Ya 4JJ1...
aku mohon cinta-Mu
aku mohon orang-orang yang mencintai-Mu
dan amalan yang bisa mendekatkan aku pada Cinta-Mu
Ya 4JJ1...
berikan aku kenikmatan untuk memandang lezat wajah-Mu
berikan aku pula kenikmatan merindukan diri-Mu
Ya 4JJ1...
jika aku menyembah-Mu karena aku takut api neraka-Mu
bakarlah aku dengan api neraka jahanam-Mu
jika aku menyembah-Mu karena aku menginginkan surga-Mu
haramkan aku untuk memasukinya
namun...
jika aku menyembah-Mu karena Jika aku mencintai-Mu
jangan haramkan aku untuk memandang wajah-Mu
Ya 4JJ1...
jadikanlah neraka tempat penyiksaan musuh-musuh-Mu
berikanlah surga pada setiap kekasih-kekasih-Mu
sedangkan aku... cukuplah Engkau saja untukku
21 February 2007
tersimpan utuh dalam benak dan hati
jika Engkau tidak perkuat hatiku
mungkin aku tak bisa sesabar ini
menanti, menapaki hingga mendampingi
jika Engkau tidak pererat hatiku
mungkin aku tak seikhlas ini
dicaci, dituduh hingga diabaikan
aku tak bersandar pada makhluk berbahan debu
atau pada tirani dengan serangkaian tipu muslihat
yang menusuk melalui diam atau pula sejuta aksi
meski aku pernah tertusuk duri
hingga darah tidak lagi keluar dari kulit
namun dari hati bertopengkan cinta
aku sempat gaduh dengan kabar angin
sempat pula berderai air mata
seakan tak mengerti apa yang telah terjadi
hatiku terperanjat dalam sendiri
saat tak ada yang mampu menemani
meski aku di tengah keramaian
jalan ini sejujurnya lurus
saat ada rintangan di depanku
aku tak ingin menunggu atau menebas
malah mencari alternatif jalan
yang kuanggap bijak dan baik
namun itu hanya sebuah anggapan
ya.. ini lah aku
dengan segala kekurangan dan kerendahan hati
aku mohon ampunan-Mu, aku mohon karunia-Mu
mungkin aku tak bisa sesabar ini
menanti, menapaki hingga mendampingi
jika Engkau tidak pererat hatiku
mungkin aku tak seikhlas ini
dicaci, dituduh hingga diabaikan
aku tak bersandar pada makhluk berbahan debu
atau pada tirani dengan serangkaian tipu muslihat
yang menusuk melalui diam atau pula sejuta aksi
meski aku pernah tertusuk duri
hingga darah tidak lagi keluar dari kulit
namun dari hati bertopengkan cinta
aku sempat gaduh dengan kabar angin
sempat pula berderai air mata
seakan tak mengerti apa yang telah terjadi
hatiku terperanjat dalam sendiri
saat tak ada yang mampu menemani
meski aku di tengah keramaian
jalan ini sejujurnya lurus
saat ada rintangan di depanku
aku tak ingin menunggu atau menebas
malah mencari alternatif jalan
yang kuanggap bijak dan baik
namun itu hanya sebuah anggapan
ya.. ini lah aku
dengan segala kekurangan dan kerendahan hati
aku mohon ampunan-Mu, aku mohon karunia-Mu
tangga
akhirnya tangga ini telah kunaiki hingga ujungnya
ingin kumulai lagi menapaki anak tangga pertama
di tangga yang baru dengan semangat baru
saat ini ... bukan esok hari
ingin kumulai lagi menapaki anak tangga pertama
di tangga yang baru dengan semangat baru
saat ini ... bukan esok hari
09 February 2007
menabur bunga di atas pusara sendiri
hati ini seperti ditusuk dari belakang
sakiiiitt, hingga ke hulu-hulunya
sepertinya aku memberi sekuntum bunga yang indah nan harum
padahal aku telah menabur bunga di atas pusara ku sendiri
hingga ku menyadari... aku tak ingin mengotori kesucian jiwanya
dalam melangkah, atau memapah setiap deraian air matanya dalam senyumnya
sakiiiitt, hingga ke hulu-hulunya
sepertinya aku memberi sekuntum bunga yang indah nan harum
padahal aku telah menabur bunga di atas pusara ku sendiri
hingga ku menyadari... aku tak ingin mengotori kesucian jiwanya
dalam melangkah, atau memapah setiap deraian air matanya dalam senyumnya
31 January 2007
takkan
aku tak ingin mataku terbui oleh tangis matamu
aku pun tak ingin telinga ini terperangkap oleh kelembuatan suaramu
apalagi hati ini tenggelam oleh bujuk rayumu
aku takkan mendengar kabar burung yang hinggap di telingaku
sedikitpun tak kuijinkan menepi atau sekedar mengelilingi ruhku
apalagi memaksa hinggap di tangkai hatiku dan mencengkram rangtingnya
aku pun tak ingin telinga ini terperangkap oleh kelembuatan suaramu
apalagi hati ini tenggelam oleh bujuk rayumu
aku takkan mendengar kabar burung yang hinggap di telingaku
sedikitpun tak kuijinkan menepi atau sekedar mengelilingi ruhku
apalagi memaksa hinggap di tangkai hatiku dan mencengkram rangtingnya
25 January 2007
sore ini
sebentar lagi kita pulang ke rumah
Rumahmu tak akan menjadi sebuah sangkar,
melainkan tiang utama sebuah kapal layar
saat kita tiba di rumah nanti
tetaplah menghijab ..
setiap jejak langkah dan setiap kata yang terucap
mungkin kita telah tersandung kerikil tajam
sehingga hati menjadi lusuh, dekil dan kusam
namun luangkan sejenak saat malam nanti dengan Nya
berdo'a dan berbagi cerita meluahkan seluruh gundah dan gelisah
mengadu dan memasrahkan semua luka dan derita
mohon sucikanlah segala debu yang mengotori hati
dan berharap esok kembali
agar bisa memperbaiki diri
Rumahmu tak akan menjadi sebuah sangkar,
melainkan tiang utama sebuah kapal layar
saat kita tiba di rumah nanti
tetaplah menghijab ..
setiap jejak langkah dan setiap kata yang terucap
mungkin kita telah tersandung kerikil tajam
sehingga hati menjadi lusuh, dekil dan kusam
namun luangkan sejenak saat malam nanti dengan Nya
berdo'a dan berbagi cerita meluahkan seluruh gundah dan gelisah
mengadu dan memasrahkan semua luka dan derita
mohon sucikanlah segala debu yang mengotori hati
dan berharap esok kembali
agar bisa memperbaiki diri
24 January 2007
senyumanmu
dirimu rupanya sedang tersenyum :)
memang indah jika melihatmu tersenyum
jika saja kau bisa melihat dirimu dari kedua bola mataku
tentu kita akan sepakat bahwa senyumanmu adalah anugerah
namun apalah artinya jika sebuah senyuman tak mampu membuatku mengingat-Nya
aku akui, senyumanmu mampu mengingatkan aku pada-Nya, insya 4JJ1 ;)
memang indah jika melihatmu tersenyum
jika saja kau bisa melihat dirimu dari kedua bola mataku
tentu kita akan sepakat bahwa senyumanmu adalah anugerah
namun apalah artinya jika sebuah senyuman tak mampu membuatku mengingat-Nya
aku akui, senyumanmu mampu mengingatkan aku pada-Nya, insya 4JJ1 ;)
pagi tadi
pagi tadi, aku hanya bisa tersenyum
sembunyi dalam diam namun tak membisu
terngiang aku mengenang adik-adikku
melihat anak-anak kecil menari
saat ku mulai beredar menjemput sekuntum harapan
pagi tadi, matahari mencoba melelehkan kebekuan tubuh
karena kebekuan malam telah menjadi teman teristimewa
dengan sandaran dinding kamar dan lantai sebagai alas
segelas teh manis sebagai teman dan buku sebagai aduan
pagi tadi, aku masih mengingat hujan turun begitu derasnya
menambah dingin suasana, namun senyuman ini semakin nyata
ini mungkin jadi salah satu alasan aku untuk mengingatnya
karena deklarasinya telah ia kumandangkan dengan lantang
bersama kibaran bendera penuh gelora di langit hati
pagi tadi, aku hanya bisa tersenyum
sembunyi dalam diam namun tak membisu
sembunyi dalam diam namun tak membisu
terngiang aku mengenang adik-adikku
melihat anak-anak kecil menari
saat ku mulai beredar menjemput sekuntum harapan
pagi tadi, matahari mencoba melelehkan kebekuan tubuh
karena kebekuan malam telah menjadi teman teristimewa
dengan sandaran dinding kamar dan lantai sebagai alas
segelas teh manis sebagai teman dan buku sebagai aduan
pagi tadi, aku masih mengingat hujan turun begitu derasnya
menambah dingin suasana, namun senyuman ini semakin nyata
ini mungkin jadi salah satu alasan aku untuk mengingatnya
karena deklarasinya telah ia kumandangkan dengan lantang
bersama kibaran bendera penuh gelora di langit hati
pagi tadi, aku hanya bisa tersenyum
sembunyi dalam diam namun tak membisu
23 January 2007
di akhir hari ke-1
gusar kian bertambah seraya adzan sedang berkumandang
malam telah menjemput jiwa yang sedianya belum siap tercabut dari dalam raga
hati ini telah diliputi kelabunya awan di langit tak bertiang
aku hampir saja lupa bahwa aku manusia bernyawa
layak terbang dan tak hanya melipatkan sayap di atas ranting
ingin kusikat seluruh kekotoran dalam hatiku hingga kerak-keraknya
ingin kubunuh setan-setan yang telah merasuki tubuh tanpa seizinku
ingin kuhancurkan semua dogma dalam kepalaku hingga terpusingkan dunia
ini memang sandiwara... namun bukan tempat hura-hura
ini bukan panggung di mana cinta menjadi sebuah permainan kata
dikejar untuk disakiti, dipeluk untuk nodai, dicium untuk diludah
aku muak dengan kesemerawutan ini
biar aku menjadi lumbung siksa atas segala dosa
tapi itu bisa membuat-Nya marah padaku
Ya 4JJ1, aku ridha tubuh ini terkoyak dari rangkanya
Ya 4JJ1, aku ridha kepala ini terpisah dari raganya
Ya 4JJ1, aku ridha darah ini mengalir dari nadinya
asalkan Engkau tak marah padaku
asalkan Engkau ridha pula padaku
aku telah menangis begitu seringnya di sudut kamar dengan wajah menghadap dinding
kala itu, aku sering tak mengerti kenapa aku menangis, kenapa aku bersedih
Ya 4JJ1, hatiku menangis kala telah membaca para sahabat
Ya 4JJ1, hatiku terharu kala telah menelusuri sunnahnya
Ya 4JJ1, hatiku malu kala telah melantunkan ayat-ayat Mu
Ya 4JJ1, jangan engkau murka padaku karena dosa-dosaku
Ya 4JJ1, jangan engkau mengurangi Rahman dan Rahiim-Mu padaku karena dosa-dosaku
Ya 4JJ1, aku lelah... segarkan aku dengan kekuatan-Mu
Ya 4JJ1, aku gundah... tenangkan aku dengan cinta-Mu
Ya 4JJ1, aku kesepian... temani aku dengan ridha-Mu
malam telah menjemput jiwa yang sedianya belum siap tercabut dari dalam raga
hati ini telah diliputi kelabunya awan di langit tak bertiang
aku hampir saja lupa bahwa aku manusia bernyawa
layak terbang dan tak hanya melipatkan sayap di atas ranting
ingin kusikat seluruh kekotoran dalam hatiku hingga kerak-keraknya
ingin kubunuh setan-setan yang telah merasuki tubuh tanpa seizinku
ingin kuhancurkan semua dogma dalam kepalaku hingga terpusingkan dunia
ini memang sandiwara... namun bukan tempat hura-hura
ini bukan panggung di mana cinta menjadi sebuah permainan kata
dikejar untuk disakiti, dipeluk untuk nodai, dicium untuk diludah
aku muak dengan kesemerawutan ini
biar aku menjadi lumbung siksa atas segala dosa
tapi itu bisa membuat-Nya marah padaku
Ya 4JJ1, aku ridha tubuh ini terkoyak dari rangkanya
Ya 4JJ1, aku ridha kepala ini terpisah dari raganya
Ya 4JJ1, aku ridha darah ini mengalir dari nadinya
asalkan Engkau tak marah padaku
asalkan Engkau ridha pula padaku
aku telah menangis begitu seringnya di sudut kamar dengan wajah menghadap dinding
kala itu, aku sering tak mengerti kenapa aku menangis, kenapa aku bersedih
Ya 4JJ1, hatiku menangis kala telah membaca para sahabat
Ya 4JJ1, hatiku terharu kala telah menelusuri sunnahnya
Ya 4JJ1, hatiku malu kala telah melantunkan ayat-ayat Mu
Ya 4JJ1, jangan engkau murka padaku karena dosa-dosaku
Ya 4JJ1, jangan engkau mengurangi Rahman dan Rahiim-Mu padaku karena dosa-dosaku
Ya 4JJ1, aku lelah... segarkan aku dengan kekuatan-Mu
Ya 4JJ1, aku gundah... tenangkan aku dengan cinta-Mu
Ya 4JJ1, aku kesepian... temani aku dengan ridha-Mu
hari ke-1
ketika aku sedang dalam kesendirian di sini
hanya setubuh bantal dan guling yang menemani
selembar kain sarung yang rela menyelimuti
aku tersungkur dalam lelapnya malam
bersama tubuh yang terkulai lelah
seandainya aku bisa meminjam satu telinga saja
untuk mendengar sedikit saja cerita dari ku
tentunya malam tadi begitu mudah untuk terlewati
aku hanya bisa tertidur dalam kamar yang terkunci
tanpa cahaya lampu atau putaran kipas angin
ku sandarkan punggungku yang telah sekian lama aku menahannya
aku lelah dan ingin berguru pada diam atau keheningan
jangankan berteriak, bicarapun aku sudah enggan
aku hanya menunggu sebuah waktu dalam tidurku
di kisaran waktu saat ayam bersiap untuk berkokok
Ya.. 4JJ1 cabutlah kegelisahan dan kegundahan dalam diriku
biarkanlah jiwaku ramai oleh ketaatan kepada-Mu saja
biarkanlah hatiku damai oleh menyebut asma-Mu seorang
bimbinglah mataku untuk menatap rindu
bimbinglah telingaku untuk mendengar khusyuk
bimbinglah hatiku untuk memahami utuh
setiap ayat-ayat yang tertuang dalam lembaran-lembaran kitab suci-Mu
hanya setubuh bantal dan guling yang menemani
selembar kain sarung yang rela menyelimuti
aku tersungkur dalam lelapnya malam
bersama tubuh yang terkulai lelah
seandainya aku bisa meminjam satu telinga saja
untuk mendengar sedikit saja cerita dari ku
tentunya malam tadi begitu mudah untuk terlewati
aku hanya bisa tertidur dalam kamar yang terkunci
tanpa cahaya lampu atau putaran kipas angin
ku sandarkan punggungku yang telah sekian lama aku menahannya
aku lelah dan ingin berguru pada diam atau keheningan
jangankan berteriak, bicarapun aku sudah enggan
aku hanya menunggu sebuah waktu dalam tidurku
di kisaran waktu saat ayam bersiap untuk berkokok
Ya.. 4JJ1 cabutlah kegelisahan dan kegundahan dalam diriku
biarkanlah jiwaku ramai oleh ketaatan kepada-Mu saja
biarkanlah hatiku damai oleh menyebut asma-Mu seorang
bimbinglah mataku untuk menatap rindu
bimbinglah telingaku untuk mendengar khusyuk
bimbinglah hatiku untuk memahami utuh
setiap ayat-ayat yang tertuang dalam lembaran-lembaran kitab suci-Mu
22 January 2007
entah .. mau kau bilang apa
mudah memang untuk menasehati
yang sulit menerimanya
apalagi melaksanakannya
mudah memang memberi cinta
yang sulit justru menerimanya
apalagi berjuang dengannya
di setiap buaian malam aku memohon dalam kesendirian
agar aku bisa mencintai setiap takdir yang menghampiri
agar aku bisa mencintai setiap nikmat yang terberi
agar aku bisa berjuang dengannya di setiap waktuku
agar aku bisa berjuang dengannya di sisa umurku
mudah memang jika aku tak sendiri
paling tidak ada yang menemani
apalagi jika serasi dalam hati, selaras dalam langkah
mencipta nada-nada suka dan duka dalam rangkaian melodi nan harmoni
ah... cukup sudah aku bermimpi, biarlah aku menari saja
menari di alam mimpi (sama juga masih mimpi dunk ?, eM :)
bersama bidadari bertahtakan kulit durian (bidadari dari mana, yah ?)
berbalut kain nan indah dari kulit pari (wah.. tambah ngaco aja ;P)
pantas saja tubuhnya bau terasi (wah..wah... tambah gak nyambung nih)
yang sulit menerimanya
apalagi melaksanakannya
mudah memang memberi cinta
yang sulit justru menerimanya
apalagi berjuang dengannya
di setiap buaian malam aku memohon dalam kesendirian
agar aku bisa mencintai setiap takdir yang menghampiri
agar aku bisa mencintai setiap nikmat yang terberi
agar aku bisa berjuang dengannya di setiap waktuku
agar aku bisa berjuang dengannya di sisa umurku
mudah memang jika aku tak sendiri
paling tidak ada yang menemani
apalagi jika serasi dalam hati, selaras dalam langkah
mencipta nada-nada suka dan duka dalam rangkaian melodi nan harmoni
ah... cukup sudah aku bermimpi, biarlah aku menari saja
menari di alam mimpi (sama juga masih mimpi dunk ?, eM :)
bersama bidadari bertahtakan kulit durian (bidadari dari mana, yah ?)
berbalut kain nan indah dari kulit pari (wah.. tambah ngaco aja ;P)
pantas saja tubuhnya bau terasi (wah..wah... tambah gak nyambung nih)
19 January 2007
Vivere militare
Aku mensyukuri berkah yang telah kuterima
Aku memahami dan toleransi akan adanya perbedaan
Aku berani mempertahankan apa yang kuanggap benar
Inilah hidup...
yang diisi dengan penuh keindahan dan kenikmatan
bukan untuk dinikmati seluruhnya, hanya untuk diambil secukupnya
meski tak akan ada yang yang menghalangi jika kau ingin merengkuh segalanya
setiap jejak langkah akan tertulis dalam sebuah kitab
akan terbuka dan terbaca dengan seksama tanpa ada manipulasi
di saat tak ada lagi kompromi atau pembelaan diri
di saat tak ada lagi naungan atau perlindungan
hanya penantian keputusan atas segala perbuatan di atas sebuah timbangan
Inilah hidup...
lika-likunya bukan untuk ditangisi atau diratapi
karena ia bukan jalan penuh kelokan atau jalan yang bercabang
ia hanya jalan lurus penuh rintangan, cobaan, godaan serta ujian
tak ada yang mampu mendobrak dinding penghalang itu
jika hatimu masih terpenjara keindahan dunia, terpasung kenikmatan dunia
bukannya tak boleh menjamah dunia, ambillah secukupnya... itu saja
aku pernah mendengar rasul bersabda bahwa orang yang berat di akhirat adalah...
orang yang memiliki cadangan makanan lebih dari tiga hari
oh... itu lebih dari separuh isi dunia
hidup memang bukanlah sandiwara tanpa air mata bukan pula parodi tanpa canda tawa
hidup adalah kreasi Sutradara Terhebat dan Penulis Skenario Termahsyur
keduanya terangkum dalam sebuah nama, 4JJ1
kita adalah aktor dan aktrisnya
aktor dan aktris terhebat adalah saat mereka bisa melakukan apa yang Sutradara arahkan, melalui alur skenario-Nya
bahkan mereka bisa menyelami peran yang diberikan, meski belum tentu peran itu mereka senangi
seorang filsuf romawi 2000 tahun yang lalu mengatakan
"Vivere militare !!!" , Hidup adalah Berjuang !!!
Aku memahami dan toleransi akan adanya perbedaan
Aku berani mempertahankan apa yang kuanggap benar
Inilah hidup...
yang diisi dengan penuh keindahan dan kenikmatan
bukan untuk dinikmati seluruhnya, hanya untuk diambil secukupnya
meski tak akan ada yang yang menghalangi jika kau ingin merengkuh segalanya
setiap jejak langkah akan tertulis dalam sebuah kitab
akan terbuka dan terbaca dengan seksama tanpa ada manipulasi
di saat tak ada lagi kompromi atau pembelaan diri
di saat tak ada lagi naungan atau perlindungan
hanya penantian keputusan atas segala perbuatan di atas sebuah timbangan
Inilah hidup...
lika-likunya bukan untuk ditangisi atau diratapi
karena ia bukan jalan penuh kelokan atau jalan yang bercabang
ia hanya jalan lurus penuh rintangan, cobaan, godaan serta ujian
tak ada yang mampu mendobrak dinding penghalang itu
jika hatimu masih terpenjara keindahan dunia, terpasung kenikmatan dunia
bukannya tak boleh menjamah dunia, ambillah secukupnya... itu saja
aku pernah mendengar rasul bersabda bahwa orang yang berat di akhirat adalah...
orang yang memiliki cadangan makanan lebih dari tiga hari
oh... itu lebih dari separuh isi dunia
hidup memang bukanlah sandiwara tanpa air mata bukan pula parodi tanpa canda tawa
hidup adalah kreasi Sutradara Terhebat dan Penulis Skenario Termahsyur
keduanya terangkum dalam sebuah nama, 4JJ1
kita adalah aktor dan aktrisnya
aktor dan aktris terhebat adalah saat mereka bisa melakukan apa yang Sutradara arahkan, melalui alur skenario-Nya
bahkan mereka bisa menyelami peran yang diberikan, meski belum tentu peran itu mereka senangi
seorang filsuf romawi 2000 tahun yang lalu mengatakan
"Vivere militare !!!" , Hidup adalah Berjuang !!!
