretan badut-badut ini ???

hendaknya kita berfikir, hendaknya kita merenungi
ini bukan teguran, ini bukan ujian...

musibah ini adalah adzab, wahai sahabat
musibah ini adalah adzab... sungguh ini adzab, sahabat ku

apakah kita bagian dari mereka ???
naudzubillahimindzalik

satu hal yang tak aku mengerti tentang bencana di negeri ini
bencana koq seperti arisan yah

13 January 2007

Rumah Kefitrahan

Aku ingin pulang ke rumah kefitrahan
Yang mengajarkan aku hidup bahagia
Yang mengajarkan aku semua derita
Mengantarkan aku mencari jarum dalam jerami
Mengantarkan aku menemukan keuruhan cerita
Cerita yang terangkai oleh ayat-ayat Ilahi dan langkah
Melalui alur sandiwara kehidupan, penuh silau kehidupan

Akan aku antar engkau

Akan aku antarkan kau menuju gerbang pemahaman
Melalui jalan rimba yang memang pernah kau lalui
Namun tak pernah kau indahkan sebelumnya

Saat itu kau tak pedulikan sinaran kunang-kunang memberi petunjuk
Saat itu kau tak acuhkan kemana angin berhembus
Saat itu kau tak hiraukan batu yang kau lewati telah menghalangi jalanmu

Kau hanya lalui begitu saja
Tanpa ada bekas .. tanpa ada pelajaran

Akan aku antarkan kau menuju gerbang pemahaman
Meski harus kembali ke belakang sejenak
Hanya sekedar ingin menyatukan perasaanmu saat itu
Dengan yang seharusnya kau ambil dalam perjalananmu

Mungkin kau tak pernah bingung seperti ini
Jika saja kau lewati semua perjalananmu dengan waras
Akalmu tak kau simpan dalam buku keraguan
hatimu tak tertinggal di rumah kegundahan
Nafsumu tak terpasung di atas tiang kehampaan

Berikan waktumu sejenak untuk aku antarkan menuju gerbang pemahaman

gerai masa ku

tak ingin angan ini memanjang
di antara benih-benih kebodohan
yang terhinggap di sebuah putik
dan entah apa namanya

aku tak ingin mengatakannya
namun kini aku kembali
setelah sekian lama menghilang
dan begitu berarti semua perjalanan ini
meski menyimpan noda di ujung sana

hanya maaf darinya yang kuminta
bukan iba atau lainnya
karena aku punya hidup
hidup yang harus kulalui
tanpa mereka atau dengan mereka

saat gerai ini telah kubuka
mengijinkan mentari masuk menerangi masaku

Terpilih

Arah ini semakin jelas
Cahaya ini mulai menerang
Kabut ini mulai memudar

Senyuman ini mulai penuh rahasia
Rahasia kegembiraan dan kesejukan hati
Memulai menuai semanga juang yang pernah terbuang

Meski ini bukan sekedar pilihan
Tapi keputusan terhadap beberapa pilihan
Jalan mana yang akan aku pilih
Hingga ku mendapatkan kembang terpilih
Pilihan terbaik persembahan dari Nya

Debu

kemanakah kaki ini kan melangkah
menyapu debu yang tak pernah mendarat
melayang seadanya tuk mengisi kekosongan hidup... dan...

kini.. tangan pun tak dapat mengepal dengan tangguh
meneriakkan kemenangan yang memang tak teraihnya
sehingga debu pun tersenyum dengan manja dan...

tak dapat kusebutkan apa mula semua ini
karena memang aku tak mengerti apa guna semua ini
tapi kuterima kehadirannya dengan ikhlas dan...

saat ini aku akan mulai
untaian tinta yang akan menjadi saksi
hadirnya debu dalam tubuhku
tapi takkan terijinkan tuk hadir dalam hatiku

kan kulewati ini bersama terpaan angin yang menamparku
kan kuarungi ini bersama deburan ombak yang menghadangku
kan kujalani ini bersama langkah-langkah kecil yang pasti

debu! kau telah mengajarkan kehalusan rayuanmu
membuat muka ku selalu tak berkilau kala siang hari
debu! biarlah aku saja yang merasakan kehebatanmu
cukup sampai sini saja aku dan kamu saling tahu

terima kasih debu...
yang telah mengisi sisi gelapku
hingga ku masuk melewati lorong tanpa cahaya
sampai ku menemukan ladang tuk bertobat
membuat hidupku lebih bermakna dan penuh arti

Kemana Saja

hey...
kemana saja kamu ini...
sudah lama dunia ini gelap tanpa mu
ke arah mana kau cari seorang tua
yang mengisahkan cerita seorang putri pada sang raja

hey...
jangan hanya terdiam kau ini...
terpana melihat siapa ?
keindahan ini tak perlu kau ragukan lagi :)

detak langkah

detak langkah ini mulai goncang . namun tak seperti detakkan jam diniding . ataupun letupan bom yang meninggalkan puing-puing . detakkan ini seperti gemerincing air sungai yang mengalir dengan irama harmoni . kegoncangan ini mengundang jawaban tanpa pertanyaan . detak ini mungkin hanya ilusi . namun terasa sampai ke hati . entah kapan detak langkah ini berhenti menggoncang tubuh lemah ini . mungkin hingga izroil menunaikan tugasnya pada ku

12 January 2007

kesedihan dalam diam ku

saat perpisahan tiba gemuruh lah sorak sorai bahagia di ruang sana
mungkin hanya dirimu yang masih tenggelam dalam kesedihan
kesedihan itu tak sebanding dengan kebahagiaan orang-orang tercintamu
mereka ada di sekeliling mu, pelindung setubuh jiwamu di dunia

jauh di dalam ruang sini, tak ada gemuruh apapun selain tau tentang perpisahan
meski mungkin bahagia, tapi luka telah kau siramkan pada orang-orang tercintaku

nadi tersumbat luka

jika sakit hati masih bersemayam di ragamu
ijinkanlah aku merampas semua itu
agar kau bisa bebas dan tak tersumbat sakit di hati

aku senang melihat kau marah
karena .. akhirnya kau mengakui kalau engkau adalah pemarah
suaramu bisa lebih lantang dari seorang ksatria maha raja

aku tahu bahwa kau sedang luka hati
bahkan luka itu begitu dalamnya
mungkin hingga menembus pungunggmu

aku bukan ingin bicara siapa yang paling terluka diantara kita ?
namun kapan kita akan bangkit dan bangkit dari keterpurukan ?

meski engkau anggap aku seorang pecundang sekalipun... aku tak kan kecewa
aku masih bisa tersenyum dan tak pernah menyimpan rasa dendam pada siapapun

namun sungguh, aku iba kepadamu
karena kau telah menyimpan bara di hatimu sendiri

tentang kegusaran masa lalu

lekat dari fikiran ku tentang masa lalu
bagaimana hebatnya gelombang kegusaran mampu menyapu sesosok tubuh
yang berdiri di pinggir pantai kebimbangan ke samudera kebingungan
hingga terombang-ambing deburan kebuntuan dan tenggelam ke palung kehinaan

saat itu.. bukannya aku tak mampu menangis.. bukannya tak ingin
namun air mataku telah terwakili oleh luasnya air lautan
aku hanya bisa terapung diselingi candaan burung-burung
dan bisikan angin-angin mampu mengubah arah karang pijakanku

bukan pula aku tak berpasrah pada diri Nya.. bukan pula pada diri Nya
aku tetap saja mesti menserasikan kaki dan tangan agar ku bisa muncul ke permukaan
lalu aku harus teriak sekuat tenaga, sekiranya ada orang yang bisa mendengar
aku harus mencoba berenang meski muncul tenggelam tetap ku arahkan ke daratan

cinta 3 masa

menurutku...
sebenarnya... tak ada orang yang jatuh cinta
sejatinya... cintalah yang mendatangi orang-orang

namun ia seringkali diabaikan saat datang
dan sering dirindukan saat ia melenggang pergi

buatku...
cinta datang laksana seorang tamu
yang boleh bertamu tidak lebih dari 3 hari

jika lebih 3 hari
hanya ada dua opsi buat dirinya :
dimiliki pemilik rumah atau diusir pemilik rumah

menurutku...
sesungguhnya... cinta Nya dalam kehidupan tidak lebih dari 3 masa :
cinta Nya di alam rahim, terwujud dari kasih sayang orang tuanya
cinta Nya di alam dunia, terwujud dari monoloyalitas penghambaan dirinya
cinta Nya di alam kubur, terwujud dari manifestasi amal sholihnya

akhirat hanyalah buah sikap pemilik kehidupan

syurga adalah tempat di mana kau dimiliki Pemilik Kehidupan
neraka adalah tempat di mana kau diusir Pemilik Kehidupan

tapi itu hanya menurutku tentang cinta...

10 January 2007

Perubahan Itu Abadi

Segalanya tampak mustahil bagi orang yang tidak pernah mencoba apapun
Manusia tidak kekurangan kemampuan, namun mereka kekurangan kemauan
Dunia tidak berubah ketika kita memandangnya dari sudut yang sama
Sungguh... Perubahan itu Abadi

gak tau

sekelompok burung sedang melipatkan sayapnya
hanya mencengkram batang atau ranting
enggan terbang karena takut terjatuh

siapa yang mengajarkannya ?

sebatas mungkin

Mungkin... seharusnya aku tak membuka lembaran yang bisa membuat orang lain terluka atau terkesan memaksa atau memang menjadi orang lain terpaksa. Tapi begitulah hidup, jika saling berinteraksi dengan orang lain haruslah ada dan butuh pengorbanan, maka pengorbanan adalah himpunan bagian dari perjuangan dan perjuangan adalah himpunan bagian dari kehidupan... tapi ini sebatas mungkin

sedikit tentang hidup

aku takkan melupakan kebaikan-kebaikan kecil orang lain
juga takkan mengingat kesalahan-kesalahan kecil orang lain

aku tak ingin mencari kebahagiaan dalam kemalangan orang lain
yang aku tau sampai saat ini...