16 January 2007
bencana
hutan dihancurkan, bencana didapat
hutan dirambah, air pun tumpah
hutan dihancurkan, rakyat makin merana sengsara
hutan dirambah, kesedihanpun makin menjalar
bencana seolah tak henti-hentinya
silih berganti dari daerah satu ke daerah lainnya
banjir, longsor, kekeringan, kebakaran
adalah rangkaian bencana yang telah menjadi perhiasan negeri ini
seringkali keanehan nampak dari bencana-bencana itu
di satu daerah terjai kekeringan, di daerah lain malah kebanjiran
lalu terjadilah parade bencana di negeri ini
seolah ingin menyapa setiap jiwa dengan renggutan nyawa
parade bencana ini bukan parade sirkus
di mana kita masih bisa tertawa dengan kekonyolan para badut
negeri ini sudah terlalu banyak badut
masa sih, kalian mau menambah deretan badut-badut ini ???
hendaknya kita berfikir, hendaknya kita merenungi
ini bukan teguran, ini bukan ujian...
musibah ini adalah adzab, wahai sahabat
musibah ini adalah adzab... sungguh ini adzab, sahabat ku
apakah kita bagian dari mereka ???
naudzubillahimindzalik
satu hal yang tak aku mengerti tentang bencana di negeri ini
bencana koq seperti arisan yah
hutan dirambah, air pun tumpah
hutan dihancurkan, rakyat makin merana sengsara
hutan dirambah, kesedihanpun makin menjalar
bencana seolah tak henti-hentinya
silih berganti dari daerah satu ke daerah lainnya
banjir, longsor, kekeringan, kebakaran
adalah rangkaian bencana yang telah menjadi perhiasan negeri ini
seringkali keanehan nampak dari bencana-bencana itu
di satu daerah terjai kekeringan, di daerah lain malah kebanjiran
lalu terjadilah parade bencana di negeri ini
seolah ingin menyapa setiap jiwa dengan renggutan nyawa
parade bencana ini bukan parade sirkus
di mana kita masih bisa tertawa dengan kekonyolan para badut
negeri ini sudah terlalu banyak badut
masa sih, kalian mau menambah deretan badut-badut ini ???
hendaknya kita berfikir, hendaknya kita merenungi
ini bukan teguran, ini bukan ujian...
musibah ini adalah adzab, wahai sahabat
musibah ini adalah adzab... sungguh ini adzab, sahabat ku
apakah kita bagian dari mereka ???
naudzubillahimindzalik
satu hal yang tak aku mengerti tentang bencana di negeri ini
bencana koq seperti arisan yah
13 January 2007
Rumah Kefitrahan
Aku ingin pulang ke rumah kefitrahan
Yang mengajarkan aku hidup bahagia
Yang mengajarkan aku semua derita
Mengantarkan aku mencari jarum dalam jerami
Mengantarkan aku menemukan keuruhan cerita
Cerita yang terangkai oleh ayat-ayat Ilahi dan langkah
Melalui alur sandiwara kehidupan, penuh silau kehidupan
Yang mengajarkan aku hidup bahagia
Yang mengajarkan aku semua derita
Mengantarkan aku mencari jarum dalam jerami
Mengantarkan aku menemukan keuruhan cerita
Cerita yang terangkai oleh ayat-ayat Ilahi dan langkah
Melalui alur sandiwara kehidupan, penuh silau kehidupan
Akan aku antar engkau
Akan aku antarkan kau menuju gerbang pemahaman
Melalui jalan rimba yang memang pernah kau lalui
Namun tak pernah kau indahkan sebelumnya
Saat itu kau tak pedulikan sinaran kunang-kunang memberi petunjuk
Saat itu kau tak acuhkan kemana angin berhembus
Saat itu kau tak hiraukan batu yang kau lewati telah menghalangi jalanmu
Kau hanya lalui begitu saja
Tanpa ada bekas .. tanpa ada pelajaran
Akan aku antarkan kau menuju gerbang pemahaman
Meski harus kembali ke belakang sejenak
Hanya sekedar ingin menyatukan perasaanmu saat itu
Dengan yang seharusnya kau ambil dalam perjalananmu
Mungkin kau tak pernah bingung seperti ini
Jika saja kau lewati semua perjalananmu dengan waras
Akalmu tak kau simpan dalam buku keraguan
hatimu tak tertinggal di rumah kegundahan
Nafsumu tak terpasung di atas tiang kehampaan
Berikan waktumu sejenak untuk aku antarkan menuju gerbang pemahaman
Melalui jalan rimba yang memang pernah kau lalui
Namun tak pernah kau indahkan sebelumnya
Saat itu kau tak pedulikan sinaran kunang-kunang memberi petunjuk
Saat itu kau tak acuhkan kemana angin berhembus
Saat itu kau tak hiraukan batu yang kau lewati telah menghalangi jalanmu
Kau hanya lalui begitu saja
Tanpa ada bekas .. tanpa ada pelajaran
Akan aku antarkan kau menuju gerbang pemahaman
Meski harus kembali ke belakang sejenak
Hanya sekedar ingin menyatukan perasaanmu saat itu
Dengan yang seharusnya kau ambil dalam perjalananmu
Mungkin kau tak pernah bingung seperti ini
Jika saja kau lewati semua perjalananmu dengan waras
Akalmu tak kau simpan dalam buku keraguan
hatimu tak tertinggal di rumah kegundahan
Nafsumu tak terpasung di atas tiang kehampaan
Berikan waktumu sejenak untuk aku antarkan menuju gerbang pemahaman
gerai masa ku
tak ingin angan ini memanjang
di antara benih-benih kebodohan
yang terhinggap di sebuah putik
dan entah apa namanya
aku tak ingin mengatakannya
namun kini aku kembali
setelah sekian lama menghilang
dan begitu berarti semua perjalanan ini
meski menyimpan noda di ujung sana
hanya maaf darinya yang kuminta
bukan iba atau lainnya
karena aku punya hidup
hidup yang harus kulalui
tanpa mereka atau dengan mereka
saat gerai ini telah kubuka
mengijinkan mentari masuk menerangi masaku
di antara benih-benih kebodohan
yang terhinggap di sebuah putik
dan entah apa namanya
aku tak ingin mengatakannya
namun kini aku kembali
setelah sekian lama menghilang
dan begitu berarti semua perjalanan ini
meski menyimpan noda di ujung sana
hanya maaf darinya yang kuminta
bukan iba atau lainnya
karena aku punya hidup
hidup yang harus kulalui
tanpa mereka atau dengan mereka
saat gerai ini telah kubuka
mengijinkan mentari masuk menerangi masaku
Terpilih
Arah ini semakin jelas
Cahaya ini mulai menerang
Kabut ini mulai memudar
Senyuman ini mulai penuh rahasia
Rahasia kegembiraan dan kesejukan hati
Memulai menuai semanga juang yang pernah terbuang
Meski ini bukan sekedar pilihan
Tapi keputusan terhadap beberapa pilihan
Jalan mana yang akan aku pilih
Hingga ku mendapatkan kembang terpilih
Pilihan terbaik persembahan dari Nya
Cahaya ini mulai menerang
Kabut ini mulai memudar
Senyuman ini mulai penuh rahasia
Rahasia kegembiraan dan kesejukan hati
Memulai menuai semanga juang yang pernah terbuang
Meski ini bukan sekedar pilihan
Tapi keputusan terhadap beberapa pilihan
Jalan mana yang akan aku pilih
Hingga ku mendapatkan kembang terpilih
Pilihan terbaik persembahan dari Nya
Debu
kemanakah kaki ini kan melangkah
menyapu debu yang tak pernah mendarat
melayang seadanya tuk mengisi kekosongan hidup... dan...
kini.. tangan pun tak dapat mengepal dengan tangguh
meneriakkan kemenangan yang memang tak teraihnya
sehingga debu pun tersenyum dengan manja dan...
tak dapat kusebutkan apa mula semua ini
karena memang aku tak mengerti apa guna semua ini
tapi kuterima kehadirannya dengan ikhlas dan...
saat ini aku akan mulai
untaian tinta yang akan menjadi saksi
hadirnya debu dalam tubuhku
tapi takkan terijinkan tuk hadir dalam hatiku
kan kulewati ini bersama terpaan angin yang menamparku
kan kuarungi ini bersama deburan ombak yang menghadangku
kan kujalani ini bersama langkah-langkah kecil yang pasti
debu! kau telah mengajarkan kehalusan rayuanmu
membuat muka ku selalu tak berkilau kala siang hari
debu! biarlah aku saja yang merasakan kehebatanmu
cukup sampai sini saja aku dan kamu saling tahu
terima kasih debu...
yang telah mengisi sisi gelapku
hingga ku masuk melewati lorong tanpa cahaya
sampai ku menemukan ladang tuk bertobat
membuat hidupku lebih bermakna dan penuh arti
menyapu debu yang tak pernah mendarat
melayang seadanya tuk mengisi kekosongan hidup... dan...
kini.. tangan pun tak dapat mengepal dengan tangguh
meneriakkan kemenangan yang memang tak teraihnya
sehingga debu pun tersenyum dengan manja dan...
tak dapat kusebutkan apa mula semua ini
karena memang aku tak mengerti apa guna semua ini
tapi kuterima kehadirannya dengan ikhlas dan...
saat ini aku akan mulai
untaian tinta yang akan menjadi saksi
hadirnya debu dalam tubuhku
tapi takkan terijinkan tuk hadir dalam hatiku
kan kulewati ini bersama terpaan angin yang menamparku
kan kuarungi ini bersama deburan ombak yang menghadangku
kan kujalani ini bersama langkah-langkah kecil yang pasti
debu! kau telah mengajarkan kehalusan rayuanmu
membuat muka ku selalu tak berkilau kala siang hari
debu! biarlah aku saja yang merasakan kehebatanmu
cukup sampai sini saja aku dan kamu saling tahu
terima kasih debu...
yang telah mengisi sisi gelapku
hingga ku masuk melewati lorong tanpa cahaya
sampai ku menemukan ladang tuk bertobat
membuat hidupku lebih bermakna dan penuh arti
Kemana Saja
hey...
kemana saja kamu ini...
sudah lama dunia ini gelap tanpa mu
ke arah mana kau cari seorang tua
yang mengisahkan cerita seorang putri pada sang raja
hey...
jangan hanya terdiam kau ini...
terpana melihat siapa ?
keindahan ini tak perlu kau ragukan lagi :)
kemana saja kamu ini...
sudah lama dunia ini gelap tanpa mu
ke arah mana kau cari seorang tua
yang mengisahkan cerita seorang putri pada sang raja
hey...
jangan hanya terdiam kau ini...
terpana melihat siapa ?
keindahan ini tak perlu kau ragukan lagi :)
detak langkah
detak langkah ini mulai goncang . namun tak seperti detakkan jam diniding . ataupun letupan bom yang meninggalkan puing-puing . detakkan ini seperti gemerincing air sungai yang mengalir dengan irama harmoni . kegoncangan ini mengundang jawaban tanpa pertanyaan . detak ini mungkin hanya ilusi . namun terasa sampai ke hati . entah kapan detak langkah ini berhenti menggoncang tubuh lemah ini . mungkin hingga izroil menunaikan tugasnya pada ku
12 January 2007
kesedihan dalam diam ku
saat perpisahan tiba gemuruh lah sorak sorai bahagia di ruang sana
mungkin hanya dirimu yang masih tenggelam dalam kesedihan
kesedihan itu tak sebanding dengan kebahagiaan orang-orang tercintamu
mereka ada di sekeliling mu, pelindung setubuh jiwamu di dunia
jauh di dalam ruang sini, tak ada gemuruh apapun selain tau tentang perpisahan
meski mungkin bahagia, tapi luka telah kau siramkan pada orang-orang tercintaku
mungkin hanya dirimu yang masih tenggelam dalam kesedihan
kesedihan itu tak sebanding dengan kebahagiaan orang-orang tercintamu
mereka ada di sekeliling mu, pelindung setubuh jiwamu di dunia
jauh di dalam ruang sini, tak ada gemuruh apapun selain tau tentang perpisahan
meski mungkin bahagia, tapi luka telah kau siramkan pada orang-orang tercintaku
nadi tersumbat luka
jika sakit hati masih bersemayam di ragamu
ijinkanlah aku merampas semua itu
agar kau bisa bebas dan tak tersumbat sakit di hati
aku senang melihat kau marah
karena .. akhirnya kau mengakui kalau engkau adalah pemarah
suaramu bisa lebih lantang dari seorang ksatria maha raja
aku tahu bahwa kau sedang luka hati
bahkan luka itu begitu dalamnya
mungkin hingga menembus pungunggmu
aku bukan ingin bicara siapa yang paling terluka diantara kita ?
namun kapan kita akan bangkit dan bangkit dari keterpurukan ?
meski engkau anggap aku seorang pecundang sekalipun... aku tak kan kecewa
aku masih bisa tersenyum dan tak pernah menyimpan rasa dendam pada siapapun
namun sungguh, aku iba kepadamu
karena kau telah menyimpan bara di hatimu sendiri
ijinkanlah aku merampas semua itu
agar kau bisa bebas dan tak tersumbat sakit di hati
aku senang melihat kau marah
karena .. akhirnya kau mengakui kalau engkau adalah pemarah
suaramu bisa lebih lantang dari seorang ksatria maha raja
aku tahu bahwa kau sedang luka hati
bahkan luka itu begitu dalamnya
mungkin hingga menembus pungunggmu
aku bukan ingin bicara siapa yang paling terluka diantara kita ?
namun kapan kita akan bangkit dan bangkit dari keterpurukan ?
meski engkau anggap aku seorang pecundang sekalipun... aku tak kan kecewa
aku masih bisa tersenyum dan tak pernah menyimpan rasa dendam pada siapapun
namun sungguh, aku iba kepadamu
karena kau telah menyimpan bara di hatimu sendiri
tentang kegusaran masa lalu
lekat dari fikiran ku tentang masa lalu
bagaimana hebatnya gelombang kegusaran mampu menyapu sesosok tubuh
yang berdiri di pinggir pantai kebimbangan ke samudera kebingungan
hingga terombang-ambing deburan kebuntuan dan tenggelam ke palung kehinaan
saat itu.. bukannya aku tak mampu menangis.. bukannya tak ingin
namun air mataku telah terwakili oleh luasnya air lautan
aku hanya bisa terapung diselingi candaan burung-burung
dan bisikan angin-angin mampu mengubah arah karang pijakanku
bukan pula aku tak berpasrah pada diri Nya.. bukan pula pada diri Nya
aku tetap saja mesti menserasikan kaki dan tangan agar ku bisa muncul ke permukaan
lalu aku harus teriak sekuat tenaga, sekiranya ada orang yang bisa mendengar
aku harus mencoba berenang meski muncul tenggelam tetap ku arahkan ke daratan
bagaimana hebatnya gelombang kegusaran mampu menyapu sesosok tubuh
yang berdiri di pinggir pantai kebimbangan ke samudera kebingungan
hingga terombang-ambing deburan kebuntuan dan tenggelam ke palung kehinaan
saat itu.. bukannya aku tak mampu menangis.. bukannya tak ingin
namun air mataku telah terwakili oleh luasnya air lautan
aku hanya bisa terapung diselingi candaan burung-burung
dan bisikan angin-angin mampu mengubah arah karang pijakanku
bukan pula aku tak berpasrah pada diri Nya.. bukan pula pada diri Nya
aku tetap saja mesti menserasikan kaki dan tangan agar ku bisa muncul ke permukaan
lalu aku harus teriak sekuat tenaga, sekiranya ada orang yang bisa mendengar
aku harus mencoba berenang meski muncul tenggelam tetap ku arahkan ke daratan
cinta 3 masa
menurutku...
sebenarnya... tak ada orang yang jatuh cinta
sejatinya... cintalah yang mendatangi orang-orang
namun ia seringkali diabaikan saat datang
dan sering dirindukan saat ia melenggang pergi
buatku...
cinta datang laksana seorang tamu
yang boleh bertamu tidak lebih dari 3 hari
jika lebih 3 hari
hanya ada dua opsi buat dirinya :
dimiliki pemilik rumah atau diusir pemilik rumah
menurutku...
sesungguhnya... cinta Nya dalam kehidupan tidak lebih dari 3 masa :
cinta Nya di alam rahim, terwujud dari kasih sayang orang tuanya
cinta Nya di alam dunia, terwujud dari monoloyalitas penghambaan dirinya
cinta Nya di alam kubur, terwujud dari manifestasi amal sholihnya
akhirat hanyalah buah sikap pemilik kehidupan
syurga adalah tempat di mana kau dimiliki Pemilik Kehidupan
neraka adalah tempat di mana kau diusir Pemilik Kehidupan
tapi itu hanya menurutku tentang cinta...
sebenarnya... tak ada orang yang jatuh cinta
sejatinya... cintalah yang mendatangi orang-orang
namun ia seringkali diabaikan saat datang
dan sering dirindukan saat ia melenggang pergi
buatku...
cinta datang laksana seorang tamu
yang boleh bertamu tidak lebih dari 3 hari
jika lebih 3 hari
hanya ada dua opsi buat dirinya :
dimiliki pemilik rumah atau diusir pemilik rumah
menurutku...
sesungguhnya... cinta Nya dalam kehidupan tidak lebih dari 3 masa :
cinta Nya di alam rahim, terwujud dari kasih sayang orang tuanya
cinta Nya di alam dunia, terwujud dari monoloyalitas penghambaan dirinya
cinta Nya di alam kubur, terwujud dari manifestasi amal sholihnya
akhirat hanyalah buah sikap pemilik kehidupan
syurga adalah tempat di mana kau dimiliki Pemilik Kehidupan
neraka adalah tempat di mana kau diusir Pemilik Kehidupan
tapi itu hanya menurutku tentang cinta...
10 January 2007
Perubahan Itu Abadi
Segalanya tampak mustahil bagi orang yang tidak pernah mencoba apapun
Manusia tidak kekurangan kemampuan, namun mereka kekurangan kemauan
Dunia tidak berubah ketika kita memandangnya dari sudut yang sama
Sungguh... Perubahan itu Abadi
Manusia tidak kekurangan kemampuan, namun mereka kekurangan kemauan
Dunia tidak berubah ketika kita memandangnya dari sudut yang sama
Sungguh... Perubahan itu Abadi
gak tau
sekelompok burung sedang melipatkan sayapnya
hanya mencengkram batang atau ranting
enggan terbang karena takut terjatuh
siapa yang mengajarkannya ?
hanya mencengkram batang atau ranting
enggan terbang karena takut terjatuh
siapa yang mengajarkannya ?
sebatas mungkin
Mungkin... seharusnya aku tak membuka lembaran yang bisa membuat orang lain terluka atau terkesan memaksa atau memang menjadi orang lain terpaksa. Tapi begitulah hidup, jika saling berinteraksi dengan orang lain haruslah ada dan butuh pengorbanan, maka pengorbanan adalah himpunan bagian dari perjuangan dan perjuangan adalah himpunan bagian dari kehidupan... tapi ini sebatas mungkin
sedikit tentang hidup
aku takkan melupakan kebaikan-kebaikan kecil orang lain
juga takkan mengingat kesalahan-kesalahan kecil orang lain
aku tak ingin mencari kebahagiaan dalam kemalangan orang lain
yang aku tau sampai saat ini...
Jika kehidupan ku terlihat kelabu mungkin jendela hatiku perlu dibersihkan
Jika tersesat aku bisa kembali lagi tetapi ....
Jika salah mengatakan sesuatu aku tidak bisa menariknya kembali
tapi...
kalau aku rasakan..... hidup itu seperti sebuah tragedi
kalau aku pikirkan.... hidup itu lebih menyerupai komedi
juga takkan mengingat kesalahan-kesalahan kecil orang lain
aku tak ingin mencari kebahagiaan dalam kemalangan orang lain
yang aku tau sampai saat ini...
Jika kehidupan ku terlihat kelabu mungkin jendela hatiku perlu dibersihkan
Jika tersesat aku bisa kembali lagi tetapi ....
Jika salah mengatakan sesuatu aku tidak bisa menariknya kembali
tapi...
kalau aku rasakan..... hidup itu seperti sebuah tragedi
kalau aku pikirkan.... hidup itu lebih menyerupai komedi
07 January 2007
maafkan aku jika aku telah menghamili hatimu
maafkan aku
jika aku telah menghamili hatimu
maafkan aku
jika kepedihan telah keluar dari rahimmu
dalam ruang gelap nan sempit ini
aku sungguh masih membawa sedikit cahaya
akan ku jaga cahaya itu agar tak padam
hanya itu yang bisa menerangi kegelapan hati ku saat ini
sungguh aku tak ingin membuat ku terperosok lebih jauh
apalagi membawa sekumpulan manusia yang aku cintai
mungkin saja mereka bisa hidup tanpa aku
tapi aku tak bisa hidup tanpa mereka
keindahan dunia tak bisa dinikmati dua orang saja
keindahan dunia ada jika kita bisa berbagi dengan sesama
siapa yang akan kita bagi jika orang-orang yang kita cintai telah menjauh ?
mungkinkah kita bisa berbagi bila kita menodongkan pistol kepada Tuhan ?
sungguh Ia akan murka... murkanya Ia adalah neraka
maafkan aku
jika aku telah menghamili hatimu
jangan kau benci aku
karena itu akan menambah luka di dada
jangan kau cerca aku
karena itu akan menambah duka di hati
meski kau berhak atas semuanya
tapi tetap saja kau benci dan mencerca dirimu sendiri
jika kau masih saja benci dan mencerca dirimu hingga kau jijik terhadap dirimu sendiri
sungguh kau telah memperlihatkan pada ku, bahwa kau tak mampu mencintai yang lain
lalu bagaimana kau bisa mencintai Nya ?
mencintai dirimu sendiri saja kau tak mau
sungguh telah lama aku luangkan waktu untuk berfikir
demi sebuah masa yang kan mengusung sebuah kisah tentang hidupku seutuhnya
jangan kau paksa aku menjelaskan semua karena semuanya telah jelas
jika aku telah menghamili hatimu
maafkan aku
jika kepedihan telah keluar dari rahimmu
dalam ruang gelap nan sempit ini
aku sungguh masih membawa sedikit cahaya
akan ku jaga cahaya itu agar tak padam
hanya itu yang bisa menerangi kegelapan hati ku saat ini
sungguh aku tak ingin membuat ku terperosok lebih jauh
apalagi membawa sekumpulan manusia yang aku cintai
mungkin saja mereka bisa hidup tanpa aku
tapi aku tak bisa hidup tanpa mereka
keindahan dunia tak bisa dinikmati dua orang saja
keindahan dunia ada jika kita bisa berbagi dengan sesama
siapa yang akan kita bagi jika orang-orang yang kita cintai telah menjauh ?
mungkinkah kita bisa berbagi bila kita menodongkan pistol kepada Tuhan ?
sungguh Ia akan murka... murkanya Ia adalah neraka
maafkan aku
jika aku telah menghamili hatimu
jangan kau benci aku
karena itu akan menambah luka di dada
jangan kau cerca aku
karena itu akan menambah duka di hati
meski kau berhak atas semuanya
tapi tetap saja kau benci dan mencerca dirimu sendiri
jika kau masih saja benci dan mencerca dirimu hingga kau jijik terhadap dirimu sendiri
sungguh kau telah memperlihatkan pada ku, bahwa kau tak mampu mencintai yang lain
lalu bagaimana kau bisa mencintai Nya ?
mencintai dirimu sendiri saja kau tak mau
sungguh telah lama aku luangkan waktu untuk berfikir
demi sebuah masa yang kan mengusung sebuah kisah tentang hidupku seutuhnya
jangan kau paksa aku menjelaskan semua karena semuanya telah jelas
03 January 2007
tangisanku
tangisanku meninggalkan kisah
menahankan secangkir risau
di atas meja kebijaksanaan
setiba aku di kota kecilku
aku akan menyusuri setiap tabir
yang telah mulai redup dan tertutup
ingin kulihat lagi langit kejinggaan
di ufuk barat di tepi redanya hujan
lalu pelangi mewarnai setengah bumi
tangisanku telah mengubah kisah menjadi kabut
melantunkan rayuan berakhirkan kemalangan
di atas singgasana keangkuhan
selepas ku merayu senja
ingin ku berbincang sejenak
bersamaNya di atas sajadah
ingin kulihat lagi lembaran kalam
peneduh keresahan, pengobat perihnya hati
lalu ku pejamkan mata, melanjutkan perjalanan pulang
menahankan secangkir risau
di atas meja kebijaksanaan
setiba aku di kota kecilku
aku akan menyusuri setiap tabir
yang telah mulai redup dan tertutup
ingin kulihat lagi langit kejinggaan
di ufuk barat di tepi redanya hujan
lalu pelangi mewarnai setengah bumi
tangisanku telah mengubah kisah menjadi kabut
melantunkan rayuan berakhirkan kemalangan
di atas singgasana keangkuhan
selepas ku merayu senja
ingin ku berbincang sejenak
bersamaNya di atas sajadah
ingin kulihat lagi lembaran kalam
peneduh keresahan, pengobat perihnya hati
lalu ku pejamkan mata, melanjutkan perjalanan pulang
02 January 2007
bait-bait awal diari barunya
kerutan dahinya bukanlah sebuah tanda keengganan
bahasa tubuhnya bukanlah sebuah tanda penolakan
di bibirnya terselip sebuah kenangan
tentang ilham yang sulit diucapkan
awalnya mungkin abstrak baginya
tekadnya telah menjawab semua tanya
keindahan telah menyapa setiap paginya
embun pun terharu atas perjuangannya
hatinya sekarang begitu sumringah
jingga telah mewarnai wajahnya
mungkin ia telah menangggung beban
dari catatan pada diari masa lalunya
namun saat ini... do'a, sabar, ikhlas, istiqomah, qona'ah,semangat dengan seulas senyuman
telah menjadi untaian bait-bait awal diari barunya
bahasa tubuhnya bukanlah sebuah tanda penolakan
di bibirnya terselip sebuah kenangan
tentang ilham yang sulit diucapkan
awalnya mungkin abstrak baginya
tekadnya telah menjawab semua tanya
keindahan telah menyapa setiap paginya
embun pun terharu atas perjuangannya
hatinya sekarang begitu sumringah
jingga telah mewarnai wajahnya
mungkin ia telah menangggung beban
dari catatan pada diari masa lalunya
namun saat ini... do'a, sabar, ikhlas, istiqomah, qona'ah,semangat dengan seulas senyuman
telah menjadi untaian bait-bait awal diari barunya
Memahami ku melalui mata dan telingamu
[dari sebuah catatan yang telah lama terabaikan]
Dari sejak tadi aku telah merangkai sejuta kata
Bagiku merangkai kata bukanlah kebiasaan melainkan kesenangan
Kadang aku pergi selama satu minggu tanpa merangkai sepatah kata pun
Bagiku hidup tanpa berjalan menuju rimba kata-kata, sungguhlah menyakitkan
Aku begitu menyadari bahwa hidup layaknya orang asing di dunia.
Karena rangkaian kata-kata ku tak mampu kau fahami atau asing bagi mu
Namun jika kau berkenan berbicaralah denganku agar kau memahami diriku ini
Karena lelaki ini tetaplah orang asing yang bahasanya tak dituturkan oleh seorang pun di dunia ini
Aku tidak tahu... berapa banyak di dunia ini orang yang tidak memahami bahasa jiwaku
Apakah kau bisa menyelami maksud nyanyian burung di langit biru ?
Apakah kau bisa memahami arti petikan dawai-dawai yang bergetar ?
Mungkin kau bisa berprasangka tapi tak mampu memahami
Apakah kau bisa melihat celah kesenangan dalam kesedihanku atau melihat celah kesedihan dalam kesenagan ku ?
Prasangkalah yang membuat nada-nada sumbang tentang diriku
Padahal tidak ada yang sia-sia di bawah sinar matahari
Kau hanya membutuhkan mata untuk menatap dan telinga untuk mendengarkan agar kau bisa memahamiku
Sungguh tak cukup menjadi apa yang kau inginkan
Meski terlalu munafik menjadi apa yang orang lain inginkan
Namun begitu mulia menjadi apa yang Tuhan inginkan
Inniy uhibbuka fillahi ta'ala
Dari sejak tadi aku telah merangkai sejuta kata
Bagiku merangkai kata bukanlah kebiasaan melainkan kesenangan
Kadang aku pergi selama satu minggu tanpa merangkai sepatah kata pun
Bagiku hidup tanpa berjalan menuju rimba kata-kata, sungguhlah menyakitkan
Aku begitu menyadari bahwa hidup layaknya orang asing di dunia.
Karena rangkaian kata-kata ku tak mampu kau fahami atau asing bagi mu
Namun jika kau berkenan berbicaralah denganku agar kau memahami diriku ini
Karena lelaki ini tetaplah orang asing yang bahasanya tak dituturkan oleh seorang pun di dunia ini
Aku tidak tahu... berapa banyak di dunia ini orang yang tidak memahami bahasa jiwaku
Apakah kau bisa menyelami maksud nyanyian burung di langit biru ?
Apakah kau bisa memahami arti petikan dawai-dawai yang bergetar ?
Mungkin kau bisa berprasangka tapi tak mampu memahami
Apakah kau bisa melihat celah kesenangan dalam kesedihanku atau melihat celah kesedihan dalam kesenagan ku ?
Prasangkalah yang membuat nada-nada sumbang tentang diriku
Padahal tidak ada yang sia-sia di bawah sinar matahari
Kau hanya membutuhkan mata untuk menatap dan telinga untuk mendengarkan agar kau bisa memahamiku
Sungguh tak cukup menjadi apa yang kau inginkan
Meski terlalu munafik menjadi apa yang orang lain inginkan
Namun begitu mulia menjadi apa yang Tuhan inginkan
Inniy uhibbuka fillahi ta'ala
menyelami ingin Mu
mulanya aku mendengar kabar tentang Mu
lalu aku terusik untuk mengenal diri Mu
aku mencari dan memaksa tubuh ini
untuk bisa memaknai arti diri Mu seutuhnya
Engkau menyapaku dengan bahasa Mu
yang kadang sulit aku fahami
aku berbicara banyak tentang kehidupan
tapi diam Mu membuatku kehilangan pegangan
Apa yang sebenarnya bisa membuat Mu berbicara padaku
akan aku perjuangkan semua ingin Mu di semua waktuku
lalu aku terusik untuk mengenal diri Mu
aku mencari dan memaksa tubuh ini
untuk bisa memaknai arti diri Mu seutuhnya
Engkau menyapaku dengan bahasa Mu
yang kadang sulit aku fahami
aku berbicara banyak tentang kehidupan
tapi diam Mu membuatku kehilangan pegangan
Apa yang sebenarnya bisa membuat Mu berbicara padaku
akan aku perjuangkan semua ingin Mu di semua waktuku
22 December 2006
"i'm just the real slim shaggy"
aku bukanlah lelaki berkopiah
bukan pula lelaki berjanggut
bukan pula lelaki berbaju koko
tak ada pula bekas sujud di kening
"i'm just the real slim shaggy"
aku jarang membaca Ayat-ayat Nya
apalagi menghafal Ayat-ayat Nya
mengaji saja aku masih gagu
apalagi melantunkan dengan suara syahdu
"i'm just the real slim shaggy"
aku hanya lelaki pemilik cinta
cinta seutuhnya untuk Diri Nya
sebagai persembahan terakhirku
sebelum kematian menjemputku
"i'm just the real slim shaggy"
aku kuras seluruh tenaga dan fikiran
meski tubuh dekil, lusuh atau runtuh
akan kuterbangkan ruhku terbang tinggi
menembus langit ridho Nya menuju Arasy
bukan pula lelaki berjanggut
bukan pula lelaki berbaju koko
tak ada pula bekas sujud di kening
"i'm just the real slim shaggy"
aku jarang membaca Ayat-ayat Nya
apalagi menghafal Ayat-ayat Nya
mengaji saja aku masih gagu
apalagi melantunkan dengan suara syahdu
"i'm just the real slim shaggy"
aku hanya lelaki pemilik cinta
cinta seutuhnya untuk Diri Nya
sebagai persembahan terakhirku
sebelum kematian menjemputku
"i'm just the real slim shaggy"
aku kuras seluruh tenaga dan fikiran
meski tubuh dekil, lusuh atau runtuh
akan kuterbangkan ruhku terbang tinggi
menembus langit ridho Nya menuju Arasy
21 December 2006
melintasi senja dengan sayap terluka
aku menawar rindu di senja ini
karna ku tak bisa menterjemahkan rasa
dari sekuntum luka merekah menganga
seperti anak yang sedang mencari identitas
mengupas setiap kepribadian diri
mengungkap rahasia sisi gelap kita
mungkinkah ku meremajakan fikiran dan tubuh ?
aku memohon manis di penghujung terang
karna pahit telah melintasi setiap rongga dada
oleh caci, maki, amarah atau salah tingkah
kapan hati akan bersengketa hingga resah terasa?
ketika dunia telah merampas langkah-langkah suci
lalu mulai melupakan Mahkamah Peradilan Abadi
dan kita tau tak ada jalan kembali ke masa lalu
aku merayu cinta di gerbang malam
kuingin terbang meski sayap sedang terluka
biarlah aku menanti sayup angin berhembus ke dasar hati
karna ku tak bisa menterjemahkan rasa
dari sekuntum luka merekah menganga
seperti anak yang sedang mencari identitas
mengupas setiap kepribadian diri
mengungkap rahasia sisi gelap kita
mungkinkah ku meremajakan fikiran dan tubuh ?
aku memohon manis di penghujung terang
karna pahit telah melintasi setiap rongga dada
oleh caci, maki, amarah atau salah tingkah
kapan hati akan bersengketa hingga resah terasa?
ketika dunia telah merampas langkah-langkah suci
lalu mulai melupakan Mahkamah Peradilan Abadi
dan kita tau tak ada jalan kembali ke masa lalu
aku merayu cinta di gerbang malam
kuingin terbang meski sayap sedang terluka
biarlah aku menanti sayup angin berhembus ke dasar hati
selirih nafas doa
seandainya aku bisa memahat kata
sebelum matahari mendaki puncaknya
agar semua orang bisa merasakan
suara lirih ini keluar dari jiwa
aku telah lama menggauli kata
hingga kutata huruf demi huruf
kurajut menjadi selendang puisi
sebagai persembahan untuk Ilahi
ketika tangisan terpendam dalam diam
lengkung pelangi telah mewarnai langit hati
air hujan telah membasahi segumpal tanah asa
aku laju jantung, kubentangkan sajadah doa
aku telah mengerti di setiap waktu yang terberi
dan waktu tengah bermain-main di kisaran takdir
bukan untuk bersenda gurau atau berpura-pura
sekedar menguji setiap desahan nafas yang tersisa
sebelum matahari mendaki puncaknya
agar semua orang bisa merasakan
suara lirih ini keluar dari jiwa
aku telah lama menggauli kata
hingga kutata huruf demi huruf
kurajut menjadi selendang puisi
sebagai persembahan untuk Ilahi
ketika tangisan terpendam dalam diam
lengkung pelangi telah mewarnai langit hati
air hujan telah membasahi segumpal tanah asa
aku laju jantung, kubentangkan sajadah doa
aku telah mengerti di setiap waktu yang terberi
dan waktu tengah bermain-main di kisaran takdir
bukan untuk bersenda gurau atau berpura-pura
sekedar menguji setiap desahan nafas yang tersisa
20 December 2006
berdansalah denganku
apa yang membuat diam selama ini ?
dengan diam, waktu tetap saja kian menuju senja
angin tetap saja menyapa kebisuan nuansa hati
jangan kau duduk saja, apa yang sedang kau tunggu ?
coba ulurkan tangan mu dan berdansalah denganku
kita langkahkan kaki kita bersama dan rekatkan tangan kita
agar tercipta harmoni di setiap tangga nada kehidupan kita
takkan lama lagi... semilir angin, gemiricik air hujan...
akan memadukan melodi dengan musik yang tengah mengalun
jangan buat khayalan mu melayang tinggi
karena aku ada di depan mu
menanti uluran tangan mu
setelah itu kita berlari ke tepi telaga
melihat riak air sebagai cermin wajah kita
kita bisa terbahak dan tersenyum, meski sesaat
bisa tepiskan nanah kesedihan
ulurkanlah tanganmu... dan... berdansalah bersamaku
dengan diam, waktu tetap saja kian menuju senja
angin tetap saja menyapa kebisuan nuansa hati
jangan kau duduk saja, apa yang sedang kau tunggu ?
coba ulurkan tangan mu dan berdansalah denganku
kita langkahkan kaki kita bersama dan rekatkan tangan kita
agar tercipta harmoni di setiap tangga nada kehidupan kita
takkan lama lagi... semilir angin, gemiricik air hujan...
akan memadukan melodi dengan musik yang tengah mengalun
jangan buat khayalan mu melayang tinggi
karena aku ada di depan mu
menanti uluran tangan mu
setelah itu kita berlari ke tepi telaga
melihat riak air sebagai cermin wajah kita
kita bisa terbahak dan tersenyum, meski sesaat
bisa tepiskan nanah kesedihan
ulurkanlah tanganmu... dan... berdansalah bersamaku
biar aku yang terakhir untuk mu
rindu yang tak terpadamkan
bagaikan bayi rindu akan air susu
seperti itulah rinduku padamu
kau datang menghampiriku
memecahkan kesunyian hati
wajah yang selama ini kunantikan
tuk mengisi belahan jiwa
ah seandainya ku tahu di mana kitab cinta
kan kutulis namamu di samping namaku
biar engkau yang terakhir bagiku
biar aku yang terakhir untukmu
egoiskah aku?
mungkin ya...
tapi itulah cinta
[dari orang yang sok tahu akan cinta] :)
bagaikan bayi rindu akan air susu
seperti itulah rinduku padamu
kau datang menghampiriku
memecahkan kesunyian hati
wajah yang selama ini kunantikan
tuk mengisi belahan jiwa
ah seandainya ku tahu di mana kitab cinta
kan kutulis namamu di samping namaku
biar engkau yang terakhir bagiku
biar aku yang terakhir untukmu
egoiskah aku?
mungkin ya...
tapi itulah cinta
[dari orang yang sok tahu akan cinta] :)
Buntu Penuh Kebekuan II
seminggu kemarin
Kurasakan luka yang sama
walau dengan tusukan yang berbeda
seminggu kemarin
Tlah kuhabiskan air mata
Bias asa redup seketika
hari ini
kumerasa ingin berbeda
menyiram hati yang hampir mati
hari ini
Ingin kuhabiskan semua tenaga
merangkai puing-puing asa yang tersisa
Kurasakan luka yang sama
walau dengan tusukan yang berbeda
seminggu kemarin
Tlah kuhabiskan air mata
Bias asa redup seketika
hari ini
kumerasa ingin berbeda
menyiram hati yang hampir mati
hari ini
Ingin kuhabiskan semua tenaga
merangkai puing-puing asa yang tersisa
19 December 2006
i wanna walk together toward the happiness of our beautiful future
ideas are inexpensive but the people who implement them are priceless
itulah kalimat yang ingin aku tuliskan hari ini
terlalu banyak ide besar beterbangan di bumi ini
tapi hanya berapa persen yang terimplementasi ?
sungguh butuh keberanian untuk mewujudkan
keraguan memiliki makna ketidaksungguhan
terlalu banyak halangan, rintangan, ancaman dan gangguan dalam hidup ini
tapi itulah tempaan yang harus di hadapai agar kita semakin tajam dan tangguh
if you never accept a challenge, you will never feel the excitement of victory
ini hanyalah sepenggal ingin dari semesta harapan
membuatku semakin hebat dan semakin tangguh
di hadapan Sang Maha Penguasa Semesta
bagaimana aku bisa menghadapi segala coba dan goda ini dengan kegembiraan
dan tak ada prasangka buruk yang bisa memasung langkah suci ini
tak mungkin Diri Nya mendzolimi umat Nya sendiri
hanya kita lah yang mendzolimi diri sendiri
sahabat...
hadapilah semua itu dengan senyuman
kita ambil satu per satu setiap ide untuk kita wujudkan
kita buktikan bahwa kita memang ada dan mampu
bukan untuk keangkuhan... tapi sebagai bukti darma bakti kita pada Nya
sungguh ...
We all have ability. The difference is how we use it
kita samakan visi kita dan misi hidup ini
agar kita tidak bersinggungan saat berjalan bersama
agar kau bisa memegang erat tanganku saat ku tergelincir
agar kau bisa bersandar di pundak ku saat kau lelah
agar kau tak merasa berjuang sendiri di bumi ini :)
big problem, big miracle
small problem, small miracle
the miracle is not to fly in the air, or to walk on the water but to walk on the earth
itulah kalimat yang ingin aku tuliskan hari ini
terlalu banyak ide besar beterbangan di bumi ini
tapi hanya berapa persen yang terimplementasi ?
sungguh butuh keberanian untuk mewujudkan
keraguan memiliki makna ketidaksungguhan
terlalu banyak halangan, rintangan, ancaman dan gangguan dalam hidup ini
tapi itulah tempaan yang harus di hadapai agar kita semakin tajam dan tangguh
if you never accept a challenge, you will never feel the excitement of victory
ini hanyalah sepenggal ingin dari semesta harapan
membuatku semakin hebat dan semakin tangguh
di hadapan Sang Maha Penguasa Semesta
bagaimana aku bisa menghadapi segala coba dan goda ini dengan kegembiraan
dan tak ada prasangka buruk yang bisa memasung langkah suci ini
tak mungkin Diri Nya mendzolimi umat Nya sendiri
hanya kita lah yang mendzolimi diri sendiri
sahabat...
hadapilah semua itu dengan senyuman
kita ambil satu per satu setiap ide untuk kita wujudkan
kita buktikan bahwa kita memang ada dan mampu
bukan untuk keangkuhan... tapi sebagai bukti darma bakti kita pada Nya
sungguh ...