Jika kehidupan ku terlihat kelabu mungkin jendela hatiku perlu dibersihkan
Jika tersesat aku bisa kembali lagi tetapi ....
Jika salah mengatakan sesuatu aku tidak bisa menariknya kembali

tapi...

kalau aku rasakan..... hidup itu seperti sebuah tragedi
kalau aku pikirkan.... hidup itu lebih menyerupai komedi

07 January 2007

maafkan aku jika aku telah menghamili hatimu

maafkan aku
jika aku telah menghamili hatimu

maafkan aku
jika kepedihan telah keluar dari rahimmu

dalam ruang gelap nan sempit ini
aku sungguh masih membawa sedikit cahaya

akan ku jaga cahaya itu agar tak padam
hanya itu yang bisa menerangi kegelapan hati ku saat ini

sungguh aku tak ingin membuat ku terperosok lebih jauh
apalagi membawa sekumpulan manusia yang aku cintai

mungkin saja mereka bisa hidup tanpa aku
tapi aku tak bisa hidup tanpa mereka

keindahan dunia tak bisa dinikmati dua orang saja
keindahan dunia ada jika kita bisa berbagi dengan sesama

siapa yang akan kita bagi jika orang-orang yang kita cintai telah menjauh ?
mungkinkah kita bisa berbagi bila kita menodongkan pistol kepada Tuhan ?

sungguh Ia akan murka... murkanya Ia adalah neraka

maafkan aku
jika aku telah menghamili hatimu

jangan kau benci aku
karena itu akan menambah luka di dada

jangan kau cerca aku
karena itu akan menambah duka di hati

meski kau berhak atas semuanya
tapi tetap saja kau benci dan mencerca dirimu sendiri

jika kau masih saja benci dan mencerca dirimu hingga kau jijik terhadap dirimu sendiri
sungguh kau telah memperlihatkan pada ku, bahwa kau tak mampu mencintai yang lain

lalu bagaimana kau bisa mencintai Nya ?
mencintai dirimu sendiri saja kau tak mau

sungguh telah lama aku luangkan waktu untuk berfikir
demi sebuah masa yang kan mengusung sebuah kisah tentang hidupku seutuhnya

jangan kau paksa aku menjelaskan semua karena semuanya telah jelas

03 January 2007

tangisanku

tangisanku meninggalkan kisah
menahankan secangkir risau
di atas meja kebijaksanaan

setiba aku di kota kecilku
aku akan menyusuri setiap tabir
yang telah mulai redup dan tertutup

ingin kulihat lagi langit kejinggaan
di ufuk barat di tepi redanya hujan
lalu pelangi mewarnai setengah bumi

tangisanku telah mengubah kisah menjadi kabut
melantunkan rayuan berakhirkan kemalangan
di atas singgasana keangkuhan

selepas ku merayu senja
ingin ku berbincang sejenak
bersamaNya di atas sajadah

ingin kulihat lagi lembaran kalam
peneduh keresahan, pengobat perihnya hati
lalu ku pejamkan mata, melanjutkan perjalanan pulang

02 January 2007

bait-bait awal diari barunya

kerutan dahinya bukanlah sebuah tanda keengganan
bahasa tubuhnya bukanlah sebuah tanda penolakan

di bibirnya terselip sebuah kenangan
tentang ilham yang sulit diucapkan

awalnya mungkin abstrak baginya
tekadnya telah menjawab semua tanya

keindahan telah menyapa setiap paginya
embun pun terharu atas perjuangannya

hatinya sekarang begitu sumringah
jingga telah mewarnai wajahnya

mungkin ia telah menangggung beban
dari catatan pada diari masa lalunya

namun saat ini... do'a, sabar, ikhlas, istiqomah, qona'ah,semangat dengan seulas senyuman
telah menjadi untaian bait-bait awal diari barunya

Memahami ku melalui mata dan telingamu

[dari sebuah catatan yang telah lama terabaikan]

Dari sejak tadi aku telah merangkai sejuta kata
Bagiku merangkai kata bukanlah kebiasaan melainkan kesenangan

Kadang aku pergi selama satu minggu tanpa merangkai sepatah kata pun
Bagiku hidup tanpa berjalan menuju rimba kata-kata, sungguhlah menyakitkan

Aku begitu menyadari bahwa hidup layaknya orang asing di dunia.
Karena rangkaian kata-kata ku tak mampu kau fahami atau asing bagi mu
Namun jika kau berkenan berbicaralah denganku agar kau memahami diriku ini
Karena lelaki ini tetaplah orang asing yang bahasanya tak dituturkan oleh seorang pun di dunia ini
Aku tidak tahu... berapa banyak di dunia ini orang yang tidak memahami bahasa jiwaku

Apakah kau bisa menyelami maksud nyanyian burung di langit biru ?
Apakah kau bisa memahami arti petikan dawai-dawai yang bergetar ?

Mungkin kau bisa berprasangka tapi tak mampu memahami

Apakah kau bisa melihat celah kesenangan dalam kesedihanku atau melihat celah kesedihan dalam kesenagan ku ?

Prasangkalah yang membuat nada-nada sumbang tentang diriku
Padahal tidak ada yang sia-sia di bawah sinar matahari

Kau hanya membutuhkan mata untuk menatap dan telinga untuk mendengarkan agar kau bisa memahamiku

Sungguh tak cukup menjadi apa yang kau inginkan
Meski terlalu munafik menjadi apa yang orang lain inginkan
Namun begitu mulia menjadi apa yang Tuhan inginkan

Inniy uhibbuka fillahi ta'ala

menyelami ingin Mu

mulanya aku mendengar kabar tentang Mu
lalu aku terusik untuk mengenal diri Mu

aku mencari dan memaksa tubuh ini
untuk bisa memaknai arti diri Mu seutuhnya

Engkau menyapaku dengan bahasa Mu
yang kadang sulit aku fahami

aku berbicara banyak tentang kehidupan
tapi diam Mu membuatku kehilangan pegangan

Apa yang sebenarnya bisa membuat Mu berbicara padaku
akan aku perjuangkan semua ingin Mu di semua waktuku

22 December 2006

"i'm just the real slim shaggy"

aku bukanlah lelaki berkopiah
bukan pula lelaki berjanggut
bukan pula lelaki berbaju koko
tak ada pula bekas sujud di kening

"i'm just the real slim shaggy"

aku jarang membaca Ayat-ayat Nya
apalagi menghafal Ayat-ayat Nya
mengaji saja aku masih gagu
apalagi melantunkan dengan suara syahdu

"i'm just the real slim shaggy"

aku hanya lelaki pemilik cinta
cinta seutuhnya untuk Diri Nya
sebagai persembahan terakhirku
sebelum kematian menjemputku

"i'm just the real slim shaggy"

aku kuras seluruh tenaga dan fikiran
meski tubuh dekil, lusuh atau runtuh
akan kuterbangkan ruhku terbang tinggi
menembus langit ridho Nya menuju Arasy

21 December 2006

melintasi senja dengan sayap terluka

aku menawar rindu di senja ini
karna ku tak bisa menterjemahkan rasa
dari sekuntum luka merekah menganga

seperti anak yang sedang mencari identitas
mengupas setiap kepribadian diri
mengungkap rahasia sisi gelap kita
mungkinkah ku meremajakan fikiran dan tubuh ?

aku memohon manis di penghujung terang
karna pahit telah melintasi setiap rongga dada
oleh caci, maki, amarah atau salah tingkah

kapan hati akan bersengketa hingga resah terasa?
ketika dunia telah merampas langkah-langkah suci
lalu mulai melupakan Mahkamah Peradilan Abadi
dan kita tau tak ada jalan kembali ke masa lalu

aku merayu cinta di gerbang malam
kuingin terbang meski sayap sedang terluka
biarlah aku menanti sayup angin berhembus ke dasar hati

selirih nafas doa

seandainya aku bisa memahat kata
sebelum matahari mendaki puncaknya
agar semua orang bisa merasakan
suara lirih ini keluar dari jiwa

aku telah lama menggauli kata
hingga kutata huruf demi huruf
kurajut menjadi selendang puisi
sebagai persembahan untuk Ilahi

ketika tangisan terpendam dalam diam
lengkung pelangi telah mewarnai langit hati
air hujan telah membasahi segumpal tanah asa
aku laju jantung, kubentangkan sajadah doa

aku telah mengerti di setiap waktu yang terberi
dan waktu tengah bermain-main di kisaran takdir
bukan untuk bersenda gurau atau berpura-pura
sekedar menguji setiap desahan nafas yang tersisa

20 December 2006

berdansalah denganku

apa yang membuat diam selama ini ?
dengan diam, waktu tetap saja kian menuju senja
angin tetap saja menyapa kebisuan nuansa hati

jangan kau duduk saja, apa yang sedang kau tunggu ?
coba ulurkan tangan mu dan berdansalah denganku
kita langkahkan kaki kita bersama dan rekatkan tangan kita
agar tercipta harmoni di setiap tangga nada kehidupan kita

takkan lama lagi... semilir angin, gemiricik air hujan...
akan memadukan melodi dengan musik yang tengah mengalun

jangan buat khayalan mu melayang tinggi
karena aku ada di depan mu
menanti uluran tangan mu

setelah itu kita berlari ke tepi telaga
melihat riak air sebagai cermin wajah kita
kita bisa terbahak dan tersenyum, meski sesaat
bisa tepiskan nanah kesedihan

ulurkanlah tanganmu... dan... berdansalah bersamaku

biar aku yang terakhir untuk mu

rindu yang tak terpadamkan
bagaikan bayi rindu akan air susu
seperti itulah rinduku padamu

kau datang menghampiriku
memecahkan kesunyian hati
wajah yang selama ini kunantikan
tuk mengisi belahan jiwa

ah seandainya ku tahu di mana kitab cinta
kan kutulis namamu di samping namaku
biar engkau yang terakhir bagiku
biar aku yang terakhir untukmu

egoiskah aku?
mungkin ya...
tapi itulah cinta

[dari orang yang sok tahu akan cinta] :)