We all have ability. The difference is how we use it
kita samakan visi kita dan misi hidup ini
agar kita tidak bersinggungan saat berjalan bersama
agar kau bisa memegang erat tanganku saat ku tergelincir
agar kau bisa bersandar di pundak ku saat kau lelah
agar kau tak merasa berjuang sendiri di bumi ini :)
big problem, big miracle
small problem, small miracle
the miracle is not to fly in the air, or to walk on the water but to walk on the earth
18 December 2006
A goal is a dream with a deadline
ijinkan aku untuk mengenali dirimu lebih dalam
agar engkau tau siapa sebenarnya diriku
biarkan aku mengenali dirimu lebih jauh
seperti engkau ingin mengenal siapa sebenarnya diriku
ijinkan aku membawamu melintasi suatu dimensi langka
di mana harapan dan impian akan bertepi indah
di mana perjalanan akan berakhir dalam suatu kewujudan
aku bukan ingin mengais mu dalam angan-angan sempurna
namun telah ada urusan yang besar lagi penting menanti
telah digariskan lewat guratan takdir kehendak Nya
agar kita bisa mengemban dan melakoni semuanya
kita tak bisa bersembunyi di belakang tabir kebisuan
kebisuan kita hanya akan mengundang peluru-peluru amarah Nya
menembus dan menyesakkan dada hingga tenggorokan seolah tak mampu menghela
menghela nafas keindahan, kedamaian, ketulusan, kesabaran, keikhlasan, kenikmatan
hingga kita tak mengerti berada di mana sekarang
relakan aku untuk memeluk dan menyelami setiap ruang hati mu
agar aku bisa mencoba mengerti dan memahami selama perjalanan nanti
agar setiap ingin ku dan ingin mu untuk terangkat hingga derajat tertinggi di sisi Nya
bisa terwujud dalam kewujudan Nya... bersama rahman dan rahiim Nya
tak perduli dari mana kita mulai, tapi sungguh kita harus peduli di mana kita akan berakhir
A goal is a dream with a deadline.. ya.. kematian adalah batas waktunya
agar engkau tau siapa sebenarnya diriku
biarkan aku mengenali dirimu lebih jauh
seperti engkau ingin mengenal siapa sebenarnya diriku
ijinkan aku membawamu melintasi suatu dimensi langka
di mana harapan dan impian akan bertepi indah
di mana perjalanan akan berakhir dalam suatu kewujudan
aku bukan ingin mengais mu dalam angan-angan sempurna
namun telah ada urusan yang besar lagi penting menanti
telah digariskan lewat guratan takdir kehendak Nya
agar kita bisa mengemban dan melakoni semuanya
kita tak bisa bersembunyi di belakang tabir kebisuan
kebisuan kita hanya akan mengundang peluru-peluru amarah Nya
menembus dan menyesakkan dada hingga tenggorokan seolah tak mampu menghela
menghela nafas keindahan, kedamaian, ketulusan, kesabaran, keikhlasan, kenikmatan
hingga kita tak mengerti berada di mana sekarang
relakan aku untuk memeluk dan menyelami setiap ruang hati mu
agar aku bisa mencoba mengerti dan memahami selama perjalanan nanti
agar setiap ingin ku dan ingin mu untuk terangkat hingga derajat tertinggi di sisi Nya
bisa terwujud dalam kewujudan Nya... bersama rahman dan rahiim Nya
tak perduli dari mana kita mulai, tapi sungguh kita harus peduli di mana kita akan berakhir
A goal is a dream with a deadline.. ya.. kematian adalah batas waktunya
A moment
a moment with the words
can took me walk far away
from my heart
a moment with the words
thought nothing seen or said
the bitter moment passes
and my heart comforted
a moment with the words
i memorized every kind of times
we ever had
the precious time no longer here
the anxiety as we wanted for the day
we could make our visit again
what a joy to see our treasures still there
as long as you remind me
i still waiting here
a moment with the words
can took me walk far away
from my heart
a moment with the words
thought nothing seen or said
the bitter moment passes
and my heart comforted
a moment with the words
i memorized every kind of times
we ever had
the precious time no longer here
the anxiety as we wanted for the day
we could make our visit again
what a joy to see our treasures still there
as long as you remind me
i still waiting here
a moment with the words
gubahanku
kehilangan ide untuk menulis di sore hari ini
setelah bersujud pada ashar ku
sepertinya aku berada di tengah jembatan
jembatan yang menghubungkan antara sudut rasa dan ujung akal
tak bisa aku berpura-pura pada kenyataan ini
karena selama ini, aku tak ingin bersembunyi
mungkin ingin menghilang saja
apa yang pantas aku tuliskan sore ini ?
apa aku harus menggubah skenerio kehidupan ?
apa mungkin hal itu bisa menggugah dirimu ?
menggugah jiwa adalah seperti penelusuran ikan salmon di aliran sungai
salmon tak mungkin merubah aliran sungai, memindah karang, mewarnai musim agar berganti
gubahanku takkan menggugah jiwa mu
kehilangan banyak kata sore ini
masih kah ada kata yang tersimpan di dirimu ?
bisa kah aku pinjam sekarang ?
semoga aku teringat kembali
tentunya aku bukan orang yang pantas bagimu
tentunya aku bukan orang yang pantas kau andalkan
satu hal yang pasti... mampukah kau bertahan dengan hidupku seperti ini ?
janganlah kau tangguhkan perjalanan ini
DIA takkan bosan menemani... jangan pernah merasa berjalan sendiri
gubahanku ini... agar ku menggugah jiwaku sendiri
setelah bersujud pada ashar ku
sepertinya aku berada di tengah jembatan
jembatan yang menghubungkan antara sudut rasa dan ujung akal
tak bisa aku berpura-pura pada kenyataan ini
karena selama ini, aku tak ingin bersembunyi
mungkin ingin menghilang saja
apa yang pantas aku tuliskan sore ini ?
apa aku harus menggubah skenerio kehidupan ?
apa mungkin hal itu bisa menggugah dirimu ?
menggugah jiwa adalah seperti penelusuran ikan salmon di aliran sungai
salmon tak mungkin merubah aliran sungai, memindah karang, mewarnai musim agar berganti
gubahanku takkan menggugah jiwa mu
kehilangan banyak kata sore ini
masih kah ada kata yang tersimpan di dirimu ?
bisa kah aku pinjam sekarang ?
semoga aku teringat kembali
tentunya aku bukan orang yang pantas bagimu
tentunya aku bukan orang yang pantas kau andalkan
satu hal yang pasti... mampukah kau bertahan dengan hidupku seperti ini ?
janganlah kau tangguhkan perjalanan ini
DIA takkan bosan menemani... jangan pernah merasa berjalan sendiri
gubahanku ini... agar ku menggugah jiwaku sendiri
tiada jemu
tiada jemu aku bertanya
tiada jemu aku bercerita
tiada jemu aku mendengar
tiada jemu aku memandang
jangan kau bosan dengan ocehanku
jangan kau bosan dengan tulisanku
tiada pantas kita ini memelas
pada wujud selain Diri Nya
it's all about belief
Intinya adalah keyakinan
Kalau kita tidak yakin, maka tidak ada gunanya berusaha
tiada jemu aku bercerita
tiada jemu aku mendengar
tiada jemu aku memandang
jangan kau bosan dengan ocehanku
jangan kau bosan dengan tulisanku
tiada pantas kita ini memelas
pada wujud selain Diri Nya
it's all about belief
Intinya adalah keyakinan
Kalau kita tidak yakin, maka tidak ada gunanya berusaha
teruslah menulis...
menulislah apa yang hendak kau tulis
tak perlu banyak kata untuk menulis apa yang hendak kau tulis
karena ia akan mengalir bersama darah yang terselimuti hasrat
menulislah apa yang selayaknya kau tulis
tak ada yang tidak layak dalam menulis
karena kau bisa menulis meski tak ada yang mau membacanya
menulis bukan ajang pertunjukan... setidaknya bagiku
menulis juga bukan parade kata-kata
karena yang ku tau, menulis adalah sebuah bentuk kebijaksanaan dalam diri
ia akan mengikat sejumput makna
ia akan melukis selembar dinding dunia
ia akan memeluk sehelai jiwa
teruslah menulis... kawan
walau tak ada pembaca... walau kau benci tulisanmu sendiri
suatu saat nanti... kau akan tersenyum dengan tulisanmu sendiri
sungguh... kau pasti mengerti maksudku
tak perlu banyak kata untuk menulis apa yang hendak kau tulis
karena ia akan mengalir bersama darah yang terselimuti hasrat
menulislah apa yang selayaknya kau tulis
tak ada yang tidak layak dalam menulis
karena kau bisa menulis meski tak ada yang mau membacanya
menulis bukan ajang pertunjukan... setidaknya bagiku
menulis juga bukan parade kata-kata
karena yang ku tau, menulis adalah sebuah bentuk kebijaksanaan dalam diri
ia akan mengikat sejumput makna
ia akan melukis selembar dinding dunia
ia akan memeluk sehelai jiwa
teruslah menulis... kawan
walau tak ada pembaca... walau kau benci tulisanmu sendiri
suatu saat nanti... kau akan tersenyum dengan tulisanmu sendiri
sungguh... kau pasti mengerti maksudku
pagi ini berbeda
cobalah tengok keluar jendela pagi ini
atau kalau bisa ... keluarlah dari kamar penatmu
aku rasa pagi ini berbeda
sejuk pagi ini membuat aku merasa damai
gerimis pagi ini membersihkan debu yang tersisa di wajahku
ohh... indahnya pagi ini
aku berdo'a untuk mu, kawan
semoga kau dalam kesejukan dan kedamaian
seperti yang aku rasa
atau kalau bisa ... keluarlah dari kamar penatmu
aku rasa pagi ini berbeda
sejuk pagi ini membuat aku merasa damai
gerimis pagi ini membersihkan debu yang tersisa di wajahku
ohh... indahnya pagi ini
aku berdo'a untuk mu, kawan
semoga kau dalam kesejukan dan kedamaian
seperti yang aku rasa
15 December 2006
terkapar dalam kekakuan
kubuai setiap lekuk liku hidup ini
beralaskan sepasang sandal dari kulit duri
bertahtakan selingkar makhkota berkawat duri pula
berbalutkan sehelai jubah karung goni dengan mutiara hina
aku telah candu oleh dosa di setiap rona kehidupan
mungkin telah menjadi kulit yang sejatinya ku rawat agar semakin mulus
semakin kurawat semakin mulus dan deras pula aliran dosa mengalir
seperti ku tak tersadarkan bahwa aku telah bermain dalam lautan nista
aku malu... sungguh aku malu
bermain-main dengan kedalaman palung neraka di dunia
padahal sinar mentari pun telah membakar kulitku
sebagai sebuah tanda bahwa ku memang rapuh
terkapar aku dalam kekakuan
langkah terhenti seolah raga telah mati
mungkin aku bisa membunuh raga ku
satu hal yang kutahu... jiwa ku takkan pernah mati
kiamat pun tak mampu membunuh jiwa
ia akan senantiasa hidup menghadap Ilahi
menjawab setiap tanya
menimbang setiap amal
beralaskan sepasang sandal dari kulit duri
bertahtakan selingkar makhkota berkawat duri pula
berbalutkan sehelai jubah karung goni dengan mutiara hina
aku telah candu oleh dosa di setiap rona kehidupan
mungkin telah menjadi kulit yang sejatinya ku rawat agar semakin mulus
semakin kurawat semakin mulus dan deras pula aliran dosa mengalir
seperti ku tak tersadarkan bahwa aku telah bermain dalam lautan nista
aku malu... sungguh aku malu
bermain-main dengan kedalaman palung neraka di dunia
padahal sinar mentari pun telah membakar kulitku
sebagai sebuah tanda bahwa ku memang rapuh
terkapar aku dalam kekakuan
langkah terhenti seolah raga telah mati
mungkin aku bisa membunuh raga ku
satu hal yang kutahu... jiwa ku takkan pernah mati
kiamat pun tak mampu membunuh jiwa
ia akan senantiasa hidup menghadap Ilahi
menjawab setiap tanya
menimbang setiap amal
14 December 2006
Keep SMILE In The 4JJ1 SPIRIT
saat kita terbangun sesaat sebelum bedug shubuh tiba
lalu kita mensyukuri dengan penuh ketulusan segala yang kita miliki hari ini
niscaya kita bisa menikmati hidup ini dengan bahagia sepanjang hari ini
tak perlu kita menyesali yang sudah lewat
tak perlu kita takut dengan apa yang belum datang
yang penting ...
KOBARKAN SEMANGAT mu untuk berbuat yang terbaik ... di saat SEKARANG!!!
seperti yang pernah kita sepakati bahwa...
roh dari segala kesuksesan adalah perjuangan
ibu dari semua kesuksesan adalah kegagalan
dan awal dari semua kesuksesan adalah tekad
sungguh aku harus bertanggung jawab atas kehidupanku
aku tak bisa mengubah keadaan, musim, atau angin
tapi satu hal yang aku tau dan aku yakini
aku bisa mengubah diriku sendiri
lebih baik... lebih baik... lebih baik lagi
untuk menjadi yang terbaik... di hadapan Nya
sekarang... hari ini
tak mungkin aku hanya berdiam diri saja
aku akan bergegas... beranjak dan bergerak
;) Keep SMILE In The 4JJ1 SPIRIT :)
lalu kita mensyukuri dengan penuh ketulusan segala yang kita miliki hari ini
niscaya kita bisa menikmati hidup ini dengan bahagia sepanjang hari ini
tak perlu kita menyesali yang sudah lewat
tak perlu kita takut dengan apa yang belum datang
yang penting ...
KOBARKAN SEMANGAT mu untuk berbuat yang terbaik ... di saat SEKARANG!!!
seperti yang pernah kita sepakati bahwa...
roh dari segala kesuksesan adalah perjuangan
ibu dari semua kesuksesan adalah kegagalan
dan awal dari semua kesuksesan adalah tekad
sungguh aku harus bertanggung jawab atas kehidupanku
aku tak bisa mengubah keadaan, musim, atau angin
tapi satu hal yang aku tau dan aku yakini
aku bisa mengubah diriku sendiri
lebih baik... lebih baik... lebih baik lagi
untuk menjadi yang terbaik... di hadapan Nya
sekarang... hari ini
tak mungkin aku hanya berdiam diri saja
aku akan bergegas... beranjak dan bergerak
;) Keep SMILE In The 4JJ1 SPIRIT :)
memohon cinta
menjelang maghrib menunggu buka
sejenak aku terduduk berfikir
sesaat hatiku mulai merasa
adakah tempat untuk pria berparas luka ?
semoga aku layak memeluk cantik mu karena cinta Nya
sejenak aku terduduk berfikir
sesaat hatiku mulai merasa
adakah tempat untuk pria berparas luka ?
semoga aku layak memeluk cantik mu karena cinta Nya
13 December 2006
berdiam dalam perenungan
terperangkap di dalam jeruji penjara ... lelah
tersematkan bara di dalam dada ... sesak
terajut jarum tenun di dalam kepala ... pusing
tak sanggup aku berteriak
ingin ku hancurkan dinding yang berdiri diam lalu membisu
mungkin ruh dan tubuh ku telah terbungkus nafsu
terebah oleh tikar-tikar amarah
ingin kutanggalkan sayap-sayap kebebasanku
biarlah aku tak menikmati keindahan dunia
karena bukan untuk hal itu aku dicipta
aku bukan ingin menyimpan rahasia percakapan antara pintu dan jendela
tapi biarlah....
suaraku semakin parau... melemah
mataku semakin lemah... terpejam
mungkin sebentar lagi tenggelam di taman mimpi
sebelum kebisuan kamar menyambutku...
telah aku alirkan setutur kata bersama tengadah setiap jemari
dalam sebuah persembahan do'a
tersematkan bara di dalam dada ... sesak
terajut jarum tenun di dalam kepala ... pusing
tak sanggup aku berteriak
ingin ku hancurkan dinding yang berdiri diam lalu membisu
mungkin ruh dan tubuh ku telah terbungkus nafsu
terebah oleh tikar-tikar amarah
ingin kutanggalkan sayap-sayap kebebasanku
biarlah aku tak menikmati keindahan dunia
karena bukan untuk hal itu aku dicipta
aku bukan ingin menyimpan rahasia percakapan antara pintu dan jendela
tapi biarlah....
suaraku semakin parau... melemah
mataku semakin lemah... terpejam
mungkin sebentar lagi tenggelam di taman mimpi
sebelum kebisuan kamar menyambutku...
telah aku alirkan setutur kata bersama tengadah setiap jemari
dalam sebuah persembahan do'a
09 December 2006
seberapa pantas dirimu
mungkin kau sudah bosan melihat tulisanku
tapi semoga kau tak bosan merindukanku
jejak itu telah terlihat jelas
tinggal kau melihat dan mau mengikutinya
perjalan itu tetaplah harus diawali oleh sebuah langkah
namun tetaplah harus ada kerinduan sebesar semesta agar kau melangkah
mungkin tulisan ini tak bisa menjadi arti buatmu
namun tetaplah tulisan para malaikat di sampingmu takkan bisa di abaikan
seberapa berarti dirimu
seberapa bermakna dirimu
dihadapan Nya
ini memanglah sebuah tulisan yang tak pantas kau baca
tapi kenyataannya ... kau telah membaca hingga selesai :)
tapi semoga kau tak bosan merindukanku
jejak itu telah terlihat jelas
tinggal kau melihat dan mau mengikutinya
perjalan itu tetaplah harus diawali oleh sebuah langkah
namun tetaplah harus ada kerinduan sebesar semesta agar kau melangkah
mungkin tulisan ini tak bisa menjadi arti buatmu
namun tetaplah tulisan para malaikat di sampingmu takkan bisa di abaikan
seberapa berarti dirimu
seberapa bermakna dirimu
dihadapan Nya
ini memanglah sebuah tulisan yang tak pantas kau baca
tapi kenyataannya ... kau telah membaca hingga selesai :)
07 December 2006
apa artinya hidup ?
apa artinya hidup mencinta dunia tapi melupakan akhirat ?
apa artinya hidup mencinta kehidupan tapi melupakan kematian ?
apa artinya hidup mencinta rumah yang megah tapi melupakan alam kubur ?
apa artinya hidup mencinta harta benda yang berlimpah tapi melupakan hisab di hari akhir ?
apa artinya hidup mencinta sesama makhluk tapi melupakan Sang Khalik ?
tak pernah kumengerti dengan semua ini :(
ini diriku, bagaimana dengan dirimu ?
apa artinya hidup mencinta kehidupan tapi melupakan kematian ?
apa artinya hidup mencinta rumah yang megah tapi melupakan alam kubur ?
apa artinya hidup mencinta harta benda yang berlimpah tapi melupakan hisab di hari akhir ?
apa artinya hidup mencinta sesama makhluk tapi melupakan Sang Khalik ?
tak pernah kumengerti dengan semua ini :(
ini diriku, bagaimana dengan dirimu ?
karnaval dan cahaya
semua prasangka telah kubuang jauh-jauh
tinggal sikap bijaksana harus kuputuskan
ketegasan adalah bukti sebuah keimanan
sempat kugadaikan hidup dengan cinta skala kecil
namun begitu terguncangnya hati yang tak reda dan tak rela terlukai
ingin kuhujamkan sesuatu yang kusebut kesejatian cinta
sempat aku terhanyut oleh kesuburan pohon di ladang
mengalir kesyahduan aliran air sungai di antara ladang-ladang
namun hatiku tetap mendung karena kehangatan mentari terhalang awan dosa
ketika keindahan taburan bintang di angkasa aku rindukan
ketika cahaya bulan menjadi simbol pantulan cahaya mentari
ketika cahaya mentari menjadi kuasa atas segala cahaya
aku sadari bahwa iringan awan bak karnaval pesta kota
bisa menutupi binarnya cahaya bintang dan bulan
tapi tak kuasa menghalangi dahsyatnya sinar mentari
karnaval pesta kota hanya kemeriahan laksana sebuah topeng
karena kita menyadari peserta karnaval bukanlah kesejatian wujud
ia hanyalah gerombolan senda gurau dan topeng belaka
namun apa indahnya sebuah topeng yang dipertontonkan ?
hanya mempertontonkan raga tanpa jiwa atau raga terselimuti nafsu
yang lebih ku yakini saat ini, karnaval hanya sesaat saja dan segera berakhir
tak ada keindahan setelah karnaval
tak ada perbaikan setelah karnaval
hanya sebuah de ja vu tanpa makna yang tertinggal
aku coba singkirkan rasa untuk kesekian kalinya
namun debu tetap saja mengotori tubuhku meski tak pernah kuijinkan untuk menyentuhku
tapi meskikah aku salahkan debu ?
aku terlahir dari sebuah kewujudan hakiki
aku bukanlah seorang yang hakiki
aku hanyalah imajinasi dari sebuah ruh
tak mungkin aku berujar : "entah sampai kapan aku begini ?"
akan dan harus aku pancangkan tonggak itu SEKARANG !!! ... ya... SEKARANG !!!
meski semua orang MARAH ... meski semua orang BENCI ... meski semua orang MENCACI
bukan berarti aku berjalan dengan inginku dan caraku
karena segudang keinginan dan hasrat telah lama ku jual
dengan segala cara yang telah ditentukan
oleh Nya
dari Nya
untuk Umat Nya
termasuk aku
termasuk kamu
termasuk kalian
tinggal sikap bijaksana harus kuputuskan
ketegasan adalah bukti sebuah keimanan
sempat kugadaikan hidup dengan cinta skala kecil
namun begitu terguncangnya hati yang tak reda dan tak rela terlukai
ingin kuhujamkan sesuatu yang kusebut kesejatian cinta
sempat aku terhanyut oleh kesuburan pohon di ladang
mengalir kesyahduan aliran air sungai di antara ladang-ladang
namun hatiku tetap mendung karena kehangatan mentari terhalang awan dosa
ketika keindahan taburan bintang di angkasa aku rindukan
ketika cahaya bulan menjadi simbol pantulan cahaya mentari
ketika cahaya mentari menjadi kuasa atas segala cahaya
aku sadari bahwa iringan awan bak karnaval pesta kota
bisa menutupi binarnya cahaya bintang dan bulan
tapi tak kuasa menghalangi dahsyatnya sinar mentari
karnaval pesta kota hanya kemeriahan laksana sebuah topeng
karena kita menyadari peserta karnaval bukanlah kesejatian wujud
ia hanyalah gerombolan senda gurau dan topeng belaka
namun apa indahnya sebuah topeng yang dipertontonkan ?
hanya mempertontonkan raga tanpa jiwa atau raga terselimuti nafsu
yang lebih ku yakini saat ini, karnaval hanya sesaat saja dan segera berakhir
tak ada keindahan setelah karnaval
tak ada perbaikan setelah karnaval
hanya sebuah de ja vu tanpa makna yang tertinggal
aku coba singkirkan rasa untuk kesekian kalinya
namun debu tetap saja mengotori tubuhku meski tak pernah kuijinkan untuk menyentuhku
tapi meskikah aku salahkan debu ?
aku terlahir dari sebuah kewujudan hakiki
aku bukanlah seorang yang hakiki
aku hanyalah imajinasi dari sebuah ruh
tak mungkin aku berujar : "entah sampai kapan aku begini ?"
akan dan harus aku pancangkan tonggak itu SEKARANG !!! ... ya... SEKARANG !!!
meski semua orang MARAH ... meski semua orang BENCI ... meski semua orang MENCACI
bukan berarti aku berjalan dengan inginku dan caraku
karena segudang keinginan dan hasrat telah lama ku jual
dengan segala cara yang telah ditentukan
oleh Nya
dari Nya
untuk Umat Nya
termasuk aku
termasuk kamu
termasuk kalian
06 December 2006
merenung di sudut kamar
dua minggu yang mengenaskan bagiku
ya... setidaknya bagiku
aku ingin terbang sebentar saja
ya... sebentar saja
sejenak ku ingin beristirahat
ya... sejenak saja
lelah ku ingin mencuci hatiku
ya... hatiku sudah usang
terkapar jiwaku seperti pedang telah memasung kepalaku
terdiam mulutku dalam kebungkaman isi perut bumi
terlempar ragaku seperti badai telah menghancurkan isi kota
dalam keramaian ... aku sendiri
ya... sendiri meratapi
dalam keheningan ... aku terkepung
ya... terkepung kegundahan
dalam keindahan ... aku meronta
ya... keindahan tanpa kedamaian
rapuh, lusuh tubuhku yang kurus
dekil, kusut telah menjadi corak bajuku
sembilu sudah luka yang telah menganga karena dosa
dua minggu telah membuatku jatuh
ya... menuju jurang kenistaan
aku sedang mencoba menapaki bukit lagi
ya... pendakian ini begitu berat lagi sukar
terombang ambing dalam bahtera di lautan kehidupan
telah menyadarkan aku begitu halusnya badai godaan
telah menyadarkan aku begitu dalamnya palung cobaan
sejujurnya, aku tak ingin berjuang sendiri
ya... aku butuh teman untuk menemani sisa hidupku
ya... setidaknya bagiku
aku ingin terbang sebentar saja
ya... sebentar saja
sejenak ku ingin beristirahat
ya... sejenak saja
lelah ku ingin mencuci hatiku
ya... hatiku sudah usang
terkapar jiwaku seperti pedang telah memasung kepalaku
terdiam mulutku dalam kebungkaman isi perut bumi
terlempar ragaku seperti badai telah menghancurkan isi kota
dalam keramaian ... aku sendiri
ya... sendiri meratapi
dalam keheningan ... aku terkepung
ya... terkepung kegundahan
dalam keindahan ... aku meronta
ya... keindahan tanpa kedamaian
rapuh, lusuh tubuhku yang kurus
dekil, kusut telah menjadi corak bajuku
sembilu sudah luka yang telah menganga karena dosa
dua minggu telah membuatku jatuh
ya... menuju jurang kenistaan
aku sedang mencoba menapaki bukit lagi
ya... pendakian ini begitu berat lagi sukar
terombang ambing dalam bahtera di lautan kehidupan
telah menyadarkan aku begitu halusnya badai godaan
telah menyadarkan aku begitu dalamnya palung cobaan
sejujurnya, aku tak ingin berjuang sendiri
ya... aku butuh teman untuk menemani sisa hidupku
04 December 2006
sesaat setelah tirai ini terbuka
seiring detak jantungku berdegup kencang, kemarin
seakan gelapnya malam adalah kematian
temaram lampu jalanan adalah ancaman
seiring nafasku berirama cepat tak beraturan, kemarin
seakan dinginnya malam adalah kebekuan
belaian sayup-sayup angin adalah sayatan
aku berdiri di atas kulit tanah yang tipis
hingga begitu mudahnya aku terperosok
namun aku masih saja... angkuh
badan yang terkulai lemah, lusuh dan tak berdaya, kemarin
dada kiriku sakit seakan jantungku ini akan terenggut
satu hal yang aku yakini... kematian lebih dahsyat dari itu
seiring berbagai prasangka mengingatkanku hingga ku terbangun, kemarin
hanya ada senyum segaris terlukis di kelusuhan wajahku ini
aku ingin haturkan sebuah kata ... maaf
ijinkan aku untuk sekedar memejamkan mata
sekedar menghibahkan kepenatan pada alam
mengalirkan kesedihan pada sungai
menitipkan kepedihan pada hutan
hari ini...
aku terbangun dalam kesendirian
keheningan tak seperti biasanya
ada kerinduan yang tertinggal
namun pangkalnya masih tersemat dalam hati
tersenyumlah ... :)
seakan gelapnya malam adalah kematian
temaram lampu jalanan adalah ancaman
seiring nafasku berirama cepat tak beraturan, kemarin
seakan dinginnya malam adalah kebekuan
belaian sayup-sayup angin adalah sayatan
aku berdiri di atas kulit tanah yang tipis
hingga begitu mudahnya aku terperosok
namun aku masih saja... angkuh
badan yang terkulai lemah, lusuh dan tak berdaya, kemarin
dada kiriku sakit seakan jantungku ini akan terenggut
satu hal yang aku yakini... kematian lebih dahsyat dari itu
seiring berbagai prasangka mengingatkanku hingga ku terbangun, kemarin
hanya ada senyum segaris terlukis di kelusuhan wajahku ini
aku ingin haturkan sebuah kata ... maaf
ijinkan aku untuk sekedar memejamkan mata
sekedar menghibahkan kepenatan pada alam
mengalirkan kesedihan pada sungai
menitipkan kepedihan pada hutan
hari ini...
aku terbangun dalam kesendirian
keheningan tak seperti biasanya
ada kerinduan yang tertinggal
namun pangkalnya masih tersemat dalam hati
tersenyumlah ... :)
01 December 2006
terbaring dipangkuan kebijaksanaan
Aku adalah awan yang dapat membaur dengan benda-benda
namun tak pernah dapat bersatu
Dalam awan ini terdapat kesunyianku,lapar dan hausku
"Di dunia ini engkau tidak sendiri"
"Aku mengenalmu"
Segala sesuatu diciptakan oleh kita
Saat kita ingin menjalani kehidupan yang bahagia
kita harus menciptakan suasana yang bahagia
"Kesalahpahaman adalah awal pertengkaran"
"Yang satu tidak mendengarkan atau yang lain tidak bisa mengungkapkan dengan jelas"
Yang hanya dapat membebaskan kita adalah Kebenaran
Jika kita tidak memahami itu kita senantiasa merasa cemas
"Saat seperti itulah aku dalam kecemasan"
"Mungkin juga dirimu"
Bersikap jujur terhadap orang lain adalah perlindungan terbaik
bagi martabat dan hati nurani kita
"Itulah jalan yang terbaik buat kita"
"tapi aku lebih memilih bijaksana"
namun tak pernah dapat bersatu
Dalam awan ini terdapat kesunyianku,lapar dan hausku
"Di dunia ini engkau tidak sendiri"
"Aku mengenalmu"
Segala sesuatu diciptakan oleh kita
Saat kita ingin menjalani kehidupan yang bahagia
kita harus menciptakan suasana yang bahagia
"Kesalahpahaman adalah awal pertengkaran"
"Yang satu tidak mendengarkan atau yang lain tidak bisa mengungkapkan dengan jelas"
Yang hanya dapat membebaskan kita adalah Kebenaran
Jika kita tidak memahami itu kita senantiasa merasa cemas
"Saat seperti itulah aku dalam kecemasan"
"Mungkin juga dirimu"
Bersikap jujur terhadap orang lain adalah perlindungan terbaik
bagi martabat dan hati nurani kita
"Itulah jalan yang terbaik buat kita"
"tapi aku lebih memilih bijaksana"
29 November 2006
sediakanlah ruang untuk kau bercermin
wahai melati putih ku
sediakanlah ruang untuk kau bercermin
pandanglah ke arah mana hati nurani mu berjalan
wahai melati putih ku
hati nurani akan terus menangis
saat engkau terus merangkul dunia
jangan... jangan... jangan...
jangan kau kobarkan semangat mu untuk nafsu dunia
hanya akan lelah dan resah terbalutkan gundah
jangan kau dipusingkan hanya untuk urusan dunia
kepusingan mu hanya akan mendatangkan laknat belaka
wahai melati putih ku
sediakanlah ruang untuk kau bercermin
pandanglah ke arah mana hati nurani mu berjalan
wahai melati putih ku
pandangan Nya seringkali tak senada dengan pandangan mu
kebenaran Nya seringkali tak seiraman dengan kebenaran mu
sekali-kali aku tidak pernah mengerti !!!
begitu banyak manusia mencintai manusia
namun melupakan untuk mencintai Pencipta manusia
makanya seringkali aku bosan berbicara cinta antar anak manusia
padahal kenikmatan mencintai anak manusia tidaklah seberapa
wahai melati putih ku
kesenangan dan kebahagiaan bisa kau peroleh di rumahmu
hanya dengan menikmati indahnya pesona langit
ada selaksa hikmah di balik ciptaan Nya
sungguh...
merenungkan setiap kenikmatan Nya adalah ibadah paling utama
wahai melati putih ku
sediakanlah ruang untuk kau bercermin
pandanglah ke arah mana hati nurani mu berjalan
sediakanlah ruang untuk kau bercermin
pandanglah ke arah mana hati nurani mu berjalan
wahai melati putih ku
hati nurani akan terus menangis
saat engkau terus merangkul dunia
jangan... jangan... jangan...
jangan kau kobarkan semangat mu untuk nafsu dunia
hanya akan lelah dan resah terbalutkan gundah
jangan kau dipusingkan hanya untuk urusan dunia
kepusingan mu hanya akan mendatangkan laknat belaka
wahai melati putih ku
sediakanlah ruang untuk kau bercermin
pandanglah ke arah mana hati nurani mu berjalan
wahai melati putih ku
pandangan Nya seringkali tak senada dengan pandangan mu
kebenaran Nya seringkali tak seiraman dengan kebenaran mu
sekali-kali aku tidak pernah mengerti !!!
begitu banyak manusia mencintai manusia
namun melupakan untuk mencintai Pencipta manusia
makanya seringkali aku bosan berbicara cinta antar anak manusia
padahal kenikmatan mencintai anak manusia tidaklah seberapa
wahai melati putih ku
kesenangan dan kebahagiaan bisa kau peroleh di rumahmu
hanya dengan menikmati indahnya pesona langit
ada selaksa hikmah di balik ciptaan Nya
sungguh...
merenungkan setiap kenikmatan Nya adalah ibadah paling utama
wahai melati putih ku
sediakanlah ruang untuk kau bercermin
pandanglah ke arah mana hati nurani mu berjalan
27 November 2006
kado terindah
seperti halnya engkau sang bidadari
tak henti-hentinya menebar pesona diri
begitu juga aku
tak kan usai semangatku untuk mengejar
melintasi dan mengisi setiap ruang
seperti sebentuk kata tanpa ucap
diam mu adalah tetap pesona
tapi kebisuan bukan lah nada
hanya sebongkah raga tanpa makna
begitu juga aku
berharap engkau masih tetap tersenyum
agar bisa menyelimuti dinginnya akal hati
dan menantikan sekerat hidangan kejujuran menyapa
seperti halnya engkau mawar putih
terlukis oleh kehangatan sang mentari
tangisannya selayak embun pagi
menyejukkan selaksa suasana
begitu juga aku
aku awali pagi ini dengan senyuman
segelas susu coklat manis hangat
menantikan keindahan menyapaku hari ini
seperti halnya engkau dalam penantian
kehadiranmu adalah kado terindah untukku :)
tak henti-hentinya menebar pesona diri
begitu juga aku
tak kan usai semangatku untuk mengejar
melintasi dan mengisi setiap ruang
seperti sebentuk kata tanpa ucap
diam mu adalah tetap pesona
tapi kebisuan bukan lah nada
hanya sebongkah raga tanpa makna
begitu juga aku
berharap engkau masih tetap tersenyum
agar bisa menyelimuti dinginnya akal hati
dan menantikan sekerat hidangan kejujuran menyapa
seperti halnya engkau mawar putih
terlukis oleh kehangatan sang mentari
tangisannya selayak embun pagi
menyejukkan selaksa suasana
begitu juga aku
aku awali pagi ini dengan senyuman
segelas susu coklat manis hangat
menantikan keindahan menyapaku hari ini
seperti halnya engkau dalam penantian
kehadiranmu adalah kado terindah untukku :)
24 November 2006
tunggu aku di tempat mu
aku akan pulang sekarang
telah aku siapkan sebuah lagu
tentang kita dan kehidupan
setiba aku di sana
kita rangkai kembali
dan coba kita mainkan
When Facing Dificulties
Do not Become Bitter
Instead Become Better
Carry Your Spirit
Make Sure Your Step And Your Soul
When Climbing To The Top
Don't Ever Sad
Don't Ever Cry
Always Keep Smile
Burn Your Biggest Spirit
Life Not For Joking
Yesterday Never Come Back
so, Enjoying Your Life
Don't Be a Weak
Don't Feel Alone
Always Keep Smile
HE always be With Us
kawan... tunggu aku di tempatmu
aku akan datang dengan setangkup rindu
menyambut sekumpul tubuh penuh cinta
telah aku siapkan sebuah lagu
tentang kita dan kehidupan
setiba aku di sana
kita rangkai kembali
dan coba kita mainkan
When Facing Dificulties
Do not Become Bitter
Instead Become Better
Carry Your Spirit
Make Sure Your Step And Your Soul
When Climbing To The Top
Don't Ever Sad
Don't Ever Cry
Always Keep Smile
Burn Your Biggest Spirit
Life Not For Joking
Yesterday Never Come Back
so, Enjoying Your Life
Don't Be a Weak
Don't Feel Alone
Always Keep Smile
HE always be With Us
kawan... tunggu aku di tempatmu
aku akan datang dengan setangkup rindu
menyambut sekumpul tubuh penuh cinta
23 November 2006
bersemi dalam benih
benih kata yang pernah kutanamkan
sudahkah coba tuk kau sirami
agar tumbuh mengisi keringnya dunia
menghijaukan seluruh pandang mata
menyejukkan setiap ruang hati
buah dari rasa kerinduan
takkan jauh dari utuhnya pijakkan
akar tumbuh menelusuri kedalaman tanah
agar tumbuh tegak batang jiwa kehidupan ini
mengokohkan setiap langkah keyakinan
sudahkah coba tuk kau sirami
agar tumbuh mengisi keringnya dunia
menghijaukan seluruh pandang mata
menyejukkan setiap ruang hati
buah dari rasa kerinduan
takkan jauh dari utuhnya pijakkan
akar tumbuh menelusuri kedalaman tanah
agar tumbuh tegak batang jiwa kehidupan ini
mengokohkan setiap langkah keyakinan
22 November 2006
tapi takkan ku biarkan kau menderita
akan aku biarkan dirimu menangis
meski tangisan itu mengalirkan deraian darah
akan aku biarkan dirimu meringis
meski sayatan pedang telah merobek kulit hingga ke tulang
tapi takkan ku biarkan kau menderita
deraian darah dan sayatan pedang bukanlah derita
tapi ia yang akan membawamu melesat menuju diri Nya
akan aku biarkan dirimu menangis
meski perut telah lama bertapa tanpa henti
tapi takkan ku biarkan kau menderita
kelaparan bukanlah derita
tapi ia yang akan membawamu kepada kepuasan sujud pada Nya
meski tangisan itu mengalirkan deraian darah
akan aku biarkan dirimu meringis
meski sayatan pedang telah merobek kulit hingga ke tulang
tapi takkan ku biarkan kau menderita
deraian darah dan sayatan pedang bukanlah derita
tapi ia yang akan membawamu melesat menuju diri Nya
akan aku biarkan dirimu menangis
meski perut telah lama bertapa tanpa henti
tapi takkan ku biarkan kau menderita
kelaparan bukanlah derita
tapi ia yang akan membawamu kepada kepuasan sujud pada Nya
aku ingin berteriak
akalku hilang setengah
mataku melihat dalam gelap
tak ada tanda cahaya
tak ada suara terdengar
bahkan sekedar sayupan angin pun tak ada
mungkin ku sudah tuli
dadaku sesak di tengah
mulutku bungkam tapi ingin teriak
membuang semua sampah hati
jiwaku terdiam di atas kursi kehidupan
memerintah raga tuk beranjak
seolah telah terpaku oleh dunia
ahhhhhhhh...... bodohnya aku
akan kutunjuk diriku sendiri
tak mau memikul beban di pundah
angkuhnya aku ini padahal ku sadar
aku sedang berjalan di pinggir jurang
jurang api kematian
mataku melihat dalam gelap
tak ada tanda cahaya
tak ada suara terdengar
bahkan sekedar sayupan angin pun tak ada
mungkin ku sudah tuli
dadaku sesak di tengah
mulutku bungkam tapi ingin teriak
membuang semua sampah hati
jiwaku terdiam di atas kursi kehidupan
memerintah raga tuk beranjak
seolah telah terpaku oleh dunia
ahhhhhhhh...... bodohnya aku
akan kutunjuk diriku sendiri
tak mau memikul beban di pundah
angkuhnya aku ini padahal ku sadar
aku sedang berjalan di pinggir jurang
jurang api kematian
21 November 2006
17 November 2006
aku tawarkan cahaya sejati... untuk mu
di lidah malam aku terduduk
melukis setiap indahnya benderang cahaya
semoga mampu mengusir setiap kegelapan jiwa
meski secangkir teh manis hangat yang menemani
kubiarkan dirimu bermain di ladang imaji
menanamkan benih di tanah kerinduan
tersirami air kesabaran oleh tangan keikhlasan
agar terkuatkan akar kehidupan ini untuk tetap merindu Nya
bersama rembulan dan taburan bintang-bintang
aku tawarkan cahaya sejati... untuk mu
melukis setiap indahnya benderang cahaya
semoga mampu mengusir setiap kegelapan jiwa
meski secangkir teh manis hangat yang menemani
kubiarkan dirimu bermain di ladang imaji
menanamkan benih di tanah kerinduan
tersirami air kesabaran oleh tangan keikhlasan
agar terkuatkan akar kehidupan ini untuk tetap merindu Nya
bersama rembulan dan taburan bintang-bintang
aku tawarkan cahaya sejati... untuk mu
dongeng sebelum pulang
sebentar lagi jubah hitam akan menyelimuti bumi
terangnya mentari telah mulai meredup di ufuk penantian
jingganya awan di balik kaca jendela terlihat jelas
menanti bidadari melambai, menawarkan keteduhan
secangkir teh manis hangat telah tercipta di sudut benakku
sambil berandai-andai, ada senyuman manis menunggu di ruang tamu
melerai kepenatan kerja hari ini,.. lembar demi lembar
berbagi cerita dan canda di akhir minggu ini,.. tentang hari kemarin
sebentar lagi kisah baru akan mencipta sebuah pemahaman
tentang wujud sebuah kehadiran di belantara kehidupan
tiada lain agar senantiasa terkayakan oleh ruh kejiwaan
menjaring setiap misteri yang terlupakan dan terabaikan
gelapnya malam ini telah menjadi sebuah dongeng sebelum pulang
berjejak ketakutan, harapan... suka, duka... bahagia, derita...
namun senyuman ini masih terpasang di dinding wajahku
bersama torehan semangat yang masih menjadi tonggak tubuh layuku
terangnya mentari telah mulai meredup di ufuk penantian
jingganya awan di balik kaca jendela terlihat jelas
menanti bidadari melambai, menawarkan keteduhan
secangkir teh manis hangat telah tercipta di sudut benakku
sambil berandai-andai, ada senyuman manis menunggu di ruang tamu
melerai kepenatan kerja hari ini,.. lembar demi lembar
berbagi cerita dan canda di akhir minggu ini,.. tentang hari kemarin
sebentar lagi kisah baru akan mencipta sebuah pemahaman
tentang wujud sebuah kehadiran di belantara kehidupan
tiada lain agar senantiasa terkayakan oleh ruh kejiwaan
menjaring setiap misteri yang terlupakan dan terabaikan
gelapnya malam ini telah menjadi sebuah dongeng sebelum pulang
berjejak ketakutan, harapan... suka, duka... bahagia, derita...
namun senyuman ini masih terpasang di dinding wajahku
bersama torehan semangat yang masih menjadi tonggak tubuh layuku
16 November 2006
larut dalam tidur
apakah kau masih larut dalam tidurmu ?
masih kau bermain dengan keindahan langit mimpi ?
jika kau masih terlena dengan bunga tidurmu,
apa yang hendak kau katakan ketika bangun nanti ?
kehidupan ini hanyalah sebuah perjalanan dalam sebuah bahtera di luasnya lautan
kita mengayuh hingga dermaga keabadian tiba
dan penunggu dermaga telah menanti dengan keadilan Nya
apa yang bisa menaklukkan hatimu agar bisa tersadarkan dari lelap tidurmu ?