Buntu Penuh Kebekuan II

seminggu kemarin
Kurasakan luka yang sama
walau dengan tusukan yang berbeda

seminggu kemarin
Tlah kuhabiskan air mata
Bias asa redup seketika

hari ini
kumerasa ingin berbeda
menyiram hati yang hampir mati

hari ini
Ingin kuhabiskan semua tenaga
merangkai puing-puing asa yang tersisa

19 December 2006

i wanna walk together toward the happiness of our beautiful future

ideas are inexpensive but the people who implement them are priceless

itulah kalimat yang ingin aku tuliskan hari ini
terlalu banyak ide besar beterbangan di bumi ini
tapi hanya berapa persen yang terimplementasi ?

sungguh butuh keberanian untuk mewujudkan
keraguan memiliki makna ketidaksungguhan

terlalu banyak halangan, rintangan, ancaman dan gangguan dalam hidup ini
tapi itulah tempaan yang harus di hadapai agar kita semakin tajam dan tangguh

if you never accept a challenge, you will never feel the excitement of victory

ini hanyalah sepenggal ingin dari semesta harapan
membuatku semakin hebat dan semakin tangguh
di hadapan Sang Maha Penguasa Semesta

bagaimana aku bisa menghadapi segala coba dan goda ini dengan kegembiraan
dan tak ada prasangka buruk yang bisa memasung langkah suci ini

tak mungkin Diri Nya mendzolimi umat Nya sendiri
hanya kita lah yang mendzolimi diri sendiri

sahabat...
hadapilah semua itu dengan senyuman
kita ambil satu per satu setiap ide untuk kita wujudkan
kita buktikan bahwa kita memang ada dan mampu
bukan untuk keangkuhan... tapi sebagai bukti darma bakti kita pada Nya

sungguh ...
We all have ability. The difference is how we use it
kita samakan visi kita dan misi hidup ini
agar kita tidak bersinggungan saat berjalan bersama
agar kau bisa memegang erat tanganku saat ku tergelincir
agar kau bisa bersandar di pundak ku saat kau lelah
agar kau tak merasa berjuang sendiri di bumi ini :)

big problem, big miracle
small problem, small miracle


the miracle is not to fly in the air, or to walk on the water but to walk on the earth

18 December 2006

A goal is a dream with a deadline

ijinkan aku untuk mengenali dirimu lebih dalam
agar engkau tau siapa sebenarnya diriku

biarkan aku mengenali dirimu lebih jauh
seperti engkau ingin mengenal siapa sebenarnya diriku

ijinkan aku membawamu melintasi suatu dimensi langka
di mana harapan dan impian akan bertepi indah
di mana perjalanan akan berakhir dalam suatu kewujudan

aku bukan ingin mengais mu dalam angan-angan sempurna
namun telah ada urusan yang besar lagi penting menanti
telah digariskan lewat guratan takdir kehendak Nya
agar kita bisa mengemban dan melakoni semuanya

kita tak bisa bersembunyi di belakang tabir kebisuan
kebisuan kita hanya akan mengundang peluru-peluru amarah Nya
menembus dan menyesakkan dada hingga tenggorokan seolah tak mampu menghela
menghela nafas keindahan, kedamaian, ketulusan, kesabaran, keikhlasan, kenikmatan
hingga kita tak mengerti berada di mana sekarang

relakan aku untuk memeluk dan menyelami setiap ruang hati mu
agar aku bisa mencoba mengerti dan memahami selama perjalanan nanti
agar setiap ingin ku dan ingin mu untuk terangkat hingga derajat tertinggi di sisi Nya
bisa terwujud dalam kewujudan Nya... bersama rahman dan rahiim Nya
tak perduli dari mana kita mulai, tapi sungguh kita harus peduli di mana kita akan berakhir
A goal is a dream with a deadline.. ya.. kematian adalah batas waktunya

A moment

a moment with the words
can took me walk far away
from my heart

a moment with the words
thought nothing seen or said
the bitter moment passes
and my heart comforted

a moment with the words
i memorized every kind of times
we ever had
the precious time no longer here
the anxiety as we wanted for the day
we could make our visit again

what a joy to see our treasures still there
as long as you remind me
i still waiting here
a moment with the words

gubahanku

kehilangan ide untuk menulis di sore hari ini
setelah bersujud pada ashar ku
sepertinya aku berada di tengah jembatan
jembatan yang menghubungkan antara sudut rasa dan ujung akal

tak bisa aku berpura-pura pada kenyataan ini
karena selama ini, aku tak ingin bersembunyi
mungkin ingin menghilang saja

apa yang pantas aku tuliskan sore ini ?
apa aku harus menggubah skenerio kehidupan ?
apa mungkin hal itu bisa menggugah dirimu ?

menggugah jiwa adalah seperti penelusuran ikan salmon di aliran sungai
salmon tak mungkin merubah aliran sungai, memindah karang, mewarnai musim agar berganti

gubahanku takkan menggugah jiwa mu

kehilangan banyak kata sore ini
masih kah ada kata yang tersimpan di dirimu ?
bisa kah aku pinjam sekarang ?
semoga aku teringat kembali

tentunya aku bukan orang yang pantas bagimu
tentunya aku bukan orang yang pantas kau andalkan
satu hal yang pasti... mampukah kau bertahan dengan hidupku seperti ini ?

janganlah kau tangguhkan perjalanan ini
DIA takkan bosan menemani... jangan pernah merasa berjalan sendiri

gubahanku ini... agar ku menggugah jiwaku sendiri

tiada jemu

tiada jemu aku bertanya
tiada jemu aku bercerita

tiada jemu aku mendengar
tiada jemu aku memandang

jangan kau bosan dengan ocehanku
jangan kau bosan dengan tulisanku

tiada pantas kita ini memelas
pada wujud selain Diri Nya

it's all about belief
Intinya adalah keyakinan
Kalau kita tidak yakin, maka tidak ada gunanya berusaha

teruslah menulis...

menulislah apa yang hendak kau tulis
tak perlu banyak kata untuk menulis apa yang hendak kau tulis
karena ia akan mengalir bersama darah yang terselimuti hasrat

menulislah apa yang selayaknya kau tulis
tak ada yang tidak layak dalam menulis
karena kau bisa menulis meski tak ada yang mau membacanya

menulis bukan ajang pertunjukan... setidaknya bagiku
menulis juga bukan parade kata-kata
karena yang ku tau, menulis adalah sebuah bentuk kebijaksanaan dalam diri

ia akan mengikat sejumput makna
ia akan melukis selembar dinding dunia
ia akan memeluk sehelai jiwa

teruslah menulis... kawan
walau tak ada pembaca... walau kau benci tulisanmu sendiri
suatu saat nanti... kau akan tersenyum dengan tulisanmu sendiri

sungguh... kau pasti mengerti maksudku

pagi ini berbeda

cobalah tengok keluar jendela pagi ini
atau kalau bisa ... keluarlah dari kamar penatmu
aku rasa pagi ini berbeda

sejuk pagi ini membuat aku merasa damai
gerimis pagi ini membersihkan debu yang tersisa di wajahku
ohh... indahnya pagi ini

aku berdo'a untuk mu, kawan
semoga kau dalam kesejukan dan kedamaian
seperti yang aku rasa

15 December 2006

terkapar dalam kekakuan

kubuai setiap lekuk liku hidup ini
beralaskan sepasang sandal dari kulit duri
bertahtakan selingkar makhkota berkawat duri pula
berbalutkan sehelai jubah karung goni dengan mutiara hina

aku telah candu oleh dosa di setiap rona kehidupan
mungkin telah menjadi kulit yang sejatinya ku rawat agar semakin mulus
semakin kurawat semakin mulus dan deras pula aliran dosa mengalir
seperti ku tak tersadarkan bahwa aku telah bermain dalam lautan nista

aku malu... sungguh aku malu
bermain-main dengan kedalaman palung neraka di dunia
padahal sinar mentari pun telah membakar kulitku
sebagai sebuah tanda bahwa ku memang rapuh

terkapar aku dalam kekakuan
langkah terhenti seolah raga telah mati
mungkin aku bisa membunuh raga ku
satu hal yang kutahu... jiwa ku takkan pernah mati

kiamat pun tak mampu membunuh jiwa
ia akan senantiasa hidup menghadap Ilahi
menjawab setiap tanya
menimbang setiap amal

14 December 2006

Keep SMILE In The 4JJ1 SPIRIT

saat kita terbangun sesaat sebelum bedug shubuh tiba
lalu kita mensyukuri dengan penuh ketulusan segala yang kita miliki hari ini
niscaya kita bisa menikmati hidup ini dengan bahagia sepanjang hari ini

tak perlu kita menyesali yang sudah lewat
tak perlu kita takut dengan apa yang belum datang
yang penting ...
KOBARKAN SEMANGAT mu untuk berbuat yang terbaik ... di saat SEKARANG!!!

seperti yang pernah kita sepakati bahwa...
roh dari segala kesuksesan adalah perjuangan
ibu dari semua kesuksesan adalah kegagalan
dan awal dari semua kesuksesan adalah tekad

sungguh aku harus bertanggung jawab atas kehidupanku
aku tak bisa mengubah keadaan, musim, atau angin
tapi satu hal yang aku tau dan aku yakini
aku bisa mengubah diriku sendiri

lebih baik... lebih baik... lebih baik lagi
untuk menjadi yang terbaik... di hadapan Nya

sekarang... hari ini
tak mungkin aku hanya berdiam diri saja
aku akan bergegas... beranjak dan bergerak