Meski pernah ada orang mengatakan padaku,
"Jika engkau melihat ada seseorang tertidur,jangan dibangunkan, barangkali ia sedang bermimpi akan kebebasan."
namun aku bukan seperti itu !!! ....
jika aku melihat seseorang tertidur akan aku bangunkan ia dan akan aku ajak berbicara tentang kebebasan
di alam mimpimu, sungguh tak ada kebebasan sejati
kebebasanmu terpagari oleh waktu
waktu di mana jasad dan ruh kan berpisah
dari sanalah kau menyadari tentang adanya kampung keabadiaan
namun inginkah kau baru menyadari setelah tiba di kampung itu ???
yang ada hanya serangkaian penyesalan tanpa henti menggerogoti di setiap raga yang tercipta
yang ada hanya sekumpulan nista tanpa arti merekat di setiap jiwa yang tertunduk hina
Bangun !!! Bangun !!! BANGUN,KAWANKU !!!
beranjaklah dari tempat teduh mu
perjuangan ini masih panjang dan belum selesai
namun usiamu semakin pendek dan hampir usai
Sadar!!! Sadar !!! SADAR,KAWANKU !!!
perjuangan itu bukan tanpa penyiksaan dan penindasan (2:214)
namun penyiksaan itu takkan pernah membuat manusia menderita
penindasan pun tak dapat menghancurkan yang berada di pihak Kebenaran
marilah kita kayuh bahtera itu bersama agar kau bisa istirahat sejenak saat kau lelah
bahtera ini tak boleh berhenti di tengah lautan, kawanku
deburan gelombang ombak, dan tiupan angin kencang siap menghantam
ribuan ikan-ikan siap memangsa, dan karang-karang siap menghadang
kedalaman laut siap menenggelamkan hingga karam
marilah kita kayuh bahtera itu bersama
agar kau tak merasa berjuang sendiri dan seolah tak ada yang mau mengerti
agar tak hanya lautan kehidupan ini yang menjadi penampung air matamu
agar tak hanya kayu bahtera itu yang menjadi sandaran resah jiwamu
aku ulurkan tangan ini agar kau mudah menggapainya
aku ulurkan tangan ini sejak aku mengenalmu
hingga saat ini...
namun tangan ini belum terikat tangan dirimu
mungkin...
karena kau masih larut dari lelap tidurmu :)
masih kau bermain dengan keindahan langit mimpi ?
jika kau masih terlena dengan bunga tidurmu,
apa yang hendak kau katakan ketika bangun nanti ?
kehidupan ini hanyalah sebuah perjalanan dalam sebuah bahtera di luasnya lautan
kita mengayuh hingga dermaga keabadian tiba
dan penunggu dermaga telah menanti dengan keadilan Nya
apa yang bisa menaklukkan hatimu agar bisa tersadarkan dari lelap tidurmu ?
Meski pernah ada orang mengatakan padaku,
"Jika engkau melihat ada seseorang tertidur,jangan dibangunkan, barangkali ia sedang bermimpi akan kebebasan."
namun aku bukan seperti itu !!! ....
jika aku melihat seseorang tertidur akan aku bangunkan ia dan akan aku ajak berbicara tentang kebebasan
di alam mimpimu, sungguh tak ada kebebasan sejati
kebebasanmu terpagari oleh waktu
waktu di mana jasad dan ruh kan berpisah
dari sanalah kau menyadari tentang adanya kampung keabadiaan
namun inginkah kau baru menyadari setelah tiba di kampung itu ???
yang ada hanya serangkaian penyesalan tanpa henti menggerogoti di setiap raga yang tercipta
yang ada hanya sekumpulan nista tanpa arti merekat di setiap jiwa yang tertunduk hina
Bangun !!! Bangun !!! BANGUN,KAWANKU !!!
beranjaklah dari tempat teduh mu
perjuangan ini masih panjang dan belum selesai
namun usiamu semakin pendek dan hampir usai
Sadar!!! Sadar !!! SADAR,KAWANKU !!!
perjuangan itu bukan tanpa penyiksaan dan penindasan (2:214)
namun penyiksaan itu takkan pernah membuat manusia menderita
penindasan pun tak dapat menghancurkan yang berada di pihak Kebenaran
marilah kita kayuh bahtera itu bersama agar kau bisa istirahat sejenak saat kau lelah
bahtera ini tak boleh berhenti di tengah lautan, kawanku
deburan gelombang ombak, dan tiupan angin kencang siap menghantam
ribuan ikan-ikan siap memangsa, dan karang-karang siap menghadang
kedalaman laut siap menenggelamkan hingga karam
marilah kita kayuh bahtera itu bersama
agar kau tak merasa berjuang sendiri dan seolah tak ada yang mau mengerti
agar tak hanya lautan kehidupan ini yang menjadi penampung air matamu
agar tak hanya kayu bahtera itu yang menjadi sandaran resah jiwamu
aku ulurkan tangan ini agar kau mudah menggapainya
aku ulurkan tangan ini sejak aku mengenalmu
hingga saat ini...
namun tangan ini belum terikat tangan dirimu
mungkin...
karena kau masih larut dari lelap tidurmu :)
14 November 2006
roman setetes air mata
kawan, kemarin aku sendirian
tertidur dengan jasad tanpa daya
kawan, kemarin aku berkata tanpa suara
terbuai dengan langit alam mimpi
kawan, kemarin aku menangis sendiri
terjamah dengan sebongkah harapan
namun, hari ini...
aku menjelma menjadi pujangga di atas bara
tanpa resah dan risau dengan panasnya dunia
aku menjelma menjadi sebuah nyanyian
melezatkan setiap lidah hari tanpa tepi
aku menjelma menjadi seulas senyuman
merangkum kebahagiaan di dalam keberadaan
dan hari ini...
apa yang kucintai kini
akan kucintai sampai akhir hidup ku
meski sebengis kematian telah tercipta
kan ku sambut ia dengan suka cita
karena kematian takkan mampu mencabut
setiap cinta yang telah terhujam
hari ini pun aku mengingat dan berharap...
Waktu ku lahir, aku menangis
dan orang-orang di sekelilingku tersenyum
Akan aku jalani hidup ini
hingga kematian tiba
saat ajal itu tiba, aku akan tersenyum
dan orang-orang di sekelilingku menangis
dan...
ibuku... ibuku... ibuku... serta ayahku...
akan bangga karena anak ini pernah tercipta
dari sebuah rahim sucinya
ibu... ayah...
do'akan aku selalu
agar senantiasa tetap berdiri tegap
agar senantiasa tetap bergerak tegak
di setiap amanah yang terberi
di setiap takdir yang tertulis
tertidur dengan jasad tanpa daya
kawan, kemarin aku berkata tanpa suara
terbuai dengan langit alam mimpi
kawan, kemarin aku menangis sendiri
terjamah dengan sebongkah harapan
namun, hari ini...
aku menjelma menjadi pujangga di atas bara
tanpa resah dan risau dengan panasnya dunia
aku menjelma menjadi sebuah nyanyian
melezatkan setiap lidah hari tanpa tepi
aku menjelma menjadi seulas senyuman
merangkum kebahagiaan di dalam keberadaan
dan hari ini...
apa yang kucintai kini
akan kucintai sampai akhir hidup ku
meski sebengis kematian telah tercipta
kan ku sambut ia dengan suka cita
karena kematian takkan mampu mencabut
setiap cinta yang telah terhujam
hari ini pun aku mengingat dan berharap...
Waktu ku lahir, aku menangis
dan orang-orang di sekelilingku tersenyum
Akan aku jalani hidup ini
hingga kematian tiba
saat ajal itu tiba, aku akan tersenyum
dan orang-orang di sekelilingku menangis
dan...
ibuku... ibuku... ibuku... serta ayahku...
akan bangga karena anak ini pernah tercipta
dari sebuah rahim sucinya
ibu... ayah...
do'akan aku selalu
agar senantiasa tetap berdiri tegap
agar senantiasa tetap bergerak tegak
di setiap amanah yang terberi
di setiap takdir yang tertulis
suara air mata
Pada malam aku mengadu
karena aku lama tak mendengar
suara air mata di lorong mimpi puisi
Pada pagi aku merayu
Adakah mawar merah masih merekah di sana
menawarkan aroma kedamaian dan ketenangan
Adakah matahari masih tersenyum di sana
Layaknya sang bayi lelap di pangkuan ibunya
menemani kesendirian ku
karena aku lama tak mendengar
suara air mata di lorong mimpi puisi
Pada pagi aku merayu
Adakah mawar merah masih merekah di sana
menawarkan aroma kedamaian dan ketenangan
Adakah matahari masih tersenyum di sana
Layaknya sang bayi lelap di pangkuan ibunya
menemani kesendirian ku
10 November 2006
aku selipkan sebuah nama
aku selipkan sebuah nama
dalam setiap untaian doa
dari tetesan air mata doaku
aku alirkan kesungguhan untuk berharap
berjuang tanpa henti di jalan yang sama
berakhir takdir di tempat yang sama
bersama...
aku sisipkan sebuah kata
dalam setiap rangkaian doa
membongkar setiap rahasia kitab suci
agar di akhirat kita tetap berdiri
bersanding dengan para sahabat nabi
sebagai bukti bahwa kita telah mengabdi
di bumi ini ... dalam ikatan sejati dan abadi
bersama...
dalam setiap untaian doa
dari tetesan air mata doaku
aku alirkan kesungguhan untuk berharap
berjuang tanpa henti di jalan yang sama
berakhir takdir di tempat yang sama
bersama...
aku sisipkan sebuah kata
dalam setiap rangkaian doa
membongkar setiap rahasia kitab suci
agar di akhirat kita tetap berdiri
bersanding dengan para sahabat nabi
sebagai bukti bahwa kita telah mengabdi
di bumi ini ... dalam ikatan sejati dan abadi
bersama...
09 November 2006
terbebani pertanyaan, bebaskanlah !!!
sesungguhnya terlalu banyak pertanyaan juga dalam benak ku
namun aku tak membiarkan diri untuk mencari jawaban atas semua pertanyaan itu
aku hanya memikirkan, apakah yang aku lakukan saat ini adalah benar atau tidak ?
sesungguhnya bukan dirimu saja yang kepalanya dipenuhi segudang pertanyaan
semua orang pun bisa dipastikan seperti itu
namun apakah setiap pertanyaan perlu jawaban ?
sejatinya iya, namun apakah harus sekarang terjawab?
pencarian terhadap kebenaran sejatilah yang seharusnya jadi fikiran mu siang dan malam
karena aku yakin, seluruh pertanyaan mu tidak semuanya bermanfaat dirimu sendiri
bahkan sebaliknya, pertanyaan itu selalu menjadi beban diri yang tak terelakan
pertalian ribuan pertanyaan di kepalamu telah merajut sebuah kisah tanpa akhir yang jelas
engkau akan terhempas ke kedalaman jurang kepayahan dan terpuruk dalam kesepian
seolah kau sendiri... seolah tak teman untuk berbagi
padahal kau hanya bersembunyi di keramaian
mungkin jiwamu telah mati dan terendap di jasad yang masih mampu berdiri
namun aku tak membiarkan diri untuk mencari jawaban atas semua pertanyaan itu
aku hanya memikirkan, apakah yang aku lakukan saat ini adalah benar atau tidak ?
sesungguhnya bukan dirimu saja yang kepalanya dipenuhi segudang pertanyaan
semua orang pun bisa dipastikan seperti itu
namun apakah setiap pertanyaan perlu jawaban ?
sejatinya iya, namun apakah harus sekarang terjawab?
pencarian terhadap kebenaran sejatilah yang seharusnya jadi fikiran mu siang dan malam
karena aku yakin, seluruh pertanyaan mu tidak semuanya bermanfaat dirimu sendiri
bahkan sebaliknya, pertanyaan itu selalu menjadi beban diri yang tak terelakan
pertalian ribuan pertanyaan di kepalamu telah merajut sebuah kisah tanpa akhir yang jelas
engkau akan terhempas ke kedalaman jurang kepayahan dan terpuruk dalam kesepian
seolah kau sendiri... seolah tak teman untuk berbagi
padahal kau hanya bersembunyi di keramaian
mungkin jiwamu telah mati dan terendap di jasad yang masih mampu berdiri
08 November 2006
Terkurung dalam Kegelapan
kapan saat kau terkurung dalam kesepian ?
kesepian dipenuhi dengan segala kesempitan
hingga burungpun enggan berkicau di pagi hari
hingga rerumputan enggan bergoyang menghibur diri mu
kapan saat hanya dinding kamar menjadi pendengar setia mu ?
saat lembaran-lembaran kertas menjadi tempat cacian amarah mu
serta menjadi penampung setiap tetesan air mata mu
hingga tak ada cahaya yang sudi menjamah kegelapan hati mu
ingatlah...
sesungguhnya Penderitaan Jiwa hanya mengarahkan kepada keburukan
sesungguhnya Putus asa adalah sumber kesesatan dan...
sesungguhnya Kegelapan hati adalah pangkal Penderitaan Jiwa
entah kemana selama ini kau mengarungi samudera kehidupan ?
entah dengan siapa kau selama ini merambah liarnya hutan kehidupan ?
apa kau senang bersembunyi di semak-semak ketakukan ?
Ketakukan kepada siapa ? apa yang perlu kau takutkan ?
adakah yang pantas untuk kau takuti selain Diri Nya ?
kesepian dipenuhi dengan segala kesempitan
hingga burungpun enggan berkicau di pagi hari
hingga rerumputan enggan bergoyang menghibur diri mu
kapan saat hanya dinding kamar menjadi pendengar setia mu ?
saat lembaran-lembaran kertas menjadi tempat cacian amarah mu
serta menjadi penampung setiap tetesan air mata mu
hingga tak ada cahaya yang sudi menjamah kegelapan hati mu
ingatlah...
sesungguhnya Penderitaan Jiwa hanya mengarahkan kepada keburukan
sesungguhnya Putus asa adalah sumber kesesatan dan...
sesungguhnya Kegelapan hati adalah pangkal Penderitaan Jiwa
entah kemana selama ini kau mengarungi samudera kehidupan ?
entah dengan siapa kau selama ini merambah liarnya hutan kehidupan ?
apa kau senang bersembunyi di semak-semak ketakukan ?
Ketakukan kepada siapa ? apa yang perlu kau takutkan ?
adakah yang pantas untuk kau takuti selain Diri Nya ?
07 November 2006
menemukan jejak lama
aku telah mulai menemukan jejak-jejak yang telah lama ku tinggalkan
kupacu langkah ku untuk tetap di jalan yang semestinya ku lewati
agar cepat ku meraih puncaknya
agar cepat ku menggapai akhirnya
saat ku harus berkelahi dengan liarnya hutan
dadaku seakan direnggut oleh amukan semesta
karena ku telah dzalim
karena ku telah khilaf
dunia di sini memang berbeda dengan duniaku yang lama
seperti aku harus melintasi dua sekte yang berbeda
entah karena kesendirianku
entah karena keangkuhanku
Andaikan nasib membelenggu tanganku
dan aku tak bisa lagi menuruti hati nuraniku
maka yang tertinggal dalam hasratku hanyalah : Mati!
maka yang tertinggal dalam jasadku hanyalah : Nama!
pertemuanku dengan para pecinta dunia
menyadarkan aku tentang rantai yang selalu membebani setiap ruang gerak
hingga ku selalu tergesa-gesa
hingga ku menjadi futur
hari-hari itu telah berlalu
semoga akan menjadi cerita lalu
dan ku bersiap mencari cahaya terang kembali
dan ku bersiap mencari pelepas resah jiwaku
Bangun di fajar subuh dengan hati seringan awan
Mensyukuri hari baru penuh sinar kecintaan
menerawang langit ke ufuk timur dan ku kan berkata :
Ya 4JJ1...
aku kan selalu memeluk erat setiap nikmat yang KAU berikan sebagai wujud syukurku
aku kan langkahkan kaki ini dengan begitu tegapnya sebagai wujud keyakinanku
kupacu langkah ku untuk tetap di jalan yang semestinya ku lewati
agar cepat ku meraih puncaknya
agar cepat ku menggapai akhirnya
saat ku harus berkelahi dengan liarnya hutan
dadaku seakan direnggut oleh amukan semesta
karena ku telah dzalim
karena ku telah khilaf
dunia di sini memang berbeda dengan duniaku yang lama
seperti aku harus melintasi dua sekte yang berbeda
entah karena kesendirianku
entah karena keangkuhanku
Andaikan nasib membelenggu tanganku
dan aku tak bisa lagi menuruti hati nuraniku
maka yang tertinggal dalam hasratku hanyalah : Mati!
maka yang tertinggal dalam jasadku hanyalah : Nama!
pertemuanku dengan para pecinta dunia
menyadarkan aku tentang rantai yang selalu membebani setiap ruang gerak
hingga ku selalu tergesa-gesa
hingga ku menjadi futur
hari-hari itu telah berlalu
semoga akan menjadi cerita lalu
dan ku bersiap mencari cahaya terang kembali
dan ku bersiap mencari pelepas resah jiwaku
Bangun di fajar subuh dengan hati seringan awan
Mensyukuri hari baru penuh sinar kecintaan
menerawang langit ke ufuk timur dan ku kan berkata :
Ya 4JJ1...
aku kan selalu memeluk erat setiap nikmat yang KAU berikan sebagai wujud syukurku
aku kan langkahkan kaki ini dengan begitu tegapnya sebagai wujud keyakinanku
04 November 2006
29 September 2006
menderita adalah sebuah keputusan
aku dan kamu mungkin telah memiliki takdir
takdir kepastian yang bisa merasakan penderitaan dan kepedihan
namun jika kita masih bisa bisa melihat keajaiban dalam liku kehidupan ini
maka yakinlah pedihnya penderitaan tidak kalah menakjubkan dengan kesenangan dunia
banyak diantara kita
menderita adalah sebuah keputusan atas sebuah pilihan
keputusan diri kita sendiri
takdir kepastian yang bisa merasakan penderitaan dan kepedihan
namun jika kita masih bisa bisa melihat keajaiban dalam liku kehidupan ini
maka yakinlah pedihnya penderitaan tidak kalah menakjubkan dengan kesenangan dunia
banyak diantara kita
menderita adalah sebuah keputusan atas sebuah pilihan
keputusan diri kita sendiri
27 September 2006
inti dari sebuah perjalanan
tak ayal tingkah laku ini
mengembara menyusuri tiap kota
hingga ku bermimpi melintasi isi bumi
mungkin ini sebuah catatan perjalanan
saat tubuh ku kuat dan jiwa ku penuh semangat
biar ku basuh mimpiku dengan air mata ikhlasku
mengembara menyusuri tiap kota
hingga ku bermimpi melintasi isi bumi
mungkin ini sebuah catatan perjalanan
saat tubuh ku kuat dan jiwa ku penuh semangat
biar ku basuh mimpiku dengan air mata ikhlasku
tak ingin kehilangan lagi
[untuk seorang teman]
aku telah lama menyimpan kebencian
hingga dengan kebencian itu tak bisa melupakan
aku telah lama memendam dendam
hingga ku ingin melenyapkan setiap atribut tentang dirinya
tapi tak bisa kupungkiri
malam yang kulewati selalu gelap
dan matahari tetap bernyanyi di siang hari ku
saat ku membenci mu dalam kesendirian
aku tak pungkiri ada selintas senyuman tulus
tapi itu hanya sedikit
dia jarang mengulangnya lagi
saat aku menghantam dirinya dengan kebencian yang amat sangat
selalu terlintas senyuman kecil - senyuman kecil lainnya
hingga ku ingin mendamba senyuman dirinya saja
hingga ku bisa merindu dari senyuman hingga keteguhan yang kulupakan
aku saat ini tersiksa oleh rasa kangen yang tak pernah ada
rasa kangen yang terlahir karena kebencian
namun menjelma menjadi pangeran dikemudian hari hingga saat ini
pangeran yang sempat ku benci namun kurindukan saat ini
bolehkah aku memilikinya lagi,..