;) Keep SMILE In The 4JJ1 SPIRIT :)

memohon cinta

menjelang maghrib menunggu buka
sejenak aku terduduk berfikir
sesaat hatiku mulai merasa
adakah tempat untuk pria berparas luka ?

semoga aku layak memeluk cantik mu karena cinta Nya

13 December 2006

berdiam dalam perenungan

terperangkap di dalam jeruji penjara ... lelah
tersematkan bara di dalam dada ... sesak
terajut jarum tenun di dalam kepala ... pusing

tak sanggup aku berteriak
ingin ku hancurkan dinding yang berdiri diam lalu membisu

mungkin ruh dan tubuh ku telah terbungkus nafsu
terebah oleh tikar-tikar amarah

ingin kutanggalkan sayap-sayap kebebasanku
biarlah aku tak menikmati keindahan dunia
karena bukan untuk hal itu aku dicipta

aku bukan ingin menyimpan rahasia percakapan antara pintu dan jendela

tapi biarlah....

suaraku semakin parau... melemah
mataku semakin lemah... terpejam
mungkin sebentar lagi tenggelam di taman mimpi

sebelum kebisuan kamar menyambutku...

telah aku alirkan setutur kata bersama tengadah setiap jemari
dalam sebuah persembahan do'a

waaaaaaaaaaaaa

penat... "itulah satu kata untuk hari ini"

terima kasih

09 December 2006

seberapa pantas dirimu

mungkin kau sudah bosan melihat tulisanku
tapi semoga kau tak bosan merindukanku

jejak itu telah terlihat jelas
tinggal kau melihat dan mau mengikutinya

perjalan itu tetaplah harus diawali oleh sebuah langkah
namun tetaplah harus ada kerinduan sebesar semesta agar kau melangkah

mungkin tulisan ini tak bisa menjadi arti buatmu
namun tetaplah tulisan para malaikat di sampingmu takkan bisa di abaikan

seberapa berarti dirimu
seberapa bermakna dirimu

dihadapan Nya

ini memanglah sebuah tulisan yang tak pantas kau baca
tapi kenyataannya ... kau telah membaca hingga selesai :)

07 December 2006

apa artinya hidup ?

apa artinya hidup mencinta dunia tapi melupakan akhirat ?
apa artinya hidup mencinta kehidupan tapi melupakan kematian ?
apa artinya hidup mencinta rumah yang megah tapi melupakan alam kubur ?
apa artinya hidup mencinta harta benda yang berlimpah tapi melupakan hisab di hari akhir ?
apa artinya hidup mencinta sesama makhluk tapi melupakan Sang Khalik ?

tak pernah kumengerti dengan semua ini :(
ini diriku, bagaimana dengan dirimu ?

karnaval dan cahaya

semua prasangka telah kubuang jauh-jauh
tinggal sikap bijaksana harus kuputuskan
ketegasan adalah bukti sebuah keimanan

sempat kugadaikan hidup dengan cinta skala kecil
namun begitu terguncangnya hati yang tak reda dan tak rela terlukai
ingin kuhujamkan sesuatu yang kusebut kesejatian cinta

sempat aku terhanyut oleh kesuburan pohon di ladang
mengalir kesyahduan aliran air sungai di antara ladang-ladang
namun hatiku tetap mendung karena kehangatan mentari terhalang awan dosa

ketika keindahan taburan bintang di angkasa aku rindukan
ketika cahaya bulan menjadi simbol pantulan cahaya mentari
ketika cahaya mentari menjadi kuasa atas segala cahaya

aku sadari bahwa iringan awan bak karnaval pesta kota
bisa menutupi binarnya cahaya bintang dan bulan
tapi tak kuasa menghalangi dahsyatnya sinar mentari

karnaval pesta kota hanya kemeriahan laksana sebuah topeng
karena kita menyadari peserta karnaval bukanlah kesejatian wujud
ia hanyalah gerombolan senda gurau dan topeng belaka

namun apa indahnya sebuah topeng yang dipertontonkan ?
hanya mempertontonkan raga tanpa jiwa atau raga terselimuti nafsu
yang lebih ku yakini saat ini, karnaval hanya sesaat saja dan segera berakhir

tak ada keindahan setelah karnaval
tak ada perbaikan setelah karnaval
hanya sebuah de ja vu tanpa makna yang tertinggal

aku coba singkirkan rasa untuk kesekian kalinya
namun debu tetap saja mengotori tubuhku meski tak pernah kuijinkan untuk menyentuhku
tapi meskikah aku salahkan debu ?

aku terlahir dari sebuah kewujudan hakiki
aku bukanlah seorang yang hakiki
aku hanyalah imajinasi dari sebuah ruh

tak mungkin aku berujar : "entah sampai kapan aku begini ?"
akan dan harus aku pancangkan tonggak itu SEKARANG !!! ... ya... SEKARANG !!!
meski semua orang MARAH ... meski semua orang BENCI ... meski semua orang MENCACI

bukan berarti aku berjalan dengan inginku dan caraku
karena segudang keinginan dan hasrat telah lama ku jual
dengan segala cara yang telah ditentukan

oleh Nya
dari Nya
untuk Umat Nya

termasuk aku
termasuk kamu
termasuk kalian

06 December 2006

merenung di sudut kamar

dua minggu yang mengenaskan bagiku
ya... setidaknya bagiku

aku ingin terbang sebentar saja
ya... sebentar saja

sejenak ku ingin beristirahat
ya... sejenak saja

lelah ku ingin mencuci hatiku
ya... hatiku sudah usang

terkapar jiwaku seperti pedang telah memasung kepalaku
terdiam mulutku dalam kebungkaman isi perut bumi
terlempar ragaku seperti badai telah menghancurkan isi kota

dalam keramaian ... aku sendiri
ya... sendiri meratapi

dalam keheningan ... aku terkepung
ya... terkepung kegundahan

dalam keindahan ... aku meronta
ya... keindahan tanpa kedamaian

rapuh, lusuh tubuhku yang kurus
dekil, kusut telah menjadi corak bajuku
sembilu sudah luka yang telah menganga karena dosa

dua minggu telah membuatku jatuh
ya... menuju jurang kenistaan

aku sedang mencoba menapaki bukit lagi
ya... pendakian ini begitu berat lagi sukar

terombang ambing dalam bahtera di lautan kehidupan
telah menyadarkan aku begitu halusnya badai godaan
telah menyadarkan aku begitu dalamnya palung cobaan

sejujurnya, aku tak ingin berjuang sendiri
ya... aku butuh teman untuk menemani sisa hidupku

04 December 2006

sesaat setelah tirai ini terbuka

seiring detak jantungku berdegup kencang, kemarin
seakan gelapnya malam adalah kematian
temaram lampu jalanan adalah ancaman

seiring nafasku berirama cepat tak beraturan, kemarin
seakan dinginnya malam adalah kebekuan
belaian sayup-sayup angin adalah sayatan

aku berdiri di atas kulit tanah yang tipis
hingga begitu mudahnya aku terperosok
namun aku masih saja... angkuh

badan yang terkulai lemah, lusuh dan tak berdaya, kemarin
dada kiriku sakit seakan jantungku ini akan terenggut
satu hal yang aku yakini... kematian lebih dahsyat dari itu

seiring berbagai prasangka mengingatkanku hingga ku terbangun, kemarin
hanya ada senyum segaris terlukis di kelusuhan wajahku ini
aku ingin haturkan sebuah kata ... maaf

ijinkan aku untuk sekedar memejamkan mata
sekedar menghibahkan kepenatan pada alam
mengalirkan kesedihan pada sungai
menitipkan kepedihan pada hutan

hari ini...
aku terbangun dalam kesendirian
keheningan tak seperti biasanya
ada kerinduan yang tertinggal
namun pangkalnya masih tersemat dalam hati

tersenyumlah ... :)

01 December 2006

terbaring dipangkuan kebijaksanaan

Aku adalah awan yang dapat membaur dengan benda-benda
namun tak pernah dapat bersatu
Dalam awan ini terdapat kesunyianku,lapar dan hausku

"Di dunia ini engkau tidak sendiri"
"Aku mengenalmu"

Segala sesuatu diciptakan oleh kita
Saat kita ingin menjalani kehidupan yang bahagia
kita harus menciptakan suasana yang bahagia

"Kesalahpahaman adalah awal pertengkaran"
"Yang satu tidak mendengarkan atau yang lain tidak bisa mengungkapkan dengan jelas"

Yang hanya dapat membebaskan kita adalah Kebenaran
Jika kita tidak memahami itu kita senantiasa merasa cemas

"Saat seperti itulah aku dalam kecemasan"
"Mungkin juga dirimu"

Bersikap jujur terhadap orang lain adalah perlindungan terbaik
bagi martabat dan hati nurani kita

"Itulah jalan yang terbaik buat kita"
"tapi aku lebih memilih bijaksana"

29 November 2006

sediakanlah ruang untuk kau bercermin

wahai melati putih ku
sediakanlah ruang untuk kau bercermin
pandanglah ke arah mana hati nurani mu berjalan

wahai melati putih ku
hati nurani akan terus menangis
saat engkau terus merangkul dunia

jangan... jangan... jangan...

jangan kau kobarkan semangat mu untuk nafsu dunia
hanya akan lelah dan resah terbalutkan gundah
jangan kau dipusingkan hanya untuk urusan dunia
kepusingan mu hanya akan mendatangkan laknat belaka

wahai melati putih ku
sediakanlah ruang untuk kau bercermin
pandanglah ke arah mana hati nurani mu berjalan

wahai melati putih ku
pandangan Nya seringkali tak senada dengan pandangan mu
kebenaran Nya seringkali tak seiraman dengan kebenaran mu

sekali-kali aku tidak pernah mengerti !!!