karena ku tak ingin kehilangan dirinya
untuk kedua kalinya
aku telah lama menyimpan kebencian
hingga dengan kebencian itu tak bisa melupakan
aku telah lama memendam dendam
hingga ku ingin melenyapkan setiap atribut tentang dirinya
tapi tak bisa kupungkiri
malam yang kulewati selalu gelap
dan matahari tetap bernyanyi di siang hari ku
saat ku membenci mu dalam kesendirian
aku tak pungkiri ada selintas senyuman tulus
tapi itu hanya sedikit
dia jarang mengulangnya lagi
saat aku menghantam dirinya dengan kebencian yang amat sangat
selalu terlintas senyuman kecil - senyuman kecil lainnya
hingga ku ingin mendamba senyuman dirinya saja
hingga ku bisa merindu dari senyuman hingga keteguhan yang kulupakan
aku saat ini tersiksa oleh rasa kangen yang tak pernah ada
rasa kangen yang terlahir karena kebencian
namun menjelma menjadi pangeran dikemudian hari hingga saat ini
pangeran yang sempat ku benci namun kurindukan saat ini
bolehkah aku memilikinya lagi,..
karena ku tak ingin kehilangan dirinya
untuk kedua kalinya
seakan ramadhan pertama ku
seakan ramadhan ini adalah yang pertama bagiku
aku begitu terpana dengan segala suasana yang terjadi
tiga hari sudah aku berkeliling bersama sepeda motorku menjelang maghrib
di jakarta ini
di kota ini
seakan aku terbangun dari mimpi
melihat semua gelagat dan tingkah setiap orang yang dikatakan umat
menjelang maghrib
saat bedug tiba.. dan setengah jam sebelumnya
aku hanya berduduk di samping kios rokok,.. di depan gerobak gorengan
aku melihat antrian panjang...
di warung2 nasi ..
di tenda2 kolak
di swalayan2
di gerobak2 makanan
waw... begitu antusiasnya mereka berbuka puasa
apakah berpuasanya seantusias mereka berbuka puasa ?
karena kemenangan peperangan seringkali terjadi saat bulan ramadhan
karena mereka memiliki hasrat besar untuk berpuasa
hasrat adalah perpaduan benci dan cinta
saat iblis sebagai sosok yang dibenci telah terbelenggu
hanya ada 4JJ1 sebagai sosok yang dicinta di bulan ramadhan
bagaimana mungkin mereka tak antusias berpuasa ??
seakan ramadhan ini adalah asing bagiku
aku tak bernafsu untuk menjadikan beda dengan bulan lainnya
aku ingin ini biasa
aku tak ingin luar biasa
dalam langkahku bukan sikapku
seakan ramadhan ini adalah biasa bagiku
saat ku sahur bersama teman2 satu kost
tak ada daging.. tak ada buah.. tak ada sayur
hanya ada mie goreng dan sepotong telor dadar
dan segelas teh manis
alhamdulillah
ya 4JJ1.. aku bersujud kepada Mu
jadikan setiap langkah yang terpijak sebagai darma baktiku pada Mu
ya 4JJ1.. aku bersyukur kepada Mu
jadikan setiap apa yang KAU titipkan padaku sebagai ladang subur untuk ku mengabdi
ya 4JJ1.. aku memohon kepada Mu
ampunkan segala dosa yang tercipta
BUANG jauh-jauh dari tubuh yang lemah ini setiap penyakit jiwa yang menjangkit
ya 4JJ1.. temani aku disetiap malamku
aku ingin bercerita tentang aku dan diri ini
ya 4JJ1.. tetap dan teguhkan iman dan islam ku
HUJAM kan qur'an dalam hatiku
agar aku senantiasa terus merapatkan diri dalam barisan yang kokoh
hingga KAU ridho padaku dan hamba-hamba Mu
sebagai diri,.. sebagai dien
ya 4JJ1.. aku memang merasa ramadhan ini seakan yang pertama untuk ku
aku begitu terpana dengan segala suasana yang terjadi
tiga hari sudah aku berkeliling bersama sepeda motorku menjelang maghrib
di jakarta ini
di kota ini
seakan aku terbangun dari mimpi
melihat semua gelagat dan tingkah setiap orang yang dikatakan umat
menjelang maghrib
saat bedug tiba.. dan setengah jam sebelumnya
aku hanya berduduk di samping kios rokok,.. di depan gerobak gorengan
aku melihat antrian panjang...
di warung2 nasi ..
di tenda2 kolak
di swalayan2
di gerobak2 makanan
waw... begitu antusiasnya mereka berbuka puasa
apakah berpuasanya seantusias mereka berbuka puasa ?
karena kemenangan peperangan seringkali terjadi saat bulan ramadhan
karena mereka memiliki hasrat besar untuk berpuasa
hasrat adalah perpaduan benci dan cinta
saat iblis sebagai sosok yang dibenci telah terbelenggu
hanya ada 4JJ1 sebagai sosok yang dicinta di bulan ramadhan
bagaimana mungkin mereka tak antusias berpuasa ??
seakan ramadhan ini adalah asing bagiku
aku tak bernafsu untuk menjadikan beda dengan bulan lainnya
aku ingin ini biasa
aku tak ingin luar biasa
dalam langkahku bukan sikapku
seakan ramadhan ini adalah biasa bagiku
saat ku sahur bersama teman2 satu kost
tak ada daging.. tak ada buah.. tak ada sayur
hanya ada mie goreng dan sepotong telor dadar
dan segelas teh manis
alhamdulillah
ya 4JJ1.. aku bersujud kepada Mu
jadikan setiap langkah yang terpijak sebagai darma baktiku pada Mu
ya 4JJ1.. aku bersyukur kepada Mu
jadikan setiap apa yang KAU titipkan padaku sebagai ladang subur untuk ku mengabdi
ya 4JJ1.. aku memohon kepada Mu
ampunkan segala dosa yang tercipta
BUANG jauh-jauh dari tubuh yang lemah ini setiap penyakit jiwa yang menjangkit
ya 4JJ1.. temani aku disetiap malamku
aku ingin bercerita tentang aku dan diri ini
ya 4JJ1.. tetap dan teguhkan iman dan islam ku
HUJAM kan qur'an dalam hatiku
agar aku senantiasa terus merapatkan diri dalam barisan yang kokoh
hingga KAU ridho padaku dan hamba-hamba Mu
sebagai diri,.. sebagai dien
ya 4JJ1.. aku memang merasa ramadhan ini seakan yang pertama untuk ku
22 September 2006
Sahabatku...Bulan Ramadhan
sahabatku....
kau telah pergi dan janji tuk kembali
dan aku teringat titahmu saat kau meninggalkanku
"bawalah jiwaku dalam jiwamu"
aku ingat sekarang sahabatku....
namun aku telah lama melupakanmu...bahkan hampir menafikanmu...
jiwamu selalu kulupakan dalam jiwaku
aku telah terkotori belenggu nafsu dan amarah syetan
aku telah ternodai busuk dan dengki hati
aku bagai buih di samudera nisbi
yang terseret ombak terbentur karang
terbagi...terpisah...imanku....
SAHABATKU !....AKU TAK INGIN SEPERTI ITU....
sahabatku...
aku ingin kau datang cepat...secepat kau pergi
aku ingin kau bersamaku lama...selama kau meninggalkanku
aku merindukan didikanmu
aku mengharapkan ajaranmu
sahabatku...
ajarkan aku tuk mendekati Ilahi Robbi,..kekasihku..
didik aku membawa semangat jihad badar para
sahabat Rosullulloh
sahabatku...
aku berharap magfiroh dari Sang Maha Pemurah
aku berharap rahmat dari Sang Maha Penyayang
aku tak berharap siksa api neraka dari Sang Maha Pemurah
meski tak layak aku menyentuh Syurga NYA
tuntun aku merangkai do'a tuk Sang Maha Pendengar
tuntun aku melangkah di jalan NYA selalu... selamanya...
tuntun aku tuk merasakan indahnya seribu bulan... Lailatu Qodar
Sang Maha Melihat akan menilaiku langsung tanpa aparat-aparat suci NYA
bimbing aku tuk mekarkan Rahman Rahim NYA padaku
sahabatku...
aku merindukan hangat cinta kasih NYA
aku ingin menggapai cinta sejatiku sampai Arasy NYA
"akan ku kabarkan kedatanganmu pada jiwa-jiwa yang Mutmai'nah
akan ku kabarkan inilah saatnya kita buat barisan yang kokoh
akan ku kabarkan tuk hentikan sandiwara di pelayaran samudera fatamorgana akan ku tawarkan perniagaan seperti Titah NYA ;
(Qs : 61,1-14)"
sahabatku...
awasi dan ingatkan setiap langkahku saat-saat menghabiskan waktu
denganmu agar aku menjadi bertakwa seperti Janji NYA (Qs : 2,183)
kau telah pergi dan janji tuk kembali
dan aku teringat titahmu saat kau meninggalkanku
"bawalah jiwaku dalam jiwamu"
aku ingat sekarang sahabatku....
namun aku telah lama melupakanmu...bahkan hampir menafikanmu...
jiwamu selalu kulupakan dalam jiwaku
aku telah terkotori belenggu nafsu dan amarah syetan
aku telah ternodai busuk dan dengki hati
aku bagai buih di samudera nisbi
yang terseret ombak terbentur karang
terbagi...terpisah...imanku....
SAHABATKU !....AKU TAK INGIN SEPERTI ITU....
sahabatku...
aku ingin kau datang cepat...secepat kau pergi
aku ingin kau bersamaku lama...selama kau meninggalkanku
aku merindukan didikanmu
aku mengharapkan ajaranmu
sahabatku...
ajarkan aku tuk mendekati Ilahi Robbi,..kekasihku..
didik aku membawa semangat jihad badar para
sahabat Rosullulloh
sahabatku...
aku berharap magfiroh dari Sang Maha Pemurah
aku berharap rahmat dari Sang Maha Penyayang
aku tak berharap siksa api neraka dari Sang Maha Pemurah
meski tak layak aku menyentuh Syurga NYA
tuntun aku merangkai do'a tuk Sang Maha Pendengar
tuntun aku melangkah di jalan NYA selalu... selamanya...
tuntun aku tuk merasakan indahnya seribu bulan... Lailatu Qodar
Sang Maha Melihat akan menilaiku langsung tanpa aparat-aparat suci NYA
bimbing aku tuk mekarkan Rahman Rahim NYA padaku
sahabatku...
aku merindukan hangat cinta kasih NYA
aku ingin menggapai cinta sejatiku sampai Arasy NYA
"akan ku kabarkan kedatanganmu pada jiwa-jiwa yang Mutmai'nah
akan ku kabarkan inilah saatnya kita buat barisan yang kokoh
akan ku kabarkan tuk hentikan sandiwara di pelayaran samudera fatamorgana akan ku tawarkan perniagaan seperti Titah NYA ;
(Qs : 61,1-14)"
sahabatku...
awasi dan ingatkan setiap langkahku saat-saat menghabiskan waktu
denganmu agar aku menjadi bertakwa seperti Janji NYA (Qs : 2,183)
SaYa InI ............. sEdAnG fUtUr..................
[dari seorang teman]
Saya ini sedang futur..........
Terbukti dengan ogah-ogahan datang ke pengajian tiap pekan.......
Dengan alasan klasik kuliahlah, lelahlah,
kerjalah, sibuklah, inilah, itulah......
Saya ini sedang futur..........
Jarang baca buku tentang Islam, lagi demen baca koran
Dulu tilawah tidak pernah ketinggalan, sekarang satu lembar udeh lumayan.........
Tilawah sudah tidak berkesan, nonton layar emas ketagihan......
Saya ini sedang futur....
Mulai malas shalat malam, jarang bertafakkur....
Ba'da shubuh, kanan kiri salam, lantas kembali mendengkur........
Apalagi waktu libur, sampai menjelang dzuhur
Saya ini sedang futur.......
Lihat perut semakin buncit, karena junkfood dan pangsit
Kalo infaq mulai sedikit dan mulai pelit
Apalagi shaum sunnah, perut rasanya ogah
Saya ini sedang futur............
Tak lagi pandai bersyukur
Seneng disanjung dikritik murung
Saya ini sedang futur...............
Malas ngurusin da'wah, rajin bikin ortu marah
Sedikit sekali muhasabah, sering kali meng-ghibah
Ya.. saya memang sedang futur
Mengapa saya futur...???
Mengapa tidak ada satu ikhwah pun yang menegur dan menghibur?
Kenapa batas-batas mulai mengendur?
Kepura-puraan, basa basi dan kekakuan subur?
Kenapa di antara kita sudah tidak jujur?
Kenapa ukhuwah di antara kita sudah mulai luntur?
Kenapa di antara kita hanya pandai bertutur?
Ya Allah... Berikan hambaMu ini pelipur
Agar saya tidak semakin futur
Apalagi sampai tersungkur...
Ente tau ane lagi futur...........
Sedikit dzikir, banyakan tidur, belajar ngawur, IP pun hancur....
Shahib-shahib kagak ada yang negur..........
Ente tau ane lagi futur.........
Hati beku, otak ngelantur mikirin orang se-dulur, diri sendiri kagak pernah ngukur
Ente taulah ane sekarang........
Seneng duduk di kursi goyang, perut kenyang hati melayang
Mulut sibuk ngomongin orang, aib sendiri nggak kebayang
Ente tau ane bengal..............
Bangun malem sering ditinggal
Otak bebal banyak mengkhayal, udeh lupa yang namanya ajal
Ente tau ane begini............
Udah sok tau, seneng dipuji ngomong
Sok suci kayak murrabi, kagak ngaca diri sendiri
Ente tau ane gegabah...........
Petantang-petenteng merasa gagah,
Ngaku-ngaku ikhwah kalo mo muhasabah,
Diri ini nggak beda sama sampah
Ente tau ane sekarang udah kalah di medan perang
Ane pengen pulang kandang,
Ke tempat ane dulu datang...........
***
Buat semua saudaraku...
Kunjungilah saudaramu tengoklah dia barang sebentar. Mungkin keimanannya sedang berada diujung tanduk, mungkin keimanannya sedang dipertaruhkan. Raihlah dia, rengkuhlah dia, ajaklah dia bersama melihat terbitnya fajar kebangkitan Islam. Ajaklah dia bersama menuju cintaNYA, menuju surgaNYa, menuju ampunanNYA.
Janganlah sibuk dengan diri sendiri, pedulilah dengan sekelilingmu, pedulilah dengan mereka yang mengharap datangnya secercah cahaya.
Saya ini sedang futur..........
Terbukti dengan ogah-ogahan datang ke pengajian tiap pekan.......
Dengan alasan klasik kuliahlah, lelahlah,
kerjalah, sibuklah, inilah, itulah......
Saya ini sedang futur..........
Jarang baca buku tentang Islam, lagi demen baca koran
Dulu tilawah tidak pernah ketinggalan, sekarang satu lembar udeh lumayan.........
Tilawah sudah tidak berkesan, nonton layar emas ketagihan......
Saya ini sedang futur....
Mulai malas shalat malam, jarang bertafakkur....
Ba'da shubuh, kanan kiri salam, lantas kembali mendengkur........
Apalagi waktu libur, sampai menjelang dzuhur
Saya ini sedang futur.......
Lihat perut semakin buncit, karena junkfood dan pangsit
Kalo infaq mulai sedikit dan mulai pelit
Apalagi shaum sunnah, perut rasanya ogah
Saya ini sedang futur............
Tak lagi pandai bersyukur
Seneng disanjung dikritik murung
Saya ini sedang futur...............
Malas ngurusin da'wah, rajin bikin ortu marah
Sedikit sekali muhasabah, sering kali meng-ghibah
Ya.. saya memang sedang futur
Mengapa saya futur...???
Mengapa tidak ada satu ikhwah pun yang menegur dan menghibur?
Kenapa batas-batas mulai mengendur?
Kepura-puraan, basa basi dan kekakuan subur?
Kenapa di antara kita sudah tidak jujur?
Kenapa ukhuwah di antara kita sudah mulai luntur?
Kenapa di antara kita hanya pandai bertutur?
Ya Allah... Berikan hambaMu ini pelipur
Agar saya tidak semakin futur
Apalagi sampai tersungkur...
Ente tau ane lagi futur...........
Sedikit dzikir, banyakan tidur, belajar ngawur, IP pun hancur....
Shahib-shahib kagak ada yang negur..........
Ente tau ane lagi futur.........
Hati beku, otak ngelantur mikirin orang se-dulur, diri sendiri kagak pernah ngukur
Ente taulah ane sekarang........
Seneng duduk di kursi goyang, perut kenyang hati melayang
Mulut sibuk ngomongin orang, aib sendiri nggak kebayang
Ente tau ane bengal..............
Bangun malem sering ditinggal
Otak bebal banyak mengkhayal, udeh lupa yang namanya ajal
Ente tau ane begini............
Udah sok tau, seneng dipuji ngomong
Sok suci kayak murrabi, kagak ngaca diri sendiri
Ente tau ane gegabah...........
Petantang-petenteng merasa gagah,
Ngaku-ngaku ikhwah kalo mo muhasabah,
Diri ini nggak beda sama sampah
Ente tau ane sekarang udah kalah di medan perang
Ane pengen pulang kandang,
Ke tempat ane dulu datang...........
***
Buat semua saudaraku...
Kunjungilah saudaramu tengoklah dia barang sebentar. Mungkin keimanannya sedang berada diujung tanduk, mungkin keimanannya sedang dipertaruhkan. Raihlah dia, rengkuhlah dia, ajaklah dia bersama melihat terbitnya fajar kebangkitan Islam. Ajaklah dia bersama menuju cintaNYA, menuju surgaNYa, menuju ampunanNYA.
Janganlah sibuk dengan diri sendiri, pedulilah dengan sekelilingmu, pedulilah dengan mereka yang mengharap datangnya secercah cahaya.
15 August 2006
aku teruskan perjalanan ini dengan senyuman
usai sudah perjalanan sembilan hari ini
badan ini bukan hanya terasa lusuh tapi telah mendekati luluh
lelah memang telah menjadi suatu pusaka hidup
tak ada kelelahan yang bisa tertutupi
namun hasrat untuk melanjutkan yang tertinggal siap ku laju lagi
seperti bahtera di pelabuhan
meski terlihat tenang dan anggun
bukan untuk itu ia dibuat
aku pacu laju langkah kaki menapaki puncak impian
takkan kubiarkan keluh kesah menjadi tanah pengubur jiwa yang hidup
aku teruskan perjalanan ini dengan senyuman
badan ini bukan hanya terasa lusuh tapi telah mendekati luluh
lelah memang telah menjadi suatu pusaka hidup
tak ada kelelahan yang bisa tertutupi
namun hasrat untuk melanjutkan yang tertinggal siap ku laju lagi
seperti bahtera di pelabuhan
meski terlihat tenang dan anggun
bukan untuk itu ia dibuat
aku pacu laju langkah kaki menapaki puncak impian
takkan kubiarkan keluh kesah menjadi tanah pengubur jiwa yang hidup
aku teruskan perjalanan ini dengan senyuman
31 July 2006
catatan akhir bulan juli
hari terakhir bulan ini, aku hanya bisa menghela napas lega
hati ini begitu tentramnya namun kepala ini begitu sesaknya
akhirnya aku menemukan sebuah titik yang pernah hilang
sebuah awal yang takkan ku akhiri selain oleh kematian
terima kasih teman
sebenarnya aku selalu membawamu
bukan membangun sebuah dinding dari ego
sebenarnya aku selalu mengenangmu
bukan menggali sebuah sumur dari ladang kebencian
biarkanlah aku selalu mengenang perjalanan ini
dalam sebuah catatan hati di atas telaga kekaguman
bersama kerinduan penuh keharuan
hati ini begitu tentramnya namun kepala ini begitu sesaknya
akhirnya aku menemukan sebuah titik yang pernah hilang
sebuah awal yang takkan ku akhiri selain oleh kematian
terima kasih teman
sebenarnya aku selalu membawamu
bukan membangun sebuah dinding dari ego
sebenarnya aku selalu mengenangmu
bukan menggali sebuah sumur dari ladang kebencian
biarkanlah aku selalu mengenang perjalanan ini
dalam sebuah catatan hati di atas telaga kekaguman
bersama kerinduan penuh keharuan
25 July 2006
rangkaian jejak siang dan malam ku
apakah yang akan menyegarkan bangun tidurku
selain terbangun disepertiga malam
menemui Nya dan mengagungkan Nya
serta sholawat kepada rosul Nya
oh.. cinta .. aku terlelah di sore ini
ingin segera berada dipangkuan Mu
ingin segera ku segarkan tubuh ini
dengan air wudhu maghrib nanti
bersama segelas teh manis
apakah yang akan menyejukkan mata dan hati ini
selain melafalkan ayat-ayat suci Mu
hingga air mata membasahi kitab mu
air mata bersama syahdu dan khusyu
berakhir rindu dan malu
selain terbangun disepertiga malam
menemui Nya dan mengagungkan Nya
serta sholawat kepada rosul Nya
oh.. cinta .. aku terlelah di sore ini
ingin segera berada dipangkuan Mu
ingin segera ku segarkan tubuh ini
dengan air wudhu maghrib nanti
bersama segelas teh manis
apakah yang akan menyejukkan mata dan hati ini
selain melafalkan ayat-ayat suci Mu
hingga air mata membasahi kitab mu
air mata bersama syahdu dan khusyu
berakhir rindu dan malu
air dan api
Kawan...
Masihkah kita tertahan dalam kebimbangan
Antara melangkah atau tenggelam dalam kekalahan
Sementara...
Api tengah membakar seisi kota
Air tengah membanjiri seluruh desa
Masihkah kita tertahan dalam kebimbangan
Antara melangkah atau tenggelam dalam kekalahan
Sementara...