begitu banyak manusia mencintai manusia
namun melupakan untuk mencintai Pencipta manusia
makanya seringkali aku bosan berbicara cinta antar anak manusia
padahal kenikmatan mencintai anak manusia tidaklah seberapa

wahai melati putih ku
kesenangan dan kebahagiaan bisa kau peroleh di rumahmu
hanya dengan menikmati indahnya pesona langit
ada selaksa hikmah di balik ciptaan Nya

sungguh...
merenungkan setiap kenikmatan Nya adalah ibadah paling utama

wahai melati putih ku
sediakanlah ruang untuk kau bercermin
pandanglah ke arah mana hati nurani mu berjalan

27 November 2006

kado terindah

seperti halnya engkau sang bidadari
tak henti-hentinya menebar pesona diri

begitu juga aku
tak kan usai semangatku untuk mengejar
melintasi dan mengisi setiap ruang

seperti sebentuk kata tanpa ucap
diam mu adalah tetap pesona
tapi kebisuan bukan lah nada
hanya sebongkah raga tanpa makna

begitu juga aku
berharap engkau masih tetap tersenyum
agar bisa menyelimuti dinginnya akal hati
dan menantikan sekerat hidangan kejujuran menyapa

seperti halnya engkau mawar putih
terlukis oleh kehangatan sang mentari
tangisannya selayak embun pagi
menyejukkan selaksa suasana

begitu juga aku
aku awali pagi ini dengan senyuman
segelas susu coklat manis hangat
menantikan keindahan menyapaku hari ini

seperti halnya engkau dalam penantian
kehadiranmu adalah kado terindah untukku :)

24 November 2006

tunggu aku di tempat mu

aku akan pulang sekarang
telah aku siapkan sebuah lagu
tentang kita dan kehidupan

setiba aku di sana
kita rangkai kembali
dan coba kita mainkan


When Facing Dificulties
Do not Become Bitter
Instead Become Better

Carry Your Spirit
Make Sure Your Step And Your Soul
When Climbing To The Top

Don't Ever Sad
Don't Ever Cry
Always Keep Smile
Burn Your Biggest Spirit

Life Not For Joking
Yesterday Never Come Back
so, Enjoying Your Life

Don't Be a Weak
Don't Feel Alone
Always Keep Smile
HE always be With Us



kawan... tunggu aku di tempatmu
aku akan datang dengan setangkup rindu
menyambut sekumpul tubuh penuh cinta

23 November 2006

bersemi dalam benih

benih kata yang pernah kutanamkan
sudahkah coba tuk kau sirami
agar tumbuh mengisi keringnya dunia
menghijaukan seluruh pandang mata
menyejukkan setiap ruang hati

buah dari rasa kerinduan
takkan jauh dari utuhnya pijakkan
akar tumbuh menelusuri kedalaman tanah
agar tumbuh tegak batang jiwa kehidupan ini
mengokohkan setiap langkah keyakinan

22 November 2006

tapi takkan ku biarkan kau menderita

akan aku biarkan dirimu menangis
meski tangisan itu mengalirkan deraian darah

akan aku biarkan dirimu meringis
meski sayatan pedang telah merobek kulit hingga ke tulang

tapi takkan ku biarkan kau menderita

deraian darah dan sayatan pedang bukanlah derita
tapi ia yang akan membawamu melesat menuju diri Nya

akan aku biarkan dirimu menangis
meski perut telah lama bertapa tanpa henti

tapi takkan ku biarkan kau menderita

kelaparan bukanlah derita
tapi ia yang akan membawamu kepada kepuasan sujud pada Nya

aku ingin berteriak

akalku hilang setengah
mataku melihat dalam gelap
tak ada tanda cahaya

tak ada suara terdengar
bahkan sekedar sayupan angin pun tak ada
mungkin ku sudah tuli

dadaku sesak di tengah
mulutku bungkam tapi ingin teriak
membuang semua sampah hati

jiwaku terdiam di atas kursi kehidupan
memerintah raga tuk beranjak
seolah telah terpaku oleh dunia

ahhhhhhhh...... bodohnya aku
akan kutunjuk diriku sendiri
tak mau memikul beban di pundah

angkuhnya aku ini padahal ku sadar
aku sedang berjalan di pinggir jurang
jurang api kematian

21 November 2006

the secret

tadinya aku ingin menulis
namun terhalang sebuah kata "the secret"

17 November 2006

aku tawarkan cahaya sejati... untuk mu

di lidah malam aku terduduk
melukis setiap indahnya benderang cahaya
semoga mampu mengusir setiap kegelapan jiwa
meski secangkir teh manis hangat yang menemani

kubiarkan dirimu bermain di ladang imaji
menanamkan benih di tanah kerinduan
tersirami air kesabaran oleh tangan keikhlasan
agar terkuatkan akar kehidupan ini untuk tetap merindu Nya

bersama rembulan dan taburan bintang-bintang
aku tawarkan cahaya sejati... untuk mu

dongeng sebelum pulang

sebentar lagi jubah hitam akan menyelimuti bumi
terangnya mentari telah mulai meredup di ufuk penantian
jingganya awan di balik kaca jendela terlihat jelas
menanti bidadari melambai, menawarkan keteduhan

secangkir teh manis hangat telah tercipta di sudut benakku
sambil berandai-andai, ada senyuman manis menunggu di ruang tamu
melerai kepenatan kerja hari ini,.. lembar demi lembar
berbagi cerita dan canda di akhir minggu ini,.. tentang hari kemarin

sebentar lagi kisah baru akan mencipta sebuah pemahaman
tentang wujud sebuah kehadiran di belantara kehidupan
tiada lain agar senantiasa terkayakan oleh ruh kejiwaan
menjaring setiap misteri yang terlupakan dan terabaikan

gelapnya malam ini telah menjadi sebuah dongeng sebelum pulang
berjejak ketakutan, harapan... suka, duka... bahagia, derita...
namun senyuman ini masih terpasang di dinding wajahku
bersama torehan semangat yang masih menjadi tonggak tubuh layuku

16 November 2006

larut dalam tidur

apakah kau masih larut dalam tidurmu ?
masih kau bermain dengan keindahan langit mimpi ?
jika kau masih terlena dengan bunga tidurmu,
apa yang hendak kau katakan ketika bangun nanti ?

kehidupan ini hanyalah sebuah perjalanan dalam sebuah bahtera di luasnya lautan
kita mengayuh hingga dermaga keabadian tiba
dan penunggu dermaga telah menanti dengan keadilan Nya

apa yang bisa menaklukkan hatimu agar bisa tersadarkan dari lelap tidurmu ?
Meski pernah ada orang mengatakan padaku,
"Jika engkau melihat ada seseorang tertidur,jangan dibangunkan, barangkali ia sedang bermimpi akan kebebasan."

namun aku bukan seperti itu !!! ....
jika aku melihat seseorang tertidur akan aku bangunkan ia dan akan aku ajak berbicara tentang kebebasan

di alam mimpimu, sungguh tak ada kebebasan sejati
kebebasanmu terpagari oleh waktu
waktu di mana jasad dan ruh kan berpisah
dari sanalah kau menyadari tentang adanya kampung keabadiaan
namun inginkah kau baru menyadari setelah tiba di kampung itu ???
yang ada hanya serangkaian penyesalan tanpa henti menggerogoti di setiap raga yang tercipta
yang ada hanya sekumpulan nista tanpa arti merekat di setiap jiwa yang tertunduk hina


Bangun !!! Bangun !!! BANGUN,KAWANKU !!!
beranjaklah dari tempat teduh mu
perjuangan ini masih panjang dan belum selesai
namun usiamu semakin pendek dan hampir usai

Sadar!!! Sadar !!! SADAR,KAWANKU !!!
perjuangan itu bukan tanpa penyiksaan dan penindasan (2:214)
namun penyiksaan itu takkan pernah membuat manusia menderita
penindasan pun tak dapat menghancurkan yang berada di pihak Kebenaran

marilah kita kayuh bahtera itu bersama agar kau bisa istirahat sejenak saat kau lelah
bahtera ini tak boleh berhenti di tengah lautan, kawanku
deburan gelombang ombak, dan tiupan angin kencang siap menghantam
ribuan ikan-ikan siap memangsa, dan karang-karang siap menghadang
kedalaman laut siap menenggelamkan hingga karam

marilah kita kayuh bahtera itu bersama
agar kau tak merasa berjuang sendiri dan seolah tak ada yang mau mengerti
agar tak hanya lautan kehidupan ini yang menjadi penampung air matamu
agar tak hanya kayu bahtera itu yang menjadi sandaran resah jiwamu

aku ulurkan tangan ini agar kau mudah menggapainya
aku ulurkan tangan ini sejak aku mengenalmu

hingga saat ini...
namun tangan ini belum terikat tangan dirimu

mungkin...
karena kau masih larut dari lelap tidurmu :)

14 November 2006

roman setetes air mata

kawan, kemarin aku sendirian
tertidur dengan jasad tanpa daya

kawan, kemarin aku berkata tanpa suara
terbuai dengan langit alam mimpi

kawan, kemarin aku menangis sendiri
terjamah dengan sebongkah harapan

namun, hari ini...

aku menjelma menjadi pujangga di atas bara
tanpa resah dan risau dengan panasnya dunia

aku menjelma menjadi sebuah nyanyian
melezatkan setiap lidah hari tanpa tepi

aku menjelma menjadi seulas senyuman
merangkum kebahagiaan di dalam keberadaan

dan hari ini...

apa yang kucintai kini
akan kucintai sampai akhir hidup ku

meski sebengis kematian telah tercipta
kan ku sambut ia dengan suka cita

karena kematian takkan mampu mencabut
setiap cinta yang telah terhujam

hari ini pun aku mengingat dan berharap...

Waktu ku lahir, aku menangis
dan orang-orang di sekelilingku tersenyum

Akan aku jalani hidup ini
hingga kematian tiba

saat ajal itu tiba, aku akan tersenyum
dan orang-orang di sekelilingku menangis

dan...

ibuku... ibuku... ibuku... serta ayahku...
akan bangga karena anak ini pernah tercipta
dari sebuah rahim sucinya

ibu... ayah...
do'akan aku selalu

agar senantiasa tetap berdiri tegap
agar senantiasa tetap bergerak tegak

di setiap amanah yang terberi
di setiap takdir yang tertulis

suara air mata

Pada malam aku mengadu
karena aku lama tak mendengar
suara air mata di lorong mimpi puisi

Pada pagi aku merayu
Adakah mawar merah masih merekah di sana
menawarkan aroma kedamaian dan ketenangan

Adakah matahari masih tersenyum di sana
Layaknya sang bayi lelap di pangkuan ibunya

menemani kesendirian ku

10 November 2006

aku selipkan sebuah nama

aku selipkan sebuah nama
dalam setiap untaian doa

dari tetesan air mata doaku
aku alirkan kesungguhan untuk berharap

berjuang tanpa henti di jalan yang sama
berakhir takdir di tempat yang sama
bersama...

aku sisipkan sebuah kata
dalam setiap rangkaian doa

membongkar setiap rahasia kitab suci
agar di akhirat kita tetap berdiri
bersanding dengan para sahabat nabi
sebagai bukti bahwa kita telah mengabdi
di bumi ini ... dalam ikatan sejati dan abadi
bersama...

09 November 2006

terbebani pertanyaan, bebaskanlah !!!

sesungguhnya terlalu banyak pertanyaan juga dalam benak ku
namun aku tak membiarkan diri untuk mencari jawaban atas semua pertanyaan itu
aku hanya memikirkan, apakah yang aku lakukan saat ini adalah benar atau tidak ?

sesungguhnya bukan dirimu saja yang kepalanya dipenuhi segudang pertanyaan
semua orang pun bisa dipastikan seperti itu

namun apakah setiap pertanyaan perlu jawaban ?
sejatinya iya, namun apakah harus sekarang terjawab?
pencarian terhadap kebenaran sejatilah yang seharusnya jadi fikiran mu siang dan malam
karena aku yakin, seluruh pertanyaan mu tidak semuanya bermanfaat dirimu sendiri
bahkan sebaliknya, pertanyaan itu selalu menjadi beban diri yang tak terelakan

pertalian ribuan pertanyaan di kepalamu telah merajut sebuah kisah tanpa akhir yang jelas
engkau akan terhempas ke kedalaman jurang kepayahan dan terpuruk dalam kesepian
seolah kau sendiri... seolah tak teman untuk berbagi
padahal kau hanya bersembunyi di keramaian

mungkin jiwamu telah mati dan terendap di jasad yang masih mampu berdiri

08 November 2006

Terkurung dalam Kegelapan

kapan saat kau terkurung dalam kesepian ?
kesepian dipenuhi dengan segala kesempitan
hingga burungpun enggan berkicau di pagi hari
hingga rerumputan enggan bergoyang menghibur diri mu

kapan saat hanya dinding kamar menjadi pendengar setia mu ?
saat lembaran-lembaran kertas menjadi tempat cacian amarah mu
serta menjadi penampung setiap tetesan air mata mu
hingga tak ada cahaya yang sudi menjamah kegelapan hati mu

ingatlah...
sesungguhnya Penderitaan Jiwa hanya mengarahkan kepada keburukan
sesungguhnya Putus asa adalah sumber kesesatan dan...
sesungguhnya Kegelapan hati adalah pangkal Penderitaan Jiwa

entah kemana selama ini kau mengarungi samudera kehidupan ?
entah dengan siapa kau selama ini merambah liarnya hutan kehidupan ?

apa kau senang bersembunyi di semak-semak ketakukan ?
Ketakukan kepada siapa ? apa yang perlu kau takutkan ?
adakah yang pantas untuk kau takuti selain Diri Nya ?

07 November 2006

menemukan jejak lama

aku telah mulai menemukan jejak-jejak yang telah lama ku tinggalkan
kupacu langkah ku untuk tetap di jalan yang semestinya ku lewati
agar cepat ku meraih puncaknya
agar cepat ku menggapai akhirnya

saat ku harus berkelahi dengan liarnya hutan
dadaku seakan direnggut oleh amukan semesta
karena ku telah dzalim
karena ku telah khilaf

dunia di sini memang berbeda dengan duniaku yang lama
seperti aku harus melintasi dua sekte yang berbeda
entah karena kesendirianku
entah karena keangkuhanku

Andaikan nasib membelenggu tanganku
dan aku tak bisa lagi menuruti hati nuraniku
maka yang tertinggal dalam hasratku hanyalah : Mati!
maka yang tertinggal dalam jasadku hanyalah : Nama!

pertemuanku dengan para pecinta dunia
menyadarkan aku tentang rantai yang selalu membebani setiap ruang gerak
hingga ku selalu tergesa-gesa
hingga ku menjadi futur

hari-hari itu telah berlalu
semoga akan menjadi cerita lalu
dan ku bersiap mencari cahaya terang kembali
dan ku bersiap mencari pelepas resah jiwaku

Bangun di fajar subuh dengan hati seringan awan
Mensyukuri hari baru penuh sinar kecintaan
menerawang langit ke ufuk timur dan ku kan berkata :

Ya 4JJ1...
aku kan selalu memeluk erat setiap nikmat yang KAU berikan sebagai wujud syukurku
aku kan langkahkan kaki ini dengan begitu tegapnya sebagai wujud keyakinanku

04 November 2006

akhirnya jalan lagi euy!!!!

akhirnya jalan lagi euy!!!!

29 September 2006

menderita adalah sebuah keputusan

aku dan kamu mungkin telah memiliki takdir
takdir kepastian yang bisa merasakan penderitaan dan kepedihan
namun jika kita masih bisa bisa melihat keajaiban dalam liku kehidupan ini
maka yakinlah pedihnya penderitaan tidak kalah menakjubkan dengan kesenangan dunia

banyak diantara kita
menderita adalah sebuah keputusan atas sebuah pilihan
keputusan diri kita sendiri

27 September 2006

inti dari sebuah perjalanan

tak ayal tingkah laku ini
mengembara menyusuri tiap kota
hingga ku bermimpi melintasi isi bumi

mungkin ini sebuah catatan perjalanan
saat tubuh ku kuat dan jiwa ku penuh semangat

biar ku basuh mimpiku dengan air mata ikhlasku

tak ingin kehilangan lagi

[untuk seorang teman]

aku telah lama menyimpan kebencian
hingga dengan kebencian itu tak bisa melupakan

aku telah lama memendam dendam
hingga ku ingin melenyapkan setiap atribut tentang dirinya

tapi tak bisa kupungkiri
malam yang kulewati selalu gelap
dan matahari tetap bernyanyi di siang hari ku

saat ku membenci mu dalam kesendirian
aku tak pungkiri ada selintas senyuman tulus
tapi itu hanya sedikit
dia jarang mengulangnya lagi

saat aku menghantam dirinya dengan kebencian yang amat sangat
selalu terlintas senyuman kecil - senyuman kecil lainnya
hingga ku ingin mendamba senyuman dirinya saja
hingga ku bisa merindu dari senyuman hingga keteguhan yang kulupakan

aku saat ini tersiksa oleh rasa kangen yang tak pernah ada
rasa kangen yang terlahir karena kebencian
namun menjelma menjadi pangeran dikemudian hari hingga saat ini
pangeran yang sempat ku benci namun kurindukan saat ini

bolehkah aku memilikinya lagi,..
karena ku tak ingin kehilangan dirinya
untuk kedua kalinya

seakan ramadhan pertama ku

seakan ramadhan ini adalah yang pertama bagiku
aku begitu terpana dengan segala suasana yang terjadi
tiga hari sudah aku berkeliling bersama sepeda motorku menjelang maghrib
di jakarta ini
di kota ini

seakan aku terbangun dari mimpi
melihat semua gelagat dan tingkah setiap orang yang dikatakan umat
menjelang maghrib

saat bedug tiba.. dan setengah jam sebelumnya
aku hanya berduduk di samping kios rokok,.. di depan gerobak gorengan
aku melihat antrian panjang...
di warung2 nasi ..
di tenda2 kolak
di swalayan2
di gerobak2 makanan

waw... begitu antusiasnya mereka berbuka puasa
apakah berpuasanya seantusias mereka berbuka puasa ?

karena kemenangan peperangan seringkali terjadi saat bulan ramadhan
karena mereka memiliki hasrat besar untuk berpuasa
hasrat adalah perpaduan benci dan cinta

saat iblis sebagai sosok yang dibenci telah terbelenggu
hanya ada 4JJ1 sebagai sosok yang dicinta di bulan ramadhan
bagaimana mungkin mereka tak antusias berpuasa ??

seakan ramadhan ini adalah asing bagiku
aku tak bernafsu untuk menjadikan beda dengan bulan lainnya
aku ingin ini biasa
aku tak ingin luar biasa
dalam langkahku bukan sikapku

seakan ramadhan ini adalah biasa bagiku
saat ku sahur bersama teman2 satu kost
tak ada daging.. tak ada buah.. tak ada sayur
hanya ada mie goreng dan sepotong telor dadar
dan segelas teh manis
alhamdulillah

ya 4JJ1.. aku bersujud kepada Mu
jadikan setiap langkah yang terpijak sebagai darma baktiku pada Mu
ya 4JJ1.. aku bersyukur kepada Mu
jadikan setiap apa yang KAU titipkan padaku sebagai ladang subur untuk ku mengabdi
ya 4JJ1.. aku memohon kepada Mu
ampunkan segala dosa yang tercipta
BUANG jauh-jauh dari tubuh yang lemah ini setiap penyakit jiwa yang menjangkit

ya 4JJ1.. temani aku disetiap malamku
aku ingin bercerita tentang aku dan diri ini
ya 4JJ1.. tetap dan teguhkan iman dan islam ku
HUJAM kan qur'an dalam hatiku
agar aku senantiasa terus merapatkan diri dalam barisan yang kokoh
hingga KAU ridho padaku dan hamba-hamba Mu
sebagai diri,.. sebagai dien

ya 4JJ1.. aku memang merasa ramadhan ini seakan yang pertama untuk ku

22 September 2006

Sahabatku...Bulan Ramadhan

sahabatku....
kau telah pergi dan janji tuk kembali
dan aku teringat titahmu saat kau meninggalkanku
"bawalah jiwaku dalam jiwamu"

aku ingat sekarang sahabatku....
namun aku telah lama melupakanmu...bahkan hampir menafikanmu...
jiwamu selalu kulupakan dalam jiwaku
aku telah terkotori belenggu nafsu dan amarah syetan
aku telah ternodai busuk dan dengki hati
aku bagai buih di samudera nisbi
yang terseret ombak terbentur karang
terbagi...terpisah...imanku....
SAHABATKU !....AKU TAK INGIN SEPERTI ITU....