Api tengah membakar seisi kota
Air tengah membanjiri seluruh desa
kutipan seorang khalifah
Tidak ada kebaikan ibadah
yang tidak ada ilmunya
dan tidak ada kebaikan ilmu
yang tidak difahami
dan tidak ada kebaikan bacaan
kalau tidak ada perhatian untuknya.
(Ali Bin Abi Thalib)
Cukuplah bila aku merasa mulia
karena Engkau sebagai Tuhan bagiku
dan cukuplah bila aku bangga
bahwa aku menjadi hamba bagiMu.
Engkau bagiku sebagaimana yang aku cintai,
maka berilah aku taufik
sebagaimana yang Engkau cintai.
(Ali Bin Abi Thalib)
Wahai anak manusia,
setiap kali engkau meminta kepada-Ku
dan mengharap dari-Ku,
maka Aku akan ampunkan bagimu
apa yang telah lalu
dan Aku tidak peduli betapapun besar
dan banyaknya dosamu.
Wahai anak manusia,
seandainya dosa-dosamu mencapai setinggi langit,
kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku,
maka Aku akan mengampunimu dan Aku tidak peduli.
Wahai anak manusia,
seandainya engkau datang kepada-Ku
dengan membawa setumpuk dosa sebesar bumi,
kemudian engkau berjumpa dengan-Ku
tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun,
maka Aku akan memberikan ampunan sebesar bumi itu pula"
(Hadits Qudsi Riwayat Turmudzi)
yang tidak ada ilmunya
dan tidak ada kebaikan ilmu
yang tidak difahami
dan tidak ada kebaikan bacaan
kalau tidak ada perhatian untuknya.
(Ali Bin Abi Thalib)
Cukuplah bila aku merasa mulia
karena Engkau sebagai Tuhan bagiku
dan cukuplah bila aku bangga
bahwa aku menjadi hamba bagiMu.
Engkau bagiku sebagaimana yang aku cintai,
maka berilah aku taufik
sebagaimana yang Engkau cintai.
(Ali Bin Abi Thalib)
Wahai anak manusia,
setiap kali engkau meminta kepada-Ku
dan mengharap dari-Ku,
maka Aku akan ampunkan bagimu
apa yang telah lalu
dan Aku tidak peduli betapapun besar
dan banyaknya dosamu.
Wahai anak manusia,
seandainya dosa-dosamu mencapai setinggi langit,
kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku,
maka Aku akan mengampunimu dan Aku tidak peduli.
Wahai anak manusia,
seandainya engkau datang kepada-Ku
dengan membawa setumpuk dosa sebesar bumi,
kemudian engkau berjumpa dengan-Ku
tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun,
maka Aku akan memberikan ampunan sebesar bumi itu pula"
(Hadits Qudsi Riwayat Turmudzi)
Cinta kita di sore hari
tak usah bermuram begitu
senyumlah...
biar hari lebih cerah
meski langit akan menggelap
kita memang agak sesat
terbawa terjal penuh aral
tapi tiada sesal, sungguh
hari-hari masih penuh asa
saat mencoba melipur hati
dan coba pahami cela kita
kadang berat, memang
kadang hampir putus harapan
tapi saat hari berganti
keyakinan pun bertumbuh lagi
cinta kita masih perkasa
untuk membuhul perbedaan ini
saat malam nanti tiba
saat kembali untuk bertapa
memahami tentang hari ini
yang terjadi hari ini
karena ternyata..
kita masih punya hutang kepada
kehidupan dan manusia
senyumlah...
biar hari lebih cerah
meski langit akan menggelap
kita memang agak sesat
terbawa terjal penuh aral
tapi tiada sesal, sungguh
hari-hari masih penuh asa
saat mencoba melipur hati
dan coba pahami cela kita
kadang berat, memang
kadang hampir putus harapan
tapi saat hari berganti
keyakinan pun bertumbuh lagi
cinta kita masih perkasa
untuk membuhul perbedaan ini
saat malam nanti tiba
saat kembali untuk bertapa
memahami tentang hari ini
yang terjadi hari ini
karena ternyata..
kita masih punya hutang kepada
kehidupan dan manusia
sebuah kutipan tentang hidup
"Hidup tanpa cinta ibarat pohon yang tidak berbunga dan berbuah.
Dan cinta tanpa keindahan seperti bunga tanpa aroma semerbak dan seperti buah tanpa biji. Hidup, cinta dan keindahan adalah tiga dalam satu, yang tidak dapat dipisahkan ataupun diubah."
"Hidup tanpa berjuang seperti empat musim yang kehilangan musim bunganya. Dan perjuangan tanpa hak seperti padang pasir yang tandus. Hidup, perjuangan dan hak adalah tiga dalam satu yang tidak dapat dipisahkan ataupun diubah."
"Hidup tanpa kebebasan seperti tubuh tanpa jiwa, dan kebebasan tanpa akal seperti roh yang kebingungan. Hidup, kebebasan dan akal adalah tiga dalam satu, abadi dan tidak pernah sirna."
Dan cinta tanpa keindahan seperti bunga tanpa aroma semerbak dan seperti buah tanpa biji. Hidup, cinta dan keindahan adalah tiga dalam satu, yang tidak dapat dipisahkan ataupun diubah."
"Hidup tanpa berjuang seperti empat musim yang kehilangan musim bunganya. Dan perjuangan tanpa hak seperti padang pasir yang tandus. Hidup, perjuangan dan hak adalah tiga dalam satu yang tidak dapat dipisahkan ataupun diubah."
"Hidup tanpa kebebasan seperti tubuh tanpa jiwa, dan kebebasan tanpa akal seperti roh yang kebingungan. Hidup, kebebasan dan akal adalah tiga dalam satu, abadi dan tidak pernah sirna."
mawar esok pagi dalam sebuah puisi
Pada malam aku mengadu
karena aku lama tak mendengar suara air mata di lorong mimpi puisi
Pada pagi aku merayu
Adakah mawar merah masih merekah di sana
menawarkan aroma kedamaian dan ketenangan
Adakah matahari masih tersenyum di sana
Layaknya sang bayi lelap di pangkuan ibunya
karena aku lama tak mendengar suara air mata di lorong mimpi puisi
Pada pagi aku merayu
Adakah mawar merah masih merekah di sana
menawarkan aroma kedamaian dan ketenangan
Adakah matahari masih tersenyum di sana
Layaknya sang bayi lelap di pangkuan ibunya
saat ini
saat ini kesehatanku lebih baik dari biasanya
meski masih seperti gitar yang putus talinya
apa yang menyusahkanku saat ini adalah keadaan
yang mengharuskanku bekerja selama sepuluh jam sehari
sementara aku terlarang untuk menulis lebih dari lima jam
tidak ada yang lebih sulit daripada semangat, kuat dalam raga yang lemah.
aku merasa-aku tidak rendah hati-bahwa aku hanya sedang berada di tepi jurang.
telah satu tahun setengah aku lewatkan sambil menulis
dan hal ini merupakan masa persiapan saja sebelum
melangkah lebih jauh menembus mimpi liarku.
saat ini aku belum bisa melakukan hal yang berguna di bumi ini.
ide-ideku belum matang dan jaringku masih tenggelam
dan jari-jari ku masih tertidur nyenyak
meski masih seperti gitar yang putus talinya
apa yang menyusahkanku saat ini adalah keadaan
yang mengharuskanku bekerja selama sepuluh jam sehari
sementara aku terlarang untuk menulis lebih dari lima jam
tidak ada yang lebih sulit daripada semangat, kuat dalam raga yang lemah.
aku merasa-aku tidak rendah hati-bahwa aku hanya sedang berada di tepi jurang.
telah satu tahun setengah aku lewatkan sambil menulis
dan hal ini merupakan masa persiapan saja sebelum
melangkah lebih jauh menembus mimpi liarku.
saat ini aku belum bisa melakukan hal yang berguna di bumi ini.
ide-ideku belum matang dan jaringku masih tenggelam
dan jari-jari ku masih tertidur nyenyak
kerinduan
tak pernah kurasakan kerinduan sebesar ini
melebihi kerinduanku pada pasangan hidupku
aku seperti tak memiliki cinta
tak pernah ada cinta sebesar ini
aku sangat ingin menangis saat ini
namun biar kutangguhkan hingga ku pulang nanti
sungguh ... betapa besar kerinduan ini
ya 4JJ1.. segala puji memang hanya untuk Mu
melebihi kerinduanku pada pasangan hidupku
aku seperti tak memiliki cinta
tak pernah ada cinta sebesar ini
aku sangat ingin menangis saat ini
namun biar kutangguhkan hingga ku pulang nanti
sungguh ... betapa besar kerinduan ini
ya 4JJ1.. segala puji memang hanya untuk Mu
esok pagi dengan darah
Dari sekian keganjilan hidup
Gila karena murka Atau duka karena kecewa
bolehlah aku sebut bagian dari seni
seni Derita kadang mencekam
Menimbulkan kekacauan
Bahkan kematian yang menakutkan
Tapi seni derita
Meniupkan kesejukan
Bagi jiwa yang mati
Bagi jiwa yang terkekang
Seni derita …
Memberi pendidikan
Bagi perlawanan
semoga penderitaan kita selama ini
bisa menjadi ajang tuk memperbaiki diri
menjadi benar dan lebih baik
saat Dia menawarkan kembali kasih sayangnya
kita tak lagi lari dari Nya
kita akan peluk semua amanah yang telah tertumpah
walau Darah dan Nanah jadi pertaruhan
walau Harta dan Jiwa jadi persembahan
yang terbaik... untuk Nya
Gila karena murka Atau duka karena kecewa
bolehlah aku sebut bagian dari seni
seni Derita kadang mencekam
Menimbulkan kekacauan
Bahkan kematian yang menakutkan
Tapi seni derita
Meniupkan kesejukan
Bagi jiwa yang mati
Bagi jiwa yang terkekang
Seni derita …
Memberi pendidikan
Bagi perlawanan
semoga penderitaan kita selama ini
bisa menjadi ajang tuk memperbaiki diri
menjadi benar dan lebih baik
saat Dia menawarkan kembali kasih sayangnya
kita tak lagi lari dari Nya
kita akan peluk semua amanah yang telah tertumpah
walau Darah dan Nanah jadi pertaruhan
walau Harta dan Jiwa jadi persembahan
yang terbaik... untuk Nya
sebuah catatan
disaat masalah lama tak terpecahkan
timbulkan rasa kegalauan dalam pikiran
mungkin disini awal kedewasaan
ketika diri dibebani sekeranjang permasalahan
rela hati tergores pena takdir penyelesaian
sebagai jalan yang terkadang menyedihkan
biarkan aku sendiri yang menyembuhkan
bersama doa dan harapan
biarkan semua orang menertawakan
biarlah berlalu tanpa kuhiraukan
karena aku yang menentukan
kemana diri menatap masa depan
hanya padaMu kuceritakan
karena Engkaulah yang menciptakan
semua rintangan ibarat batu ujian
semoga tiada penyesalan
dihari kemudian.....
timbulkan rasa kegalauan dalam pikiran
mungkin disini awal kedewasaan
ketika diri dibebani sekeranjang permasalahan
rela hati tergores pena takdir penyelesaian
sebagai jalan yang terkadang menyedihkan
biarkan aku sendiri yang menyembuhkan
bersama doa dan harapan
biarkan semua orang menertawakan
biarlah berlalu tanpa kuhiraukan
karena aku yang menentukan
kemana diri menatap masa depan
hanya padaMu kuceritakan
karena Engkaulah yang menciptakan
semua rintangan ibarat batu ujian
semoga tiada penyesalan
dihari kemudian.....
aku sadar....
ketika ku berusaha menikmati setiap jalan ku
melihat kenyataan bahwa hidup ini penuh liku
dan gelombang cobaan berkejaran lalu saling bersahutan
aku sadar...
kebenaran hidup tetap harus berjalan dengan cara yang benar
tak ada prasangka manusia yang mampu menuntun kepada kebenaran
seringkali aku mendaki gunung tanpa alas kaki
menginjak setiap ranting dan duri
hingga darah mengalir dan daging mulai bernanah
aku sadar...
kepedihan bukan berasal dari kulit yang tergores
kesedihan bukan berasal dari daging yang tertusuk
karena ternyata...
kematian dengan tangan yang terputus
kematian dengan darah yang mengalir
kematian dengan mata yang tercongkel
kematian dengan jantung yang tercabut
adalah pengharapan para syuhada
mereka tasbih saat tangan terputus
mereka takbir saat darah mengalir
mereka tahlil saat mata tercongkel
mereka tahmid saat jantung tercabut
saat kematian tiba... mereka hanya berucap
Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun
Asyhadualla Ilaha Ilallah Wa Ashadu anna muhammadurrosulloh
melihat kenyataan bahwa hidup ini penuh liku
dan gelombang cobaan berkejaran lalu saling bersahutan
aku sadar...
kebenaran hidup tetap harus berjalan dengan cara yang benar
tak ada prasangka manusia yang mampu menuntun kepada kebenaran
seringkali aku mendaki gunung tanpa alas kaki
menginjak setiap ranting dan duri
hingga darah mengalir dan daging mulai bernanah
aku sadar...
kepedihan bukan berasal dari kulit yang tergores
kesedihan bukan berasal dari daging yang tertusuk
karena ternyata...
kematian dengan tangan yang terputus
kematian dengan darah yang mengalir
kematian dengan mata yang tercongkel
kematian dengan jantung yang tercabut
adalah pengharapan para syuhada
mereka tasbih saat tangan terputus
mereka takbir saat darah mengalir
mereka tahlil saat mata tercongkel
mereka tahmid saat jantung tercabut
saat kematian tiba... mereka hanya berucap
Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun
Asyhadualla Ilaha Ilallah Wa Ashadu anna muhammadurrosulloh
uraian air mata dalam doa untuk mu
seperti yang kita tau
bahwa bunga tidak mekar hanya dalam waktu semalam
semoga hari-hari yang kita lewati
tanaman hati kita selalu tersiram manisnya iman dan islam
agar senantiasa jiwa ini merekah dan tumbuh penuh ridho Penanamnya
aku sangat sadar
setetes air adalah bagian dari luasnya samudera
begitu pula senyuman dan semangatmu
seulam senyuman dan secuil semangat yang kau tebar
mengokohkan pijak langkahmu
memastikan ayu hatimu
semoga Alloh, menaungi kita dari segala marabahaya
semoga Alloh, menghujamkan hati kita dengan Cinta pada Nya saja
semoga Alloh, senantiasa memberikan kesehatan dan keselamatan
semoga Alloh, memanggil kita, saat kita berserah diri pada Nya
bahwa bunga tidak mekar hanya dalam waktu semalam
semoga hari-hari yang kita lewati
tanaman hati kita selalu tersiram manisnya iman dan islam
agar senantiasa jiwa ini merekah dan tumbuh penuh ridho Penanamnya
aku sangat sadar
setetes air adalah bagian dari luasnya samudera
begitu pula senyuman dan semangatmu
seulam senyuman dan secuil semangat yang kau tebar
mengokohkan pijak langkahmu
memastikan ayu hatimu
semoga Alloh, menaungi kita dari segala marabahaya
semoga Alloh, menghujamkan hati kita dengan Cinta pada Nya saja
semoga Alloh, senantiasa memberikan kesehatan dan keselamatan
semoga Alloh, memanggil kita, saat kita berserah diri pada Nya
21 July 2006
hitam putih
malam ini begitu gelap
tapi tidak hati ku ini
aku ingin menuliskan semua putih di atas hitamku
aku ingin menuliskan semua kebahagian di atas kesedihanku
karena hitam dan putih bagai benang-benang kehidupan
bila kurajut dengan sabar dan ikhlas
tentu akan terebah sebuah kain penuh corak yang indah
yang bisa memanjakan mata dan pemakainya
seperti malam ini
kutuliskan semua putih di atas hitamku
tapi tidak hati ku ini
aku ingin menuliskan semua putih di atas hitamku
aku ingin menuliskan semua kebahagian di atas kesedihanku
karena hitam dan putih bagai benang-benang kehidupan
bila kurajut dengan sabar dan ikhlas
tentu akan terebah sebuah kain penuh corak yang indah
yang bisa memanjakan mata dan pemakainya
seperti malam ini
kutuliskan semua putih di atas hitamku
menikmati keindahan nuansa
ohhh...
tak ada nuansa seindah ini
biar bumi telah tergoncang
dan air laut terus berteriak
tak ada nuansa seindah ini
maaf...
bukan aku tak berempati
meski sekarang aku sedang berada di tepi jurang
takkan kubiarkan diri ini menangis dan menjatuhkan kedalamnya
masih ada aliran sungai yang menyejukkan mata
masih ada angin yang menenangkan hati
tapi seperti mencium aroma wewangian di rumah penyikasaan
tak bisa kuelakan ...
harum itu tetap ada dan semakin wangi menyeriangi tubuh yang lelah
menghilangkan setiap luka yang tersayat oleh duri dan pedang kehidupan
ohh...
biarkan aku menikmati setiap sudut nuansa ini
sebelum pukulan hantaman dan cercaan hingga makian merintangi setiap langkahku
biarkan aku tenggelam dalam lautan nuansa ini
aku ingin tersenyum bersama hati ku
tak ada nuansa seindah ini
biar bumi telah tergoncang
dan air laut terus berteriak
tak ada nuansa seindah ini
maaf...
bukan aku tak berempati
meski sekarang aku sedang berada di tepi jurang
takkan kubiarkan diri ini menangis dan menjatuhkan kedalamnya
masih ada aliran sungai yang menyejukkan mata
masih ada angin yang menenangkan hati
tapi seperti mencium aroma wewangian di rumah penyikasaan
tak bisa kuelakan ...
harum itu tetap ada dan semakin wangi menyeriangi tubuh yang lelah
menghilangkan setiap luka yang tersayat oleh duri dan pedang kehidupan
ohh...
biarkan aku menikmati setiap sudut nuansa ini
sebelum pukulan hantaman dan cercaan hingga makian merintangi setiap langkahku
biarkan aku tenggelam dalam lautan nuansa ini
aku ingin tersenyum bersama hati ku
19 July 2006
biar aku cumbui setiap waktuku
siapkah engkau tuk ziarahi setiap lekuk hatiku
karena begitu terjal,penuh liku bahkan berhamburan duri dan kaca
janganlah heran akan datang sekumpulan kecewa mengetuk setiap pintu ikhlasmu
saat kau mencoba melangkahkan setiap kaki
tak suara diam saat kau ziarahi bukit ini
begitu banyak gema dimana-mana hingga mungkin saja memekakan telingamu
tak ada senyuman terpaksa di lembah ini
akan ada begitu keceriaan dan kegembiraan pada wajah-wajah ini
meski darah terus mengalir darti tubuh yang tersayat
meski satu kaki kananku menyeret kaki kiriku yang pincang
sepanjang jalan
setiap waktu
setiap kenangan
aku tinggalkan setiap kenangan di setiap kota
agar kau senantiasa mengingat bahwa aku itu pernah ada
bukan se-sosok tubuh yang lahir dari halusinasi
atau terlahir dari rahim imaginasi
biar aku cumbui setiap waktuku
agar aku tetap menikmati setiap jengkalnya
karena begitu terjal,penuh liku bahkan berhamburan duri dan kaca
janganlah heran akan datang sekumpulan kecewa mengetuk setiap pintu ikhlasmu
saat kau mencoba melangkahkan setiap kaki
tak suara diam saat kau ziarahi bukit ini
begitu banyak gema dimana-mana hingga mungkin saja memekakan telingamu
tak ada senyuman terpaksa di lembah ini
akan ada begitu keceriaan dan kegembiraan pada wajah-wajah ini
meski darah terus mengalir darti tubuh yang tersayat
meski satu kaki kananku menyeret kaki kiriku yang pincang
sepanjang jalan
setiap waktu
setiap kenangan
aku tinggalkan setiap kenangan di setiap kota
agar kau senantiasa mengingat bahwa aku itu pernah ada
bukan se-sosok tubuh yang lahir dari halusinasi
atau terlahir dari rahim imaginasi
biar aku cumbui setiap waktuku
agar aku tetap menikmati setiap jengkalnya
18 July 2006
ku lelang diam ku
tak ada yang bisa memaksa ku tersenyum
kalo hati ingin menangis, aku menangis
tak ada kehadiran
tak ada keindahan
tak ada penyesalan
entah karena takut atau hanya ego saja
sampai kapan diam ini akan dilelang
kalo hati ingin menangis, aku menangis
tak ada kehadiran
tak ada keindahan
tak ada penyesalan
entah karena takut atau hanya ego saja
sampai kapan diam ini akan dilelang
06 July 2006
emosi tanpa harga
kejar-kejaran antara kaki dan mimpi
tak ada sedih di sudut kamar hati ini
hanya ada senyuman yang bersembunyi di lukisan raut wajah
berlari ku berlari mengejar dunia
dengan mata cekatan melirik setiap peluang
mengatur setiap emosi agar langkah tak terhenti
merangkak ku menapaki bukit akhirat
tak perlu suara dan tuliskan setiap mimpi
hanya perlu mencatat setiap bencana
tak ada sedih di sudut kamar hati ini
hanya ada senyuman yang bersembunyi di lukisan raut wajah
berlari ku berlari mengejar dunia
dengan mata cekatan melirik setiap peluang
mengatur setiap emosi agar langkah tak terhenti
merangkak ku menapaki bukit akhirat
tak perlu suara dan tuliskan setiap mimpi
hanya perlu mencatat setiap bencana
Subscribe to:
Posts (Atom)