sahabatku...
aku ingin kau datang cepat...secepat kau pergi
aku ingin kau bersamaku lama...selama kau meninggalkanku
aku merindukan didikanmu
aku mengharapkan ajaranmu

sahabatku...
ajarkan aku tuk mendekati Ilahi Robbi,..kekasihku..
didik aku membawa semangat jihad badar para
sahabat Rosullulloh

sahabatku...
aku berharap magfiroh dari Sang Maha Pemurah
aku berharap rahmat dari Sang Maha Penyayang
aku tak berharap siksa api neraka dari Sang Maha Pemurah
meski tak layak aku menyentuh Syurga NYA

tuntun aku merangkai do'a tuk Sang Maha Pendengar
tuntun aku melangkah di jalan NYA selalu... selamanya...
tuntun aku tuk merasakan indahnya seribu bulan... Lailatu Qodar

Sang Maha Melihat akan menilaiku langsung tanpa aparat-aparat suci NYA
bimbing aku tuk mekarkan Rahman Rahim NYA padaku

sahabatku...
aku merindukan hangat cinta kasih NYA
aku ingin menggapai cinta sejatiku sampai Arasy NYA

"akan ku kabarkan kedatanganmu pada jiwa-jiwa yang Mutmai'nah
akan ku kabarkan inilah saatnya kita buat barisan yang kokoh
akan ku kabarkan tuk hentikan sandiwara di pelayaran samudera fatamorgana akan ku tawarkan perniagaan seperti Titah NYA ;
(Qs : 61,1-14)"

sahabatku...
awasi dan ingatkan setiap langkahku saat-saat menghabiskan waktu
denganmu agar aku menjadi bertakwa seperti Janji NYA (Qs : 2,183)

SaYa InI ............. sEdAnG fUtUr..................

[dari seorang teman]

Saya ini sedang futur..........
Terbukti dengan ogah-ogahan datang ke pengajian tiap pekan.......
Dengan alasan klasik kuliahlah, lelahlah,
kerjalah, sibuklah, inilah, itulah......

Saya ini sedang futur..........
Jarang baca buku tentang Islam, lagi demen baca koran
Dulu tilawah tidak pernah ketinggalan, sekarang satu lembar udeh lumayan.........
Tilawah sudah tidak berkesan, nonton layar emas ketagihan......

Saya ini sedang futur....
Mulai malas shalat malam, jarang bertafakkur....
Ba'da shubuh, kanan kiri salam, lantas kembali mendengkur........
Apalagi waktu libur, sampai menjelang dzuhur

Saya ini sedang futur.......
Lihat perut semakin buncit, karena junkfood dan pangsit

Kalo infaq mulai sedikit dan mulai pelit
Apalagi shaum sunnah, perut rasanya ogah

Saya ini sedang futur............
Tak lagi pandai bersyukur
Seneng disanjung dikritik murung

Saya ini sedang futur...............
Malas ngurusin da'wah, rajin bikin ortu marah
Sedikit sekali muhasabah, sering kali meng-ghibah

Ya.. saya memang sedang futur

Mengapa saya futur...???
Mengapa tidak ada satu ikhwah pun yang menegur dan menghibur?
Kenapa batas-batas mulai mengendur?
Kepura-puraan, basa basi dan kekakuan subur?
Kenapa di antara kita sudah tidak jujur?
Kenapa ukhuwah di antara kita sudah mulai luntur?
Kenapa di antara kita hanya pandai bertutur?
Ya Allah... Berikan hambaMu ini pelipur
Agar saya tidak semakin futur
Apalagi sampai tersungkur...

Ente tau ane lagi futur...........
Sedikit dzikir, banyakan tidur, belajar ngawur, IP pun hancur....
Shahib-shahib kagak ada yang negur..........

Ente tau ane lagi futur.........
Hati beku, otak ngelantur mikirin orang se-dulur, diri sendiri kagak pernah ngukur
Ente taulah ane sekarang........
Seneng duduk di kursi goyang, perut kenyang hati melayang
Mulut sibuk ngomongin orang, aib sendiri nggak kebayang

Ente tau ane bengal..............
Bangun malem sering ditinggal
Otak bebal banyak mengkhayal, udeh lupa yang namanya ajal

Ente tau ane begini............
Udah sok tau, seneng dipuji ngomong
Sok suci kayak murrabi, kagak ngaca diri sendiri

Ente tau ane gegabah...........
Petantang-petenteng merasa gagah,
Ngaku-ngaku ikhwah kalo mo muhasabah,
Diri ini nggak beda sama sampah

Ente tau ane sekarang udah kalah di medan perang
Ane pengen pulang kandang,
Ke tempat ane dulu datang...........

***

Buat semua saudaraku...

Kunjungilah saudaramu tengoklah dia barang sebentar. Mungkin keimanannya sedang berada diujung tanduk, mungkin keimanannya sedang dipertaruhkan. Raihlah dia, rengkuhlah dia, ajaklah dia bersama melihat terbitnya fajar kebangkitan Islam. Ajaklah dia bersama menuju cintaNYA, menuju surgaNYa, menuju ampunanNYA.

Janganlah sibuk dengan diri sendiri, pedulilah dengan sekelilingmu, pedulilah dengan mereka yang mengharap datangnya secercah cahaya.

15 August 2006

aku teruskan perjalanan ini dengan senyuman

usai sudah perjalanan sembilan hari ini
badan ini bukan hanya terasa lusuh tapi telah mendekati luluh
lelah memang telah menjadi suatu pusaka hidup
tak ada kelelahan yang bisa tertutupi
namun hasrat untuk melanjutkan yang tertinggal siap ku laju lagi

seperti bahtera di pelabuhan
meski terlihat tenang dan anggun
bukan untuk itu ia dibuat

aku pacu laju langkah kaki menapaki puncak impian
takkan kubiarkan keluh kesah menjadi tanah pengubur jiwa yang hidup

aku teruskan perjalanan ini dengan senyuman

31 July 2006

catatan akhir bulan juli

hari terakhir bulan ini, aku hanya bisa menghela napas lega
hati ini begitu tentramnya namun kepala ini begitu sesaknya

akhirnya aku menemukan sebuah titik yang pernah hilang
sebuah awal yang takkan ku akhiri selain oleh kematian

terima kasih teman
sebenarnya aku selalu membawamu
bukan membangun sebuah dinding dari ego
sebenarnya aku selalu mengenangmu
bukan menggali sebuah sumur dari ladang kebencian

biarkanlah aku selalu mengenang perjalanan ini
dalam sebuah catatan hati di atas telaga kekaguman
bersama kerinduan penuh keharuan

25 July 2006

rangkaian jejak siang dan malam ku

apakah yang akan menyegarkan bangun tidurku
selain terbangun disepertiga malam
menemui Nya dan mengagungkan Nya
serta sholawat kepada rosul Nya

oh.. cinta .. aku terlelah di sore ini
ingin segera berada dipangkuan Mu

ingin segera ku segarkan tubuh ini
dengan air wudhu maghrib nanti
bersama segelas teh manis

apakah yang akan menyejukkan mata dan hati ini
selain melafalkan ayat-ayat suci Mu
hingga air mata membasahi kitab mu
air mata bersama syahdu dan khusyu
berakhir rindu dan malu

air dan api

Kawan...
Masihkah kita tertahan dalam kebimbangan
Antara melangkah atau tenggelam dalam kekalahan

Sementara...
Api tengah membakar seisi kota
Air tengah membanjiri seluruh desa

kutipan seorang khalifah

Tidak ada kebaikan ibadah
yang tidak ada ilmunya
dan tidak ada kebaikan ilmu
yang tidak difahami
dan tidak ada kebaikan bacaan
kalau tidak ada perhatian untuknya.
(Ali Bin Abi Thalib)

Cukuplah bila aku merasa mulia
karena Engkau sebagai Tuhan bagiku
dan cukuplah bila aku bangga
bahwa aku menjadi hamba bagiMu.
Engkau bagiku sebagaimana yang aku cintai,
maka berilah aku taufik
sebagaimana yang Engkau cintai.
(Ali Bin Abi Thalib)

Wahai anak manusia,
setiap kali engkau meminta kepada-Ku
dan mengharap dari-Ku,
maka Aku akan ampunkan bagimu
apa yang telah lalu
dan Aku tidak peduli betapapun besar
dan banyaknya dosamu.
Wahai anak manusia,
seandainya dosa-dosamu mencapai setinggi langit,
kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku,
maka Aku akan mengampunimu dan Aku tidak peduli.
Wahai anak manusia,
seandainya engkau datang kepada-Ku
dengan membawa setumpuk dosa sebesar bumi,
kemudian engkau berjumpa dengan-Ku
tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun,
maka Aku akan memberikan ampunan sebesar bumi itu pula"
(Hadits Qudsi Riwayat Turmudzi)

Cinta kita di sore hari

tak usah bermuram begitu
senyumlah...
biar hari lebih cerah
meski langit akan menggelap
kita memang agak sesat
terbawa terjal penuh aral
tapi tiada sesal, sungguh
hari-hari masih penuh asa
saat mencoba melipur hati
dan coba pahami cela kita
kadang berat, memang
kadang hampir putus harapan
tapi saat hari berganti
keyakinan pun bertumbuh lagi
cinta kita masih perkasa
untuk membuhul perbedaan ini

saat malam nanti tiba
saat kembali untuk bertapa
memahami tentang hari ini
yang terjadi hari ini
karena ternyata..
kita masih punya hutang kepada
kehidupan dan manusia

sebuah kutipan tentang hidup

"Hidup tanpa cinta ibarat pohon yang tidak berbunga dan berbuah.
Dan cinta tanpa keindahan seperti bunga tanpa aroma semerbak dan seperti buah tanpa biji. Hidup, cinta dan keindahan adalah tiga dalam satu, yang tidak dapat dipisahkan ataupun diubah."

"Hidup tanpa berjuang seperti empat musim yang kehilangan musim bunganya. Dan perjuangan tanpa hak seperti padang pasir yang tandus. Hidup, perjuangan dan hak adalah tiga dalam satu yang tidak dapat dipisahkan ataupun diubah."

"Hidup tanpa kebebasan seperti tubuh tanpa jiwa, dan kebebasan tanpa akal seperti roh yang kebingungan. Hidup, kebebasan dan akal adalah tiga dalam satu, abadi dan tidak pernah sirna."

mawar esok pagi dalam sebuah puisi

Pada malam aku mengadu
karena aku lama tak mendengar suara air mata di lorong mimpi puisi

Pada pagi aku merayu
Adakah mawar merah masih merekah di sana
menawarkan aroma kedamaian dan ketenangan

Adakah matahari masih tersenyum di sana
Layaknya sang bayi lelap di pangkuan ibunya

saat ini

saat ini kesehatanku lebih baik dari biasanya
meski masih seperti gitar yang putus talinya
apa yang menyusahkanku saat ini adalah keadaan
yang mengharuskanku bekerja selama sepuluh jam sehari
sementara aku terlarang untuk menulis lebih dari lima jam
tidak ada yang lebih sulit daripada semangat, kuat dalam raga yang lemah.
aku merasa-aku tidak rendah hati-bahwa aku hanya sedang berada di tepi jurang.
telah satu tahun setengah aku lewatkan sambil menulis
dan hal ini merupakan masa persiapan saja sebelum
melangkah lebih jauh menembus mimpi liarku.
saat ini aku belum bisa melakukan hal yang berguna di bumi ini.
ide-ideku belum matang dan jaringku masih tenggelam
dan jari-jari ku masih tertidur nyenyak

kerinduan

tak pernah kurasakan kerinduan sebesar ini
melebihi kerinduanku pada pasangan hidupku

aku seperti tak memiliki cinta
tak pernah ada cinta sebesar ini

aku sangat ingin menangis saat ini
namun biar kutangguhkan hingga ku pulang nanti

sungguh ... betapa besar kerinduan ini
ya 4JJ1.. segala puji memang hanya untuk Mu

esok pagi dengan darah

Dari sekian keganjilan hidup
Gila karena murka Atau duka karena kecewa
bolehlah aku sebut bagian dari seni

seni Derita kadang mencekam
Menimbulkan kekacauan
Bahkan kematian yang menakutkan

Tapi seni derita
Meniupkan kesejukan
Bagi jiwa yang mati
Bagi jiwa yang terkekang

Seni derita …
Memberi pendidikan
Bagi perlawanan

semoga penderitaan kita selama ini
bisa menjadi ajang tuk memperbaiki diri
menjadi benar dan lebih baik

saat Dia menawarkan kembali kasih sayangnya
kita tak lagi lari dari Nya
kita akan peluk semua amanah yang telah tertumpah
walau Darah dan Nanah jadi pertaruhan
walau Harta dan Jiwa jadi persembahan
yang terbaik... untuk Nya

sebuah catatan

disaat masalah lama tak terpecahkan
timbulkan rasa kegalauan dalam pikiran
mungkin disini awal kedewasaan
ketika diri dibebani sekeranjang permasalahan

rela hati tergores pena takdir penyelesaian
sebagai jalan yang terkadang menyedihkan
biarkan aku sendiri yang menyembuhkan
bersama doa dan harapan

biarkan semua orang menertawakan
biarlah berlalu tanpa kuhiraukan
karena aku yang menentukan
kemana diri menatap masa depan

hanya padaMu kuceritakan
karena Engkaulah yang menciptakan
semua rintangan ibarat batu ujian
semoga tiada penyesalan
dihari kemudian.....

aku sadar....

ketika ku berusaha menikmati setiap jalan ku
melihat kenyataan bahwa hidup ini penuh liku
dan gelombang cobaan berkejaran lalu saling bersahutan

aku sadar...
kebenaran hidup tetap harus berjalan dengan cara yang benar
tak ada prasangka manusia yang mampu menuntun kepada kebenaran

seringkali aku mendaki gunung tanpa alas kaki
menginjak setiap ranting dan duri
hingga darah mengalir dan daging mulai bernanah

aku sadar...
kepedihan bukan berasal dari kulit yang tergores
kesedihan bukan berasal dari daging yang tertusuk

karena ternyata...
kematian dengan tangan yang terputus
kematian dengan darah yang mengalir
kematian dengan mata yang tercongkel
kematian dengan jantung yang tercabut
adalah pengharapan para syuhada

mereka tasbih saat tangan terputus
mereka takbir saat darah mengalir
mereka tahlil saat mata tercongkel
mereka tahmid saat jantung tercabut
saat kematian tiba... mereka hanya berucap
Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun
Asyhadualla Ilaha Ilallah Wa Ashadu anna muhammadurrosulloh

uraian air mata dalam doa untuk mu

seperti yang kita tau
bahwa bunga tidak mekar hanya dalam waktu semalam

semoga hari-hari yang kita lewati
tanaman hati kita selalu tersiram manisnya iman dan islam
agar senantiasa jiwa ini merekah dan tumbuh penuh ridho Penanamnya

aku sangat sadar
setetes air adalah bagian dari luasnya samudera

begitu pula senyuman dan semangatmu
seulam senyuman dan secuil semangat yang kau tebar
mengokohkan pijak langkahmu
memastikan ayu hatimu

semoga Alloh, menaungi kita dari segala marabahaya
semoga Alloh, menghujamkan hati kita dengan Cinta pada Nya saja
semoga Alloh, senantiasa memberikan kesehatan dan keselamatan
semoga Alloh, memanggil kita, saat kita berserah diri pada Nya

21 July 2006

hitam putih

malam ini begitu gelap
tapi tidak hati ku ini

aku ingin menuliskan semua putih di atas hitamku
aku ingin menuliskan semua kebahagian di atas kesedihanku

karena hitam dan putih bagai benang-benang kehidupan
bila kurajut dengan sabar dan ikhlas
tentu akan terebah sebuah kain penuh corak yang indah
yang bisa memanjakan mata dan pemakainya

seperti malam ini
kutuliskan semua putih di atas hitamku

menikmati keindahan nuansa

ohhh...
tak ada nuansa seindah ini
biar bumi telah tergoncang
dan air laut terus berteriak
tak ada nuansa seindah ini

maaf...
bukan aku tak berempati
meski sekarang aku sedang berada di tepi jurang
takkan kubiarkan diri ini menangis dan menjatuhkan kedalamnya
masih ada aliran sungai yang menyejukkan mata
masih ada angin yang menenangkan hati

tapi seperti mencium aroma wewangian di rumah penyikasaan
tak bisa kuelakan ...
harum itu tetap ada dan semakin wangi menyeriangi tubuh yang lelah
menghilangkan setiap luka yang tersayat oleh duri dan pedang kehidupan

ohh...
biarkan aku menikmati setiap sudut nuansa ini
sebelum pukulan hantaman dan cercaan hingga makian merintangi setiap langkahku
biarkan aku tenggelam dalam lautan nuansa ini

aku ingin tersenyum bersama hati ku

19 July 2006

biar aku cumbui setiap waktuku

siapkah engkau tuk ziarahi setiap lekuk hatiku
karena begitu terjal,penuh liku bahkan berhamburan duri dan kaca
janganlah heran akan datang sekumpulan kecewa mengetuk setiap pintu ikhlasmu
saat kau mencoba melangkahkan setiap kaki

tak suara diam saat kau ziarahi bukit ini
begitu banyak gema dimana-mana hingga mungkin saja memekakan telingamu
tak ada senyuman terpaksa di lembah ini
akan ada begitu keceriaan dan kegembiraan pada wajah-wajah ini
meski darah terus mengalir darti tubuh yang tersayat
meski satu kaki kananku menyeret kaki kiriku yang pincang

sepanjang jalan
setiap waktu
setiap kenangan

aku tinggalkan setiap kenangan di setiap kota
agar kau senantiasa mengingat bahwa aku itu pernah ada
bukan se-sosok tubuh yang lahir dari halusinasi
atau terlahir dari rahim imaginasi

biar aku cumbui setiap waktuku
agar aku tetap menikmati setiap jengkalnya

18 July 2006

ku lelang diam ku

tak ada yang bisa memaksa ku tersenyum

kalo hati ingin menangis, aku menangis

tak ada kehadiran
tak ada keindahan
tak ada penyesalan

entah karena takut atau hanya ego saja

sampai kapan diam ini akan dilelang

06 July 2006

emosi tanpa harga

kejar-kejaran antara kaki dan mimpi
tak ada sedih di sudut kamar hati ini
hanya ada senyuman yang bersembunyi di lukisan raut wajah

berlari ku berlari mengejar dunia
dengan mata cekatan melirik setiap peluang
mengatur setiap emosi agar langkah tak terhenti

merangkak ku menapaki bukit akhirat
tak perlu suara dan tuliskan setiap mimpi
hanya perlu mencatat setiap bencana